Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 62_Pemilik Baru


__ADS_3

Pagi harinya Inez sudah berada di kantor, hari ini dia akan mengadakan rapat dengan pemegang saham terbaru dan akan ada sebuah informasi penting sehingga semua karyawan di usahakan untuk tidak telat datang tepat waktu.


"Eh tau gak kemarin itu ada karyawan kita yang di jemput sama om-om loh," ucap Mala bergosip dengan rekan kerja nya di dalam lift yang kebetulan ada Inez juga di dalam nya.


"Lu beneran mal, siapa sih orangnya?" tanya Desi yang juga menyindir Inez.


Namun Inez tidak tau kalau yang di sindir adalah dirinya sehingga dia hanya diam saja tidak bertindak karena baginya hal itu sangat membuang-buang waktu.


"Eh Nez, lu kemarin di jemput om-om ya?!" ucap salah satu rekan kerja.


Semua orang yang berada di dalam lift yang sedang menuju ke ruang rapat pun langsung melihat ke arah Inez dengan tatapan mengintimidasi nya dan merasa paling suci saja.


"Eh lu ngomong gitu ke Inez apa maksudnya hah!" bentak Neta kesal dengan rekan kerjanya yang malah menyudutkan Inez.


"Udah net gak usah di ladenin," ucap Inez tidak ingin memperpanjang masalah.


Sampai di lantai tempat mereka rapat Inez hanya diam dan keluar dengan acuh meninggalkan Mala dan juga yang lainnya.


"Lihat tuh, sombong banget kan!" ucap Mala kesal karena tidak berhasil membuat Inez marah.


Setelah sampai di ruang rapat terlihat masih beberapa karyawan saja yang datang dan sedangkan menunggu pemegang saham terbaru untuk datang dan Inez sudah bisa menebak bahwa itu adalah sang suami.


Di sisi lain Bara dan Mike sedang menuju ke EBS media karena akan segera mengadakan rapat dadakan dengan karyawan sekaligus sebagai perkenalan awal.


Tak lama mereka sampai dan sudah di sambut oleh pak Darto dan para petinggi di sana.


"Mari tuan, semua karyawan sudah menunggu di ruang rapat." ucap pak Darto.


Mereka segera menuju ke ruangan tersebut di mana semua karyawan sudah berada di dalamnya.


Saat baru saja masuk bara sudah di sambut riuh oleh para pegawai EBS media, namun yang pertama kali dia cari adalah keberadaan sang istri yang ternyata tempat duduknya cukup jauh darinya.


Namun dengan begitu maka semakin puas bara untuk memandanginya nanti bukan.


"Pagi semuanya, saya Bara Nahlu Wijaya presdir Wijaya grup serta menjadi pemegang saham terbesar di EBS media dan juga sekaligus saya di sini ingin memperkenalkan diri saya lebih jauh lagi," potong Bara.


"Mulai sekarang saya adalah pemilik baru secara resmi untuk EBS media di mana nantinya akan di naungi di bawah Wijaya grup, untuk pak Darto sendiri akan tetap menjadi manajer dan penanggung jawab di EBS media dan nantinya akan melaporkan semuanya ke sana." tegas Bara membuat semua karyawan terkejut dengan pemberitahuan yang membuat mereka hanya bisa melongo tak percaya.


Bahkan Inez tidak menyangka kalau sang suami akan mengambil alih perusahaan nya ini.

__ADS_1


"Wah Nez, gila suami lu!" bisik Neta salut dengan suami sahabatnya itu.


"Ih kamu apaan sih," ucapnya merasa malu.


"Dan mulai sekarang untuk pak Indra," jeda nya melihat ke arah Indra yang sedang duduk manis di sana.


"Iya pak," balas indra dengan sopan.


"Saya harap pak Indra untuk segera meninggalkan kantor bapak karena mulai sekarang saya pemegang saham terbesar di sini dan menurut saya tidak ada lagi kekuasaan yang bisa bapak dapatkan di sini jadi saya harap bapak segera mengosongkan ruangan bapak karena ruangan tersebut akan segera menjadi tempat saya." tegas Bara.


Indra yang mendengar hal itu pun jangan di tanya lagi, dia sudah seperti ada kobaran api di kepalanya.


Dia tidak ingin di singkirkan seperti ini namun bagaimana lagi akan sia-sia mempertahankan posisinya di EBS media karena lawannya cukup sulit untuk di tandingi.


Setelah beberapa saat rapat pun selesai dan semua karyawan di suruh untuk kembali ke ruangannya.


Hari ini juga Indra sudah angkat kaki dari ruangannya karena atas perintah Bara.


"Bagaimana?" tanya Bara saat Mike masuk ke dalam ruang rapat.


Di sana hanya ada mereka berdua saja sehingga tidak perlu untuk berhati-hati karena ruangan tersebut kedap udara dan cctv urusan kecil untuk seorang Bara Nahlu Wijaya.


.


Di sisi lain setelah rapat selesai Inez dan yang lainnya kembali ke ruangan mereka masing masing.


"Enaknya yang bakalan sering ketemu suaminya di kantor," sindir Neta dengan suara pelan pastinya agar tidak ada yang mendengarkannya.


"Ih apaan sih." ucap Inez malu dengan godaan Neta.


"Nez, emang kamu gak tahu kalau suami kamu tuh yang bakalan mengambil alih EBS media?" tanya mbk Risma yang langsung di mendapat gelengan dari Inez karena dia memang tidak tahu akan hal tersebut.


"Astaga, bisa-bisa nya kamu istrinya gak tau." ucap Neta.


"Udah gak usah ngerumpi mending kerjain tugas nya aja," sahut Inez tidak ingin memperpanjang pembahasan.


Sore hari pun tiba waktunya Inez untuk pulang, baru akan keluar kantor hp nya sudah berdering menandakan ada telepon masuk.


"Siapa? Suami," tanya Neta saat mereka bertiga berjalan beriringan.

__ADS_1


"Hehe, iya." balas Inez kemudian mengangkat telepon tersebut.


[Halo kak ada apa?]


[Sudah pulang?]


[Ini di lobi.]


[Ke parkiran VIP sekarang, saya tunggu.] tegas Bara kemudian menutup teleponnya.


"Ada apa?" tanya mbk Risma setelah Inez menutup telepon tersebut.


"Bara nelepon suruh ke parkiran," ucap Inez.


"Ya udah sana buruan pergi jangan bikin suami lu nunggu," ucap Neta.


"Kalau gitu aku pergi dulu ya," pamit Inez.


Inez pun dengan hati-hati menuju ke arah area parkir VIP yang memang hanya khusus pejabat saja.


Setelah melihat situasi aman terkendali, Inez pun langsung menuju ke mobil sang suami yang sudah terparkir rapi di depan pintu.


Segera Inez masuk dengan berjalan mengendap endap takut jika ada yang melihat.


Sedangkan Bara yang menunggu dari tadi hanya di buat bingung dengan sang istri yang sudah seperti seorang maling saja.


"Kenapa jalan gitu tadi?" tanya Bara saat Inez baru saja masuk dan dia menjalankan mobilnya.


"Ya salah sendiri kakak malah suruh aku datang ke sini, lain kali aku naik bis aja ya kak takut kalau kayak gini karyawan lain pasti bakalan inget mobil kakak," ucap Inez.


"Kenapa harus gitu?"


"Kalau lupa yang kalau sekarang tuh kakak udah jadi pemilik baru EBS media yang notabennya banyak wanita wanita yang ingin jadi pacar kakak apa lagi nikah sama kakak." ucap Inez.


Sedangkan Bara yang mendengar sang istri pun di buat gemas dengan kelakukan sang istri yang sepertinya sedang cemburu.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2