
Karena hasrat yang membara, Bara pun melihat ke arah Inez seperti meminta persetujuan dan Inez hanya mengangguk.
Bara yang sudah merasa mendapatkan persetujuan dari sang istri pun tak menyia-nyiakan waktu dan segera melakukan aksinya.
Dia adalah pria normal apa lagi dia sudah menduda selama tiga tahun lamanya membuat dia juga merindukan sentuhan dari seorang lawan jenisnya.
Meski bara sudah menduda selama tiga tahun tapi dia tidak pernah sama sekali menyewa jal*ng untuk memenuhi hasrat karena dia tahu batas-batasan yang harus di jaga.
Dan malam ini lah keduanya saling mengungkapkan sayang dengan pergulatan liar nya. (pikir aja sendiri ya adegan selanjutnya, gak mungkin gak tau ya kan.)
Inez akhirnya menjadi seorang istri seutuhnya dan berdoa semoga saja pernikahannya ini akan menjadi yang pertama dan terakhir untuknya.
Untuk masalah perasaan dia akan mencoba untuk menumbuhkan rasanya karena dengan berjalannya waktu Inez yakin akan ada perasaan cinta dari dirinya.
Namun dia juga ada rasa khawatir bahwa dia hanya di jadikan sebagai ibu sambung Daniel saja dan juga pemuas nafsu dari Bara tanpa benar-benar dijadikan ratu di kerajaan kecil ini.
Sedangkan Bara merasa beruntung karena Inez menjaga tubuhnya dan Bara lah yang pertama dan semoga yang terakhir yang hanya bisa melakukan hal tersebut kepada sang istri.
Hampir 3 jam penuh mereka saling mempererat hubungan mereka tanpa ada rasa lelah sedikitpun atau lebih tepatnya Bara yang tak pernah lelah menggempur sang istri, sedangkan Inez sudah tumbang.
"Terima kasih Nez," ucap Bara dengan mengecup kening Inez dan menuju ke bibir tipisnya.
Setelah itu dia pun berbaring di samping sang istri, mereka berdua saling menstabilkan pernafasannya.
"Sekarang tidur," ujar Bara kemudian menutupi tubuh polos sang istri yang tanpa ada sehelai benang pun di sana.
Inez awalnya sangat malu tapi dia bahkan untuk bergerak saja tidak ada tenang, jadi dia pasrah saja dengan apa yang dilakukan sang suami kepada tubuh polosnya itu.
Akhirnya Inez pun memejamkan matanya karena merasa sangat lelah dan segera ingin istirahat sebelum ada pertempuran lainnya.
Bara juga mengikuti Inez yang sudah tertidur di sampingnya, Bara sama halnya dengan Inez tanpa tertutup sehelai benang pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya juga dan tidur di samping sang istri.
Malam semakin larut dan dua insan yang baru saja bersatu kini sedang tertidur pulas dengan ditemani rembulan malam.
.
Pagi harinya matahari mulai menampakkan cahayanya, sedangkan pasangan suami istri tersebut masuk setia dengan mata tertutup.
Perlahan Inez pun bangun dengan membuka mata dan melihat posisi tidurnya sekarang di mana dia memeluk tubuh Bara, kemudian memeluk erat Bara dengan posesifnya dan Bara yang merasa ada pergerakan di dadanya pun ikut membuka matanya.
"Ada apa hm?" tanya Bara dengan suara parau nya khas dengan orang bangun tidur saat tahu tangan Inez sedang bermain di dada bidang nya yang tanpa baju tersebut.
"Enggak," balas Inez.
"Kamu jangan gitu, nanti kamu bangunin adek yang udah tenang loh," sahut Bara dengan jahilnya menggoda Inez.
"Ih apaan sih." Inez memukul dada Bara.
"Kan bangun," sahutnya bara membuat Inez mendelik kan matanya.
Sedetik kemudian Bara pun melakukan aksinya dengan lembut dan dengan rasa kasih sayang.
"Mau kemana?" tanya Bara saat mereka baru saja selesai dengan kegiatan panas di pagi hari barusan dan beristirahat sebentar.
"Mau mandi," jawab Inez kemudian bangkit dari ranjang menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Gak usah di tutupi karena saya udah lihat semuanya!" goda Bara membuat pipi Inez bersemu merah merona.
"Awwww," pekik Inez saat baru saja akan berdiri dan dia pun terduduk lagi.
"Kenapa? Sakit ya?" tanya Bara menghampiri Inez dan menanyakan keadaannya, dia seorang duda dan pernah mengambil keperawanan seorang wanita jadi tahu lah bahwa seorang wanita ketika kesuciannya di renggut untuk pertama kali pasti akan merasakan nyeri aneh di area sensitifnya.
Inez hanya menganggukkan kepalanya serta terdapat rasa nyeri di area sensitifnya.
"Sini aku gendong aja." ucap Bara kemudian langsung menggendong sang istri dengan tanpa berbalut pakaian apa pun.
__ADS_1
"Kak, kamu ngapain!" pekik Inez kaget dengan sikap sang suami yang langsung menggendongnya.
"Biar aku aja yang mandiin kamu," sahutnya dengan wajah jahil.
Bara pun menggendong Inez dan berjalan menuju ke kamar mandi dan jangan lupa bahwa mereka tidak akan mandi saja, yah penyatuan ketiga kalinya mereka lakukan hingga Inez benar-benar merasa lelah sekali.
"Terima kasih Nez telah menjaganya dengan baik dan juga saya sudah memilikimu seutuhnya," bisik Bara di sela-sela kegiatan mereka.
π₯π₯π₯
Sedangkan Daniel bangun tidur, mandi dan langsung keluar dari kamarnya menuju ke bawa untuk sarapan ditemani oleh mbk indah.
"Mama sama papa mana mbk?" tanya Daniel pasalnya dia tidak menemukan sang mama dan papa nya dari tadi.
"Mungkin masih tidur tuan muda," jawab mbk indah dengan sedikit gugup.
"Ih," gumam Daniel beranjak dari tempat duduknya.
"Mau kemana tuan muda?" tanya mbk indah.
"Mau ke mama."
Saat akan melangkah terdengar suara orang turun dari tangga dan ternyata itu adalah Inez dan Bara.
Awalnya Bara tidak memperbolehkan Inez untuk turun dan bekerja karena aktivitas mereka malam tadi tanpa henti.
Bara takut Inez akan capek namun Inez tidak ingin berdiam diri di rumah saja, ia pun memutuskan untuk tetap bekerja.
"Ada apa ini?" tanya Bara yang sudah hampir sampai di meja makan.
"Mama!" teriak Daniel menghampiri sang mama.
"Ada apa sayang?" tanya Inez dengan mensejajarkan tubuhnya dengan Daniel.
"Mama ngapain aja sih kok lama banget?!" tanya bocah itu dengan nada kesalnya.
"Beneran?"
"Iya, sayang."
"Ya udah makan yuk," ajak Bara membuyarkan obrolan antara mama dan anak tersebut.
Akhirnya mereka pun sarapan dengan tenang, sesekali Daniel juga manja ingin di suapi oleh mamanya.
Bara yang melihat itu pun sedikit cemburu, padahal seharusnya ia senang karena Inez memperhatikan Daniel yang notabennya bukan anak kandung Inez.
Bara belum bisa mengatakan bahwa dia mencintai inez karena trauma nya kepada wanita tapi entah mengapa dia juga tidak ingin berpisah dengan Inez, mungkin karena dia sudah pernah gagal sehingga bara ingin agar pernikahan nya kali ini tetap langgeng walau pun dia tak yakin.
Karena pernikahan ini tanpa ada nya cinta sebelumnya sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa pernikahan ini tidak akan lama, bahkan Bara dulu yang sangat mencintai mantan istrinya saja berpisah apa lagi yang sekarang tanpa cinta.
Setelah sarapan mereka pun berangkat bersama seperti biasa, Daniel ke sekolah kemudian Inez ke kantornya dan yang terakhir Bara juga ke kantornya masing-masing.
"Cie pengantin baru nih," bisik Neta menggoda Inez yang baru saja masuk ke ruangannya.
"Ih apaan sih, udah sana ah kerja!" Inez sedikit malu karena godaan tersebut.
"Uhhh ada yang malu nih!" ejek mbk Risma dan mendapat persetujuan dari Neta.
Akhirnya setelah saling menggoda, Inez mereka pun kembali bekerja seperti biasa dan kadang Neta dan mbk Risma juga bercerita tentang malam resepsi Inez yang sangat megah dan mewah.
π₯π₯π₯
Sedangkan Bara sampai di perusahaan segera menuju ke ruangannya karena dia akan ada rapat penting dengan kliennya.
(Maklum orang penting jadi rapat mulu.)
__ADS_1
"Pagi tuan" sapa Mike.
"Pagi," balas Bara.
Hampir jam 12 siang rapat baru saja selesai, banyak masalah yang ditimbulkan dari proyek kerja sama kedua perusahaan namun kebanyakan adalah kesalahan dari pihak sebelah sehingga memperlambat jalannya proyek.
Untung ada Bara sehingga kesalahan proyek bisa ditangani dengan cepat dan tidak memakan banyak kerugian.
"Segera selidiki kesalahan tersebut dan cari tahu siapa dalang dari semuanya!" perintah Bara kepada Mike.
"Baik tuan."
Setelah itu Mike pun menjalankan tugasnya dan segera menyelidiki kasus tersebut.
Berbicara tentang perusahaan dan bisnis, Bara tidak akan tinggal diam karena dia sudah membangun bisnis tersebut secara turun temurun namun begitu gampangnya orang akan mengambilnya.
Semua hal itu tidak dapat didiamkan saja, Bara akan mengambil langkah seribu untuk menindak lanjuti kasus tersebut.
Saat sedang berada di ruangannya tiba-tiba Handphone-nya berdering menandakan ada sebuah telepon masuk.
Drreett drreettt
Dan menampakkan nama wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya tersebut, senyum mengembang pun terukir di wajah tampan Bara tanpa sadar dan sangat tipis sekali.
Mungkin jika karyawan kantor melihat senyum tersebut semua akan terpanah namun juga bergidik ngeri karena bosnya tidak pernah menampakkan senyum manis seperti itu dan berfikir akan ada masalah.
[Halo.]
[Halo kak, kakak di mana?]
[Di kantor, kenapa emangnya?]
[Kak,]
[Ada apa?]
[Kakak udah makan?]
[Belum, kenapa emangnya?]
[Kok belum sih, ini udah jam berapa!]
[Baru selesai rapat.]
[Kalau gitu aku pesenenin makanan ya.]
[Enggak usah, saya bisa pesen sendiri.]
[Enggak kakak harus makan!]
Setelah itu Inez pun menutup teleponnya.
Bara hanya mengukir senyumnya karena sang istri sangat perhatian kepada dirinya, dia tidak pernah di perhatikan sebegitu nya namun Bara juga senang tanpa sadar.
Namun dia langsung kembali dengan wajah datarnya.
Inez yang sedang di kantin pun dibuat kesal karena Bara lalai akan asupan makanannya.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa buat follow akun author dan favoritkan cerita ini ya biar kalian enggak ketinggalan setiap babnya, dan jangan lupa buat VOTE, LIKE DAN HADIAHNYA YA dan jangan lupa buat βββββ nya ya biar aku tambah semangat buat upload bab baru nya setiap hari.
__ADS_1
Boleh banget memberikan saran dan kritiknya tapi tetap dengan bahasa yang sopan pasti author terima.
πKalau ada typo atau penulisan kata komentar aja di kalimatnya ya biar author nanti perbaiki.