
Mereka pun menyantap makan malam mereka dengan sesekali bercengkrama dengan wali murid lainnya, Bara tidak pernah membayangkan bahwa akan sangat asyik melakukan rekreasi dengan teman-teman sekolah anaknya tersebut.
Setelah makan malam ada sedikit hiburan yang disediakan oleh panitia dan jangan lupa bahwa mereka sedang berada di hotel ternama milik Wijaya Grup sehingga semua fasilitasnya kelas dunia.
Bahkan untuk menginap saja harus menguras kantong para wali murid, tapi untungnya Bara baik hati sehingga dia memberikan penawaran yang kecil kepada sekolah Daniel karena kebetulan sang anak juga ikut rekreasi ini.
Setelah hiburan selesai, hari pun semakin malam dan Daniel juga sudah terlihat mengantuk tidak terbendung.
"Mama Niel ngantuk," ucap Daniel mendekat ke arah Inez yang sedang asyik mengobrol dengan wali murid lainnya.
"Ngantuk ya sayang?" tanya Inez memastikan lagi dan dia mendapat anggukan dari Daniel.
"Bu kalau begitu saya permisi dulu ya, ini anak saya udah ngantuk," pamit Inez dan ibu-ibu pun mengerti dan mengizinkan Inez untuk pergi.
"Yuk sayang." ajak Inez menuju ke dalam hotel untuk pergi ke kamar mereka.
Bara yang sedang asyik mengobrol pun ikut terarah matanya saat melihat Inez dan Daniel yang berjalan masuk ke dalam menuju dalam hotel.
Bara pun juga izin kepada wali murid lainnya dan segera mengikuti Inez dan juga Daniel yang juga masuk dahulu.
"Kalian mau kemana?" tanya Bara yang ternyata sudah sampai di belakang Inez dan juga Daniel yang sedang menunggu lift terbuka.
Mereka berdua yang terkejut pun segera membalikkan badannya dan melihat Bara yang sudah berdiri tegap saja di belakang mereka.
"Ini kak Daniel udah ngantuk katanya, makanya Inez masuk ke dalam buat nidurin Daniel." sahut Inez.
Bara pun paham dengan melihat mata Daniel pun sudah sangat merah menandakan dia sangat mengantuk sekali.
"Ya udah kita ke kamar yuk." ajak Bara dengan ganti menggendong Daniel dan tangan satunya lain menggenggam tangan Inez.
Inez hanya bisa senyum padahal di dalam hatinya sudah ingin sekali berteriak dengan keuwuhan sang suami sekarang ini.
Sesampainya di dalam ternyata Daniel sudah tertidur dalam gendongan Bara tadi saat dalam perjalanan menuju ke kamar.
Segera Bara membaringkan Daniel dengan hati hati dia takut jika Daniel sampai bangun.
Mbk indah sendiri memang di suruh oleh Inez untuk di kamarnya aja setelah makan malam tadi karena Inez merasa biar Daniel tidur di kamarnya untuk malam ini.
Setelah menidurkan Daniel, Bara pun mandi membersihkan badannya, beberapa saat kemudian gantian Inez yang juga mandi mencari kesegaran yang hakiki.
__ADS_1
Setalah semua ritual sudah di lakukan Inez pun beranjak ke tempat tidurnya di samping Daniel, sedangkan Bara masih saja fokus dengan Ipad-nya.
Sebenarnya Inez cukup khawatir karena Bara tidak juga ke kantornya.
'Apakah dia bolos gara-gara ikut ke sini' pikir Inez dalam hatinya.
"Kak, udah tidur jangan lihat kerjaan terus!" ucap Inez dari balik selimut di dadanya dan sedang memandangi Bara dengan garis wajah yang kokoh seperti pahatan patung membuat siapa pun yang melihatnya pasti akan segera kasmaran.
"Iya Nez, nanggung nih." balas Bara dengan menatap Ipad-nya yang Inez yakini itu adalah tugas perusahaan.
Setelah beberapa saat Bara pun memutuskan untuk pergi tidur dan melanjutkan pekerjaannya besok lagi.
Saat ia beranjak dan menuju ke kasur king size bed tersebut, ia malah menjumpai anak dan istrinya yang sudah tertidur pulas dengan saling pelukan.
Bara pun memilih untuk tidur di samping kanan Inez karena samping kirinya sudah ada Daniel yang menempel lekat.
Jadi lah sekarang Inez di apit oleh dua cowok tampan yang membuat banyak hati para wanita meleleh.
Tak butuh waktu lama, mereka bertiga pun sudah masuk ke dalam alam mimpi mereka masing masing.
Keesokan harinya Inez bangun terlebih dahulu, dia merasakan perutnya sangat berat dan dengan pelan Inez melihat ke arah belakang ternyata ada suaminya yang memeluknya erat.
Ternyata Bara sudah bangun namun tetap saja menutup matanya dan memeluk erat pinggang ramping Inez.
"Kakak udah bangun?" tanya Inez membuat pelukan Bara semakin kencang.
"Aduh kak, bangun ih aku mau ke kamar mandi!" ucap Inez dengan pelan karena takut membangunkan jagoan kecilnya.
"Lima menit aja Nez," ucap Bara.
"kak, lepas gak!" sahut Inez lagi.
Dan akhirnya Bara pun melepaskan pelukannya dari sang istri dan segera bangun sambil mengucek matanya.
"Bangun sayang!" ucap Inez yang sudah berganti duduk untuk membangunkan pangeran kecilnya.
Daniel pun bangun dengan mata ngantuk nya, dia pun di mandikan oleh Inez dengan telaten.
Setalah selesai Daniel sudah sangat cakep sekali dan harum wangi membuat siapapun ingin sekali mengecup pipi gembul anak tersebut.
__ADS_1
Setelah Daniel selesai mandi Bara pun bergantian mandi membersihkan badan dan seterusnya hingga Inez yang terakhir.
Semuanya sudah rapi dengan pakaian masing-masing, mereka pun sarapan pagi dengan wali murid lainnya.
Kebetulan sekali hari ini adalah hari bebas di mana wali murid bisa mengeksplorasi keindahan negara Y yang sudah di kenal banyak orang.
Tak lain halnya dengan Bara dan rombongan, siapa lagi kalau bukan Inez, Daniel dan juga mbk indah.
Bara pun segera melajukan mobilnya membelah jalanan negara Y yang sangat indah tersebut.
Hampir satu jam berkendara Bara pun sudah sampai tujuan dengan gaya klasik seperti bangunan ala-ala barat.
"Yuk." Bara mengajak Inez dan Daniel yang berada di gendongannya untuk memasuki rumah mewah tersebut.
Meski pun tidak terlalu besar di bandingkan dengan mansionnya di negara X yang sudah bak istana pelangi.
"Ini rumah siapa kak udah kayak istana aja?" tanya Inez dengan penasaran.
"Ini rumah kita!" sahut Bara membuat Inez tak habis percaya pasalnya di setiap negara Bara pasti memiliki hunian yang sangat mewah.
Mereka pun masuk dan sudah di tunggu oleh bi Surti pegawai atau asisten rumah tangga di sini, beliau yang mengelola semua keperluan mansion.
Jelas Bara membuat Inez hanya menundukkan kepalanya dan sesekali mengamati asisten rumah tangga yang lainnya.
Mereka lebih dalam masuk kedalam mansion megah tersebut, Inez tak henti hentinya berdecak kagum dengan desain bangunan yang sangat indah.
Walau tak semegah mansion di negara X namun tetap saja mansion di negara Y juga sangat megah dan yang pasti angkat mahal.
Setelah beberapa saat mereka berada di mansion baru ini Daniel pun mengajak mama dan papanya untuk berlibur ke wisata karena dia ingin sekali menghabiskan waktunya dengan papanya yang selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
Mereka pun pergi meninggalkan mansion tersebut dan menuju ke arah pantai yang sangat indah, mereka masih asyik dengan obrolan yang di ciptakan Daniel kepada mamanya.
"Ma, Niel laper!" ucap Daniel dengan mengelus perutnya.
Inez lupa kalau ini sudah memasuki waktu makan siang untuk Daniel, dia pun segera mengambilkan makan siang untuk anak nya setelah itu di ikuti oleh Bara yang sudah siap dengan makannya tinggal di ambilkan saja oleh Inez.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....