Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 49_Pulang


__ADS_3

Setelah selesai mengurusi semuanya Bara dan Mike pun sudah berada di pesawat dan dalam perjalanan menuju ke negara X.


Bara memang sengaja tidak memberitahukan kepada Inez bahwa dia akan pulang dia ingin memberikan kejutan kepada sang istri.


Sebenarnya dia masih ada waktu dua sampai tiga hari namun Bara ingin segera kasus ini di selesaikan dan dia ingin segera bertemu dengan anak istrinya yang sudah sangat ia rindukan.


Padahal baru dua hari saja ia tidak bertemu tetapi rasanya seperti sudah lama sekali tidak bertemu.


Sedangkan Inez yang tidak tahu akan kepulangan sang suami pun tetap melanjutkan pekerjaannya seperti biasanya, namun sekarang Inez sedikit malas untuk lama di perusahan karena adanya indra yang terus saja merecokinya mulai dari pertemuan enggak jelas dan kadang dia juga menyuruh Inez untuk ke ruangannya.


Sebenarnya Inez sudah jengah melihat indra di kantor karena baginya kantor adalah rumah keduanya karena hampir setengah harinya dia lakukan di kantor tetapi untuk sekarang kantor sama sekali tidak nyaman baginya.


Jam makan siang Inez seperti biasanya makan di kantin dengan teman-temannya dan rekan kerja yang lainnya.


Mereka mengobrol dengan santainya sambil menunggu jam makan siang berakhir, semuanya pada bercerita rencana liburannya untuk satu minggu ke depan ini.


Karena kantor memberikan cuti selama satu minggu karena itu memang sudah tradisi dari tahun-tahun sebelumnya.


Selama satu tahun sekali, kantor akan menghadiahi libur full satu minggu untuk memberikan sedikit kesegaran pegawai-pegawainya karena sudah bekerja keras selama satu tahun ini.


"Nez, kalau kamu mau kemana?" tanya Anggi salah satu rekan kerja Inez.


"Kayaknya sih di rumah aja," ucap Inez.


"What rugi Nez, mending rayain sama pacar sana!" timpa Anggi lagi.


"Aku gak punya pacar," sahut Inez dengan santainya dan terus memakan makan siangnya.


"Masa gak punya sih Nez kamu kan cantik," ucap Anggi lagi tidak percaya kalau Inez tidak memiliki kekasih.


Rasanya Inez ingin bilang kalau dia tidak punya pacar tetapi dia punya suami, dia ingin sekali melihat reaksi rekan kerjanya tersebut.


"Ya gak punya pokonya," sahut Inez.


"Udah gak usah bahas pacar!" potong Neta karena dia tahu dari raut wajah Inez sepertinya dia sudah bingung menjawab dengan pertanyaan tersebut.


"Iya bener." timpa mbk Risma juga.


Akhirnya mereka pun membahas masalah lain namun tetap dengan bahasan rencana liburan mereka.


Ada yang ingin ke pantai, gunung hingga mau honeymoon untuk ke dua kalinya.


Seketika Inez tersadar pasalnya dia belum pernah sama sekali honeymoon dengan sang suami.

__ADS_1


Setelah istirahat selesai mereka pun kembali untuk bekerja dan berkutat lagi dengan komputernya.


.


Sedangkan Daniel sudah pulang ke rumah, di sekolah tadi bu guru memberitahukan kalau akan ada rekreasi untuk anak dan orang tua di harapkan bisa menumbuhkan rasa sayang anak dan orang tua mereka.


Daniel rasanya tidak sabar untuk memberitahukan hal itu kepada mamanya, dia sangat senang pasalnya dia tidak pernah berlibur bersama dengan mama dan papa nya setelah mama Inez datang.


Bara yang sudah datang dan turun dari pesawat setelah penerbangan cukup lama pun segera masuk ke dalam mobil, dia menyuruh pak Ilham untuk mengantarnya ke kantor Inez.


Sedangkan Mike tadi juga sudah pergi terlebih dahulu untuk pulang karena Bara yang menyuruhnya.


Sampai di kantor Inez waktu sekitar kurang 15 menitan, akhirnya Bara pun memejamkan matanya dan menyuruh pak Ilham untuk membangunkannya jika sudah waktunya pulang kantor.


15 menit berlalu pak Ilham pun membangunkan Bara dan memberitahukan bahwa kantor Inez sudah selesai dan Inez juga baru saja keluar dari kantornya.


"Tuan.. tuan," sahut pak Ilham dan Bara pun membuka matanya perlahan.


"Iya, pak."


"Nyonya sudah keluar dari kantornya," ucap pak Ilham.


Bara pun bangun dan segera merai telepon genggamnya dan menghubungi Inez bahwa dia sudah berada di tempat biasa dia menunggunya di pinggir jalan.


Setelah menemukannya inez pun tersenyum simpul, dia tidak menyangka suaminya akan datang karena Bara bilang kalau dia akan stay beberapa hari lagi.


"Kak," sapa Inez saat baru saja masuk ke dalam mobil.


"Kok udah pulang?" lanjutnya.


"Iya, saya sudah rindu sama ka... eh sama Daniel, iya Daniel." sahut Bara yang hampir saja keceplosan.


Mereka begitu mesra hingga tidak menyadari bahwa pak Ilham masih di tempat kemudi.


Si sisi lain, saat Inez masuk ke dalam mobil ternyata ada seseorang yang sedang memperhatikannya memastikan lagi kalau Inez yang masuk ke mobil mewah tersebut.


Siapa lagi kalau bukan indra yang sudah seperti kebakaran jenggot melihat Inez masuk ke mobil, dia sendiri juga tidak tahu sih siapa yang berada di dalamnya.


Segera mobil itu pergi dengan menyisakan kemarahan indra, dia sangat ingin membuat Inez untuk kembali menjadi miliknya, sedikit egois namun dia sangat mencintai mantannya tersebut.


Pak Ilham melajukan mobilnya dan segera menuju ke mansion megah mereka, Inez dari awal perjalanan hanya tersenyum karena melihat suaminya yang sudah berada di sampingnya.


Saat sudah sampai mereka pun masuk ke dalam dan menampakkan Daniel yang asyik main robot-robotan dengan mbk indah di ruang tamu.

__ADS_1


Saat menoleh ke pintu yang terbuka, Daniel pun berlari ke arah papanya dan memeluk papanya untuk segera di gendong oleh Bara.


"Halo, kesayangannya papa," sapa Bara.


"Papa akhirnya pulang!" ucap Daniel dengan cerianya.


Dia sangat merindukan papanya namun dia tidak boleh mengeluh, dia tahu pasti mamanya juga sangat merindukan papanya juga.


"Papa ke atas dulu ya, baru itu kita main bareng!" ucap Bara dan di angguki oleh Daniel.


Bara dan Inez pun ke atas karena Inez harus mengurus keperluan sang suami dan bersih-bersih diri bukan.


"Kak, mending mandi dulu baru itu tidur." ucap Inez saat Inez keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan ritualnya.


"Kenapa?"


"Kamu pasti capek kan, lihat mata kamu sayu banget terus tuh berewokan padahal baru beberapa hari aja udah tumbuh lebat banget, emang kamu gak cukur apa!" ucap Inez dengan sewotnya.


"Enggak males," ucap Bara


"Astaga kak, sini biar aku cukur geli aku lihat jenggot kamu," sahut Inez.


"Tapi kalau dapet ini tetep seneng kan?" goda Bara sambil menunjuk bibirnya, entah jurus gombal dari mana itu.


"Ih, apa-apaan sih!"


Kemudian Inez pun berlalu dan masuk ke kamar mandi untuk mengambil alat-alat untuk mencukur jenggot suaminya yang sudah mulai terlihat.


Bara hanya menurut saja dengan perlakukan sang istri, jujur dia sangat merindukan perlakukan seperti ini.


Setelah mencukur jenggot selesai Bara segera masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih diri, Inez memilih untuk kembali ke bawah dan menemani Daniel bermain.


Bara saat keluar tidak melihat sang istri di kamar dan hanya melihat ada baju yang sudah siap untuk di gunakan, dia pun segera mengunakannya dan turun ke bawah.


Di sana dia melihat istri dan anaknya sedangkan bermain dengan gembiranya dengan senyuman yang mengembang.


Bara segera menghampiri mereka berdua dan ikut bermain bersama, Bara sangat berterima kasih karena sudah menghadirkan Inez di hidupnya dan menyayangi sang anak.


Jika tidak ada Inez mungkin saja hidupnya hanya akan melakukan hal yang itu-itu saja dan tidak bisa berkembang maju dalam hal asmara.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2