
Sedangkan Bara awalnya dia datang ke kantor hanya ingin mengecek beberapa berkas penting namun siapa sangka bahwa akan ada sebuah masalah tentang proyek yang sedang dilakukan di negara Y.
Seorang manajer kantor di negara Y yang yang dipercaya untuk menangani masalah keuangan ternyata melarikan diri dengan uang perusahaan yang berjumlah fantastis dan juga membuat pekerjaan di sana mangkrak.
Padahal pembangunan terus di kebut dan harus cepat selesai agar bisnis segera bisa di laksanakan.
Bara pun mengatur semuanya dalam waktu semalam sehingga mau tidak mau dia juga harus segera terbang ke negara Y untuk melakukan penyelidikan.
Namun Bara baru ingat bahwa dia harus segera memberitahukan kepada Inez tentang keberangkatannya.
Sehingga Bara pun memilih untuk kembali ke mansion terlebih dahulu untuk bersiap dan paginya dia baru akan terbang ke negara Y bersama dengan Mike.
Bara sampai di mansionnya menjelang pagi sekitar jam 3 pagi, dia berusaha untuk tidak terlalu memberikan bunyi agar tidak membangunkan semua orang yang ada di mansion tersebut yang sedang tertidur pulas.
Saat sudah sampai Bara pun menuju ke arah kamarnya dan segera ingin bertemu dengan Inez.
Bara berfikir pasti Inez sudah tidur dan mencoba untuk mengendap-endap saat masuk.
Namun saat masuk dia tidak melihat Inez di ranjangnya dengan penasaran Bara pun melihat ke arah balkon ternyata Inez sedang berada di balkon dengan melihat pemandangan malam hari di kota.
Inez tidak menyadari kedatangan suaminya karena ia sangat fokus dengan lamunannya padahal ia juga sedang menunggu Bara untuk pulang.
Bara pun berjalan menuju ke arah Inez dengan hati-hati, setelah itu segera ia berdiri di samping Inez.
"Lagi apa? Kok belum tidur?" tanya Bara.
"Kak, kapan dateng? Kok baru pulang sih?" sahut Inez bertanya kepada Bara.
"Iya, tadi proyek di negara Y ada kendala Nez." sahutnya.
"Kalau begitu mending kakak mandi terus istirahat aja dulu ya," ucap Inez.
"Nez," panggil Bara.
"Iya, ada apa kak?"
"Aku besok kayaknya harus pergi ke negara Y untuk menyelidiki kasus yang menimpa proyek perusahaan," ucap Bara mencoba menjelaskan kepada Inez.
Inez yang mendengarkan itu pun sedikit sedih karena dia bakalan berjauhan dengan sang suami jika dia harus berpisah.
Namun dia juga tidak boleh egois, suaminya adalah seorang pebisnis dia menghidupi banyak karyawan.
Dengan berat hati pun Inez mengizinkan suaminya dan mendoakan supaya masalah yang di hadapi suaminya segera reda dan tidak menimbulkan masalah berkepanjangan.
Setelah mendengarkan ucapan sang istri Bara sedikit lega karena Inez bisa mengerti pekerjaannya.
Awalnya Bara juga mengajak Inez untuk ikut jika dia takut berjauhan dengannya namun Inez menolak dia bilang dia harus kerja karena dia sudah lama cuti dan tidak mungkin untuk lebih lama cuti lagi bisa-bisa ia di pecat.
Bara pun mengerti dan dia berjanji saat masalah sudah beres dia akan segera untuk pulang dan bertemu dengan istri dan anaknya.
Akhirnya setelah semuanya selesai Bara dan Inez pun tidur dan jangan lupa karena Bara akan pergi untuk beberapa waktu maka mereka saling menyalurkan cinta satu sama lain hingga beberapa jam tak terasa sudah.
Mereka sedang tertidur pulas sekarang setelah bercinta yang sangat panas tadi.
Inez remang-remang ia membuka matanya dan menampakkan sang suami yang sedang tidur pulas di sampingnya.
Ia melihat jam menunjukkan pukul 7 pagi artinya sudah pagi dan Bara bilang akan berangkat jam 8 pagi ini.
Inez pun beranjak dari tempat tidurnya kemudian mandi dan bersiap-siap, setelah itu ia pun membangunkan sang suami.
"Kak bangun udah pagi, katanya mau berangkat pagi." sahut Inez.
Bara yang mendengar suara pun bangun dan menampakkan sang istri yang sudah cantik aja.
"Hmmm," gumamnya.
__ADS_1
"Katanya mau berangkat ke negara Y kok masih tidur aja sih, udah sana mandi terus siap-siap aku mau ke dapur dulu siapin sarapan buat kamu sama Daniel." ucap Inez kemudian keluar dari kamar mereka.
Sedangkan Bara mencoba mengembalikan nyawanya terlebih dahulu setelah itu dia bergegas mandi dan bersiap-siap.
Semua keperluan sudah di siapkan oleh Inez mulai dari air mandi hingga pakaian sudah di siapkan semuanya.
Untuk pakaian yang harus di bawa ke sana Bara tidak perlu lagi membawa pakaian karena di mansionnya di negara Y sana semuanya sudah lengkap tersedia.
Inez turun dan segera membuat sarapan yang gampang simpel saja karena Bara akan terlambat jika ia harus membuat makanan yang berat hari ini.
Daniel turun di temani dengan mbk indah dia sudah siap dengan seragam sekolahnya yang bagus.
"Wah anak mama udah ganteng aja," puji Inez.
"Iya dong ma." Daniel dengan PD nya.
"Duduk dulu ya sayang bentar lagi jadi," sahut Inez.
"Iya ma."
Tak lama kemudian Bara yang sudah selesai dengan pakaiannya juga turun ke bawah.
"Udah ngumpul semuanya?"
"Udah,ma." ucap Daniel.
"Udah sayang."
Akhirnya Inez pun menyajikan sarapannya, hari ini hanya sarapan roti telur dan juga susu, Inez juga menyiapkan nasi goreng sebagai bekal Daniel di sekolah.
Mereka makan dengan lahap hingga suapan terakhir pun sudah tandas tanpa tersisa di piring mereka semuanya.
"Sayang, papa hari ini ada perjalanan bisnis jadi papa titip mama ya sama kamu." ucap Bara kepada Daniel.
"Papa kemana?"
"Iya pa, papa tenang aja mama aman sama Daniel," ucapnya dengan cool.
Inez hanya mampu tersenyum dengan tingkah anak dan anak tersebut memang sama-sama narsis itu lah mereka.
Setelah pamitan Bara pun berangkat di temani dengan Mike yang sudah menunggu, mereka menaiki pesawat pribadi sehingga perjalanan lebih nyaman.
Sedangkan setelah Bara pergi sekarang giliran Inez yang mengajak Daniel untuk pergi ke sekolah juga.
"Yuk sayang pergi," ajak Inez.
"Iya ma."
Mereka pun berangkat dengan di antar pak Ilham dan ada mbk indah juga untuk menemani Daniel nanti.
"Ma, Niel pingin banget di anter sekolah sama mama karena semua temen Niel sekolah di anterin sama mamanya sendiri-sendiri," sahut Daniel dengan gemasnya.
Inez pun sedikit tidak tega saat Daniel berbicara seperti itu dengan raut wajah sedihnya.
"Iya, nanti kapan-kapan mama anterin Daniel ya ke sekolah." sahut Inez membuat mata Daniel berbinar-binar.
Setelah itu sampai di sekolah Daniel pun turun di ikuti mbk indah, mereka berpisah Inez melanjutkan perjalanannya menuju ke kantornya.
Dia sudah cukup lama cuti, jadi Inez sudah bisa menebak nanti pasti akan banyak sekali tugas dan berkas yang harus ia kerjakan.
Saat sampai di perusahaan Neta dan mbk Risma sudah menunggunya meja kerja Inez.
"Nez, akhirnya kamu masuk juga." Neta berucap.
"Ada apa emangnya?" tanya Inez dengan sedikit mengerutkan alisnya.
__ADS_1
"Asal kamu tahu aja kalau kemarin saat kamu gak masuk perusahan menerima investor baru! Dan investor baru tersebut akan memiliki ruangan di kantor ini!" sahut Neta dengan hebohnya.
"Terus hubungannya sama aku apaan coba?"
"Kamu gak akan bakal nyangka siapa yang menjadi investornya Nez," ucap mbk Risma dengan heboh pula.
"Siapa emangnya?" tanya Inez yang sebenarnya juga sedikit penasaran.
Karena memang perusahaannya sedang mencari investor untuk perusahaan yang hampir saja bangkrut.
Belum juga memberitahukan siapa investornya dari arah pintu depan sudah ramai para karyawan yang memuja mujanya dengan bangga.
Inez pun penasaran dan langsung melihat ke arah keramaian tersebut dan betapa terkejutnya ternyata itu adalah indra mantan pacarnya.
"I.. itu indra?" gumam Inez kepada Neta dan mbk Risma.
"Iya Nez, dia adalah investor perusahan kita!" ujar Neta membuat Inez sekilas melihatnya namun dengan tatapan tanya.
Indra yang melihat Inez pun segera menghampirinya dengan tatapan kerinduan.
"Nez," sapa indra namun Inez tidak merespon dan langsung pergi duduk ke mejanya tanpa ingin berbicara dengan indra.
Indra yang mendapat perlakukan tersebut pun segera berlalu dan menuju ke ruangannya, sedangkan karyawan lainnya pun iri dengan Inez karena langsung mendapat perhatian oleh bos investornya padahal dia baru saja masuk dari cutinya.
Saat Indra sampai ruangannya dia sedikit marah karena sikap Inez kepadanya namun dia juga sangat merindukan wanitanya yang sudah lama ia tidak berjumpa karena Inez memutuskannya.
Indra memang tahu dia salah tapi dia melakukan itu karena Mely adalah anak dari bosnya, dia juga membujuk Mely untuk bilang ke papanya agar mau berinvestasi di perusahaan Inez.
Karena sebenarnya Indra lah yang ingin bertemu dengan Inez itu hanya lah salah satu alasan saja.
Waktu makan siang pun sudah tiba dan seperti biasa Inez, Neta dan mbk Risma makan di kantin perusahaan.
Di sana mereka memesan menu masing-masing, setelah itu menyantapnya dengan lahap.
"Gimana keadaan papamu Nez?" tanya mbk Risma.
"Udah baikkan kok," balas Inez.
"Syukur kalau begitu, terus gimana sama suami tercinta nih," ucap Neta menggoda Inez.
"Ih, apaan sih!" jawab Inez dengan malu.
"Cie malu segala," balasnya.
"Dia sedang ada urusan di negara Y tadi pagi udah berangkat." sambung Inez lagi.
"Ya ditinggal dong," ucap Neta dan mendapat anggukan dari Inez.
"Iya." Inez menjawab dengan sedih.
"Udah gak usah sedih, gimana kalau kita jalan-jalan aja nanti malam," ucap Neta memberikan ide.
"Aku sih oke," sahut mbk Risma dengan menandakan dengan jarinya.
Kemudian Neta dan mbk Risma pun melihat ke arah Inez seperti meminta pendapat apakah dia akan ikut atau tidak.
"Aku sih mau tapi aku harus izin dulu dan mungkin akan bawa Daniel juga." sahut Inez.
"Wahh, ajak aja Daniel nya Nez kita malah senang." ucap Neta.
"Iya Nez."
Mereka pun tertawa bersama tanpa tahu kalau dari tadi ada yang memperhatikan mereka dari jauh.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....