
Pagi harinya berjalan seperti biasanya Inez sedang memasak sarapan untuk Daniel dan Bara.
Sedangkan Bara dan Daniel sudah stand by di meja makan, setelah selesai dengan sarapannya mereka pun berangkat untuk ke kantor dan Daniel ke sekolah.
"Papa!" panggil Daniel dengan gemasnya.
"Iya ada apa sayang?" sahut Bara yang masih fokus dengan setir kemudinya.
"Besok kan weekend, Niel mau jalan-jalan bareng mama sama papa di taman hiburan," sahut Daniel.
"Oke, untuk anak papa yang ganteng ini apa sih yang enggak!" balas Bara membuat Daniel senang sekali karena pertama kalinya ia bisa pergi jalan-jalan bareng dengan keluarga yang lengkap.
"Yeyy makasih papa." ucap Daniel.
Sedangkan Inez hanya tersenyum simpul melihat interaksi antara papa dan anak sambungnya tersebut.
Setelah mengantar Daniel sampai di sekolahnya, Bara bergantian mengantar Inez ke kantornya.
"Nez, nanti saya pulang sedikit larut karena akan ada beberapa meeting dengan klien!" ujar Bara saat mereka sampai di tempat biasa Inez di turunkan.
"Iya kak gak papa kok," ucap inez dengan senyuman.
"Makasih ya Nez," ucap Bara.
"Kalau gitu aku pergi dulu ya kak," pamit Inez.
"Iya kamu hati-hati ya,"
"Iya kak."
Setelah itu Inez pun keluar dari mobil, sedangkan Bara langsung melajukan mobilnya menuju ke arah kantornya.
Saat Inez akan masuk ke dalam ada Neta dan juga mbk Risma yang kebetulan juga baru datang dari bus umum.
"Cie, yang di anter sama suami!" goda Neta kepada Inez saat mereka berada di samping Inez.
"Astaga kalian ngagetin aja sih," sahut Inez kaget dengan kemunculan dua sahabatnya tersebut.
"Hehe, sorry Nez," ucap Neta.
"Iya."
"Dianterin suami ya?" tanya Neta dan sekaligus menggoda Inez.
"Bisa diem gak!" ucap Inez sedikit menaikkan suaranya.
"Nanti malah ada yang dengar gimana?" tambah Inez memberitahukan kepada sahabatnya.
"Ya sorry Nez, haha." gumam Neta tanpa rasa bersalah dan mbk Risma hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Neta.
"Ya udah masuk yuk," ajak Inez.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam dan segera menuju ke ruangannya untuk memulai aktivitasnya lagi.
.
__ADS_1
Bara juga sudah sampai di kantornya, pagi hari ini dia sudah mengadakan rapat dengan para manajer untuk membahas proyek dari negara Y yang sudah hampir rampung.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan Bara saat dia sedang melihat berkas-berkas yang sangat penting.
"Masuk!"
Terlihatlah Mike dengan setelan jasnya menghampiri Bara dan memberitahukan tentang agenda selanjutnya.
"Tuan, hari ini ada meeting dengan pak Bram dari Valencia jewelry!" ujar Mike mengingatkan janji temu dengan klien.
"Oke, sekarnag kita ke tempat tujuan," ucap Bara berdiri dari kursi ke kuasaannya di ikuti oleh Mike.
Banyak perusahaan yang ingin sekali bekerja sama dengan Valencia jewelry salah satu perusahaan perhiasan terkenal dan terkemuka di berbagai negara salah satunya juga di negara X.
Bara pun segera menuju tempat pertemuan dengan klien yaitu di restoran terkenal.
Setelah sampai di sana dia segera menuju ke ruangan VVIP yang sudah ia pesan.
"Selamat siang pak Bram!" sapa Bara saat pak Bram baru saja masuk ke ruangan tersebut.
"Selamat siang, pak Bara!" jawab pak Bram dengan tersenyum simpu dengan anak muda di depannya.
Dia sangat salut meski masih sangat muka namun Bara sudah sukses melalang buana dan namanya udah terkenal seantero jagad.
Mereka pun membahas tentang kerja sama ini, mulai dari rencana kedepan dan target pasar yang anak di ambil oleh Wijaya Grup bersama dengan Valencia jewelry.
Pak Bram sangat menikmati penjelasan Bara, dia menjelaskan dengan sangat baik sehingga banyak tujuannya yang juga sama dengan visi dan misi dari Valencia jewelry.
"Baik pak Bara kalau begitu saya setuju akan tawaran pak Bara untuk bekerja sama," sahut pak Bram membuat Bara ikut tersenyum mendengarkan hal itu.
"Tapi pak Bara, anda tahu kan kalau saya tinggal menetap di negara Y, saya kesini hanya karena ada perjalanan bisnis." ucap pak Bram kepada Bara.
"Iya pak, saya tahu." ucap Bara.
"Bagus kalau anda mengerti, kalau begitu saya permisi dulu," pamit pak Bram.
"Baik pak, terima kasih sudah percaya dengan perusahaan kami," ucapan terima kasih Bara kepada pak Bram.
Sedangkan di luar ruangan VVIP, ada sesosok artis cantik yang sedang menunggu keluarnya Bara, Yap siapa lagi kalua buka Jessica kalr.
Dia tahu keberadaan Bara karena tadi dia tidka sengaja melihat Bara masuk ke restoran tersebut dengan Mike sang asisten.
Kebetulan juga Jesicca sedang syuting iklan di dekat daerah sana sehingga dia pun mampir untuk berbincang dengan Bara dan mencoba mendekati Bara lagi.
Saat Bara luar dari ruangan tersebut Jesicca segera menarik tangan Bara dan menuju ke meja pojok dekat dengan jendela.
"Jessica!" sahut Bara terkejut dengan adanya Jesicca di sana.
"Bara kamu kenapa sih gak pernah hubungi aku lagi, apa karena berita waktu itu? Aku beneran gak tau sopa itu Bara," sahut sedih Jessica karena Bara pernah merespon chat dari nya.
"Gak ada waktu," jawabnya singkat padat dan jelas.
🥕🥕🥕
__ADS_1
Sedangkan Inez sedang berada di kantornya untuk menulis ulasan berita.
"Inez," panggil pak Darto.
"Iya, ada apa pak?" sahut Inez.
"Sekarang kamu ke ruangan saya," sahut pak Darto saat baru saja tiba di area tim kerja Inez .
Dia pun segera mengikuti pak Darto di belakang, sepertinya akan ada hal yang ingin diberitahukan oleh pak Darto kepada Inez.
"Ada apa ya pak?" tanya Inez saat baru saja sampai di ruangan bosnya tersebut.
"Kamu ke restoran ini untuk bertemu dengan Jessica kalr," sahut pak Darto.
"Kenapa pak?"
"Karena dia sedang bersama dengan kekasihnya, dia baru saja menghubungi saya untuk mengambil gambar secara sembunyi-sembunyi agar seperti tertangkap basah sedang berkencan!" ucap pak Darto antusias.
Yap pak Darto adalah paman dari Jesicca sehingga sangat mudah untuk menyuruh media nya untuk mengikuti apa yang di inginkan, namun tidak banyak yang tau akan hal itu atau malah bisa tidak ada yang tau akan hal tersebut sama sekali.
Inez yang tidak mengerti mengapa pak Darto sangat antusias dengan berita seperti itu pun hanya menuruti saja dan segera pergi ke tempat yang di maksud.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi."
"Iya."
Inez pun sudah sampai tempat yang di maksud, dia segera menyiapkan kameranya untuk memotret moment yang pasti banyak orang yang menunggunya.
Saat semuanya sudah siap dia pun segera menfokuskan ke arah Jesicca kalr yang sepertinya sedang menunggu seseorang.
Tak lama muncullah seseorang yang membuat Inez kaget, dia adalah Bara suaminya.
Entah mengapa rasanya Inez sangat kesal, ternyata alasan Bara pulang terlambat malam ini adalah menemani Jessica untuk makan dan jalan-jalan.
Entah sudah berapa kali adegan mereka berduaan tersebut di jepret oleh Inez.
Rasanya Inez sangat kesal karena Bara malah merespon ucapan Jesicca dan juga terlihat sangat perhatian dengan Jessica.
Seketika hati Inez sedih dan ingin sekali air matanya keluar, dia rasanya ingin menangis namun tidak bisa.
Dia harus tetap fokus dengan tugasnya meski sangat sakit jika berita seperti ini akan keluar nantinya.
Inez pun kembali ke kantor dan menyerahkan hasil yang ia dapatkan.
"Nex, kamu beneran? Ini Bara suami kamu Nez," bisik mbk Risma saat melihat sebuah rangkuman artikel dan juga foto yang siap untuk di sebarkan.
"Iya mbk." balas Inez.
"Kamu gak papa?" tanya mbk Risma khawatir.
"Aku gak papa kok," sahutnya.
Namun siapa sih yang tidak tahu dengan ekspresi Inez, bisa di artikan bahwa Inez sedang tidak baik-baik saja.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....