
Kalau ada salah kata atau typo boleh komen di part nya ya biar author revisi nantinyaπ
π₯π₯π₯
Malam harinya kondisi Inez sudah cukup lebih baik, rencananya Bara akan mengajak sang istri ke dokter besok karena takut sang istri tidak juga sembuh-sembuh namun Inez menolaknya.
"Beneran gak ke rumah sakit?" tanya Bara khawatir.
"Iya aku gak papa kok kak," balas Inez menenangkan sang suami.
Akhirnya Bara pun menurut saja karena yang merasakan baik atau buruknya tubuh adalah Inez sendiri namun Bara mengingatkan jika Inez merasa tidak enak harus segera ke rumah sakit dan Inez hanya mengiyakan saja.
Tak lama bel berbunyi menandakan ada tamu entah siapa, mbok Ijah pun membuka pintu tersebut dan ternyata wanita ular itu datang lagi dengan memakai baju kurang bahan bahkan sengaja sekali di tonjolkan dua bukitnya itu.
"Ngapain ke sini lagi?" tanya mbok Ijah jengah melihat siapa yang datang.
"Saya mau ketemu sama Bara," ucap Sisca dengan percaya dirinya akan di terima kembali sebagai nyonya di rumah ini.
"Gak ada, udah sana pergi ganggu aja." usir mbok Ijah kemudian menutup pintu tersebut Dnegan keras membuat Sisca harus terbentur pintu.
"Sialan wanita tua itu, awas saja bakalan gw buat perhitungan sama dia kalau gw udah bisa jadi nyonya besar lagi di keluarga Wijaya." tegas Sisca kemudian pergi meninggalkan kediaman Wijaya.
"Ada apa mbok?" tanya Bara saat tiba-tiba turun dengan Inez yang ingin makan malam di meja makan.
Mbok Ijah kelabakan dengan pertanyaan tuan nya itu, tidak mungkin dia harus menjawab bahwa mantan istrinya datang dan ingin menjadi istri kembali.
"Bu.... bukan siapa-siapa kok tuan, cuma pak Yanto minta makan malam." sahut mbok Ijah mencari alasan.
"Oh,, ya udah buruan kasih ya mbok, kasihan kalau harus nungguin keburu laper nanti." ucap Inez.
"Iya nyonya."
Setelah itu Inez dan Bara pun menuju ke meja makan dan tak lama Daniel datang dengan mbk indah setelah belajar tadi.
"Mama udah baikan?" tanya bocah kecil tersebut.
"Sudah sayang," balas Inez.
"Yeyy akhirnya mama udah sembuhhhhh!" sorak gembira Daniel.
__ADS_1
"Udah lebih baik sekarang kita makan malam aja ya," sahut bara.
Mereka pun makan malam dengan khidmat karena memang sudah kebiasaan keluarga Wijaya untuk tidak bicara saat makan.
Skip...
Pagi harinya Inez sudah berada di kantor, sebelum kerja tadi dia sempat cekcok dengan bara karena dia sudah mulai kerja padahal kondisinya belum cukup stabil.
"Nez, kamu kok udah kerja lagi aja sih." sahut mbk Risma saat melihat Inez berjalan menuju ke arah lobi kantor.
"Eh mbk Risma, iya aku bosen banget di rumah." jawab Inez.
"Dasar kamu ya, padahal suami kamu tuh udah kayak melintir tujuh turunan uang gak bakalan habis tapi masih aja kerja, buat apa coba?" protes mbk Risma tak habis fikir dengan pikiran sahabat sekaligus rekan kerjanya itu dan Inez hanya mampu tersenyum kuda mendengar ocehan mbk Risma.
"Udah sekarang kita masuk yukkk," ajak Inez gawat kalau mbk Risma terus saja ngoceh di sini.
π₯π₯π₯
Sedangkan di sisi lain Sisca dan Tama berada di sebuah bar dengan nuansa gelap menyeluruh di sana, dia berencana untuk meminjam uang karena uang mereka sudah habis.
Penghasilan Sisca sebagai seorang artis seperti tidak ada hasilnya karena semua sudah tidak tersisa padahal jadwal syuting nya cukup padat.
"Apa yang bisa kalian tawarkan untuk pinjaman ini?" tanya bos besar tersebut yang bernama tuan Haikal.
"Apapun yang tuan mau akan kami berikan," ucap tama dengan percaya dirinya padahal dia belum tau apa yang di inginkan oleh tuan Haikal.
"Aku ingin wanita mu untuk malam ini," ucap tuan Haikal dengan n*fsu nya.
Sedangkan Tama dan Sisca saling berpandangan bingung harus bagaimana karena ini adalah permintaan pertama setelah sekian lama mereka banyak meminjam uang.
Sedangkan sisca sudah di buat ketar ketir karena melihat tubuh bongsor tuan Haikal yang pasti akan sangat menyiksa nya nanti jika mereka bermain.
Sisca sudah sering sekali bermain dengan banyak pria apa lagi dengan sang pacar Tama bahkan mereka pernah menggugurkan kandungan karena berhubungan tanpa menggunakan pengaman.
"Enggak aku gak mau!" tegas Sisca kemudian berniat beranjak dari bar tersebut namun sayang tangannya sudah di cekal oleh Tama.
"Kenapa?" tanya Sisca dengan raut wajah kesal dan berfikir bahwa sang kekasih pasti akan menjadikan nya umpan.
"Please sayang," ucap Tama memohon.
__ADS_1
"Ihhhh, ya udah tapi ini terakhir kali ya." tegas Sisca dan langsung mendapatkan anggukan dari Tama.
Dan yang terjadi selanjutnya adalah Sisca di bawa ke kamar hotel dan pergulatan panjang pun tak bisa terelakkan.
π₯π₯π₯
Selama di kantor Inez merasakan ada yang aneh di dalam dirinya, dia merasakan mual hingga dia harus bolak balik ke kamar mandi namun sayang tidak ada apapun yang keluar selain cairan putih.
Hoekkkkk hoekkkkk hoekkkkk
"Aduh kenapa ini ya," gumam Inez setelah membilang mulutnya dengan air.
"Kayaknya aku emang harus ke rumah sakit deh, tapi bentar...." potong Inez mengingat-ingat akan suatu hal.
Tiba-tiba dia teringat bahwa dia belum juga datang bulan, dia sudah telah beberapa hari bahkan minggu.
"Kenapa aku tidak menduganya ya," sahut Inez.
"Ya sudah kalau gitu besok aku coba cek aja deh," sahut Inez yang sangat berharap semoga ada janin di dalam rahimnya.
Keesokan harinya Inez sudah bangun dan berada di kamar mandi untuk mengecek dengan testpack yang memang sudah dia beli jauh jauh hari karena sebelumnya dia juga sudah mengecek hal tersebut namun masih belum beruntung.
"Sabar Nez tinggal tunggu hasilnya," ucap Inez menanti.
Beberapa menit kemudian Inez pun mengeluarkan testpack tersebut dan melihat dengan seksama adanya garis yang di tunggu-tunggu nya selama ini.
Dua garis merah terpampang nyata di testpack tersebut, karena merasa kurang yakin dia pun mencoba untuk di testpack berbeda jenis yang lebih akurat lagi.
Dan hasil yang sama pun tertera di sana dimana kata pregnant tertulis di sana membuat air mata Inez pun jatuh tak terbendung.
Dia sudah menginginkan hal ini jauh jauh hari namun syukur lah tuhan memberikan dia kepercayaan dengan menitipkan janin di dalam rahimnya.
"Sayang, mama pasti akan menjaga kamu. Papa sama kak Daniel juga pasti akan menjaga kamu ya," sahut Inez senang sekali sambil mengelus perutnya yang bahkan belum membuncit.
Dia akan memberikan surprise untuk sang suami dan sangat anak, pasti mereka akan senang sekali dengan kabar kehamilannya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....