
3 hari sudah, Revi di rawat di rumah sakit. Rasanya, ia tak betah tinggal di rumah sakit.
"Shiren, kamu mau kan menggantikan aku sebagai istri dan ibu untuk anakku nanti" tanya Revi lagi.
"Maafkan aku Revi, sepertinya aku nggak bisa" tolak Revi.
"Ayolah Ren. Kamu mau melihat anakku menderita, tanpa belaian seorang ibu"
"Maaf Revi...
"Kalaw kamu menolaknya, aku akan memecatmu dan membuat adikmu itu di depak dari perusahaan. Dan aku pastikan, semua keluargamu akan menjadi gelandangan" ucap Revi memotong pembicaraan Shiren.
"Jangan Revi. Ku mohon kau jangan lakukan itu" pinta Shiren memohon.
"Kalaw begitu, menurutlah. Lagian Kamu masih ada di hati Kenni. Buktinya, dia masih menyimpan fhoto kamu di dalam dompetnya"
"Benarkah itu Revi"
"Yah. Walaupun Kenni sudah mencintaiku, tapi ku rasa dia masih menyimpan hati untukmu. Maka dari itu ku mohon,jadilah istri dan ibu bagi anakku" ucap Revi memohon.
"Baiklah Revi" jawab Shiren sedih
"Makasih" (sambil memeluk Shiren)
"Shiren, mulai sekarang kamu kerja yah di rumahku. Kau akan aku angkat, menjadi kepala pelayan di rumahku. Dan kau tenang saja, aku akan menggajimu dua kali lipat dari gajimu di restaurant"
"Tidak usah Revi. Aku akan bekerja di rumahmu, dan kau tak perlu menggajiku 2 kali lipat" ucap Shiren.
"Baiklah. Terimah kasih"
Sesaat kemudian, dokter Ayu datang dan memeriksa keadaan Revi.
"Dokter, saya ingin pulang" ucap Revi.
"Nggak bisa. Tetaplah tinggal disini" jawab dokter Ayu.
"Emangnya kau siapa mengaturku. Saya yang punya rumah sakit ini, dan saya bisa mengirim kamu ke negara terpencil kiribati di tengah samudera fasifik" ucap Revi marah.
"Maaf nona muda, tolong jangan kirim saya kesana. Saya cuma mengkhawatirkan kondisi nona. Kalaw nona mau pulang silahkan. Yang penting nona slalu menjaga kesehatan nona. Dan ingat, nona harus melakukan cuci darah besok" ucap Dokter ayu.
"Baiklah. Maafkan aku dokter. Saya janji, saya akan menjaga kesehatanku"
"Ya sudah, kalaw begitu saya permisi dulu" ucap nya lalu bergegas pergi.
"LEBIH BAIK ANDA KELUAR, DARI PADA SAYA HARUS DI KIRIM KE NEGERI TERPENCIL" Gumam dokter Ayu setelah keluar dari ruangan Revi.
Siang harinya, Revi menyuruh Shiren untuk mendandanginya. Supaya jika sampai di rumahnya, ia nggak terlalu terlihat pucat oleh ibu mertuanya.
Selesai di dandangi, Revi lalu memakai dressnya dan menunggu sekretaris Oka datang.
"Permisi nona muda. Maaf karena saya telat. Soalnya Saya singgah dulu membeli oleh oleh untuk tuan dan nyonya mertua nona"
"Bagus. Apa yang kau beli" tanya Revi.
"Macarons dan coklat prancis nona"
"Baiklah. Ayo kita pulang" ajak Revi.
"Revi. Aku datangnya nanti sore aja yah. Soalnya, aku harus bilang dulu kepada kedua orang tuaku" sahut Shiren.
__ADS_1
"Baiklah. Kalaw begitu, saya permisi dulu"
Pukul 1.30
Revi dan sekretaris Oka, telah tiba di halaman depan. Revi segera masuk di dalam rumahnya.
"Ibu..aku pulang" ucap Revi ketika melihat mertuanya sedang asyik merangkai bunga.
"Sayang" ucap mertuanya memeluknya.
"Apa yang ibu lakukan, kenapa ibu mengerjakan apa yang harus pelayan kerjakan"
"Ini supaya ibu nggak bosan nak. Lagian ibu juga bosan nggak bekerja setiap hari" ujar mertuanya.
"Kalaw begitu, ibu mau nggak berjualan di toko kue. Nanti aku beliin toko buat ibu. Ibu kan jago membuat kue" ucap Revi menawarkan.
"Iya nak, ibu mau"
"Kalaw begitu, aku akan memberikan modal ke ibu, dan mencarikan beberapa pelayan untuk membantu ibu nantinya"
"Iya nak. Makasih ya" ucap mertuanya.
"Sama sama bu. Oh ya, ini aku bawakan ibu oleh oleh dari paris. Nih ambil.Sisanya untuk Mas Kenni"
Ibu mertuanya segera mengambil macaron dan coklat prancis itu. Kemudian, Revi menemui Pak Rido di dalam dapur.
"Pak Rido, saya tugaskan kamu bekerja menjadi koki di restaurant saya. Sementara tugasmu di rumah ini, akan digantikan oleh Shiren"
"Baiklah nona muda" ucap Pak Rido sambil membungkuk hormat.
Sore harinya, Kenni telah datang dari kantor. Alangkah terkejutnya ia, ketika melihat istrinya sudah datang, dan lagi menontong tv di ruang tengah bersama dengan ibunya. Ia pun segera menghampiri Revi sambil memeluknya.
"Sama, aku juga kangen banget sama kamu" balas Revi sambil tersenyum.
Setelah cukup puas memeluk istrinya, Kenni lalu melepaskan pelukannya.
"Sayang, kamu kok pulang nggak bilang bilang sih. Kan aku bisa menjemputmu" ujar suaminya.
"Maafkan aku yah sayang. Aku takut merepotkanmu. Lagi pula kan ada sekretaris Oka yang menjemputku"
"Kan aku suamimu, bukan sekretaris Oka" ujar Kenni ngambek.
"Kamu jangan begitu dong sayang. Nih aku bawain oleh oleh dari paris"
"Suapin" ucap suaminya manja.
Revi pun menyuapin suaminya.
"Kamu sukakan" ucap Revi
"yah, suka lah sayang" jawab suaminya.
"Nak, Ibu ke kamar dulu yah" sahut ibunya.
Ting tong..bel pintu berbunyi.
ibunya yang telah berdiri, segera membuka pintu.
"Shiren" ucap Wati dengan rasa heran.
__ADS_1
Revi yang mengetahui bahwa Shiren sudah datang, segera beranjak berdiri di ikuti oleh suaminya.
"Shiren, kamu ngapain kesini" ucap Kenni dengan wajah terkejut.
"Mas, aku yang nenyuruh Shiren kemari. Karena, dia akan menggantikan pak Rido, sebagai kepala pelayan di rumah ini" sahut Revi.
"Emangnya Pak Rido kemana sayang" ucap Kenni.
"Pak Rido sekarang bekerja di restaurant, karena aku rasa, dia handal kalaw di restaurant"
Kenni sedikit heran.
"Oh ya, Shiren silahkan masuk" lanjut Revi.
"Makasih".
Shiren pun masuk, mengikuti Revi dan Kenni dari belakang.
"Mari, silahkan duduk" ucap Revi kepada Shiren.
Setelah duduk, Revi segera menjelaskan pekerjaan Shiren di rumah ini.
"Sampai disini, apa kamu paham" ucap Revi setelah menjelaskan.
"Paham nona" jawab Shiren.
"Ya sudah, silahkan kamu masuk ke dalam dan perkenalkan dirimu kepada semua pelayan di sini" ucap Revi.
"Tapii..
"Oh ya aku mengerti. Hei kamu (menunjuk pelayan yang sedang menaruh minuman di atas meja.
"Ya nona" kata pelayan itu.
"Tolong antarkan dia ke dapur. Dan temani dia untuk mengetahui seisi jalan di rumah ini"
"Baik nona. Mbak mari.." ajak pelayan itu kepada Shiren.
Setelah mereka pergi, Kenni lalu mengajak Revi untuk ke kamarnya. Sampai di kamar, Revi lalu memberitahukan suaminya bahwa dirinya tengah hamil.
"Apa sayang, kamu hamil" ucapnya girang.
"Yah. Aku sedang mengandung anakmu"
Dengan senang, Kenni mengangkat tubuh Revi ke atas ranjang. Ia lalu mencium dan melumati bibir Revi.
Tiba tiba, Revi merasa sakit lagi di punggungnya.
"Aduh" ucapnya menjerit sambil memegangi pinggangnya.
"Kamu kenapa sayang" ucap Kenni panik.
Berusaha menyembunyikan mimik wajah kesakitannya.
"Aku nggak apa apa kok sayang. Sudah, sekarang kamu mandi gih"
"Baiklah" ucap Kenni lalu mengambil handuk, dan bergegas untuk mandi.
BERSAMBUNG..🌹🌹
__ADS_1