Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 58_Makan Siang Bersama


__ADS_3

Inez sudah sampai di kantornya dengan diantar oleh Bara dan juga Daniel tadi.


Sedangkan Bara setelah selesai mengantar Inez segera melaju menuju ke kantornya dengan Daniel di sampingnya.


Sampai di kantor, Bara dan Daniel sudah di sambut oleh beberapa karyawan yang melihat mereka.


Apa lagi ada Daniel sang anak yang jarang sekali datang ke kantornya, banyak pasang mata yang melihat kekompakan bapak dan anaknya tersebut.


Daniel memang mewarisi gen dari Bara dengan sempurna sehingga siapa pun yang melihatnya pasti sudah menganggap bahwa Daniel adalah titisan dari sang papanya.


Setelah melewati lobi yang penuh dengan karyawan yang memandang mereka kagum, Bara pun mengajak sang anak untuk ke ruangannya.


Sampai di sana sudah ada Mike yang sudah menyambut mereka berdua.


"Selamat pagi tuan, tuan muda." sapanya dan mendapatkan anggukan dari Bara.


"Pagi, uncle!" ucapnya dengan cadelnya dan sangat ceria.


Segera setelah itu mereka berdua pun masuk ke ruangan Bara di susul oleh Mike.


"Tuan hari ini ada rapat tiga bulanan seperti biasanya," sahut Mike saat Bara baru saja duduk di kursinya.


Sedangkan Daniel duduk di sofa dengan iPad yang diberikan oleh Bara kepadanya agar tidak rewel.


"Oke saya akan segera ke sana," ucap Bara.


Kemudian Mike pun kembali ke tempatnya sambil menunggu sang bos keluar dari ruangannya.


Sedangkan di dalam ruangan tersebut Bara berjalan mendekati sang anak yang sedang bermain game.


"Sayang," panggil Bara.


"Iya pa."


"Sayang papa mau ada rapat sebentar kamu tenang di sini dulu ya, papa janji bakalan sebentar doang." ucap Bara.


"Iya papa tenang aja, Niel akan di sini aja kan di luar juga ada kak Bella," sahut Daniel.


Karena memang Daniel sudah kenal beberapa karyawan papanya sehingga dia pun tahu.


Karena ucapan sang anak Bara pun sudah merasa tenang, setelah itu ia pun izin untuk rapat.


Saat baru keluar juga Bara memberitahukan kepada Bella salah satu karyawan di lantainya untuk menjaga Daniel, jika ada apa-apa segera hubungi dia.


Akhirnya Daniel pun ditinggal papanya ditemani oleh Bella sedangkan Bara sedang melakukan rapat.


Daniel sebenarnya tidak ikut sang papa ke kantor tetapi karena nanti siang akan makan siang dengan sang mama juga sehingga Daniel pun memutuskan ikut tanpa mbk indah di sampingnya.


Karena dia sangat senang jika keluar hanya bertiga yaitu mamanya, papanya dan juga dirinya entah kemana tapi Daniel akan sangat senang sekali.


Hampir 2 jam Bara rapat dan dua jam pula Daniel bermain dengan Bella di ruangan papanya.


Awalnya dia sangat bosan tetapi saat ada panggilan masuk dari seseorang membuat dirinya kembali bersemangat.

__ADS_1


🥕🥕🥕


Di sisi lain Inez setelah diantar oleh anak dan suaminya pun segera memulai bekerja, dengan Neta dan mbk Risma yang digoda Inez karena mereka tahu kalau tadi Inez di antar oleh sang suami.


Sekitar jam 10 Inez ke toilet dan menghubungi Daniel karena dari tadi Inez memang tidak terlalu fokus dan memikirkan sang anak.


Dia takut Daniel akan rewel jika tidak ada dia karena mbk indah juga tidak ada di sampingnya.


Inez takut jika Bara akan banyak kerjaan dan Daniel menjadi bosan dan rewel di sana.


Sebenarnya Inez ingin membawa Daniel ke kantornya tetapi dia tidak bisa membawa anaknya ke sini.


Karena karyawan kantornya tidak tahu kalau dia sudah menikah dan ada Daniel juga sehingga dia tidak ingin mengambil resiko.


Drrttr drrtt


Inez mencoba menelepon Daniel dengan dia berada di dalam toilet yang juga kebetulan sedang sepi dari para karyawan wanita.


[Halo mama.] ucap Daniel di sebrang sana dengan senangnya karena sang mama meneleponnya.


Mendengar suara anaknya Inez sedikit lebih tenang dari pada tadi yang sudah sangat takut.


[Halo sayang.]


[Iya ma.]


[Gimana di sana sayang? Kamu gak rewel kan?]


[Papa mana sayang?] tanya Inez.


[Papa lagi rapat ma.]


[Jadi kamu sendirian sayang di sana?]


[Enggak kok ma, ada kak Bella.] ucap Niel.


Kebetulan Inez juga sudah tau soal Bella sebagai sekertaris dari sang suami selain Mike sebagai tangan kanan Bara.


[Kalau gitu kamu yang tenang ya jangan rewel ya nanti waktu makan siang mama ke sana ya!]


[Iya ma, siap!]


[Kalau gitu mama tutup ya sayang teleponnya,] pamit Inez.


[Iya ma, mama yang semangat ya kerjanya!]


[Iya sayang, terima kasih!]


Setelah mengucapkan itu Inez pun mematikan teleponnya dan segera keluar dari toilet karena dia masih harus mengerjakan tugasnya.


Tanpa ia tahu ternyata percakapannya tadi dengan Daniel ternyata didengar oleh Mala salah satu rekan Inez yang bisa di bilang sangat tidak suka dengan Inez dari dulu.


Mungkin karena Inez termasuk karyawan yang aktif dan juga dapat diandalkan sehingga dia sering di puji oleh manajer tetapi Mala tidak terlalu suka karena bukan dia yang di puji.

__ADS_1


"Ternyata udah punya anak tapi bilangnya masih singel! Dasar ******, pasti anak haram tuh!" ucap Mala dengan sarkas nya.


Inez keluar dengan santainya karena dia tidak tahu jika ada yang mendengarkan perbincangannya.


Jam makan siang tiba Inez pun izin ke teman-temannya untuk tidak ikut makan siang karena dia ada janji dengan anak dan suaminya.


Neta dan mbk Risma pun mengerti dan mengizinkan Inez untuk segera pergi dari sana.


Segera Inez pergi meninggalkan mereka dan mencari taksi untuk menuju ke kantor sang suami karena mereka memang janjian untuk makan di kantor Bara.


Sampai di Wijaya Grup Inez segera masuk dan langsung di arahkan ke lantai Bara karena memang ada Mike yang sudah menunggunya.


Awalnya beberapa karyawan sedikit terkejut karena sekertaris dari presdirnya lah yang langsung menjemput Inez tetapi semua hanya diam dan tak berani untuk buka suara.


Sampai di lantai tersebut, Inez pun segera masuk ke dalam dan di sana sudah ada Bara dan Daniel yang sudah menunggunya dengan banyaknya makanan di meja.


"Mama!" pekik Daniel dan berhamburan di pelukan Inez.


"Kalau begitu sayang permisi!" ucap Mike yang mendapat anggukan dari Bara.


"Udah nunggu lama ya?" tanya Inez tidak enak dengan Daniel di gendongannya dan berjalan menuju ke arah Bara yang sudah duduk manis di sofa tersebut.


"Enggak kok, ini saya juga baru aja selesai rapat." sahut Bara.


Entah kenapa bara masih berkomunikasi dengan formal terhadap Inez, dia ingin membiasakan untuk berbicara santia tapi cukup sulit namun dia akan mencoba nya nanti.


Memang benar dia baru saja selesai rapat karena ada beberapa kendala dalam proyek yang akan datang.


Inez sudah duduk di sofa sebelah Bara dan Daniel juga yang sudah berada di tengah-tengah antara mama dan papanya tersebut.


"Ini kok banyak banget sih makanannya?" tanya Inez.


"Iya soalnya saya tidak tahu kamu mau yang mana jadi saya pesenin aja semuanya," ucap Bara tanpa berfikir panjang.


Inez pun hanya menggelengkan kepalanya tanda heran dengan pemikiran sang suami, bagaimana bisa Bara memiliki pemikiran tersebut dan Bara juga tahu kalau Inez itu sebenarnya tidak pilih-pilih dalam hal makanan.


"Ya udah sekarang kita makan ya," ucap Inez dan mendapat anggukan dari Bara dan juga Daniel.


Inez yang melihat Bara dan Daniel yang hanya menurut saja melihat mereka seperti anak anjing yang menurut kepada majikannya.


Rasanya gemas sekali melihat dua orang yang memiliki pribadi yang sama persis seperti titisan.


Mereka makan siang dengan gembiranya, ada tawa dan gembira yang terselip, makan siang hari ini sangat lah istimewa sekali untuk mereka bertiga.


Setelah selesai makan siang dan waktu sudah menunjukkan jam istirahat yang hampir selesai Inez pun dengan berat hati izin pamit untuk kembali ke kantor dengan Mike yang mengantarkannya karena Bara tidak ingin sang istri kenapa-kenapa.


Sampai di kantor Inez pun kembali bekerja lagi, untungnya saja dia tidak terlambat sehingga tidak harus potong gaji.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2