TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA

TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA
ADIT KEMBALI


__ADS_3

2 Bulan kemudian.


Revi telah melahirkan sepasang bayi kembar, yang di beri nama, Alan dan Alena. Kini lengkaplah sudah kebahagiaan keluarga mereka.


Malam harinya, Revi sedang asyiknya menyusui Al, sambil duduk di tepi ranjang. Tapi tiba tiba, El menangis, membuat Revi terkejut.


Ia pun segera menghampiri bayi perempuannya itu, sambil menggendong Al.


"Cup, cup, cup. Sayang kamu jangan nangis dong. Kan ibu telah menyusui kamu" katanya sambil mencampak campak, paha anaknya.


Namun, El tetap saja rewel. Sesaat kemudian, Surti datang dan membantu nona mudanya.


"Aduh nona, ini sepertinya pampersnya sudah penuh. Makanya dia rewel" ujar Surti sambil menggendong El, kemudian menaruhnya di atas kasur.


Ia pun segera mengganti pampers yang baru, untuk El.


"Lihat nona, sekarang El nya nggak nangis lagi kan"


"Iya ya. Kamu ternyata pintar yah, mengurus bayi"


"Iya nona. Saya itukan juga pernah merawat bayi. Jadi, saya tahulah sifat sifat bayi"


"Ya sudah, mulai sekarang kamu jadi baby sister Al dan El ya"


"Apa nona, saya jadi baby sister. Berarti saya di pecat dong, menjadi kepala pelayan" ujar Surti


"Ya, kamu kan memang hanya sementara menggantikan pak Rido. Dan besok, pak Rido akan kembali lagi"


"Baiklah nona"


5 menit kemudian, Kenni pun datang sehabis bekerja.


"Sayang, kamu sudah pulang" ucap Revi.


"Ya, kerjaan menumpuk di kantor, makanya pulangnya agak kelamaan"


"Tuan, nona. Surti permisi dulu yah"


"Iya. Makasih ya Surti"


Surti hanya tersenyum, kemudian ia pun bergegas keluar kamar.


Kenni menghampiri El, yang masih belum tidur. Sementara Al, sudah tidur di pangkuan ibunya.


"Elena, kok kamu belum tidur sih nak. Apa kamu nungguin bapak pulang" katanya sambil menggendong Elena.


Revi lalu menaruh Alan di keranjang tempat tidur bayi. Kemudian, menghampiri suaminya.


"Mas, lebih baik kamu ganti pakaian yah, kemudian makan malam. Kamu pasti belum makan. Alena biar saya yang gendong"


"Baiklah"


Kenni pun memberikan Elena kepada istrinya. Kemudian berganti baju, dan segera makan.


Sehabis makan, Ia lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang, Elena sudah tidur"

__ADS_1


"Ya. Sekarang kamu juga tidur yah"


Kenni hanya mengangguk, dan segera berbaring di samping istrinya.


PUKUL 11.00


Revi bangun, dan menyusui Al. Setelah itu, ia lalu menyusui El.


Sesaat, El mulai merengek, ketika air susu ibunya tidak keluar. Kenni yang mendengar tangisan anaknya, segera bangun.


"Ada apa sayang"


"Ini, air susuku keluarnya nggak lancar. Makanya El jadi merengek begini"


"Ya sudah, pake susu formula saja dulu"


"Susu formulanya juga sudah habis"


"Baiklah, aku akan keluar membeli susu untuk El. Lagian ini baru jam 11"


"Kamu hati hati ya sayang"


"Ya"


Kenni pun segera pergi ke indomaret terdekat. 10 menit kemudian, ia pun datang.


"Maaf ya, sayang. Aku beli susunya lama. Soalnya, Indomaret terdekat sudah tutup. Makanya aku ke Alfamidi"


"Ya sudah, ambil El dulu. Aku akan membuatinya susu"


"Biar aku saja sayang. Kamu tinggal mengajari aku"


Kenni pun segera mengisi air di dalam dot, kemudian menaburkan 2 sendok takaran susu bubuk.


"Ini sayang, kamu minum yah" ucap Kenni kepada anaknya.


Seketika El pun berhenti merengek. El melahap susu itu, sampai habis.


"Lihat mas, dia menghabiskan susunya kan. Kasian anakku, pasti tadi kamu sangat kelaparan yah" ucapnya kepada El.


Sesaat kemudian, El pun sudah tertidur pulas.


Keesokan paginya, seperti biasa Kenni berangkat ke kantor. Sedangkan Revi, mengurus kedua anaknya, bersama dengan Surti.


"Surti, tolong ambilin saya tissu"


"Baik nona"


Sesaat kemudian, Ponsel Revi berbunyi. Itu adalah panggilan dari Pak Rido. Ia mengatakan bahwa hari ini, ia akan kembali bekerja.


Usai menelfon, Revi kembali mengurus anaknya Al yang sangat rewel.


"Nona, sepertinya El sudah tertidur" ucap Surti


"Ya sudah, kamu boleh pergi sekarang. Makasih ya"


"Nggak apa apa kali nona. Ngapain berterimah kasih. Saya kan sekarang menjadi baby sister. Ya sudah, saya ke dapur dulu ya" Katanya lalu bergegas.

__ADS_1


"Sayang kok kamu rewel banget sih, lihat adikmu. Ia dari tadi tidur" ucap Revi kepada Al.


Namun, bayi Al tetap saja rewel.


Sesaat kemudian, Surti pun kembali lagi.


"Maaf nona. Saya datang lagi. Soalnya mendengar rewelan Al yang tidak mau berhenti berhenti"


"Iya nih, Al maunya di gendong terus. Jika saya meletakkannya, ia pasti akan menangis. Padahal kan, tanganku sudah pegal"


"Ya sudah, bayi Al biar saya saja yang gendong. Nona istirahat saja"


"Benarkah. Tapi, saya telah terlalu banyak merepotkanmu" ujar Revi


"Ya. Wajar la nona. Saya kan baby sister disini" katanya sambil menggendong Al.


"Thank you Surti"


"You are welcome"


Surti pun keluar dari kamar, dan duduk di ruang tengah.


"Al sayang, kamu jangan rewel mulu ya. Ibumu kan jadi kecapean"


"Bayi Al, kamu ganteng banget sih. Pasti kalau sudah gede, banyak wanita yang menyukaimu. Adikmu El juga cantik. Tapi nggak manja sepertimu" tutur Surti pada bayi Al.


SORE HARINYA, Revi dan Surti duduk di ruang tengah, sambil memperhatikan bayi Al dan El.


"Aduh nona. Bayi nona ganteng dan cantik banget. Surti jadi iri kepada nona"


"Kenapa Surti" kata Revi heran.


"Dulu saya juga pernah hamil. Tapi karena kesalahan saya, akhirnya saya keguguran. Ya, walaupun bukan salah saya sepenuhnya sih. Ini semua juga salah mantan suamiku. Siapa suruh ia selingkuh di belakanku. Saya kan jadi curiga, dan akhirnya membuntutinya. Namun tiba tiba, seorang pengendara motor, menyambarku. Nah, pada saat itulah bayiku keguguran" ucap Surti dengan espresi sedih.


"Terus, suamimu kenapa menceraikanmu"


"Sehabis keguguran, ia pun marah kepadaku. Dia bilang, aku wanita nggak becus dan bodoh. Ya, saya nggak bisa dong menerima perkataan suami saya. Jadinya, saya sendiri yang meminta cerai. Dan ia fine fine saja"


"Ya ampun, kamu yang sabar ya Surti. Saya yakin pasti ada lelaki yang lebih baik dari suamimu itu" ucap Revi


Ting tong..suara bunyi bel.


"Assalamu alaikum" ucap seorang lelaki,yang tiba tiba berada di depan Revi dan Surti.


Surti yang melihatnya, terlihat sangat girang. Sedangkan wajah Revi, terlihat ketakutan.


"Apa yang nona katakan sangat benar. Ucup di cinta, ulang pun tiba" bisik Surti kepada Revi.


"Ngapai kamu ke sini" ujar Revi kesal.


"Aku kesini karena pekerjaanku sudah selesai di paris. Dan aku di tawarkan kontrak kerja selama setahun di indonesia"


"Pertanyaan aku bukan begitu. Kalau mau pulang, ya pulanglah ke rumahmu. Ngapain singgah kesini"


"Aku itu nggak punya rumah, dan aku baru mau mencari kost kosan"


"Baguslah kalau begitu"

__ADS_1


"Ya. Tapi aku akan tinggal disini selama seminggu. Dan suamimu telah mengijinkan aku menginap disini" Ujar Adit, membuat Revi semakin kesal.


BERSAMBUNG..🌹🌹


__ADS_2