TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA

TERPAKSA MENIKAHI NONA MUDA
REUNI


__ADS_3

Revi melihat lihat dirinya di dalam cermin. Ia telah memakai dres pendek berwarna pink dan sandal hight heelts hitam. Sesekali ia menyisir rambut panjangnya.


"Ya ampun sayang..ini sudah jam setengah 8. Kamu dandangnya lama banget sih" ujar Suaminya.


"Mas, saya itu harus tampil cantik di depan semua teman temanku. Mas mau, kalaw sampai di sana aku yang paling jelek" ucap Revi memanyungkan bibirnya


"Bukan begitu sayang. Maksud saya, ini sudah hampir jam 8. Kalaw berdandang terus, Kapan kau mau berangkatnya ?"


"Maaf ya sayang. Ya sudah, aku pergi dulu yah. Ummma" sambil mengambil tas brandednya di atas Sofa, dan keluar dari dalam kamar.


Setelah Revi keluar dari dalam kamar, Kenni berjalan menuju ke lemari hias istrinya. Ia melihat cincin pernikahan mereka, ada di atas meja.


"Ya ampun sayang, kau sampai lupa memakai cincing pernikahan kita" gumam Kenni


Ia lalu berlari turun ke bawah, untuk memberikan cincing itu kepada istrinya. Dengan tergopo-gopo, ia berlari ke halaman depan rumah. Di lihatnya mobil istrinya yang sudah tidak ada. Ia lalu memanggil satpam yang berjaga di depan pagar.


"Pak" panggil Kenni setengah ngos ngosan


"Iya tuan" ucap Pak satpam setelah berada di depan Kenni.


"kapan istriku berangkat"


"2 menit yang lalu tuan" jawab satpam itu


"JALANNYA REVI CEPAT JUGA YAH, PADAHAL AKU SUDAH CAPEK CAPEK BERLARI" pikirnya


"Makasih ya pak. Saya masuk dulu" katanya lalu masuk ke dalam rumah.


Di atas mobil, Revi mendapat telfon dari Lila.


"Revi, kamu ada di mana. Teman teman kita semuanya telah ngumpul nih" ucap Lila dari dalam hp.


"Aku baru otw nih. Oh iya, tempatnya dimana ?"


"Di Restaurant Kalista punyamu, di ruang atas"


"Oke. saya segera datang" kata Revi lalu mematikan handfhonnya.


DI RESTAURANT KALISTA


Sesampainya di halaman restaurant, Revi lalu memarkir mobilnya, kemudian masuk ke dalam Restaurantnnya. Ia segera naik ke ruangan atas.


Sesampainya di sana, bukannya di sambut meriah, malah ia di sambut dengan somprotan kata kata, temannya Rara. Rara adalah lawan Revi semasa SMA dulu. Ia sangat membenci Revi, karena dulu posisinya sebagai ketua tim cheerleader di ganti oleh Revi. Lebih lebih ketika malam prom night. Ia mengira dirinyalah yang akan memenangkan miss sebagai ratu prom night. Tapi perkiraannya salah, juri justru memanggil nama Revi sebagai pemenangnya. Di situlah Rara tambah membenci Revi.


"Orang yang kita tunggu tunggu rupanya sudah datang.Selamat malam nyonya Revi" ucap Rara menyinggung Revi karena terlambat datang.

__ADS_1


"Oh ya malam" balas Revi sambil tersenyum, kemudian duduk di samping Lila.


"Hei cantik, kamu apa kabar" ucap Farel yang tiba tiba duduk di samping kiri Revi.


"Baik" ucap Revi.


"Karena semuanya telah datang ya sudah, mari kita mulai makannya" ucap Farel sambil ngelihatin Revi. Farel memang dari dulu sangat menyukai Revi. Hingga sampai sekarang,ia masih menyimpan hatinya buat Revi.


"Maaf, karena nyonya Revi telah membuat kita menunggu lama, bagaimana kalaw semua makanan ini, Revi yang bayarin" Sahut Rara.


Revi hanya terdiam mendengarkan ocehan Rara. Lila sempat ingin membelanya, namun di tahan oleh Revi.


"Kenapa kamu diam. Apakah kamu tidak bisa membayar semua makanan ini ?" lanjut Rara


"MALAH AKU YANG PUNYA RESTAURANT INI"


"Aku bisa kok" tantang Revi


"Fine. Teman teman mari kita makan" ajak Rara kepada semua teman temannya.


Mereka pun makan bersama. Setelah makan, mereka kemudian berbincang bincang.


"Revi, sekarang kamu kerja dimana" ucap temannya yang bernama Kila.


"Saya kerja di perusahaan Soraya grub" jawab Revi.


"Hei pembohong. Aku itu direktur utama di perusahaan soraya grub. Sebatang hidungmu saja aku nggak pernah lihat. Ha..ha..ha" kata Rara sambil tertawa.


"Ra, kapan kamu kerja di perusahaan itu ?" tanya Lila.


"Aku itu, direktur baru di perusahaan itu. Aku juga baru seminggu bekerja disana" jawab Rara


"Wah kamu hebat ya Rara, bisa menjadi di rektur di perusahaan Soraya grub" ucap salah satu temannya.


"Ya iyalah. Secara kan aku kuliahnya di londong, jadi pastilah saya di terima"


"Kalaw kamu tidak pernah melihat Revi disana, berarti Revi kerja di Perusahaan Soraya grub, yg abal abal dong" ucap Kila sambil tertawa, kemudian semuanya ikut tertawa kecuali Lila dan Farel.


Revi pun kiang memanas mendengar ucapan mereka.


"Eh..asal kalian tau yah, aku adalah bos di perusahaan Soraya grub. Apa kalian belum tau, bahwa almarhum ayah ku adalah pendiri perusahaan Soraya grub itu" kata Revi dengan lantang.


"Dan asal kalian tau, restaurant yang kalian puji puji ini, adalah Restaurant Revi. Revi Kalista" timpal Lila yang dari tadi menahan lidahnya untuk berbicara.


Mendengar itu, semuanya tampak diam. Terutama Rara yang wajahnya berubah menjadi pias dan pucat.

__ADS_1


"Yap betul, apa kalian lupa dengan nama orangtuaku. Apa perlu aku memberitahukan kepada kalian ?" Ucap Revi dengan nada tinggi, lalu berjalan menghampiri Rara.


"Dan kau Ra, kau memang nggak pernah melihatku di perusahaanku. Karena aku sibuk mengurus perusahaanku yang lain. Lagi pula,apa yang kau sombongkan menjadi di rektur utama. Bahkan dalam hitungan detik, aku bisa memecat kamu. Dan saya pastikan,kamu tak akan di terima oleh perusahaan mana pun, termasuk perusahaan di londong"


Wajah Rara semakin pucat mendengar ucapan Revi. Lutut dan kakinya semakin gemetar.


"Mungkin Sekretaris Oka telah salah memilihmu, sebagai Direktur utama di perusahaanku" lanjut Revi.


"Ma-afkan a-ku Revi" ucap Rara terbata bata.


"Ucapkan dengan perkataan yang jelas" teriak Revi.


"Maafkan aku Revi" ucapnya cepat.


"Baiklah, aku memaafkanmu. Tapi untuk sementara, kau ku turungkan pangkat menjadi cleaning servis. Setelah pemikiranku telah berubah, barulah kau menjadi direktur utama di perusahaanku"


"Baiklah.Makasih Revi" ucap Rara lirih.


"Ya sudah, aku pulang dulu.By..by.." Sambil berjalan, namun Farel memegang lengan Revi.


"Revi, aku antarin yah" kata Farel kepada Revi.


"Maaf, aku bisa pulang sendiri" tolak Revi yang kemudian berjalan keluar. Namun Farel mengikutinya dari belakang.


"Revi, aku boleh nggak meminta no whatts ap mu" ucap Farel lagi.


"Ngapain" singkat Revi


"YA, SUPAYA AKU BISA DEKAT DENGANMU"


"Ya nggak sih. Tapi kamu tau nggak, sampai sekarang aku masih mencintaimu" ucap Farel dengan keberaniannya.


"Maaf ya. Aku itu sudah punya suami" kata Revi lalu naik ke atas mobilnya.


Namun Farel tidak mengubrisnya. Karena ia melihat tangan Revi tidak menggunakan cincin di jarinya.


"Revi, kayaknya ban mobil kamu kempes deh" sahut Farel yang melihat ban Revi kempes.


Revi segera turun dari mobil, dan ngecek ban mobilnya.


"Iya betul, ngapasih bannya pake kempes segala",ucap Revi.


"Ya sudah. Saya antarin kamu pulang saja yah. Lagian ini sudah malam loh" ucap Farel berusaha membujuk Revi.


"Ya sudah deh, nanti mobilku biar sekretaris Oka yang urus" ucap Revi pasrah

__ADS_1


Farel pun sangat senang. Akhirnya ia bisa mengantar Revi untuk pulang.


BERSAMBUNG🌹🌹


__ADS_2