
Setelah makan siang Inez dan yang lainnya pun kembali ke ruangan mereka masing-masing untuk kembali bekerja.
Saat sedang berada di mejanya Inez pun mencoba untuk menghubungi sang suami karena mungkin saja Bara sedang istirahat juga.
Dreeet dreeettt
Dering telepon Bara berdering dan saat dia melihat nama yang tertera segera senyum melengkung di sudut bibirnya tanpa sadar.
Segera Bara mengangkatnya, ia tidak ingin lama-lama membuat Inez menunggu panggilannya.
[Halo.]
[Halo kak,]
[Ada apa Nez?] tanya Bara.
[Kakak lagi sibuk?]
[Enggak kok ini cuma ada beberapa dokumen saja,] jawab Bara padahal dia sebenarnya sebentar lagi harus ke pengadilan mengurus tentang kasus di perusahaannya tersebut.
[Ada apa Nez?] tanya Bara lagi.
[Kak aku mau izin untuk ke mall bareng Neta sama mbk Risma ya? Sama nanti sekalian bawa Daniel biar dia gak bosen di rumah terus.]
Cukup lama Bara tak menjawab karena sebenarnya dia takut juga jika harus membiarkan istri dan anaknya keluar sendirian tanpa ada yang menemani ya walaupun ada anak buah yang sudah dia tugaskan untuk menemani mereka.
[Kak gimana?]
[Iya gak papa Nez tapi nanti di anter sama pak Ilham ya sama di temani kemal.] sahut Bara.
[Iya kak, kalau gitu aku lanjut kerja ya.]
[Iya Nez.]
Setelah menutup teleponnya Inez pun kembali bekerja namun sebelum itu dia juga memberitahukan kalau Bara mengizinkannya untuk pergi namun dengan beberapa syarat tadi.
Neta dan mbk Risma pun mengiyakan saja karena syarat dari Bara tadi juga biasa saja, mungkin Bara khawatir makanya seperti itu.
Setelah itu Inez fokus dengan bekerja hingga tak terasa waktunya pulang kantor pun tiba, Inez segera pamit pulang untuk siap-siap buat pergi ke mall tersebut, sebenarnya tak perlu siap-siap namun sekarang Inez sudah memiliki seorang anak kecil sehingga tidak mau perlengkapannya juga semakin banyak.
Segera ia keluar dari ruangannya karena pak Ilham sudah menunggunya namun saat ia akan keluar dari ruangannya tiba-tiba tangannya ada yang mencegatnya.
Saat menoleh betapa terkejutnya ternyata itu adalah Indra yang sudah memegang erat tangannya tidak membiarkan Inez untuk pergi.
"Lepasin!" pekik Inez.
"Sayang, aku mohon kasih aku kesempatan lagi ya," ucap indra.
__ADS_1
Inez segera menepis tangan Indra yang sepertinya ingin membelai wajahnya.
"Jangan harap! Asal kamu tahu saja aku sangat bersyukur karena kamu menunjukkan aslimu sebelum aku terbuai denganmu dan menikah denganmu," ucap Inez kemudian melepaskan tangan indra dari tangannya.
Segera ia keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke bawah di mana pak Ilham sudah menunggunya.
Indra tidak mau melepaskan Inez begitu saja, dia pun mengejar Inez yang sudah dulu ke bawah.
Saat indra sudah sampai di depan lobi dia melihat dari kejauhan Inez masuk ke dalam mobil mewah dengan harga yang mencapai miliaran.
indra bisa tahu itu Inez karena dia sudah sangat hafal dengan gerakan Inez saat berjalan yang terlihat anggun dan juga pakaian yang ia kenakan tadi.
"Kenapa Inez naik mobil itu?" tanya indra penuh tanda tanya di kepalanya.
"Siapa itu? Keluarga Inez tidak akan membeli mobil semahal itu," sahut Indra karena dia tahu latar belakang Inez.
Sedangkan Inez tidak menyadari kalau kepulangan nya tadi di lihat oleh Indra saat dia masuk ke dalam mobil tadi.
Sampai ia di mansion besarnya segera Inez masuk ke dalam dan untung saja indra tidak mengikutinya bisa berabe kalau mengikutinya.
Saat masuk Inez sudah melihat Daniel yang sedang asyik dengan mbk indah bermain dengan gembiranya, namun saat tahu mamanya datang Daniel lebih senang dan juga segera menghampiri Inez.
"Mama!" pekiknya.
"Sayang," jawab Inez sambil merentangkan kedua tangannya.
"Enggak ada apa-apa cuma kangen mama aja." ucap Daniel.
"Aduh bisa aja nih kali gombalin mamanya," ucap Inez sedang Daniel hanya cengengesan aja.
"Sayang siap-siap yuk,"
"Kemana ma?"
"Kita mau jalan jalan ke mall bareng sama tante Neta dan juga tante Risma."
"Beneran ma?" tanya Daniel dengan mata berseri pasalnya ia sangat jarang ke mall kalau tidak dengan sang papa kalau enggak gitu ya sama opa dan omanya.
"Iya sayang, tadi mama juga sudah bilang ke papa kok dan papa ngebolehin." ucap Inez.
"Oke kalau gitu ma, Niel ganti baju dulu ya!" pekik Daniel sambil berjalan atau berlari kecil agar segera sampai di kamarnya dan bersiap-siap dengan pakaiannya.
Inez hanya terkekeh melihat seberapa antusiasnya Daniel jika akan pergi dengannya.
Setelah sudah siap, Inez pun meminta pak Ilham untuk berangkat mengantarnya menuju tempat tujuan yaitu salah satu terbesar di kota dan negara ini.
Namun yang tidak Inez tahu ternyata mall tersebut adalah salah satu milik dari Wijaya Grup, andai saja Inez tahu Bara ingin sesekali Inez untuk menyombongkan dirinya tentang status sang suami namun Inez masalah sering menutupi masalah tersebut bahkan untuk mempublikasikannya.
__ADS_1
Saat sampai di mall tersebut Inez menyuruh untuk pak Ilham agar pergi saja terlebih dahulu, dia juga bilang jika nanti dia pulang akan baru menghubungi pak Ilham.
Inez tidak tega kalau pak Ilham harus menunggunya, mungkin saja dia akan sedikit lama karena ini adalah keluar pertama untuk Inez setelah menikah.
"Ayo sayang!" ajak Inez dengan semangat.
"Ayo ma." balas Daniel dengan membalas genggaman tangan mamanya.
Mereka segera mencari keberadaan sahabat-sahabatnya tersebut.
Untuk kali ini Maya juga akan ikut sehingga suasana lebih tambah ramai karena akan banyak anggota.
Saat sedang mencari keberadaan sahabat-sahabatnya Inez pun melihat kalau mereka bertiga sedang melihat pameran yang berada di mall tersebut.
"Sayang, kita ke sana yuk." ajak Inez dan Daniel hanya menurut saja tanpa membantah, bahkan saat di suruh diam pun dia hanya diam saja.
"Haiii!" pekik Inez membuat sahabat-sahabatnya ikut kaget di buatnya.
"Sorry sorry ya, udah lama nunggunya?" tanya Inez tidak enak karena dia telat datangnya.
"Baru kok, eh ada bocah ganteng nih!" sahut Neta dan mendekat ke arah Daniel.
"Sayang, salim dulu ini ada tante Neta, ini tante Risma dan ini tante Maya." sahut Inez memperkenalkan sahabat-sahabatnya tersebut kepada Daniel.
Awalnya Daniel sedikit ragu dia bersembunyi di balik badan mamanya namun lama kelamaan dia merasa nyaman dan mulai akrab dengan sahabat dari mamanya tersebut.
Mereka memutari seluruh mall dan lantai, hingga barang belanjaan mereka menumpuk, hanya Inez saja yang membeli sedikit barang padahal dari mereka berempat Inez lah yang paling kaya secara dia adalah istri dari pemilik Wijaya grup.
Namun mereka tahu bagaimana kebiasaan inez sehingga mungkin terbawa kebiasaan tersebut hingga sekarang.
"Mama capek!" sahut Daniel dengan suara letih nya.
"Astaga iya sayang kita berhenti dulu ya,"
Mendengar hal itu Inez pun sedikit panik, dia lupa kalau Daniel pasti capek karena menemaninya untuk mengitari semua seisi mall.
Mbk indah juga ikut menjaga Daniel dan juga kemal bodyguard yang memang Bara siapkan namun selama perjalanan Inez yang terus menjaga sang anak dan mbk indah dan kemal hanya mengikuti sambil membantu kebutuhan majikannya itu.
"Guys cari tempat duduk dulu yuk, ini kasihan anak aku pasti capek," sahut Inez dan mereka semua pun sadar dan mengerti.
Segera mereka mencari tempat duduk untuk mendudukkan tubuh mereka dari rasa lelah karena sebenarnya memang mereka juga cukup lelah hingga kaki sedikit pegal.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1