
Di meja makan, Revi duduk sambil membayangkan apa yang ia lihat barusan. Lalu, ibu mertuanya datang dan menghampirinya.
"Nak, kamu kenapa. Ada apa denganmu ?"
"Ibu, kau lihat anak mu itu. Dia tega mengkhianati aku bu" ucapnya sambil menangis.
Tak lama kemudian, Kenni dan Shiren turun dari atas kamar. Ibunya yang melihatnya segera menghampiri Kenni.
"Kenni, apa yang telah kau lakukan, sehingga membuat istrimu menangis" ujar ibunya.
"Maaf bu. Aku tak bermaksud melakukan itu" ucapnya dengan nada sedih.
"Maksudnya apa nak. Tolong jelaskan ke ibu"
"Dia bermain mesum dengan wanita gatal itu bu" sahut Revi.
Plakkk. Satu tamparan mendarat ke pipi Kenni, setelah mendengar ucapan Revi.
"Kenni, kenapa kau melakukan ini pada istrimu. kalian berdua telah melakukan hubungan haram. Kurang apa istrimu ini, sehingga kau tega menyakitinya"
"Aku bisa menjelaskan ini semua bu" ucap Kenni dengan raut muka yang bingung.
"Menjelaskan apa lagi. Semua sudah jelas. Kau sudah membuat ibu malu, dan membuat istrimu terluka. Aku malu punya anak sepertimu. Lebih baik ibu pulang ke kampung saja"
Ibunya pun masuk ke kamarnya dan mengambil tasnya, lalu bergegas pulang ke rumahnya.
Revi yang melihat itu, tidak bisa mencegah ibu mertuanya untuk pergi.
"Sayang, tolong maafin aku. Aku khilaf sayang" ucap Kenni lagi yang berada di samping Revi.
"Hal yang paling berat kulalui adalah ketika melihatmu memeluk dia. Dan itu lebih sakit, di banding aku merasakan sakit ginjalku ini"
"Revi, maafkan aku. Aku dan Kenni sama sama Khilaf" sahut Shiren kepada Revi.
__ADS_1
"Tidak. aku yang memaksa Shiren untuk melakukan itu. Setelah aku meminum susu itu, tubuhku terasa panas. Dan aku segera berlari ke kamar mandi untuk membuka semua pakaianku. Tapi karena bukan panas begituan yang kurasa, akhirnya aku keluar dari kamar mandi, dan melakukan itu kepada Shiren" sahut Kenni menjelaskan.
"Oh my god. Dan kau Shiren, kau sukakan dengan semua itu. Sehingga kau menerima suamiku melakukan itu kepadamu. Seandainya kau wanita baik baik, kau sudah pasti keluar dari kamarku. Dan menolak untuk melakukan hubungan itu kepada suamiku" ucap Revi geram.
Shiren hanya tertuduk mendengar ucapan Revi.
"Sudah. Aku tidak mau lagi mendengar apa apa dari kamu. Mulai sekarang, engkau aku pecat dan aku akan mengeluarkan adikmu dari perusahaanku. Sekarang juga, kamu pergi dari rumahku"
"Maafkan aku Revi, aku boleh di pecat. Tapi ku mohon jangan keluarkan adikku dari perusahaannmu. Dia tidak salah, dan dia tidak tahu apa apa" ucapnya memohon.
"Tidak. Keputusanku telah bulat. Siapa suruh kau telah menghianatiku, dan menghancurkan rumah tanggaku" ucap Revi memalingkan wajahnya.
Mendengar hal tersebut, Shiren menjadi geram mendengar ucapan Revi.
"Bukan kah kau yang lebih dulu menghancurkan hubunganku dengan Kenni. Kamu kira aku nggak sakit hati, mendengar kau dan Kenni akan menikah. Bahkan, kau menyuruhku ke pesta pernikahanmu yang meriah itu. Lalu saat hatiku telah berusaha ku obati, kau datang dan mengemis kepadaku dengan kau mengatakan, bahwa kau sakit gagal ginjal dan memintaku untuk kembali kepada Kenni, dan menjadi ibu untuk anakmu nanti apabila engkau telah tiada. Dan wajar saja aku melakukan itu, karena sebentar lagi kau akan mati, dan mantan kekasihku akan menjadi suamiku"
Entah kekuatan dari mana, Shiren dapat mengatakan itu semua kepada Revi.
"Shiren. Berhentilah berbicara begitu" ucap Kenni kepada Shiren
Shiren pun mengambil tasnya, dan kemudian keluar dari rumah Revi.
Setelah Shiren pergi, suasana menjadi hening. Kenni pun duduk di samping Revi, dan mencoba berbicara kepada istrinya.
"Sayang..tolong maafkan aku"
Revi hanya terdiam. Setelah ia sedikit tenang. Barulah ia berbicara kepada suaminya.
"Apa kau sudah melakukan itu kepada Shiren" ucap Revi dengan wajah datarnya.
"Yah"
"Terus bagaimana jika dia hamil. Apakah engkau akan menikahinya"?
__ADS_1
"Yah, karena itu adalah darah dagingku. Tapi ketahuilah, aku benar benar sangat mencintaimu melebihi dari Shiren. Bahkan aku benar benar sudah melupakan dia. Dan soal fhoto dia yang ada di dompetku itu, aku belum sempat membuangnya.
"Kau tahu, aku tak pernah bermimpi untuk memilikihmu. Namun kau yang menarikku dan membuatku terbuai atas rayuanmu. Dan aku hanyalah manusia seperti kebanyakan orang lain. Aku bahkan tak mengerti apa yang membuatmu pada akhirnya menjatuhkan pilihanmu kepadaku. Aku bahkan tak mengerti, apa yang kau lihat padaku. Namun kau membuat aku merasa spesial, merasa bahwa hanya aku satu satunya yang kau inginkan" lanjut Kenni.
"Kau tahu mengatakan itu. Tapi mengapa, kau malah melanggar sumpah suci kita. Jujur ku akui, sejak saat pertama melihatmu. Aku telah jatuh hati kepada mu. Wajah dan senyummu, selalu terngiang dalam fikiranku. Sampai sampai, aku berani mengatakan cintaku kepadamu. Tapi, kau menolakku dan lebih memilih wanita gatal itu. Dan disaat aku telah memiliki segalanya, aku pun memaksamu untuk menikahiku. Dan sejak saat itu, aku menunjukkan cinta dan kasih sayangku kepadamu. Bahkan, aku mencurahkan kasih sayangku kepada Desi dan ibumu. Apakah kau tak pernah merasakan itu ?"
"Barangkali kita perlu bertukar posisi terlebih dahulu..agar kamu tahu dan merasakan juga, bagaimana memiliki ketulusan lalu dikhianati" ucap Revi.
"Maafkan aku sayang. Aku benar benar meminta maaf kepadamu. Mungkin ini semua gara gara Dio. Dio yang melakukan ini semua"
"Maksud kamu" kata Revi dengan heran.
"Ia sengaja memberikan bubuk perangsan di susu itu. Agar aku melakukan itu kepada Shiren. Karena dari awal datang, ia slalu mengira bahwa Shiren adalah istriku" jawab Kenni.
"Terus mengapa dari awal kau tidak bilang, bahwa istrimu sedang keluar. Kau hanya membiarkan Dio mengira itu semua. Tidak. Ini bukan salah Dio, ini semua salahmu. Karena kau tidak bilang bahwa Shiren bukanlah istrimu"
"Maafkan aku sayang" ucapnya menunduk.
"Lebih baik, kau pulang bersama ibumu"
"Maksud kamu apa. Sayang, aku beneran cinta denganmu. Dan aku tak akan meninggalkanmu dengan kondisi yang lagi sakit. Apalagi kau sedang mengandung anak kita" ucap Kenni.
"Tidak. Biarkan aku tenang disini. Biarkan aku berfikir, untuk merelakan dan mengikhlaskan apa yang barusan terjadi. Sekarang juga, kamu pergi dari sini" ucap Revi menangis.
Mendengar ucapan istrinya, Kenni memeluk tubuh Revi dengan erat.
"Tolong maafkan aku sayang"
"Aku akan memaafkanmu, saat hatiku telah pulih. Lebih baik kau pergi dari rumahku. Dan kumohon jangan menemui aku, hingga aku yang menyuruhmu menemuiku
"Baiklah sayang. (sambil melepaskan pelukannya). Aku pergi dulu. Bertahanlah demi calon bayi kita."
Kenni pun keluar dari rumahnya, dengan mata yang berkaca kaca. Sedangkan Revi menangis, melihat kepergian suaminya.
__ADS_1
BERSAMBUNG..🌹🌹