Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 70_Bahagia Dengan Duda Anak 1 (END)


__ADS_3

"Saya ingin mengumumkan bahkan saya telah menikah," ucap bara sambil menunjukkan jari manisnya yang sudah tersemat cincin.


🥕🥕🥕


Semua rekan media yang mendapatkan kabar itu pun dibuat terkejut dan langsung bergegas memotret dan beberapa ada yang sudah sibuk dengan laptopnya dan Tan butuh waktu lama berita sudah berdebar di media sosial dan juga menjadi tranding topik.


"Tuan, siapa wanita beruntung yang berhasil menjadi istri tuan?" tanya salah satu rekan media bahkan semua orang juga sangat penasaran.


Siaran langsung sedang di putar di penjuru negeri karena ini adalah orang nomor satu di negara X sehingga semua orang sangat menantikan hal tersebut.


"Dia adalah wanita yang sangat saya cintai dan juga sosok ibu sambung yang baik untuk anak saya, saya akan mengundang wanita itu. Sayang," ucap Bara.


Inez pun yang berada di balik pintu dibuat gugup, dia keluar dari pintu tersebut dengan anggun dan sorotan kamera tak lepas dari sosok wanita cantik yang menggemparkan jagad raya.


"Ini adalah istri sah saya, namanya adalah Inez Wijaya dan ibu sambung dari anak saya Daniel Arthur Wijaya dan sebentar lagi akan menjadi ibu dari anak-anak saya karena istri saya sedang mengandung." ucap Bara mengumumkan tentang kehamilan sang istri.


Setelah konferensi pers itu selesai, semua media sosial terpampang jelas pasangan suami istri itu, banyak yang memuji pasangan itu ada juga yang tidak suka.


Namun banyak yang memuji kecantikan Inez dan setuju jika bersanding dengan Bara dari pada mantan istrinya.


Sedangkan di sisi lain Sisca yang sedang berada di negara Y pun di buat geram saat melihat berita yang sedang tranding di negara X.


"Aaaaaa! Bara aku akan hancurkan wanita itu, tidak boleh ada yang menggantikan posisi nyonya besar di sana kecuali aku!" teriak Sisca kesal bahkan dia membanting semua barang yang ada di dekatnya karena kesal sekali.


"Sekarang kita harus kembali ke negara X!" bentak Sisca ke manajernya.


.


Sedangkan keluarga Wijaya sedang berkumpul di mansion Bara, semua orang senang atas kabar hamilnya Inez dan tidak sabar untuk menunggu kehadiran jabang bayi yang selama ini mereka nantikan.


Daniel dari tadi terus bermain dengan Faisal adik Inez karena memang keluarga Inez juga datang tadi pagi.


"Sayang mending sekarang kamu tidur ya," ucap mama Laras takut sang menantu kecapekan.


"Iya ma." Inez menurut saja.


🥕🥕🥕


Lima hari kemudian, sekarang Inez sedang berada di kamarnya hingga suara dentuman keras membuat dirinya terkejut bukan main.


DUARRRRR DUARRRRR


Dentuman tersebut berdentum sebanyak dua kali, semua orang berhamburan keluar begitupun dengan Inez, sedangkan Bara berapa di kantor, Daniel dan mbk indah berada di sekolah dan keluarga yang lain sudah kembali ke rumah masing-masing kemarin siang.


"Nyonya," panggil mbok Ijah khawatir.


"Mbok suara apa itu keras banget?" tanya Inez.


"Saya juga tidak tahu nyonya,"


"Halo!" sapa wanita licik yang sedang menggali kuburannya sendiri.


"Sisca," gumam Inez pelan.

__ADS_1


"Oh ternyata ini istri SAH nya bara, ternyata kampungan banget lebih juga aku." ucap Sisca meremehkan.


"Kenapa kamu ke sini?" tanya Inez dengan beraninya karena sekarang dia adalah nyonya rumah ini dan tak akan ada yang lain.


"Berani juga ternyata, oh ya gw mau ngasih tau aja kalau gw bakalan rebut bara dari elo dan gw akan balas dendam." tegas Sisca.


Tak lama ada beberapa orang bertubuh besar menarik paksa Inez dan membawanya pergi, semua orang ingin menahannya namun tidak bisa karena mereka juga di tahan oleh orang-orang bertubuh besar itu.


"Jangan bawa nyonya Inez!" teriak mbok Ijah dan beberapa karyawan lainnya.


"Tolong lepaskan!" teriak Inez memberontak.


Di sisi lain Bara baru saja tiba di mansionnya, entah kenapa dia merasakan ada hal yang aneh dengan perasaannya.


"Mike kenapa sepertinya ribut sekali di dalam," sahut Bara segera masuk.


Saat dia masuk, dia melihat sang istri yang sedang di tarik oleh seseorang membuat emosi Bara meningkat.


"SIAPA KALIAN?!" bentak Bara membuat semua orang melihat ke arah sumber suara.


"Sayang tolong," lirih Inez yang sudah mulai capek dan lemas karena dari tadi terus memberontak.


Sedangkan Sisca yang merasa dirinya terancam pun langsung menarik Inez ke depannya dan mengeluarkan pisau tajam dan di ancamnya di leher Inez.


"Sisca?" ucap Bara tak menyangka akan ada mantan istrinya di rumahnya.


"Saya mohon lepaskan istri saya!" ucap Bara mencoba tenang karena kalau tidak maka sang istri yang akan jadi korban.


"Apa kamu bilang? Saya gak akan pernah lepasin dia sebelum kamu mau menuruti perintahku dan menikah dengan aku!" bentak Sisca.


"Bara aku minta maaf, sekarang kita raut kembali itu ya demi anak kita Daniel." sahut Sisca sungguh tidak tahu malu.


"Ck,, enak sekali ngomongnya." ucap Bara dan tak lama suara tembakan terdengar.


DOR


Polisi datang atas laporan Mike yang memang sengaja memanggil secara diam-diam dan polisi pun datang diam diam agar para tersangka tidak tahu.


Dan benar saja satu tembakan mengenai tangan Sisca yang memegang pisau sehingga pisau pun jatuh dan Inez pun akan jatuh namun untuk Bara segera menangkapnya.


"Sayang," panggil Bara di detik-detik terpejam nya mata Inez.


Polisi langsung meringkus semua tersangka yang berjumlah lima belas orang termasuk Sisca.


.


Bara langsung menggotong sang istri membawa ke kamarnya dan menyuruh untuk memanggil dokter karena pasti sang istri syok berat.


Setelah kejadian menakutkan itu terlihat tapi pasti Inez sudah bisa melupakan hal tersebut, usia kehamilannya pun semakin bertambah hingga Bara sangat protektif takut terjadi apa-apa dengan sang anak.


🥕🥕🥕


9 bulan kemudian.....

__ADS_1


Sekarang ini Inez dan Bara sedang bersandar di ranjang mereka, sambil Bara mengelus perut buncit sang istri yang sudah cukup besar.


Dari perkiraan dokter kelahiran bayinya sekitar satu minggu lagi, Inez sudah cukup khawatir karena bagaimana pun ini adalah persalinannya pertama kali, apa lagi dia ingin melahirkan secara normal, dia akan ke rumah sakit jika sudah mulai kontraksi.


"Kenapa?" tanya Bara.


"Enggak tau, aku kok ngerasa perut aku sakit ya." ucap Inez dengan sedikit meringis.


"Sayang jangan jangan kamu mau lahiran!" tutur Bara dengan khawatir.


"Awww!" pekik Inez yang merasakan sakitnya tambah parah.


Bara langsung menyuruh pak Ilham untuk menyiapkan mobil, sedangkan dia memapah sang istri yang sudah sangat kesakitan.


Sampai di rumah sakit dokter memberitahukan bahwa Inez sudah pembukaan tujuh dan sebentar lagi akan lengkap.


Semua orang sudah di kabarkan tentang hal itu, bahkan media sudah tau tentang kelahiran Inez ini.


Depan rumah sakit sudah penuh dengan rekan media yang menantikan kabar kelahiran pewaris grup Wijaya kedua ini karena semua juga sudah tau tentang Daniel yang notabennya adalah pewaris pertama.


OEK OEK OEK


Suara tangisan terdengar membuat semua orang yang menunggu merasa terharu hingga meneteskan air matanya.


Bara yang berada di ruang persalinan pun ikut terharu hingga meneteskan air mata, ini adalah kedua kalinya dia menangis pertama saat kelahiran Daniel sekarang anak keduanya.


"Sayang makasih ya," ucap Bara mengecup kening sang istri.


Sedangkan Inez hanya bisa tersenyum dengan ucapan sang suami.


Skip....


Setelah sampai di kamar inap Inez di sambut oleh seluruh keluarga yang mengucapkan selamat kepadanya.


"Selamat ya sayang," sahut mama Feby melihat anaknya akhirnya sudah menjadi ibu secara resmi.


"Makasih ma," jawab Inez terharu.


"Nama nya siapa bar?" tanya mama Laras kepada sang anak.


"Namanya adalah Delia Laura Wijaya." ucap bara dan mendapat senyuman dari semua orang.


"Wahh bagus banget sayang," ucap mama Laras.


Inez tidak pernah menyangka bahwa kehidupannya akan berliku-liku seperti ini namun dia senang karena akhir cerita hidupnya menyenangkan.


Mas duda yang awalnya sangat cuek sangat sayang dan cinta kepadanya membuat Inez merasa menjadi wanita paling beruntung sekali.


Aku merasa bahagia sekali menikah dengan duda anak 1 dan sekarang malah sudah memilikinya lagi satu.


.


.

__ADS_1


...END...


__ADS_2