Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 52_Garden Party


__ADS_3

Setelah dari zoo, rombongan pun kembali ke hotel untuk istirahat sejenak melepaskan kecapekan mereka.


Tak jauh beda dari Daniel, Bara dan juga Inez, mereka kembali ke kamar mereka sedangkan mbk indah berada di kamar yang sudah di sediakan oleh sekolah untuk para baby sister.


"Capek?" tanya Inez kepada Daniel.


Dan Daniel hanya menganggukkan kepalanya tanpa berniat untuk berbicara karena dia sudah sangat lelah.


"Ya udah istirahat aja dulu, nanti mama bangunin kalau udah sore," sahut Inez.


Tak lama Daniel pun sudah tertidur dengan nyenyak nya, Inez dan Bara memandangi Daniel dengan tatapan cinta dan kasih sayang.


"Kak kamu kalau capek tidur aja." ucap Inez.


"Enggak kok Nez." balas Bara.


Inez pun beranjak dari kasurnya dan berniat untuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih diri karena sudah sangat lengket.


Sebelum tidur Daniel tadi juga sudah mandi jadi dia sudah bersih dalam keadaan tidurnya sekarang.


Saat akan masuk kamar mandi Bara tiba-tiba berdiri dan memeluk inez dari belakang.


Inez yang kaget pun menjatuhkan handuk yang ia pegang seraya memekik sebentar saat sadar Nathan masih tidur.


"Aaaa!" pekik Inez.


"Lima menit saja Nez sebentar," sahut Bara dengan masih memeluk sang istri, entah apa yang merasuki dirinya namun dia spontan melakukan hal tersebut.


Jujur baik Inez dan juga Bara sangat merindukan pelukan ini karena perselisihan kecil mereka hingga membuat mereka tidak bisa melakukan hal seperti ini.


Rasanya mereka tidak ingin moment ini berakhir tetapi ketika Inez sadar dia pun meminta Bara untuk melepaskannya.


"Kak lepasin ih, nanti Daniel bangun!" ucap Inez.


"Bentar aja ya," ucap Bara.


Setelah itu Inez pun hanya diam mengizinkan sang suami untuk memeluknya merasa tidak ada respon dari Inez membuat Bara pun membalikkan tubuh sang istri yang masih saja dia di tempat namun tatapan mereka saling beradu seperti mengisyaratkan kerinduan yang mendalam.


"Nez, saya minta maaf ya dengan semua kelakuan saya kemarin," sahut Bara meminta maaf.


Dia tahu dia yang memulai semua ini, dia tahu dia salah karena tidak pernah ada waktu untuk Daniel sehingga dia cukup lalai dalam menjaga sang anak.


"Maafkan saya ya Nez," mohon Bara sambil memegang kedua tangan Inez.


Inez hanya diam dia merasa bahwa air matanya mulai menggenang mendengar ucapan sang suami.


"Kakak gak salah kok, yang salah hanya waktu kakak doang yang kurang banyak untuk Daniel." ucap Inez.


"Dan Inez juga sudah maafin Kaka kok, tapi kakak harus menyempatkan waktu loh ya sama Daniel mulai sekarang." sahut Inez membuat Bara melihat sang istri dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


"Beneran?"


"Iya kak."


"Saya janji akan mulai meluangkan waktu untuk Daniel." ucap Bara.


Setelah itu Bara pun memeluk erat tubuh Inez, dia merengkuh tubuh sang istri di dalam dekapannya seperti tak mengizinkan Inez untuk keluar dari pelukannya.


"Makasih, makasih banyak ya Nez." ucap Bara dengan mengeluarkan air mata bahagia.


Setelah banyak adegan dramatis, Inez pun mandi untuk menghilangkan capek di badan.


"Aku mau mandi dulu kak," sahut Inez kemudian masuk ke dalam namun siapa sangka kalau Bara juga ikut masuk ke dalam kamar mandi.


Jangan tanya lagi, Bara ingin ikut mandi bersama dengan Inez.


"Ke... Kenapa ikut masuk?" tanya Inez sedikit bingung dan gugup menjadi satu.


"Yah mau mandi bareng lah!" sahutnya santai.


"Enggak!" ucap Inez.


"Kok enggak?" sahut Bara.


"Kak kita kalau mandi bareng pasti bakalan lama, pasti gak hanya mandi doang!" sahut Inez dengan muka sebalnya.


Setelah itu ia pun menutup pintu kamar mandi dan segera memojokkan Inez di dinding dan adegan selanjutnya pasti kalian tahukan gimana.


Hampir satu setengah jam mereka di dalam, saat keluar kamar mandi Bara keluar dengan senyum-senyum gak jelas, sedangkan Inez dengan muka lelahnya dan sebal karena Bara selalu saja sangat tinggi staminanya, namun dia juga menikmatinya.


Dia berharap akan ada malaikat kecil di dalam rahimnya karena sebagai seorang wanita siapa sih yang tidak ingin memiliki seorang anak dari darah dagingnya sendiri walau dia juga sangat menyayangi Daniel anak sambungnya.


Saat sudah rapi, Inez pun membangunkan Daniel untuk makan malam karena waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.


"Sayang bangun yuk!" ucap Inez membangunkan Daniel anaknya.


"Emmhhhh iya ma." jawab Daniel dengan suara serak habis tidur.


Jangan tanyakan di mana Bara karena dia sudah sibuk dengan iPad di tangannya, dia sedang mengecek bisnisnya yang Inez sama sekali tidak tahu.


"Bangun yuk sayang," ucap Inez.


Daniel pun bangun dengan sedikit lingkung, biasa anak baru bangun tidur masih dengan mata yang tertutup.


Setelah sudah sepenuhnya sadar Inez pun menggendong Daniel ke kamar mandi untuk sikat gigi dan berjalan menuju ke arah Bara.


"Kak yuk makan udah jam segini." ajak Inez dengan Daniel di gendongannya.


"Iya." ucap Bara dinginnya.

__ADS_1


Entahlah Inez hanya bisa pasrah, terkadang suaminya sangat romantis namun terkadang sikap cuek dan dinginnya kembali lagi membuat Inez tidak yakin apakah ada perasaan untuknya walau secuil dari sang suami.


Setelah itu ia pun beranjak mendekati sang istri dan anaknya, dia pun mengalihkan Daniel untuk ia gendong.


Sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk menggenggam tangan Inez jangan tanyakan lagi bagaimana perasaaan Inez, kalau di ibaratkan dengan tinggi gunung Everest maka akan jauh tingg lagi detak jantung Inez saat ini.


Mereka pun keluar dari kamar hotel setelah itu berjalan menuju ke garden di hotel tersebut.


Karena memang konsep makan malam hari ini adalah garden party, sehingga semuanya menggunakan dress code yang sudah di tentukan yaitu dengan pakaian putih simpel.


Saat Inez, Daniel dan Bara datang tadi semua mata tertuju kepada mereka namun segera semua mata alihkan karena memang saat awal tadi Mike selaku sekertaris bossnya sudah memberitahukan kepada para rombongan untuk diam dan tidak membocorkan identitas Inez sebagai istri dari seorang Bara Nahlu Wijaya kalau mereka ingin tetap berbisnis.


Semuanya pun diam dan menuruti saja karena memang semua rombongan hampir semuanya adalah seorang pebisnis.


Mereka menikmati makan malam yang syahdu dan Inez juga sudah akrab dengan beberapa ibu wali murid lainnya.


Sedangkan Bara ternyata ada rekan kerjanya yang juga sedang menemani anak dan istrinya untuk rekreasi.


Mereka lebih banyak membahas tentang bisnis dan banyak juga yang ikut nimbung tanpa tahu pembahasan hanya ingin di perhatikan oleh presdir Wijaya Grup.


Sekarang suasana garden sangat ramai dengan memutar musik lebih tepatnya lagu anak-anak dan ada juga yang sedang membakar jagung dan juga sate satean.


Suasana sangat kekeluargaan dan kebetulan memang ini adalah satu kelas dengan Daniel sehingga kekeluargaannya sangat lah erat.


"Mama mau itu!" ucap Daniel dengan menunjuk sate yang baru saja di angkat dari panggangan.


"Iya bentar ya."


Setelah itu Inez pun mengambilkan makanan yang di inginkan Daniel dengan senang hati.


"Mau kemana?" tanya seseorang mengagetkan Daniel.


Segera ia membalikkan badannya dan melihat Bara yang ternyata mengikutinya menuju ke arah panggangan.


"Mau ambil sate buat Daniel, kakak mau?" sahut Inez sekaligus bertanya kepada Bara.


"Boleh," ucapnya.


Setelah itu Inez pun mengambilkan sate untuk Daniel dan juga Bara.


Dia sangat lah senang dengan moment sekarang meski pun Inez belum pernah melahirkan tetapi dia sangat senang karena dia sudah bisa merasakan bagaimana cara mengurus anak.


Sedangkan Bara kembali menuju ke arah sang anak sambil menunggu kedatangan sang istri dengan membawa sate satean yang di ambilnya.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2