TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA

TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA
MENERIMA PERNIKAHAN ITU


__ADS_3

Malam harinya, Kenni masuk ke ruangan adiknya sambil membawa bubur ayam. Ia lalu duduk di samping springbed tempat adiknya berbaring.


"Dek, kk bawakan bubur ayam untukmu nih. Dimakan yah, biar kk yang suapin" ucap Kenni


Desi hanya mengangguk, lalu Kenni membantu Desi untuk duduk, dan menyandarkan tubuh Desi di tembok dinding. Setelahnya, Kenni menyuapkan sesendok bubur ayam ke mulut Desi.


"Kamu sukakan bubur ayamnya" kata Kenni


"Iya kak. Buburnya sangat enak"


Setelah makan, Desi berbicara kepada kknya itu.


"Kk ingin menikah dengan dua wanita sekaligus yah. Kata pak ustadz, lelaki boleh menikah 3, 4, atau 5 istri asal ia bisa berlaku adil kepada istri-istrinya. Tapi lebih baik kk tidak usah punya istri 2. Soalnya pak ustadz bilang lelaki itu tidak bisa berlaku adil walaupun ia ingin sekali melakukannya" tutur Desi


"Siapa sih yang bilang, kalaw kk ingin menikah dengan 2 wanita sekaligus" ucap Kenni tersenyum.


"Soalnya kk Shiren tadi bilang bahwa kk akan menikahinya, lalu kk cantik itu juga bilang, kalaw kk juga akan menikahinya"


"Dek mending Desi tidur yah" ucap Kenni menyuruh adiknya untuk tidur.


Desi hanya mengangguk dan membaringkan tubuhnya di springbed. Setelah Desi tertidur, Kenni lalu menemui ibunya yang duduk di luar ruangan.


"Ibu. Apa Shiren sudah datang menjenguk Desi" ucap Kenni kepada ibunya


"Iya nak. Shiren sudah datang"


"Lalu apa ibu membicarakan hal itu kepada Shiren ?"


"Ya" ucap ibunya singkat


"Mengapa ibu mengatakannya. Pantasan dari tadi nomor Shiren nggak aktif aktif".


"Lalu bagaimana, apakah kamu ingin membuat Shiren Syok di hari pernikahanmu ?" ucap ibunya.


Kenni hanya terdiam.


"Nak, terimalah pernikahan itu.Kalaw kau ingin membahagiakan Shiren dan keluarganya" lanjut ibunya.


"Telfon Revi sekarang ibu" kata Kenni kepada ibunya.


DI RUMAH ISTANA REVI


Revi duduk sambil memakan makanan yang telah tersedia di meja makannya. Berbagai jenis makanan tersedia di atas meja. Tiba-tiba, Sekretaris Oka muncul dengan membawa handphonenya.


"Nona muda, ada telefon dari tuan Kenni" ucap Oka dengan wajah tersenyum sambil menyerahkan hp itu ke tangan Revi.


"Saya sudah menduganya. Ia takkan menolak pernikahan ini" gumam Revi sambil mengelodspiker hp tersebut.


"Halo. Aku bersedia menikahimu" ucap Kenni dari dalam telefon lalu mematikannya.


Mendengar itu, Revi menjadi tersenyum. Akhirnya,ia bisa menikah dengan Kenni. Pria yang menjadi idamannya selama ini.


"Sekretaris Oka, kau dengar itukan.Tolong sediakan pesta pernikahanku yang megah. Dan pastikan tidak ada rakyat jelata yang menghadiri pestaku. Karena saya tidak ingin rakyat jelata itu mengotori tempat pernikahanku. Termasuk keluarga dari Kenni sendiri" ucap Revi kepada sekretaris Oka.

__ADS_1


"Baik nona muda" ucapnya sambil membungkuk hormat.


DI RUMAH SAKIT


Paginya, dokter Ayu memeriksa keadaan Desi kembali.


"Dokter, Desi mau pulang. Desi nggak beta tinggal disini" ucap Desi kepada dokter Ayu


"Desi sayang kamu itu belum sembuh total" ucap dokter Ayu dengan lembut.


"Pokoknya aku mau pulang" ucapnya meninggikan suaranya.


"Iya sayang kita pulang yah" kata Kenni menenangkan Desi.


"Dokter, tolong ijingkan Desi pulang. Saya janji akan merawatnya dengan baik"


"Baiklah. Tapi ingat, jangan sampai Desi kelelahan. Dan jangan membawa Desi ke tempat lain. Karena tubuhnya sangat rentang oleh penyakit"


"Baik dok. Terimahkasih" ucap Kenni senang.


"Ya sudah, saya permisi dulu" katanya lalu meninggalkan ruangan.


Kabar tentang perbolehan Desi untuk pulang, sampai ke telinga Revi. Revi segera menyuruh sekretaris Oka, untuk mengantar Desi dan keluarganya pulang ke rumah.


"Permisi tuan, saya di perintahkan oleh nona muda untuk mengantar Desi pulang ke rumah tuan" ucap sekretaris Oka setelah sampai di ruangan.


"Bilang kepada nona muda anda, bahwa dia tidak perlu membantu kami" ujar Kenni kepada sekretaris Oka.


"Maaf ini perintah" sambil mengangkat barang barang ibu Wati dan keluar dari ruangan.


Sesaat kemudian, mereka sudah sampai di halaman rumahnya. Sekretaris Oka segera turun dan mengambil barang-barang dan memasukkannya di dalam rumah ibu Wati.


"Tugas saya sudah selesai. Dan ingat pernikahan tuan tinggal 2 hari lagi. Saya permisi dulu" ujarnya dengan wajah datar lalu keluar dari dalam rumah.


"PERGI SANA" Gumam Kenni lagi.


"Nak, jangan berkata begitu. Nak Revi niatnya baik untuk membantu kita" ujar Ibunya.


"Ah, ibu slalu belain Revi. Saya permisi dulu" ujarnya kesal lalu meninggalkan ibunya.


RESTAURAN KALISTA


Kenni berjalan memasuki restoran kalista dengan cepat. Ia menghampiri Shiren yang sedang memasak di dapur restoran. Yah, Shiren bekerja sebagai koki di restauran milik Revi Kalista.


"Shiren, aku ingin berbicara denganmu" kata Kenni memegang tangan Shiren.


"Maaf aku lagi sibuk. Jadi silahkan kamu keluar" ucap Shiren dengan wajah cuek.


"Lima menit saja" katanya memohon.


"Baiklah"


Akhirnya Kenni dan Shiren berbicara di halaman belakang restorant.

__ADS_1


"Apa yang kau ingin sampaikan kepadaku. Apa kau ingin menyampaikan bahwa kau dan Revi akan menikah 2 hari lagi" ujar Shiren marah.


"Maafkan aku Shiren. Aku benar benar blank dengan keadaan ini. Satu hal yang perlu kamu tau, aku sangat mencintaimu"


"Berhentilah berkata mencintaiku, jika hakikatnya kau menikahi dia" kata Shiren sambil menangis.


"Ibarat bunga mawar yang berada di tepi jurang. Kau bisa melihat dan menyukainya tapi tidak bisa memilikinya. Yah begitulah aku" Ucap Shiren memalingkan wajahya.


"Aku menikahinya hanya karena aku terpaksa Shiren"


"Mengapa. Ayo jelaskan"


Tetapi, Kenni hanya diam dan tak bisa berkata apa apa. Dia bingung menceritakannya pada Shiren.


"Bahkan kau hanya diam" lanjut Shiren lalu meninggalkan Kenni sendiri.


Kenni pun berjalan keluar dari restaurant. Namun, kakinya terhenti saat melihat undangan pernikahan di atas meja makan. Ia pun mengambil undangan itu dan membacanya. Di undangan itu, ia melihat namanya dan nama Revi tertera di undangan.


"PANTASAN SHIREN TAU KAPAN AKU MENIKAH. TERNYATA LEWAT UNDANGAN YANG TERSEBAR INI" gumam Kenni.


Sesaat kemudian, Revi datang bersama dengan sekretaris Oka menghampiri Kenni.


"Hei sayang, ini aku bawakan jas untukmu(sambil memberikannya)nanti kamu pake ya,di hari pernikahan kita" kata Revi kepada Kenni. Namun, Kenni hanya mengambilnya tampa kata-kata dan senyuman.


"Sayang, sebelum kamu pergi. Sebaiknya kita makan dulu" kata Revi lagi.


"Maaf, aku ada urusan" jawabnya menolak.


"Baiklah kalaw kau menolak, aku akan memotong gaji mantan pacarmu itu" memperjelas nada suaranya.


"Baiklah"


Dengan terpaksa, Kenni duduk berhadapan dengan Revi. Kemudian, Revi menyuruh sekretaris Oka, agar Shiren mengantarkan pesanan makanannya ke mari. Dengan cepat Oka bergegas menuju ke dapur.


"Shiren, anda di minta untuk mengantarkan makanan nona muda ke mejanya. Ini pesananya" kata Oka dengan wajahnya yang datar.


"AKUKAN BUKAN PELAYANG" guman Shiren.


"Baik tuan" jawab Shiren lalu sekretaris Oka keluar dari dalam dapur.


20 menit kemudian, Shiren mengantarkan pesanan Revi ke mejanya.


"JADI INI ALASANNYA SAYA YANG HARUS MENGANTARKANNYA" Kata Shiren dalam hati ketika melihat Kenni dan Revi duduk berdua.


Shiren segera menaruh hidangan makanan itu,di meja. Lalu ingin segera bergegas pergi. Namun, di tahan oleh Revi.


"Shiren. Apa kau akan hadir di acara pesta pernikahan kami" ucap Revi dengan tersenyum licik.


"SAYA TIDAK AKAN HADIR. LEBIH BAIK SAYA BEKERJA DISINI DARIPADA HATIKU SESAK MELIHAT KALIAN MENIKAH"


"Nanti saya pikir pikir dahulu Nona muda" katanya dengan nada sedih.


"Sebaiknya kau datang. Karena saya telah menyediakan seragam pesta untuk semua pekerja disini. Termasuk denganmu" kata Revi.

__ADS_1


"Baiklah.saya permisi dulu" katanya berlalu pergi. Sementara Kenni hanya terdiam di tempatnya.


BERSAMBUNG..🌹🌹


__ADS_2