Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 39_Kesal


__ADS_3

Malam harinya Inez sedang makan malam dengan Daniel tanpa Bara karena sedang sibuk meeting katanya.


Inez mencoba untuk biasa saja namun dia merasa sangat kesal hingga sampai di mansion tadi dia sama sekali menghiraukan Daniel yang memanggilnya dari tadi.


"Mama kenapa?" tanya Daniel saat berada di meja makan untuk makan malam karena melihat mamanya seperti sedang ada masalah.


"Mama gak papa kok," balas Inez sambil tersenyum manis ke Daniel menyembunyikan kekesalan nya kepada sang suami.


Mereka pun makan malam dengan tenang, namun tidak untuk Inez yang menahan rasa kesalnya.


Dia tidak tahu mengapa dia harus seperti itu, dia tidak berhak untuk menuntut agar Bara perhatian kepadanya dan melarang Bara untuk berdekatan dengan wanita lain.


Inez sadar bahwa dia menikah tanpa ada rasa suka awalnya, tapi entah kenapa melihat Bara dengan wanita lain membuat hatinya sakit.


Sedangkan Bara setelah rapat tadi memang tidak sengaja bertemu dengan Jessica kalr, setelah mengobrol Bara pun segera menuju ke kantornya sebentar setelah itu kembali pulang ke mansionnya.


Saat masuk ke dalam Bara melihat Inez dan Daniel sedang asyik makan malam.


"Papa," panggil Daniel.


"Sayang," sahut Bara mendekati Daniel.


"Makan kak," tawar Inez meski dia sangat kesal namun Inez mencoba biasa saja dan berfikir positif.


"Saya tadi sudah makan sama klien," sahut Bara jujur namun seperti nya Inez salah paham akan hal tersebut.


Inez yang tahu dengan maksud Bara pun segera bersikap cuek lagi dan memilih untuk diam dan melanjutkan makan malamnya.


Bara pun kembali ke kamarnya untuk bersih-bersih diri karena badannya sudah lengket.


"Kalau gitu saya mandi dulu," pamitnya dan di angguki oleh Inez dan Daniel.


Bara menuju ke kamarnya dan mandi tanpa tahu apa yang dirasakan oleh Inez sekarang ini.


Setelah makan Inez bermain dengan Daniel dan mbk indah di taman belakang dan ada juga beberapa asisten yang juga ikut bermain bersama.


Sedangkan Bara selesai mandi pun menyusul Inez dan yang lainnya ke belakang.


"Seru banget, ngapain nih?" ucap Bara membuat semua mata tertuju padanya.


Inez hanya melihatnya sekilas tetapi kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Bara yang melihat itu pun dibuat bingung karena sikap sang istri sejak dia kembali tadi sedikit berbeda.


bara merasa kalau Inez lebih cuek kepadanya, entah dia tidak tahu apa kesalahannya hingga membuat sang istri seperti marah dan kesal.


"Papa main mau sama Niel," ajak Daniel dengan gembira.


"Iya, sayang."


Bara pun diseret oleh Daniel untuk duduk di samping sang mama dengan senangnya.


Namun baru saja Bara duduk di samping Inez, Inez sudah berdiri dan izin pamit untuk masuk ke dalam mencari mbok Ijah.


"Sayang mama mau masuk dulu, ada perlu dengan mbok Ijah!" sahut Inez kemudian pergi.


Inez sebenarnya tidak menemui mbok Ijah, dia hanya kesal saat melihat wajah Bara di dekatnya.


Dia sekarang berada di kamar Daniel, Inez berencana untuk tidur dengan Daniel hari ini.


Suasana di taman belakang setelah Inez pergi sangat hening dan canggung, tidak ada yang memulai pembicaraan.


Beberapa asisten sudah izin pamit karena suasana yang sangat canggung, mereka berfikir sepertinya tuannya dan nyonya nya sedang bertengkar.

__ADS_1


"Papa kenapa semuanya pergi?" tanya Daniel dengan bingung.


"Papa juga gak tahu sayang," balas Bara.


"Sekarang kita masuk ya," ajak Bara dan di angguki oleh Daniel.


Ceklek


Bara membuka kamar Daniel dengan menggendong bocah kecil di gendongannya, saat masuk dia melihat Inez berada di sana.


"Mama, kenapa mama di sini?" tanya Daniel heran saat melihat ada mamanya di kamarnya.


"Mama malam ini akan tidur sama Daniel ya!l," ujar Inez dengan gembira.


Namun beda halnya dengan Bara yang malah terlihat bingung dan sedikit menahan emosi dengan ucapan Inez tadi.


"Yeay, tidur sama mama." pekik Daniel dengan berlari ke pelukan Inez.


"Kenapa tidur di sini?" tanya Bara melihat istrinya yang terlihat kesal.


"Gak papa,"


"Inez, apa aku pernah berbuat salah sama kamu?" tanya Bara memastikan apakah dia pernah berbuat salah.


"Enggak!" Inez menjawab dengan ketus.


Melihat itu Bara pun tahu sepertinya dia punya salah, dia pun memberi waktu kepada sang Inez untuk meredakan amarahnya.


Malam harinya Inez tidak bisa tidur, dia terus saja mencoba untuk menutup mata namun tetap saja matanya terus terbuka.


Karena merasa tidak bisa tidur Inez pun memilih untuk menuju ke balkon kamar Daniel.


Inez sedang merenung dengan ditemani semilir angin membuat dia merasa hempasan angin tersebut mengenai tubuhnya.


Karena merasa tidak tenang Bara pun melangkah menuju ke kamar Daniel dan mencari keberadaan Inez di kasur sang anak namun tidak ada.


Tetapi saat di lihatnya ke arah balkon ternyata Inez sedang berdiri membelakanginya.


Dengan cepat Bara segera melangkah ke arah Inez dan memeluk tubuh mungil Inez dari belakang, entah mengapa dia melakukan hal tersebut Bara juga tidak tahu dia hanya mengikuti hatinya.


"Aaaaaa!" teriak Inez namun langsung di halang oleh tangan Bara menyuruh Inez agar tidak berteriak karena Daniel sudah tidur.


"Jangan teriak Nez," bisik Bara dengan Suara beratnya dan mau tidak mau Inez pun diam karena ucapan Bara tadi.


Cukup lama Bara memeluk Inez, Inez juga menikmati moment tersebut dia berharap akan ada masa dimana Bara bisa mencintainya bukan karena Daniel tetapi karena perasaannya sendiri kepada dirinya.


Memikirkan hal itu Inez kembali sedih dan tersadar akan hubungan suaminya dengan Jessica kalr yang sepertinya sudah lama.


"Kamu marah?" tanya Bara dengan suara berat tetapi sangat lembut di telinga Inez.


Namun Inez tidak menanggapi pertanyaan Bara dan memilih untuk pamit tidur.


"Kak aku udah ngantuk aku tidur dulu ya," sahutnya kemudian melepaskan tangan Bara dari tubuhnya.


Inez pun berbaring di samping Daniel dengan memeluk bocah kecil tersebut kemudian memejamkan matanya dia berharap Bara segera keluar.


Inez tidak bisa membayangkan berita yang akan keluar besok, berita yang akan menggemparkan seluruh negara X dan manca negara.


Berita yang akan membuat Inez merasakan sakit sekali di hatinya, melihat suaminya sendiri sedang berduaan dengan Jessica kalr pacar dari suaminya, membayangkan saja Inez sudah sedih.


Sedangkan Bara kembali ke kamarnya, dia merasa frustasi dengan sikap sang istri yang seperti sangat sedih dan kesal.


Mereka pun tidur dengan perasaan gelisah dan memikirkan bagaimana besok mereka mengatasi hal tersebut.

__ADS_1


.


Pagi harinya Inez sudah bangun, dia bangun sangat pagi sekali hari ini karena dia memilih untuk pergi bekerja lebih pagi untuk menghindari bertemu dnegan Bara nantinya.


"Nyonya mau pergi?" tanya mbok Ijah.


"Iya mbok."


"Nyonya makan dulu," sahut mbok Ijah.


"Gak usah mbok saya bisa makan di kantor, oh ya mbok tadi sarapan untuk Daniel dan kak Bara sudah aku buatin cuma tinggal mbok panaskan saja, kalau gitu aku pergi dulu ya mbok." pamit Inez.


Inez di antar oleh pak Ilham karena hari juga masih sangat pagi, bahkan Bara dan Daniel pun masih tidur cantik.


Sebenarnya bukan karena agar tidak bertemu dengan Bara di pagi hari ini saja tetapi karena berita yang akan menghebohkan jagat nanti membuat Inez harus bekerja ekstra untuk memaksimalkan kinerjanya meski ada sedikit rasa kesal dan sedih.


Setelah sampai kantor Inez pun masuk ke dalam dan hanya ada beberapa karyawan saja yang sudah datang karena tugasnya dan salah satunya adalah Inez.


Suasana hati Inez yang kurang stabil membuat dirinya mudah sedih dan marah kali ini.


"Astaga kamu kenapa Nez?" tanya mbk Risma saat baru saja masuk ke dalam ruangannya.


"Suasana hati aku gak enak banget sekarang," ucap Inez memberikan jawaban kepada sahabatnya tersebut.


"Gara-gara artikel nanti?" tanya Neta dan di angguki oleh Inez.


"Udah gak usah sedih Nez, kamu harus tersenyum terus. oke," semangat mbk Risma dan Neta.


Inez merasa beruntung karena dia dipertemukan dnegan teman yang sangat mendukungnya.


🥕🥕🥕


Sedangkan di sisi lain Daniel sudah bangun dan segera mandi kemudian turun ke bawah dengan mbk indah.


Awalnya Daniel mencari keberadaan mamanya namun tidak menemukannya namun mbk indah memberitahukan bahwa mamanya sudah pergi bekerja tadi pagi.


Bara yang juga baru bangun pun bersiap untuk pergi dan meminta penjelasan kepada Inez karena sikap sang Istri yang sangat aneh.


Saat Bara turun dia hanya melihat Daniel sendirian dengan sarapan yang sudah tersaji, Daniel sedang duduk di meja makan menunggu papanya yang lama sekali turunnya membuat Daniel bosen.


"Mama mana sayang?" tanya Bara saat baru saja sampai di meja makan.


"Mama sudah berangkat kerja pa," sahut Daniel dengan polosnya.


"Jam segini?" tanya Bara lagi dan Daniel hanya menganggukkan kepalanya.


Bara pun segera memulai makan dengan Daniel, dia makan kurang berselera karena salah yang ia hadapi dengan sang istri tapi dia sendiri juga tidak tahu apa.


Setelah makan Bara pun melajukan mobilnya ke kantor, sedangkan Daniel diantar oleh pak Ilham ke sekolahannya setelah pak Ilham mengantar Inez tadi.


Sesampainya Bara di kantor dia segera masuk ke dalam ruang rapat dan entah mengapa hari ini rapat terlihat sangat alot bahkan untuk satu argumen saja memerlukan hampir setengah jam an.


Karyawan merasakan bahwa bosnya tersebut sedang tidak baik-baik saja.


Bara banyak berteriak hingga memarahi karyawan meski pun itu memang salah tetapi Bara jarang sekali marah berlebihan seperti ini.


Rapat pun selesai dan Bara segera menuju ke ruangannya untuk melanjutkan berkas-berkas yang sudah menumpuk untuk butuh persetujuan.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2