Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 54_Istana Pasir


__ADS_3

Makan makan di pinggir pantai pun tak terelakkan sehingga mereka mencari tempat yang cukup strategis dengan pemandangan yang indah dan juga semilir angin yang membuat siapa pun tidak ingin beranjak dari tempat indah ini.


"Kenyang!" sahut Daniel setelah selesai menghabiskan makanannya dengan memegang perutnya setelah makan.


"Enak?" tanya Inez dan mendapat anggukan dari sang anak.


"Enak banget ma," sahut Daniel dengan ceria nya.


"Udah selesai Nez?" tanya Bara setelah ia selesai dengan makanannya.


"Iya kak, kakak udah selesai?" tanya Inez balik.


"Udah, ya udah sekarang kita menuju pantai ya." sahut Bara mendapat anggukan semangat dari Daniel.


"Yeyyy ayooo pa ma!" semangat Daniel.


Daniel sangat semangat hingga ia berlari berjingkrak-jingkrak saking semangatnya mungkin efek dari lama tidak pernah berlibur karena Bara terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


Bara pun berjalan menuju pantai dengan menggandeng tangan Inez, sedangkan Daniel sudah berlari di depan tetapi tetap dalam pengawasan Bara dan juga Inez tak lupa juga mbk indah yang terus berada di sisi Daniel.


Sampai di pantai, Daniel segera menuju tepi bibir pantai dengan Bara dan bermain bersama.


Sedangkan Inez duduk di pasir pantai yang tak jauh dari tempat anak dan suaminya bermain bersama dengan mbk indah yang sudah dia anggap sebagai keluarga sendiri.


Inez sangat senang sekali bahkan hanya melihat mereka bermain, rasanya dia masih seperti mimpi bahwa dia sudah menyandang gelar sebagai seorang istri dan juga ibu meski pun ia belum pernah melahirkan tetpai dia sangat menyayangi Daniel tulus dari hatinya.


Saat sedang asyik bermain Daniel pun menghampiri mamanya dan mengajak Inez untuk ketepi bersama.


"Ada apa sayang?" tanya Inez saat sang anak menghampirinya sedangkan Bara hanya tersenyum manis melihatnya.


"Ma ikut ke sana yuk!" ajak Daniel, sebenarnya ini adalah ide dari Bara untuk mengajak mamanya bermain pasir bersama.


Inez pun tidak menolak dan segera bangkit dan berjalan menuju ke arah Bara yang sudah menunggu untuk bermain bersama.


Sampai di tempat tersebut Daniel dan Bara pun segera membangun istana pasir yang besar dengan di bantu oleh Inez.


Sesekali mereka tertawa bersama karena tingkah lucu dan gemasnya Daniel dan juga Bara yang mencoba melucu namun terdengar garing sekali.


Mereka fokus dengan membuat istana pasir yang cantik meski pun harus mengulang beberapa kali karena banyaknya kendala mulai dari tidak sengaja tersetuh hingga karena memang bangunannya saja yang kurang kokoh.


Mereka membuat istana tersebut juga di bantu oleh beberapa anak kecil yang juga sepertinya sangat senang bermain.


Tetapi tahu sendiri kalau di bantu anak kecil tidak akan pernah cepat selesai yang ada malah rusuh dan tidak jadi jadi juga.

__ADS_1


Setelah bersusah payah akhirnya istana pasir tersebut pun jadi dengan bangunan yang cukup besar dan tinggi, banyak orang yang juga ingin melihat karena penampakan yang sangat indah.


"Wahh bagus banget pa!" sahut Daniel yang selesai bermain dengan teman barunya yang baru ia temui di pantai ini tadi.


Alhasil semua istana pasir ini hanya Bara yang membuatnya di bantu oleh Inez tetapi kebanyakan sih Bara karena dia tidak ingin membuat istrinya terlalu kecapekan.


"Akhirnya," sahut Bara.


"Iya, akhirnya." Inez berucap ucap dengan senang hati.


Selesai sudah bermain istana pasir, akhirnya Bara pun mengajak Inez untuk istirahat di dekat istana pasirnya sambil memandangi pantai yang indah dengan di kelilingi bukit bukit di sampingnya.


Merkea sedang mengawasi Daniel yang bermain dengan senangnya dengan teman barunya yang mereka ketahui bernama Clara.


"Nez makasih ya." sahut Bara.


Inez yang mendapat ucapan terima kasih pun segera melihat ke arah sang suami.


"Buat?" tanya Inez karena kebingungannya.


"Buat semuanya, terima kasih sudah mau menikah dengan saya yang notabennya adalah seorang duda dan juga terima kasih sudah mau menyayangi Daniel," sahut Bara.


Inez hanya tersenyum dan segera memeluk sang suami, dia sama sekali tidak menghiraukan permasalahan itu karena yang ia tahu ia sangat menyayangi suami dan anak sambungnya itu.


Para wisatawan juga mulai sepi karena sudah pulang semuanya dan tinggal beberapa wisatawan saja di sana termasuk teman baru Daniel.


"Daniel, yuk pulang sayang!" ajak Bara.


"Iya pa," balas Daniel.


Setelah itu Daniel pun pamit kepada Clara bahwa dia akan pulang dulu karena hari sudah sore.


"Clara aku balik dulu ya, semoga kita bisa bertemu lagi!l." sahut Daniel kemudian meninggalkan teman barunya Clara tersebut dan menghampiri mama dan papanya tersebut untuk pulang.


"Iya Daniel, semoga kita bisa bertemu lagi ya!" pekik Clara yang melihat punggung Daniel yang semakin menjauh.


"Sayang, ayo kita pulang." ajak orang tua Clara.


Mereka sudah dalam perjalanan menuju ke hotel tempat menginap, mereka juga sempat mampir ke restoran untuk membungkus makanan karana Inez ingin memakannya di hotel saja.


Sampai di hotel segera mereka masuk ke kamar mereka dengan banyak kantong bawaan dari mulai oleh-oleh yang juga mereka beli waktu di pantai tadi hingga makanan siap santap.


Setelah beres merapikan semuanya, mereka pun makan makanan yang sudah di beli tadi dengan lahap mungkin karena habis bermain air sehingga tenaga mereka terkuras dan butuh asupan makanan yang banyak.

__ADS_1


"Makan yang lahap sayang," ujar Inez karena melihat anaknya yang makan dengan lahap sekali.


"Iya ma." Daniel berucap dengan masih banyaknya makanan di mulutnya.


"Telen dulu itu makanannya," sahut Bara.


Daniel hanya cengengesan saja mendengar ucapan dari sang papa karena memang dia salah dan tidak sopan.


Setelah makan malam mereka pun bersih-bersih diri kemudian bersiap untuk istirahat karena memang besok adalah perjalanan terakhir mereka sebelum pulang kembali ke negara X.


Jangan lupa Bara dan Inez juga sudah izin terlalu lama di kantor, apa lagi Inez yang notabennya hanya seorang karyawan biasa.


Kalau Bara hanya mengerjakan lewat ipad-nya saja semua pekerjaan sudah langsung selesai di bereskan.


Daniel sudah tidur di kasur tengah padahal tadi dia bilang ingin melihat televisi tetapi ini malah kebalikannya.


Malah televisi yang melihat Daniel tertidur dengan pulas padahal suara televisi tersebut cukup keras.


Inez pun mematikan televisi tersebut agar dalam tidurnya Daniel tidak terganggu.


"Kak," panggil Inez mendekati ke arah sang suami yang sedang fokus dengan ipad-nya.


"Iya ada apa Nez," jawab Bara amabil mengalihkan pandangannya ke samping di mana sang istri baru aja duduk.


"Kakak gak istirahat apa? Pasti capek seharian bermain sama Daniel," ucap inez yang khawatir dengan sang suami.


"Enggak kok saya baik baik saja." Bara memberikan jawabannya dengan cuek.


"Beneran?" tanya Inez lagi karena dia masih sangat khawatir.


"Iya kamu tenang aja yang Nez, mending kamu aja yang istirahat pasti capek itu!" sahut Bara.


Inez pun hanya menganggukkan kepalanya kemudian beranjak dari tempat duduknya namun sebelum beranjak dia menundukkan kepalanya sebentar kemudian mengecup sekilas pipi sang suami.


Bara yang mendapat perlakuan tersebut pun dibuat kaget dan langsung melihat ke arah istrinya yang sudah lari dan segera tertidur memeluk Daniel.


Entah keberanian dari mana sehingga Inez melakukan hal tersebut.


Bara hanya tersenyum simpu sambil menggelengkan kepalanya, jika tidak ada Daniel dan dia harus segera menyelesaikan berkasnya sudah dipastikan dia akan memberikan hukuman nikmat kepada sang istri. (Pasti udah tahu dong apa itu hukuman nikmat).


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2