Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 67_Artikel


__ADS_3

Begitulah ceritanya kenapa Sisca bisa berada di sana, bukan karena hanya syuting tetapi karena memang dia sengaja ingin datang ke sana.


"Awwww!" pekik Sisca saat Bara sudah akan pergi meninggalkan nya.


Dengan refleks Bara menangkap tubuh Sisca karena tadi Sisca hampir saja terjatuh ya walaupun akting namun Bara tidak tahu hal tersebut.


"Hati-hati." ucapnya dingin kemudian meninggalkan tempat tersebut.


Tanpa Bara tahu ternyata interaksi mereka tadi sudah di abadikan oleh Tama yang berada tak jauh dari sana.


~Flashback On~


"Bagaimana kalau kita buat skandal, kamu tau kan sayang kalau aku ini adalah aktris papa atas yang banyak direbutkan oleh para lelaki, aku nanti juga kebetulan akan syuting di sana." ucap Sisca.


"Ok, boleh juga ide kamu sayang."


~Flashback Off~


"Aku pastikan akan membawa kamu ke pelukan aku bar," tutur Sisca.


Sedangkan setelah bertemu dengan Sisca secara tidak terduga Bara melanjutkan perjalanan nya menuju ke pabrik cabangnya, namun dia sangat tidak fokus sekali karena kejadian tadi.


Dia bertemu dengan wanita masa lalunya yang mana dia cintai sekali waktu itu sehingga ada sedikit getaran saat melihatnya sekarang ini namun Bara sudah menutup semua isi hatinya, dia sudah tidak ingin membuka kenangan masa lalu dia akan berjalan lurus dengan kehidupan nya sekarang ini.


Malam harinya Bara sudah selesai semua tugasnya, awalnya dia ingin pulang cepat tetapi karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat akhirnya dia pun memutuskan untuk besok pagi untuk penerbangnya.


🥕


Inez baru saja bangun dan langsung melihat telepon genggam nya di mana ada sebuah artikel yang tak sengaja dia baca di mana bertuliskan,


'Rujuk dengan mantan istri, pebisnis sukses Bara Nahlu Wijaya siap untuk membina rumah tangga kembali dengan Sisca Welsh sang mantan istri.'


Di mana di sana juga ada foto sang suami dengan Sisca yang sedang bermesraan bahkan terlihat sangat mesra yang membuat hati Inez sangat galau.


Istri mana yang tak sakit melihat berita tersebut, suami yang tak ada kabar selama satu minggu ini ternyata sedang berkencan dengan sang mantan istri di sana istrinya sengaja hamil dan merindukan sang suami.


"Ternyata kamu gak ngasih ke aku sama Daniel karena sedang bersenang-senang dengan mantan istri kamu," tutur Inez sedih hingga tak terasa air matanya keluar.


TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu membuat Inez segera menghapus air matanya dan segera membukakan pintu tersebut.


"Eh mbk indah, ada apa?" tanya Inez.


"Nyonya Mari sarapan terlebih dahulu."


"Mbk temani Daniel makan aja dulu ya, saya nanti aja belum lapar soalnya." ucap Inez hanya alasan.

__ADS_1


"Ba... baik nyonya," jawab mbk indah.


setelah itu Inez kembali masuk ke dalam dan merebahkan tubuhnya namun dia teringat bahwa dia belum melakukan pemeriksaan kandungan dari saat dia mengetahui kalau dia hamil.


"Halo anak mama, nanti kita cek kamu ya semoga aja kamu di dalam sini baik baik aja. Mama gak sabar deh buat ketemu kamu," ucap Inez.


"Mbk indah, saya akan keluar sebentar ya jadi tolong jaga Daniel untuk saya." ucap Inez sudah rapi dengan pakaian nya.


"Baik nyonya." balas mbk indah.


Inez segera keluar dari mansionnya dan menuju ke depan di mana dia sudah memesan taksi online.


"Pak itu taksi saya," ucap Inez saat melihat pak Yanto sedang mengintrogasi supir taksi tersebut.


"Pak saya keluar sebentar nanti segera kembali ya," pamit Inez agar orang rumah tidak bingung mencarinya.


"Oh baik nyonya," jawab pak Yanto.


"Ayo pak kita berangkat."


Taksi tersebut pun berangkat menuju ke tujuan yaitu rumah sakit, pak Yanto yang melihat pun di buat heran karena di mansionnya ada taksi tetapi kenapa nyonya nya malah memilih memesan taksi online.


🥕


Di sisi lain, pagi harinya kondisi cuaca cerah tidak seperti semalam dan yang tidak Bara ketahui bahwa di negara X sana berita heboh sedang berlangsung tentang dirinya.


[Halo ada apa? Ini masih sangat pagi Mike.] gerutu Bara yang bisa di pastikan akan menghajar Mike nanti karena sudah mengganggu tidur nyenyak nya.


[Tuan ada masalah.] ucap Mike.


[Ada apa?]


[Di negara X sekarang sedang tersebar foto tuan dengan Sisca mantan istri tuan.] ucap Mik.


[APA!] pekik Bara yang langsung membuat matanya terbuka lebar.


Setelah mengatakan itu bara langsung melihat artikel yang beredar dimana di sana mengatakan bahwa dia dengan sang mantan istri sedang berduaan dan berencana akan kembali bersama.


[Mike bereskan semuanya, saya tidak ingin berita bodoh seperti ini menyebar!] tegas Bara sambil marah tidak jelas.


[Baik tuan.]


[Oh ya dan satu lagi, kita akan kembali ke negara X sekarang juga.] ucap Bara langsung menutup telepon nya.


Jangan bayangkan lagi bagaimana bingungnya Mike yang harus membereskan kekacauan ini sekaligus menyiapkan kepulangan tuannya.


Sampai di negara X Bara langsung menuju ke mansion, berita-berita yang tersebar juga sudah mulai hilang dari peredaran tapi meski begitu karena berita sudah menyebar sehingga banyak orang yang sudah tua akan hal tersebut.

__ADS_1


"Tuan," apa pak Yanto saat sang majikan sudah kembali dari perjalanan bisnisnya.


Bara hanya mengangguk kan kepalanya saja dan mobil membawanya masuk ke dalam garasi rumah megah tersebut.


Entah kenapa sekarang pikirannya hanya tertuju dengan sang istri, rasanya Bara merasa bersalah karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


Bara masuk ke dalam rumahnya dan langsung melihat sang anak sengaja bermain dengan mbk indah.


"Tuan," sapa mbk indah sopan.


"Papa!" pekik bocah kecil itu berlari kearah bara.


"Anak papa, kangen gak sama papa?"


"Ya kangen banget lah, mama juga pasti kangen soalnya setiap hari mama itu selalu nangis pa setiap malam," ucap bocah kecil tersebut membuat hati Bara sakit.


"Sekarang mama kemana sayang?" tanya Bara.


"Mama lagi pergi pa barusan kok," ucap Daniel polos.


"Pergi kemana?"


"Gak tau."


"Ya sudah kalau gitu mau sama mbk indah lagi ya papa mau bersih-bersih dulu."


"Iya pa."


Bara segera naik ke atas dan benar saja di dalam kamarnya sudah bersih dan sepi tak ada tanda-tanda adanya sang istri.


Bara mencoba untuk menelepon sang istri namun tidak ada jawaban dari Inez membuat Bara khawatir karena dia sudah lama tak bertemu.


[Halo.]


[Halo, Mike. Cari keberadaan Inez sekarang, dia bilang ingin keluar sebentar tapi saya telepon tidak di angkat.]


[Baik tuan.]


"Kamu di mana Nez," gumam Bara.


Dia takut dengan berita di luaran sana bisa membuat Inez berfikiran yang negatif, Bara tidak ingin sang istri memikirkan hal yang tidak benar itu.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2