
Pesta pernikahan Kenni dan Revi, tinggal sehari lagi. Sekretaris Oka semakin sibuk mempersiapkan semua keperluan, yang di perlukan di pesta besok. Mulai dari kostum nona mudanya, mengundang sejumlah artis,hingga mencari caterin makanan. Maklum, sekretaris Oka memang mahir dalam melakukan sesuatu hal. Itulah sebabnya, Revi mengangkatnya sebagai sekretarisnya.
Namun, sekretaris Oka bukanlah orang yang berasal dari keluarga Revi. Ia hanyalah sahabat ibunya Revi, yang bekerja di perusahaan ayahnya Revi. Ia semakin mengabdikan dirinya,ketika kedua orangtua Revi meninggal dunia. Mengingat kebaikan kedua orangtua Revi kepada dirinya. Maka ia berjanji akan menjaga Revi sepenuh hatinya. Bahkan ia mengajarkan kepada Revi, cara mengelola perusahaan dengan baik dan benar.
"Permisi nona muda. Saya membawakan dua gaun penganting untuk nona muda. Yang satu berwarna merah, dan satunya lagi berwarna putih. Nona muda tinggal memilih salah satu dari gaun ini" ucap Sekretaris Oka kepada Revi.
"Gaun putih ini sangatlah cantik. Saya memilih gaun putih ini saja. Bagaimana menurutmu ?"
"Ya. Nona muda akan terlihat anggung jika memakainya" jawab sekretaris Oka membuat Revi tersenyum manis.
Keesokan paginya, Revi melihat dirinya di depan cermin. Di balut gaun putih yang melekat di tubuhnya, dan dengan riasan wajah yang natural. Membuat dirinya semakin cantik.
Sebenarnya, banyak lelaki yang menyukai Revi. Bahkan, sudah 4 lelaki yang mau melamarnya. Namun semuanya di tolak oleh Revi. Entah mengapa Revi sangat menyukai Kenni. Hingga ia membuat Kenni, harus terpaksa menikahinya. Dan hari ini, ia akan bersanding bersama Kenni di pelaminan.
"Sekretaris Oka, apakah sudah ada mobil yang menjemput Kenni dan ibunya" Tanya Revi kepada sekretaris Oka.
"Iya nona muda" jawabnya singkat.
"Baiklah. Mari kita menuju ke gedung pesta pernikahanku" katanya sambil beranjak pergi.
DI GEDUNG PESTA
Keluarga Kenni tiba di pesta, sesaat sebelum Revi dan sekretaris Oka datang. Desi yang juga ikut, tampak terpukaw dengan hiasan pesta.
"Wow, pesta kk megah banget. Kalaw Desi menikah nanti, Desi juga ke pengen pesta yang meriah begini" ujar Desi terpukaw.
"Nak, Desi itu masih kecil. Nanti kalaw gede, Desi bolehko punya pesta yang seperti ini" ucap ibunya kepada Desi.
Sementara semua tamu undangan, melihat Kenni dengan hati yang menduga duga.
"MUNGKIN ITU ADALAH CALON MEMPELAI PRIANYA" pikir semua tamu undangan.
Keyakinan mereka semakin kuat, di saat Kenni duduk bersila di depan penghulu. Sementara Desi dan ibunya, duduk bersama tamu undangan.
"Ternyata pria itu benar benar calon suami nona Revi" bisik salah satu tamu undangan.
"Iya. Nona Revi beruntung banget yah, punya calon suami yang ganteng rupawan" balas tamu yang di bisikin.
__ADS_1
"Eh..justru lelaki itu yang beruntung. Soalnya, ia bisa memperistri nona Revi, yang selain cantik kekayaannya juga banyak"
Sesaat kemudian, ketika Revi dan sekretaris Oka sudah datang, acaranya pun di mulai. Para tamu undangan tampak diam ketika Kenni mengucapkan ijab kabul. Revi sangat bahagia, akhirnya ia bisa menikah dengan Kenni.
Pesta pernikahan Kenni dan Revi berlangsung secara meriah. Sekarang mereka sudah sah menjadi suami istri. Kini mereka berdiri berdampingan di salami oleh semua tamu undangan. Tampak kebahagiaan terpancar dari wajah Revi. Tapi kebahagiaan itu tidak di rasakan oleh Kenni. Ia hanya berwajah sedih. Lebih lebih ketika Shiren kekasih hatinya datang menghadiri pesta pernikahannya.
Dengan wajah tegar, Shiren naik ke atas panggung dan menyalami kedua mempelai.
"Selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian langgeng dan bahagia di dunia maupun di akherat" kata Shiren menahan air matanya.
"Makasih ya. Sebelum kamu turun,kitafhoto bareng dulu yah" ucap Revi sambil tersenyum.
Shiren hanya mengangguk. Lalu mereka bertiga berfhoto dengan Kenni berada di tengahnya. Setelah berfhoto, Shiren lalu meninggalkan tempat itu. Setelah keluar dari gedung pernikahan, Shiren menumpahkan air matanya. Sementara di dalam pesta, Kenni merasa sedih melihat Shiren keluar dari pesta. Ia merasa telah menghianati Shiren, karena telah berjanji untuk menikahinya.Tetapi apa yang boleh di perbuatnya. Ini juga demi Shiren dan keluarganya.
Wati dan Desi naik ke atas panggung, untuk menyampari anak dan menantunya sekarang. Kenni mencium punggung tangan ibunya, begitupun dengan Revi.
"Selamat atas pernikahan kalian. Ibu doain kalian langgeng selamanya" ucap ibu Wati.
"Makasih ya bu" ucap Revi tersenyum
"Kk Kenni tidak bahagia yah, menikah dengan kaka cantik" ucap Desi polos yang mengundang perhatian tamu-tamu.
Kenni dan Revi saling bertatapan. Revi segera menyorotkan matanya, agar Kenni mengucapkan jawaban yang bagus dari pertanyaan adiknya.
"Dek, siapa bilang kk nggak bahagia.Kk bahagia banget tau. Bisa memperistri kk cantik ini" kata Kenni sambil mengecup kening Revi. Membuat Revi bertambah senang.
"APA YANG BARUSAN SAYA LAKUKAN. MENCIUM KENINGNYA"
"Ya udah, kalaw gitu kk senyum dong" pinta Desi.
Kenni segera melebarkan senyumannya.
"DARI TADI KEK,SURUH KK MU TERSENYUM LEBAR" kata Revi di dalam hati.
Setelah pesta acara selesai, satu per satu tamu bergegas untuk pulang.
"Makasih ya bu, pak atas kehadirannya" ucap Sekretaris Oka di ujung pintu pesta.
__ADS_1
Setelah semua tamu undangan pulang ke rumahnya masing-masing. Revi, Kenni dan keluarganya bergegas ke luar gedung.
"Selamat atas pernikahan nona muda. Saya turut bersuka cita" ucap sekretaris Oka.
"Makasih" jawab Revi tersenyum.
"Ya sudah. Mari kita pulang ke rumah ibu" kata bu Wati.
"Apaa. Ke rumah ibu" kata Revi terkejut.
"Iya. Di keluarga ibu, jika mempunyai menantu perempuan, ya harus tinggal di rumah suaminya. Bukankah emang begitu bukan ?" ucap bu Wati.
"Ih. Saya tidak mau tinggal di rumah ibu. Lagian, saya mempunyai rumah, dan rumah itu sekarang sudah menjadi milik saya dan juga milik mas Kenni. Jadi untuk apa, saya dan mas Kenni tinggal di rumah ibu" kata Revi memperjelas suaranya.
"Apa yang dikatakan nona muda sangatlah tepat. Lebih baik, Nona muda dan tuan Kenni, tinggal bersama di rumah nona muda. Dengan begitu, mereka lebih mudah untuk mengurus rumah tangganya mereka" sahut sekretaris Oka membantu nona mudanya.
"Baiklah. Tapi untuk hari ini saya mohon, tinggallah di rumah ibu semalam saja. Besok barulah kau dan Kenni pulang ke rumahmu" pinta ibunya.
"Benar kata ibu. Kalian tinggal dulu di rumah. Desi masih ingin bertemu kk Kenni" timpal Desi.
Karena merasa simpati dengan Desi, maka Revi menyetujui untuk malam ini menginap di rumah suaminya.
"Baiklah. Sekretaris Oka, sediakan mobil.Kita berangkat sekarang" kata Revi kepada Oka. Oka dengan cepat melaksanakan tugasnya.
"Horee..akhirnya kk cantik mau menginap di rumah kita" kata Desi senang sambil melompat lompat.
Tanpa Desi sadari, ia mimisan lagi. Kenni yang melihat adiknya mimisan, segera memberikan tissu dan memencet hidung Desi, agar darahnya tidak mengalir terus.
"Ya ampung nak. kamu nggak apa-apa kan" cemas ibunya.
"Mendingan kita ke rumah sakit segera" usul Revi juga panik.
"Nggak usah. Desi nggak apa-apa kok, cuma mimisan doang" ucap Desi, padahal kepalanya sedang sakit.
"DESI TIDAK INGIN MEREPOTKAN KALIAN, DESI NGGAK MAU MERUSAK KEBAHAGIAAN KK, DI MALAM PERTAMA KK"
BERSAMBUNG..🌹🌹
__ADS_1