
Sesudah makan, Revi mengajak Desi dan mertuanya untuk jalan jalan.
"Desi mau nggak, jalan jalan ke moll bersama kk"
"Iya kak. Aku mau" ucap Desi senang.
"Nggak boleh. Ingat kata dokter, Desi nggak boleh keluar terus" cegah Kenni.
"Desi mohon kk, ijingkan Desi keluar. Sebentar lagi kan Desi mau mati. Jadi Izinkan aku keluar yah kak" mohon Desi.
"Desi, jangan berkata begitu" tegur ibunya.
"Kalaw kamu takut Desi kenapa-napa, mending kamu ikut" sahut Revi kepada Kenni.
"Betul tu kak"
"Pokoknya, Desi nggak boleh keluar rumah" tegas Kenni.
"Kalaw aku nggak di ijinin pergi, aku nggak mau minum obat lagi" ucap Desi memanyungkan bibirnya.
"Baiklah nak. Kau pergilah. Tapi kamu ganti baju dulu yah (lalu melihat kenni) Kenni tolong kamu ikut yah. Jagain adikmu" kata Ibunya
"Baik bu" jawabnya singkat
"Loh, ibu nggak mau ikut juga? tanya Revi.
"Nggak usah nak. Ibu di rumah saja"
Setelah Desi sudah siap, mereka lalu naik ke atas mobil. Sesaat kemudian, mereka sudah sampai di moll. Revi segera berjalan menuju toko pakaian anak anak"
"Desi, pilihlah baju sepuasmu yang kau sukai" ucap Revi
"Serius kak (Revi hanya mengangguk) horee"
"Nggak usah. Desi pilihnya 1 baju saja" sahut Kenni
"Sayang, kamu apa apaansih"
"Kau yang apa apaan" balas Kenni.
"Desi, pilihlah baju sepuasmu. Nggak usah dengerin apa kata kkmu"
"Baik kak cantik" ucap Desi
Setelah membeli pakaian, Revi lalu membawa Desi ke tempat wahana permainan. Desi sangat senang karena di ajak ke tempat itu. Desi pun bermain sepuasnya di sana. Setelah puas bermain, Revi memutuskan untuk mengajak Kenni dan Desi makan siang di restaurant miliknya.
"Desi puas nggak mainnya" ucap Revi
"Iya kak. Makasih ya" katanya sambil memeluk Revi.
"WALAUPUN KAU BAIK KEPADA IBU DAN ADIKKU, TETAPI AKU NGGAK AKAN MENCINTAIMU" Kata Kenni di dalam hati.
Ketika mereka sudah sampai di Restaurant, semua pelayan tunduk hormat kepada Revi dan Kenni.
"Selamat datang nona Revi, selamat datang tuan Kenni" ucap kepala koki.
__ADS_1
"Tolong suruh shiren mengantarkan semua menu makanan ke atas. Sayang,ayo naik" ucap Revi kepada Kenni.
"Kamu apa apaansih suruh Shiren mengantar makanan segala" ujar Kenni setelah berada di ruang atas.
"Mengapa. Kamu kan tidak ada hubungan lagi dengan dia. Dan Kamu sekarang sudah menjadi majikan di tempat ini"
"Tapi dia itu bukan pelayan"
"Oh jadi kamu mau, aku menurunkan jabatannya sebagai pelayan. Begitu.."
"Nggak jangan lakukan itu. Sayang..kamu kan tadi bilang, kalaw aku majikan disini. Jadi tolong yah, kamu nggak usah menyuruh Shiren mengantarkan makanan kesini" ucap Kenni memanggil Revi dengan sebutan sayang.
"SUDAH GILA KALI YAH, AKU NEMANGGILNYA SAYANG"
"Baiklah. Aku sangat senang karena kau mau memanggilku sayang. Untuk hari ini dan seterusnya, kamu harus memanggilku sayang" ujar Revi.
Ia lalu menelfon sekretaris Oka yang berada di bawah.
"Oka, suruh pelayan lain mengantarkan makanan ke atas" kata Revi lalu mematikan handfhonnya.
Sesaat kemudian, 3 pelayan sudah datang dan masing masing membawa makanan. Mereka lalu menaruh makanan itu,di atas meja.
"Silahkan nona, tuan" ucap salah satu pelayan yang bernama Ita, sahabat Shiren.
Ita yang sudah turun dari bawah, menghampiri Shiren yang ada di dapur.
"Shiren, kamu tau nggak, kalaw nona Revi dan Tuan Kenni ada diatas. Mereka makan bersama dengan Desi adik dari tuan Kenni" ucap Ita.
"Tau kok. Malah aku yang disuruh mengantarkan makanan mereka ke atas, tapi tiba tiba nggak jadi"
Sementara di ruang atas, Revi, Desi dan Kenni telah selesai makan. Masih banyak sisa makanan yang belum habis.
"Desi suka nggak makanannya" tanya Revi
"Iya kak"
"Ya sudah, kk pesanin makanan dulu yah, buat Desi dan ibu di rumah"
"Nggak usah kak. Mending sisa makanan ini yang Desi bawa pulang. Jadi makanannya nggak mubassir deh" ucap Desi
"Nggak boleh. Ini kan makanan sisa. Kk akan memesan makanan lagi buat kamu dan ibu" Katanya menolak
Revi lalu menelfon kembali Sekretaris Oka. Setelah itu, mereka lalu turun ke bawah.
"Oka,kami pulang terlebih dulu. Nanti,jika makanannya sudah siap, kamu antar ke rumah Ibu mertua"
"Baik nona muda"
Kemudian mereka naik ke mobil, lalu pulang ke rumah ibu Wati.
Sesampainya di rumah, Desi menceritakan wahana permainan di mall kepada ibunya. Wati sangat senang melihat Desi bahagia.
Sesaat kemudian, sekretaris Oka sudah datang dan membawa 5 bungkusan. Dia segera memberikan bungkusan itu kepada bu Wati.
"Apa ini ?" tanya bu Wati
__ADS_1
"Itu adalah makanan dari restaurantku"
"Makasih ya nak Revi" ucap bu Wati
Revi hanya mengangguk. Ia lalu menyuruh sekretaris Oka mempersiapkan barang barang Kenni. Karena sebentar lagi, mereka akan pulang ke rumah Revi.
Mendengar itu, ibu dan Desi tampak sedih. Sebentar lagi, Kenni akan meninggalkan mereka.
"Nona muda, semua barang tuan Kenni sudah di packing. Dan saya telah menaruhnya di bekasi mobil" ucap Sekretaris Oka.
"Baiklah. Sayang, mari kita berangkat"
Kenni hanya diam, ia lalu memeluk Desi dan ibunya.
"Desi, jaga kesehatanmu yah. Rajin makan dan rajinlah minum obat"
"Iya kak" ucap Desi sambil menangis
"Loh, Desi nggak boleh menangis. Nanti jika ada waktu, kk akan mengunjungimu"
"Desi. Ini ambil hp kk. Kalaw Desi kangen, kamu tinggal vc kita. Kamu taukan caranya" ucap Revi memberikan hpnya.
"Tau kak, makasih kak" jawab Desi memeluk Revi.
"Ibu..jagain Desi yah" kata Kenni kepada ibunya.
"Iya nak. Sudah kalian berangkat yah" ucap ibunya sedih.
Kenni lalu mencium punggung tangan ibunya. Kemudian, memeluk Desi dengan begitu erat.
"Ibu. Ini ada sedikit uang untuk ibu. Mohon di terimah yah" kata Revi sambil memberikan uang kepada mertuanya.
"Nggak usah nak" tolak bu Wati.
"Terimahlah untuk membantu pembelian obat Desi"
"Baiklah. Terimah kasih"
"Sama sama. Kami berangkat dulu yah bu" ucap Revi.
"Assalamu alaikum"
"Waalaikum salam" balas Desi dan ibu Wati.
Revi dan Kenni lalu naik ke atas mobil. Sedang Sekretaris Oka, sudah menunggu di atas mobil. Ia pun melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang, ketika Revi dan Kenni sudah naik. Tampak dari kejauhan, Desi masih mendadah kknya itu.
"Nak. yuk masuk" panggil bu Wati
"Baik bu"
Desi dan ibunya segera masuk ke dalam rumah. Desi lalu menunjukkan baju baju yang telah Revi belikan untuknya.
Sementara di kejahuan, hati Kenni serasa berat meninggalkan ibu dan adiknya.
BERSAMBUNG..🌹🌹
__ADS_1