
Kenni melihat istrinya yang selesai sarapan. Tidak seperti biasanya ia tak menghabiskan sarapan paginya.
"Sayang,kok makannya cuma sedikit sih" ujar suaminya.
"Aku tidak berselera makan mas" jawab istrinya.
"Kamu sakit. Kalaw kamu sakit, kamu nggak perlu ke kantor hari ini. Nanti aku panggilkan dokter Ayu untuk memeriksamu" kata Kenni khawatir.
"Nggak mas, aku nggak sakit kok. Mas lanjutin sarapannya saja bareng ibu. Aku pamit duluan ke kantor"
"Baiklah sayang. Ummma"
"Nak, kamu hati hati yah" sahut ibunya
"Iya bu" lalu mencium punggung tangan suami dan ibu mertuanya kemudian berangkat pergi.
Tiba di kantornya, Revi duduk sambil memegang keningnya yang serasa sakit. Lalu tiba tiba punggungnya terasa nyeri dan sakit lagi.
"Permisi nona muda" ucap salah satu karyawan yang masuk ke ruangan Revi.
Melihat keadaan bosnya yang bercucuran keringat. Ia segera menghampirinya
"Nona muda, anda kenapa" ucap Elsa karyawannya yang merasa khawatir
"Tolong pijitin punggung saya. Punggungku terasa kram dan sakit" ujar Revi sambil merintih.
Elsa segera memijit punggung bos nya. 5 menit kemudian, sakitnya terasa redah.
"Sudah Elsa. Sakitnya sudah reda. Makasih ya" ucap Revi
"Sama-sama nona muda. Kalaw boleh saya saranin, lebih baik nona muda memeriksakan diri ke rumah sakit. Nona muda tidak biasanya begini. Terus muka nona muda juga terlihat pucat" kata Elsa.
"Baiklah. Ini uang untukmu(memberikan uang 1 juta kepada Elsa)sebagai upah pijitan mu"
"Nggak usah nona muda. Saya ikhlas memijit nona muda" tolak Elsa.
"Ambillah. Saya tahu,keluargamu sedang membutuhkan uang kan"
"Baiklah nona muda. Terimah kasih"
"Sama sama"
Setelah Elsa keluar, Revi berfikir sejenak.
"YAH, ADA BAIKNYA AKU MEMERIKSAKAN DIRI KE RUMAH SAKIT" pikir Revi.
Ia segera mengambil tas nya, dan keluar menemui sekretaris Oka.
"Sekretaris Oka, antarkan saya ke rumah sakit"
"Baik nona muda" ucap Sekretaris Oka.
Mereka pun bergegas ke rumah sakit. Sesampainya disana, Revi lalu menemui dokter Ayu dan memeriksakan diri kepadanya.
"Ada apa dengan diri saya dokter. Akhir akhir ini, punggung saya selalu sakit dan kadang gatal. Saya juga sering merasa letih dan selerah makan saya tiba tiba hilang" ucap Revi setelah di periksa.
__ADS_1
"Saya telah memeriksa tes darah dan tes urine nona. Dan hasilnya, ada dua kabar"
"Kabar apa dok" ucapnya penasaran.
"Kabar baiknya nona saat ini sedang hamil"
"Alhamdulillah" ucap Revi sambil
tersenyum
"Dan kabar buruknya, nona menginap penyakit gagal ginjal stadium 3. Ini keterangannya(sambil memberikan selembar keterangan pada Revi)"
"Apa dok. Gagal ginjal stadium 3" ucap Revi terkejut dan mengambil surat keterangan itu.
"Ya. sebenarnya,orang yang mengalami penyakit gagal ginjal, tidak di sarangkan untuk hamil. Karena, itu hanya dapat membahayakan nyawa nona"
"Berikan saya resep obat dok, untuk menyelamatkan saya bersama dengan janinku ini"
"Tidak ada obat yang bisa menyelamatkan nona dan janin nona. Maksud saya, kalaw nona meminum obat penahan sakit, maka itu akan mempengaruhi janin yang ada di rahim nona. Bisa-bisa, nona akan keguguran. Tapi, jika nona tidak memakan resep obat itu, nona akan terus merasa sakit. Dan bahkan lebih parah" tutur dokter Ayu.
Mendengar hal itu, Revi tidak sengaja menumpahkan air matanya.
"Maaf dokter(sambil menghapus air matanya) tolong jangan beritahukan hal ini kepada suami saya. Karena, dia baru saja kehilangan adiknya"
"Baiklah nona" ucap dokter Ayu.
"Saya permisi dulu. Terimah kasih(ucap Revi sambil memasukkan surat keterangannya di dalam tasnya"
"Sama sama" balas dokter Ayu.
"Nona muda. Anda sakit apa" tanya sekretaris Oka
"Gagal ginjal stadium 3" ucap Revi dengan wajah yang murung.
"Astaghfirullah" ucapnya dengan kaget.
"Pergilah berobat ke singapura Nona. Setahu saya, singapura adalah negara yang mempunyai salah satu rumah sakit terbaik. Bahkan, sejumlah artis juga pernah berobat ke sana. Seperti Rosa dan ashanty" usul sekretaris Oka.
"Kamu lupa yah, bahwa almarhum Olga syahputra itu meninggal di rumah sakit no 1 di singapura" ujar Revi.
"Iya ya. Tapi di coba saja dulu. Siapa tahu, penyakit nona akan sembuh disana"
"Percuma. Aku sekarang sedang hamil. Aku nggak mau membunuh janin yang ada di kandunganku ini"
"Apa nona. Anda hamil" ucapnya terkejut.
"Yah, aku akan mempertahankan anakku. Meskipun nyawaku taruhannya. Dan aku mohon, kamu jangan bilang bilang kepada suamiku, tentang penyakit ku ini"
"Baiklah nona muda" ucap Sekretaris Oka.
Sesampainya di rumah, Revi segera masuk dan menemui ibu mertuanya.
"Ibu..aku pulang"ucap Revi.
"Tumbeng pulangnya cepat" ujar mertuanya.
__ADS_1
"Namanya juga bos. Lagian mana ada sih, yang berani memecat bos nya"
"Iya sayang ibu tahu"
"Ya sudah. Aku naik ke atas dulu yah bu"
Ibunya hanya mengangguk. Kemudian, Revi berlalu dan naik ke atas kamarnya.
Sampai di kamar, ia lalu merebahkan dirinya di kasur sambil memeluk gulingnya. Ia sejenak memikirkan penyakitnya itu.
"BAGAIMANA INI. JIKA AKU MATI, SIAPA YANG AKAN MERAWAT BAYIKU NANTI. KASIHAN ANAKKU. IA MEMBUTUHKAN SOSOK SEORANG IBU" Gumam Revi sambil menangis.
Sejenak terlintas di pikirannya, mantan suaminya.
"SHIREN. YAH, MUNGKIN IA BISA MENGGANTIKAN AKU, MENJADI ISTRI UNTUK SUAMIKU DAN IBU BAGI ANAKKU NANTI" Gumamnya lagi.
Karena kecapean, akhirnya ia tertidur pulas.
Malam harinya, Kenni baru datang dari kantornya. Ia kemudian menemui ibunya, yang lagi menontong tv di ruang tengah.
"Ibu. Aku pulang" ucap Kenni sambil mencium punggung tangan ibunya.
"Kok pulangnya telat gini sih" ujar ibunya.
"Aku tadi lagi lembur bu. Oh ya, ini aku bawakan martabak buat ibu. Dan satunya lagi untuk Revi"
"Segeralah ke kamar mu nak. Revi malam ini belum makan, mungkin ia sedang tidur"
"Baiklah bu. Aku ke atas dulu"
Sesampainya di kamar, ia menemui istrinya masih tertidur lelap. Ia pun naik ke atas ranjang, dan memeluk istrinya. Merasakan ada yang seperti memeluknya, Revi segera membuka matanya.
"Sayang. Kamu sudah datang" ucap Revi tersenyum
"Iya. Ibu bilang kamu belum turun untuk makan. Nih, mas bawain martabak kesukaanmu" ucap Kenni.
"Emangnya, sudah jam berapa mas" ucap Revi heran.
"Sudah jam 9 malam"
"Apaa. Berarti aku tidurnya lama bangat" ucapnya terkejut.
"Ya sudah. Sekarang kamu bangun dan makan malam segera"
"Nggak mas. Aku makannya martabak ini saja" kata Revi sambil duduk bersandar di tepi ranjang.
"Baiklah, mas ganti baju dulu" ucap Kenni lalu bergegas ke ruang ganti.
Setelah pergi, Revi melihat dompet suaminya yang ada di sampingnya. Ia segera membuka dompet suaminya itu. Dan saat ia buka, di lihatnya Fhoto Shiren dan dirinya di dompet suaminya itu.
"ITUKAN, SUAMIKU TERNYATA MASIH MENYUKAI SHIREN" gumamnya.
Cepat cepat ia menutup kembali dompet suaminya, dan menaruhnya kembali sebelum suaminya datang.
BERSAMBUNG..🌹🌹
__ADS_1