TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA

TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA
MENGERJAI KENNI


__ADS_3

1 jam kemudian, mereka sudah sampai di rumah Ibu Wati. Mereka kemudian turun dari mobil tersebut. Para tetangga Wati tampak melihat kedatangan istri Kenni yang angkuh itu.


"Lihat, mungkin dia menantu dari ibu Wati. Cantik sih cantik, tapi ia sombong. Buktinya, ia tidak memperbolehkan kita untuk pergi ke pestanya" ucap ibu Neni kepada bu Lisa.


"Ya.Namanya juga orang kaya. Tentu ilfil dengan kita-kita" balas bu Lisa.


"Sudah jangan berisik, nanti mereka dengar lagi" kata Ibu Neni lalu bergegas masuk ke dalam rumahnya.


Keluarga ibu Wati lalu masuk ke dalam rumahnya. Di susul Sekretaris Oka dari belakang.


"Silahkan duduk nak" ucap Wati mempersilahkan Menantunya untuk duduk.


Namun, Revi hanya ngelihatin Kursi tersebut. Melihat itu, sekretaris Oka segera mengambil kain yang ada di dalam mobil. Lalu, kain itu di letakkan di tempat duduk. Setelah itu, barulah Revi duduk di atas kain itu.


"Maaf, jika kursinya membuatmu tidak nyaman" ujar mertuanya.


"Itulah sebabnya saya nggak mau bermalam disini" ucapnya dengan sombong, lalu melanjutkan pembicaraannya.


"Oka, pesan semua barang baru,untuk menggantikan semua barang yang ada di dalam rumah ini. Saya ingin, semua barang di rumah ini semuanya baru. Setelah itu, telfon ketua pelayan untuk membawa beberapa pelayan kesini"


"Baik nona muda" lalu berjalan keluar


Sekretaris Oka segera mengurus semua pembelian perlengkapan rumah, hingga peralatan masak.


"Kau tak perlu melakukan itu" ucap Kenni membantah.


"Sayang, aku hanya ingin melihat barang barang di rumah ini terlihat baru"


"Oh, jadi maksud kamu, semua barang barang disini jelek. Begitu" kata Kenni dengan nada setengah berteriak.


"Memang begitukan kenyataannya" ujar Revi.


Melihat pertengkaran anak dan menantunya, Wati segera melerai mereka.


"Sudah sudah. Kalian jangan bertengkar lagi Malu di dengerin tetangga. Dan untuk nak Revi, ibu sangat mengucapkan terimah kasih. Karena, nak Revi sudah pengertian kepada semua barang barang yang ada disini" ucap bu Wati.


"Sama-sama bu. Tuh, dengering apa kata ibumu(sambil tersenyum melihat Kenni).


"DASAR WANITA SOMBONG" Gumam Kenni.


Sesaat kemudian, semua perlengkapan dan peralatan rumah sudah di antarkan. Para pelayang nona Revi juga sudah datang. Mereka segera melaksanakan tugasnya masing-masing. Semua barang yang lama, di keluarkan dari rumah. Lalu, semua pelayan mendekorasi rumah bu Wati. Sedangkan Revi membawa Kenni dan keluarganya, pergi ke hotel terdekat. Yah. Seperti beda rumah yah๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


mereka makan malam di hotel tersebut. Beberapa jenis makanan, sudah tersedia di meja makan.


"Makanan disini enak banget ya bu" ucap Desi sambil memakan nasi di piringnya.

__ADS_1


"Iya sayang" kata ibunya singkat.


"Memangnya Desi nggak pernah ya, makan makanan seperti ini" sahut Revi.


"Pernah si kak, tapi hanya sekali-kali"


"Ya sudah. Desi makannya yang banyak yah. Supaya tubuh Desi menjadi sehat"


"Iya kak"


Seusai dinner, sekretaris Oka datang dan melaporkan bahwa, pemberasan rumah bu Wati sudah selesai. Dan semua pelayan sudah pulang. Mendengar itu Revi, Kenni dan keluarganya bergegas untuk pulang.


Sesampainya di rumah, ibu dan Desi terkesima dengan barang barang baru miliknya.


"Wow, ibu barang barang kita semuanya baru.(sambil berjalan menuju ke kamarnya) wah, kamarku sekarang punya spring bed, dan boneka hello kittiku sekarang sudah baru. Aku senang banget" kata Desi memeluk boneka barunya.


"Berterimahkasilah kepada kak Revi nak" ucap ibunya.


"Terimah kasih ya, kak Revi" sambil berlari memeluk Revi.


"Sama sama dek. Ya sudah, kamu lebih baik tidur yah. Nggak baik jika sudah jam begini kamu belum tidur"


"Iya kak, Good night" ucap Desi.


Revi pun masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan. Ia lalu mengganti pakaiannya, dengan baju tidur, yang telah di bawa oleh sekretaris Oka. Hampir 1 jam Revi menunggu, namun Kenni tak kunjung masuk ke dalam kamar.


"Nak, kamu kok nggak masuk dalam kamar sih. Kasian Revi menunggumu dari tadi" ucap Ibunya.


"Aku nggak mau tidur dengannya bu. Lebih baik aku tidur disini saja"


"Loh. Kalian kan sudah sah menjadi suami istri. Masa kamu nggak mau sih, tidur dengannya"


"Bu. Aku tidak mencintainya, dan pernikahan ini cuma terpaksa" ucap Kenni memperjelas suaranya.


"Nak, cobalah mencintai istrimu. Menurut ibu, dia orangnya baik kok"


"Tidak bu. Satu satunya orang yang ku cintai hanyalah Shiren. Dan maaf aku tidak bisa di paksa"


"Baikkah nak, ibu mengerti. Tapi ibu mohon, masuk yah ke dalam kamar" pinta ibunya.


Kenni hanya terdiam, lalu meninggalkan ibunya dan masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar, Revi duduk bersandar sambil memainkan handphonnya. Ia sangat senang ketika melihat Kenni masuk ke dalam kamar.


"Sayang. Mari sini" katanya sambil menepuk nepuk bantal yang ada di sebelahnya.


Namun, Kenni hanya mengabaikannya. Ia malah mengambil bantal, lalu tidur di atas karpet.

__ADS_1


Melihat suaminya melakukan hal itu, ia hanya diam. Meskipun hatinya sangat sakit. Ia membiarkan suaminya tidur di bawah beralaskan karpet. Karena ia akan membuat rencana, untuk mengerjai suaminya itu.


Pagi-pagi sekali, Revi menjalankan rencananya. Ia melihat Kenni masih tertidur pulas. Ia segera bangun dan tidur di samping Kenni. kemudian, melingkarkan tangan Kenni di punggung dan perutnya. Setelahnya,ia lalu berpura-pura untuk tidur.


Ketika Kenni terbangun, ia menjadi kaget.


"BAGAIMANA BISA PEREMPUANG SOMBONG INI TIDUR DENGANKU, DAN AKU SAMPAI MEMELUKNYA" pikir Kenni.


Ia lalu membangunkan Revi. Revi pun pura pura menggeliat, lalu membuka matanya. Dengan pura pura kaget, ia menjalankan rencananya.


"Aku kok bisa tidur di sini sih. Mungkin kamu sengajakan mengangkat aku, lalu membaringkanku denganmu. Iyakan" ucap Revi berpura pura.


"Ih..kamu kali yang sengaja pindah kesini, karena ingin tidur denganku" balas Kenni.


"Mana mungkin aku mau tidur disini. Asal kamu tau yah. Semenjak kecil, aku nggak pernah tidur di karpet"


Kenni hanya terdiam.


"Makanya, kau nggak usah gengsi tidur denganku dong. ujung ujungnya kau mengankatku juga kan" ucap Revi dengan hati yang tertawa.


"Pokoknya, aku tak pernah mengangkatmu. Sudah, aku mau mandi dulu" ucap Kenni sambil berlalu pergi. Sedang Revi duduk tertawa melihat ekspresi Suaminya tadi.


"SUKSES KAN, AKU MENGERJAIMU" Gumam Revi.


Di dapur, bu Wati menyiapkan sarapan pagi. Ia membuat nasi goreng dengan lauk pauk telur ceplok. Desi yang sedari tadi menunggu di meja makan, tidak tahan dengan aroma nasgor ibunya.


"Ibu. Kk Kenni dan kk cantik lama banget sih" ucap Desi.


"Sayang, kalaw kamu sudah lapar kamu makan saja yah. Nanti sehabis makan, kamu minum obat."


"Nggak bu. Desi tunggu mereka saja"


Sesaat kemudian, Kenni muncul dan duduk bergabung di meja makan.


"Ayo makan" ucap Kenni sambil mengambil piring.


"Loh. kamu tidak nungguhin istrimu dulu" kata ibunya.


"Nggak usah lah bu. Mana mungkin sih, dia mau makan makanan seperti ini. Yang ada, ia hanya mengatai makanan ini"


"Siapa bilang saya nggak akan memakannya. Saya mau kok" sahut Revi sambil duduk di samping suaminya.


"Makanya kak, jangan suka suudzon" timpal Desi


Mereka lalu makan bersama sama. Tampak kebahagiaan terpancar di mata Desi dan Ibu Wati. Namun tidak dengan Kenni, selama makan, ia hanya memasang wajah datarnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2