TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA

TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA
TERSAMBAR PETIR DI PAGI HARI


__ADS_3

Malam harinya, Dio membaringkan tubuhnya di atas kasur. Sekejab ia melamun memikirkan sahabatnya dan istri sahabatnya.


SEPERTINYA BELUM ADA TANDA TANDA KEHAMILAN DARI ISTRINYA" gumam Dio yang mengira Shiren adalah istri dari sahabatnya.


Setelah beberapa menit, ia mempunyai cara agar istri sahabatnya itu segera hamil.


LIHAT SAJA BESOK. Pikir Dio.


Keesokan paginya, Dio melancarkan rencananya itu. Ia segera masuk ke dapur, dan menyuruh salah satu pelayan, untuk membuatkan susu buat tuannya.


"Hei kamu, tadi tuanmu berkata kepadaku bahwa tolong buatin dia susu putih. Terus kalaw sudah jadi, berikan ke saya" ucap Dio berbohong kepada pelayan itu.


"Baiklah tuan"


Pelayan itu segera membuatkan susu untuk tuan mudanya. Setelah selesai, ia lalu memberikan susu itu kepada Dio.


Setelah Dio menerima susu itu, secara diam diam ia mengambil bubuk perangsang gairah dari kantong celananya. Setelahnya, ia memasukkan bubuk perangsang gairah itu, ke dalam susu tersebut. Ia pun sedikit tersenyum setelah melakukan itu.


Sesaat kemudian, dia melihat Shiren dan menyuruhnya untuk mengantar susu itu kepada suaminya.


"DIA SELALU MENGIRA BAHWA AKU ISTRINYA KENNI" pikir Shiren.


"Hei ayo. Berikan ini untuk suamimu" ucap Dio lagi.


Shiren hanya mengangguk mendengar ucapan Dio. Ia segera naik dan menuju ke kamar Kenni, sambil membawa segelas susu putih itu.


Sesampainya disana, ia mengetuk ngetuk pintu kamar Kenni.


"Sebentar" ucap Kenni dari dalam.


Kenni pun segera membuka pintu kamarnya.


"Ken, ini susu pesanan mu" sambil memberikan segelas susu kepada Kenni.


"Tapi aku nggak pernah minta di buatin susu. Tapi karena aku lagi berselera melihat susu ini, ya sudah aku ambil saja"


"Oh ya Shiren, tolong yah beresin kamar aku. Soalnya lihat, sangat berantakan bukan" ucap Kenni lagi.


"Baik Kenni"


Shiren pun kemudian masuk dan membereskan kamar itu. Sementara Kenni duduk di sofa, sambil memainkan ponselnya.


DI APARTEMEN

__ADS_1


Hari ini, Revi akan pulang ke rumahnya. Sengaja ia tak memberitahukan suaminya, karena ia ingin memberikan surprise untuk suaminya.


"Sekretaris Oka, mari kita berangkat" ucap Revi.


"Nona muda nggak sarapan dulu"


"Nanti saja. Saya akan sarapan bersama suami dan ibuku"


DI RUMAH REVI


Setelah susu itu terasa hangat, Kenni lalu meminum susu itu sampai habis. Sesaat kemudian, tubuhnya terasa panas sekali.


"APA YANG TERJADI PADA DIRIKU INI. KENAPA SEPERTINYA AKU MERASA BERGAIRAH SEKALI" Pikirnya.


Karena merasa tubuhnya terasa panas, ia segera masuk ke kamar mandi dan membuka semua pakaiannya. Ia mencoba mencuci wajahnya dengan air.Tapi, bukan panas itu yang ia rasakan.


Karena nggak kuat lagi, ia pun keluar dari kamar mandi, tanpa sehelai kain yang menempel pada tubuhnya. Shiren yang melihat itu, segera menutup matanya menggunakan jari tangannya. Tapi alangkah terkejutnya dia, saat Kenni mendorongnya dan terjatuh ke atas kasur.


"Apa yang kau lakukan Ken" ucap Shiren yang nggak bisa bergerak, karena tubuhnya di tindis oleh Kenni.


Kenni kemudian mencium dan melumati bibir Shiren. Shiren yang merasa enak dengan kelembutan bibir Kenni, segera membalas ciuman Kenni.


Sementara mobil bugatti putih telah sampai di halaman rumah.


"Anda siapa" ucap Revi ketika menghampiri Dio.


"Saya adalah sahabat dari Kenni. Kalaw anda?


"Saya adalah pemilik rumah ini, sekaligus istri dari sahabatmu" ucap Revi.


Mendengar hal itu, Dio bagai tersambar petir di pagi hari.


"BAGAIMANA INI, TERNYATA AKU SUDAH SALAH PAHAM. GAWAT,AKU TELAH MENGHANCURKAN RUMAH TANGGA MEREKA"


"Hei kenapa diam, ya sudah saya masuk dulu yah" ucap Revi yang bergegas pergi.


Dengan wajah yang ketakutan, ia segera mengambil tasnya dan ingin segera pulang. Saat berlari lari kecil, ia nggak sengaja menabrak tubuh ibu Kenni.


"Hei nak, kamu ngapain sih lari lari"


"Maaf tante, aku harus pulang ke bandung sekarang. Karena ada panggilan mendadak dari bos" jawab Dio mencoba menenangkan dirinya.


"Kamu nggak sarapan dulu"

__ADS_1


"Nggak usah tante. Soalnya aku lagi buru buru nih, ya sudah aku pamit dulu yah" ucap Dio lalu bergegas pergi.


Sementara itu, Revi berjalan menuju ke kamarnya. Setelah sampai di pintu kamar, ia segera membuka pintu tersebut dengan wajah senang.


"Surprise..


Kata dan wajahnya berubah menjadi sedih, ketika melihat pemandangan yang memalukan itu. Melihat Sepasang wanita dan laki laki, sedang berbuat mesum tanpa sehelai kain yang menempel di tubuhnya. Revi pun mencoba melangkahkan kakinya yang gemetaran, dan dengan matanya yang sudah berkaca kaca.


"Apa yang engkau berdua lakukan disini" ucap Revi lantang sambil berusaha menahan air matanya.


Mendengar suara itu, Shiren segera memalingkan wajahnya dan melihat Revi yang sudah ada di tepi ranjang. Begitu pun dengan Kenni. Alangkah terkejutnya mereka berdua, ketika melihat Revi yang tiba tiba datang.


"Revi, maafkan aku sayang. Aku nggak bermaksud melakukan ini" ucap Kenni yang mendekati Revi.


"Nggak bermaksud apa. Jelas jelas kau berdua berbuat mesum di kamarku. Dan kau Shiren, aku belum mati saja, tapi kau telah berbuat itu kepada suamiku. Dasar perempuan gatal" ucap Revi mencaci Shiren.


Shiren hanya menunduk mendengar cacian Revi.


"Apa maksudmu dengan kau mengatakan aku belum mati" ucap suaminya penasaran.


"Aku terkena penyakit gagal ginjal mas. Yah, aku disana berjuang mati matian demi anak kita mas. Aku itu cuma berbohong pergi ke luar negeri. Padahal aku tinggal di apartemen dan harus melakukan cuci darah di rumah sakit. Aku tidak memberitahumu karena aku khawatir kamu akan sedih. Karena kamu baru saja kehilangan adik mu mas"


"Apa..kamu terkena penyakit gagal ginjal" ucap suaminya terkejut.


"Yah, aku berusaha menyembunyikan soal ini, sampai aku rela nenanggung kesakitan, demi anak kita mas dan demi kamu. Tapi ternyata kau malah menghianati ku mas"


"Sayang maafkan aku, aku bisa menjelaskan semuanya"


"Nggak, aku sudah lihat semuanya. Dan kau perempuan gatal, keluar kau dari rumahku" ujar Revi menyuruh Shiren untuk pergi.


"Revi, tolong ma-afkan aku"


"Nggak. Aku tidak mempercayaimu lagi. Ternyata aku salah, karena aku telah membawa ular berbisa ke rumahku. Sekarang juga, pakai pakaianmu dan pergi dari rumahku"


"Sayang, Shiren tidak bersalah. Akulah yang bersalah disini. Entah mengapa tubuhku terasa panas dan sepertinya aku sangat bergairah. Karena tak bisa menahannya, aku melakukan itu kepada Shiren dan aku khilaf" ucap Kenni.


"Yah, karena kau masih mencintainya kan. Bukti nya, kau masih menyimpang fhoto Shiren di dalam dompetmu.


Kenni hanya terdiam mendengar ucapan Revi.


"Mengapa kau diam. Sudah, aku tidak percaya kepada kalian lagi. Lebih baik kau berdua pergi dari sini" ucap Revi marah dan meninggalkan keduanya.


BERSAMBUNG..🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2