Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 64_Inez Sakit


__ADS_3

Sebelum itu author mau mengucapkan minal aidzin walfaidzin ya buat readers sekalian yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin jika aku pernah bikin salah baik dalam tulisan atau hal apapun karena sesungguhnya manusia adalah tempatnya salahπŸ™πŸ»


Semoga tahun depan kita masih berjumpa kembali dengan ramadhan ini dan menyambutnya dengan suka cita.


~Dari Author dan segenap keluargaπŸ™πŸ»~


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Maaf ya sebelumnya kalau author jarang up cerita karena ada beberapa hal dan juga karena mood author sedang turun jadi pusing banget buat ngelanjutin ceritanyaπŸ™πŸ»


Tolong dukung author ya semoga aja bisa konsisten buat up cerita lagi dan bisa menghibur kembali para readers yang sudah senantiasa menanti upload cerita author kali ini.


Dan juga kita karya author ini banyak typo atau kurang pas dengan keinginan readers sekalian tolong jangan di hujat ya karena sesungguhnya ini adalah cuma haluan author saja, kritik boleh tapi dengan bahasa yang sopan agar author bisa menerima dengan baikπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜ŠπŸ˜Š


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


"Eh lu pembantu aja sok-sokan, asal lu tahu gue adalah calon nyonya besar di rumah ini!" tegas Sisca sangat percaya diri.


πŸ₯•


"Maksudnya?" tanya Inez bingung maksud dari wanita di depannya ini.


"Lu mungkin baru jadi gak tau kedudukan gue di sini, sini gue kasih tahu ya gue adalah mantan nyonya besar di sini mantan istri Bara tuan lu dan sebentar lagi akan menjadi nyonya lagi di sini." ucap Sisca dengan percaya dirinya.


Sedangkan Inez yang mendengar hal itu pun merasa kesal dengan kepercayaan diri wanita di depannya ini.


Dia tahu bahwa Sisca Welsh adalah seorang aktris terkenal dan dia tidak mengira bahwa Sisca sudah pernah menikah karena setahunya dia belum menikah.


Tak lama mbok Ijah pun datang dengan pak Yanto juga yang merasa lalai dalam pekerjaan karena sudah membuat orang asing masuk begitu saja.


"Maaf nyonya saya lalai," ucap pak Yanto serasa bersalah.


"Gak papa pak, lebih baik suruh mbk mbk yang masuk tanpa permisi ini pergi." usir Inez dengan sindiran yang di tujukan untuk Sisca.


Sedangkan Sisca yang mendengar panggilan scurity memanggil Inez dengan sebutan nyonya pun di buat terkejut dan juga bingung.


"Nyonya?" tanya Sisca.


"Maaf ya silahkan keluar," usir mbok Ijah kesal melihat wajah mantan nyonya nya tersebut.


Sisca merasa terhina dengan perlakukan semua orang di rumah Bara, segera dia pun pergi dari sana dan pasti akan kembali ke rumah tersebut dengan status nyonya besar lagi.


Dia belum tau bahwa Inez adalah istri dari mantan suaminya itu karena tadi pertanyaannya tentang panggilan Inez tidak sempat terjawab karena dia sudah di usir terlebih dahulu.


"Awas saja, akan aku pastikan kalau aku akan bisa masuk ke sana lagi." tegas Sisca di dalam mobilnya dan menjauh dari mansion besar tersebut.

__ADS_1


"Nyonya lebih baik kembali ke kamar karena kondisi nyonya kurang baik," ucap mbok Ijah.


"Iya mbok, kalau gitu saya ke atas dulu ya." pamit Inez.


Dengan perlahan dia kembali ke kamarnya, sampai kamar dia tidak langsung tidur namun dia malah melamun memikirkan sesuatu yang bukan bukan.


Memikirkan Sisca yang berarti adalah ibu kandung dari Daniel anak kesayangannya, bagaimana nanti juga Daniel memilih untuk tinggal bersama dengan ibu kandungnya dan meninggalkannya dan bagaimana jika sang suami juga memilih untuk kembali rujuk dengan mantan istrinya dan meninggalkan nya.


Entah pemikiran gila dari mana namun pasti akan ada kemungkinan terburuk seperti itu dan Inez tidak ingin terjadi.


Memikirkan hal tersebut malah membuat dia sakit kepala dan segera merebahkan tubuh rentan nya berharap kejadian beberapa saat lalu adalah sebuah mimpi yang tidak ingin dia ulang kembali.


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Di sisi lain Bara sedang berada di kantor, dia merasa cemas dengan sang istri yang sedang sakit sekarang ini.


Dia pun sesekali mengecek cctv yang memang tersambung di komputernya, dia melihat keberadaan sang istri di kamar dan dengan raut wajah tegang mungkin sakit.


Bara tadi tidak menyaksikan kehadiran mantan istrinya itu karena dia baru saja selesai meeting penting dengan klien.


Bara menyuruh Mike untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Iya tuan," ucap Mike dengan sopan.


"Untuk hari ini semua sudah selesai tuan." jawab Mike.


"Kalau begitu saya ingin pulang, kamu handle pekerjaan di sini kalau ada apa-apa telepon saya." ucap Bara.


"Baik tuan," balas Mike kemudian kembali ke tempatnya.


Sedangkan Bara mengambil jas nya dan langsung menyambar kunci mobil dan segera pergi meninggalkan perusahaan untuk kembali ke mansion namun sebelum itu dia menjemput sang anak dan sudah menyuruh pak Ilham untuk tidak menjemput Daniel.


Setelah menjemput sang anak dan sudah sampai di mansionnya, Bara segera menuju ke kamar utama untuk melihat kondisi sang istri.


Namun sebelum itu dia menanyakan kondisi sang istri kepada mbok Ijah yang mengatakan bahwa Inez baru saja minum obat, mbok Ijah tidak berani untuk mengatakan tentang kedatangan Sisca karena Inez sendiri yang menyuruhnya untuk tak mengatakan hal tersebut kepada Bara.


Saat masuk ke dalam kamar dia melihat sang istri yang berbaring di kasur dengan menutup matanya, akhirnya Bara pun keluar dari kamar dan menuju ke bawah menemani sang anak yang sedang makan siang.


"Pa, mama sakit ya?" tanya sang anak yang ia dengar dari mbok Ijah tadi.


"Iya sayang."


"Pa, Mama sakitnya? Niel mau lihat kondisi mama boleh?" ijin Daniel dengan wajah sendunya mendengar sang mama sedang sakit.


"Nanti aja ya soalnya mama masih tidur istirahat," sahut Bara dan Daniel pun mengerti akan hal tersebut.

__ADS_1


"Iya, pa." sahut Daniel dengan raut wajah sedihnya.


"Sekarang Daniel makan yang lahap setelah itu kita ke atas gimana?" ajak Bara tidak tega melihat sang anak sedih.


"Bener pa?" sahut anak tersebut dengan antusias.


"Iya sayang," balas Bara membuat nafsu makan Daniel sangat tinggi.


.


Setelah makan siang tersebut Bara pun mengajak sang anak untuk naik ke atas melihat kondisi mama nya yang sakit.


"Mama sakit?" tanya Daniel padahal Inez sedang tidur.


Karena merasa terganggu dengan sentuhan-sentuhan di pipinya Inez pun bangun dan melihat sang anak yang menatapnya.


"Sayang," gumam Inez pelan karena dia masih lemah.


"Mama jangan sakit ya, kan ada Niel di sini." ucap daniel dengan sedih.


.


Di sisi lain Sisca sedang berada di sebuah club' malam untuk bersenang senang, dia sedang merencanakan untuk kembali ke pelukan mantan suaminya.


"Halo sayang," panggil seorang pria yang seumuran dengan nya.


"Halo Tan," balas Sisca kepada Tama sahabatnya sekaligus kekasihnya yang juga sahabat sang mantan suami.


"Kenapa muka nya kayak gitu?" tanya Tama.


"Aku kesal karena gak ketemu sama Bara," sahutnya dengan kesal.


"Loh kok bisa?" tanya Tama.


"Tadi dia gak ada di rumahnya eh malah ada pembantunya."


"Ya udah kalau gitu besok aja kamu samperin dia ke kantornya, dia pasti bakalan balik ke kamu. Kamu tau sendiri kan kalau dia itu belum menikah juga sejak cerai sama kamu sayang, kita harus kuras habis kekayaan Bara sampai dia bangkrut." ucap Tama dengan niat jahatnya.


"Iya sayang kamu benar, kita harus bergerak cepat karena kamu tau sendiri om Willy bakalan nagih hutang yang kita pinjam itu," ucap Sisca dengan wajah tergesa-gesa.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2