TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA

TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA
3 CANGKIR KOPI


__ADS_3

Pagi pagi sekali, Revi telah di buat bad mood, oleh suatu Fhoto yang masuk di WA-nya. Untuk menghilangi rasa bad moodnya, ia mengurus kedua anaknya, seusai itu, ia lalu menyiram tanaman di halaman rumah. Tengah asyiknya Revi menyiram tanaman, tiba tiba Adit datang dan memeluk Revi dari belakang.


"Adit, lepaskan nggak. Jangan sampai orang orang di rumah ini tahu" ucap Revi berusaha melepaskan pelukan Adit.


Namun, Adit tak menghiraukan ucapan Revi, ia malah mencium wangi leher Revi.


"Ternyata aroma wangimu masih sama seperti dahulu"


"Adit, tolong lepaskan tangan kamu atau nggak..


"Atau apa, (ucapnya memotong pembicaraan Revi, dan melepaskan pelukannya) Apa kamu mau suamimu tahu tentang hubungan kita yang dulu"


"Ya. Kamu nggak usah ngancam aku. Kalau mau ngaduin, silahkan saja. Lagian, itu hanya masa lalu kita. Aku fine fine aja kok. Tapi, Aku juga akan membongkar sifat ke playboyanmu kepada Suami dan ibu mertuaku. Setelah itu, aku akan mengusirmu dari rumah ini. Karena rumah ini adalah milikku. Dan tiada satupun yang bisa menentangku, termasuk suamiku sendiri. Dan asal kamu tahu, aku membiarkan kamu menginap disini, itu karena aku menghormati suamiku" ucap Revi mengancam balik Adit, sambil terus menyiram tanamannya.


"Wow hebat. Tapi mana mungkin suamimu akan mengusir spupunya sendiri. Aku tahu banget sifat suamimu, ia orangnya gak tegaan"


"Kamu tahu, Suami lebih memilih istri di banding segala galanya. Ya, termasuk kamu" kata Revi, lalu bergegas masuk ke dalam, melepaskan salang air yang terus mengalir.


"KURANG AJAR, POKOKNYA AKU HARUS MENDAPATKAN KAMU KEMBALI SAYANG. KARENA SEKARANG, KAMU SANGAT TAJIR MELINTIR" gumam Adit sambil tersenyum licik.


Siang harinya, Revi duduk di sofa sambil menyusui El.


"Elena sayang, nanti kalau sudah gede kamu harus menjadi anak yang sholeh. Harus akur dengan kakakmu, dan berbuat baik kepada semua orang. Ya sayang"


Clekk


Suara pintu dibuka oleh Adit, dan sedang berdiri di pintu kamar. Revi yang melihat itu, segera memasukkan ****** susunya ke dalam bajunya. Membuat Elena berhenti meminum susu ibunya.


"Nggak usah disembunyiin kali" ucap Adit sambil tersenyum.


"Berani beraninya kamu masuk ke dalam kamarku. Cepat keluar atau aku akan memanggil satpam, untuk mengusirmu"


"Kamu santai saja kali, aku kan ingin melihat keponakanku Al dan El"


"Keluar" ucap Revi setengah berteriak.


Tep..tep..tep..

__ADS_1


Seorang pria masuk ke dalam kamar Revi, disertai dengan bunyi Suara sepatunya. Itu adalah Kenni, suami Revi.


"Ada apa ini" ucap Kenni kepada keduanya.


"Nggak Ken. Istrimu ini suka marahan. Biasalah, kalau ibu habis lahiran. Pasti bawaannya suka marah jika anaknya di gangguin" jawab Adit.


"EMANG AKU INDUK AYAM APA" pikir Revi.


"Btw mas, kok kamu pulangnya cepat banget sih" sahut Revi kepada suaminya.


"Iya sayang. Soalnya kepalaku lagi sakit. Makanya aku memutuskan untuk pulang"


"Ya ampun. Ya sudah, mas istirahat saja. Aku akan menanggil dokter Ayu, untuk memeriksamu. Dan kamu(melihat ke arah Adit) ngapain masih disini. Ayo cepat keluar"


"Baiklah"


Adit pun keluar dari kamar, sedangkan Kenni berbaring di atas ranjang.


"Elena sayang, kamu bobo dulu yah" ucap Revi sambil menaruh Elena di keranjang tidurnya.


"Kamu itu anak ibu yang gak rewel. Kalau sudah besar, semoga kelak kamu akan menjadi anak yang penyabar yah sayang" ucap Revi, sambil mengelus elus kepala Elena.


"Sayang, aku pijatin yah kepala kamu. Agar sakit kepalanya, agak mendingan"


Suaminya hanya mengangguk. Lalu, Revi pun naik ke atas ranjang, dan mulai memijat kepala suaminya.


"Mas, apakah kepalamu sudah nggak sakit lagi"


"Sayang, kamu pijatnya baru beberapa detik. Mana mungkin kepalaku bisa sembuh secepat itu" ujar suaminya.


"Ya sudah, aku panggilin pak Rido saja ya, untuk memijat kepalamu"


"Lo kok pak Rido sih. Kan ada kamu ?"


"Mas, kamu tahukan aku itu nggak pernah kerja yang beginian. Syukur syukur aku mau memijat kamu. Udah aku mau tidur saja, capek tahu urusin 2 bayi" ujar Revi


"Ternyata apa yang di katakan Adit memang benar yah. Kalau kamu sekarang sangat suka marah"

__ADS_1


"Bukan begitu mas, aku kan memang capek mas. Ya udah gini aja, bagaimana kalau kita bertukar posisi. Aku yang kerja, dan kamu yang ngurusin bayi kita"


"Sayang, kamu apa apaan sih, ngomong kayak gitu. Aku nggak suka tahu"


"Aku juga nggak suka, melihat kamu slalu bersama dengan Angela. Ini lihat(sambil memperlihatkan foto tersebut). Aku kan sudah bilang, jangan pernah dekat lagi dengan Angela. Tapi, mengapa kamu terus saja mendekatinya. Lihat fotomu, kamu nampaknya sangat senang di peluk oleh Angela"


"Ini hanya salah paham sayang, ini nggak seperti apa yang kamu bayangin. Aku cuma menolong Angela, karena ia hampir saja terpeleset. Dan aku nggak tahu, tentang fhoto itu. Pasti ada orang yang mau menjebak aku, dengan memfhotoku, lalu fhoto itu di kirimkan untukmu agar kau marah kepadaku" Tutur Kenni.


Tok..tok..tok..


"Permisi"


Mendengar itu, Revi lalu turun dari atas ranjang.


"Silahkan masuk dokter Ayu" ucap Revi.


Dokter Ayu pun masuk, dan menghampiri Kenni.


"Dokter Ayu, tolong periksa suamiku. Kepalanya lagi sakit. Makanya ia segera pulang dari kantor"


"Baiklah" ucap dokter Ayu


"Ken, apa kamu ada makan sesuatu di kantor? tanya dokter Ayu, selesai memeriksa.


"Nggak ada sih dok. Cuma minum 3 cangkir kopi saja. Seusai meminum kopi itu, kepala saya tiba tiba sakit. Makanya saya segera pulang ke rumah"


"Apa, 3 cangkir. Kenapa kamu meminum kopi sebanyak itu. Dan siapa yang memberikan kopi untukmu" Sahut Revi marah.


"Secerek kopi sudah tersedia di meja kerjaku, sebelum aku datang. Karena aromanya yang sangat menggiur, akhirnya aku meminum kopi itu. Dan setelah ku coba, ya menurutku sangat enak, makanya aku meminum kopi itu, sebanyak 3 cangkir" jawab Kenni.


"Mungkin kopi itulah penyebabnya. Keluhan yang kamu alami, didasari karena kafein yang menyebabkan, pembuluh darah di otak, cenderung menyempit. Dan pembuluh darah itu akan melebar secara mendadak jika tak dapat kafein seperti biasanya. Perubahan aliran darah di otak yang tiba tiba itulah yang menyebabkan ketidaknyamanan dan sakit kepala" tutur dokter Ayu.


"Revi, kamu nggak perlu khawatir, sakit kepala suamimu hanya ringan. Kau cukup memijat kepalanya saja, agar sakitnya hilang. Kalau begitu saya permisi dulu" lanjut dokter Ayu.


"Mari saya antar"


"Nggak usah Revi. Lebih baik kamu pijatin kepala suamimu. Saya pergi dulu" kata dokter Ayu lalu segera pergi.

__ADS_1


BERSAMBUNG..🌹🌹


__ADS_2