
Keesokan harinya rombongan sudah berada di salah satu tempat wahana air terbesar dengan banyaknya wahana yang bisa di mainkan.
Semuanya terlihat senang, apa lagi anak-anak yang sudah berlarian kesana kemari termasuk Daniel.
"Sayang hati-hati!" pekik Inez saat melihat bocah kecilnya berlarian bersama dengan teman-temannya.
"Iya ma." jawab Daniel dengan teriak juga.
"Udah gak papa Nez, kan ada mbk indah juga." ucap Bara yang langsung duduk di samping sang istri.
Karena memang hari ini Inez terlihat jauh berbeda dengan biasanya, dengan balutan dress selutut yang sangat terlihat anggun baginya.
Semua orang yang melihat Inez pun menatap kagum bahkan banyak merasa iri dengan pasangan tersebut karena baik wanita dan juga laki lakinya terlihat tampan dan cantik.
Inez mengajak Bara untuk bermain beberapa wahana di sana karena memang dia sudah cukup lama tidak bermain wahana seperti ini karena pekerjaannya yang menuntutnya harus tetap stand by setiap saat.
Hanya beberapa waktu ini saja Inez sering minta cuti karena dia jarang sekali cuti bahkan jika sakit pun dia tetap menyempatkan untuk tepat masuk kerja karena menurutnya sayang kalau sampai gajinya di potong.
Tanpa terasa waktu sudah mulai sore dengan langit yang sudah berumah menjadi jingga karena matahari sudah tenggelam di ujung sana.
"Gimana seneng?" tanya Bara kepada Inez dan juga Daniel yang sudah berada di gendongannya setelah ia selesai menaiki wahana terakhirnya karena sudah harus kembali ke hotel.
"Seneng banget pa!" pekik Daniel dengan gembiranya.
"Iya, seneng banget kak!" jawab Inez dengan antusiasnya.
Melihat sang istri dan sang anak yang bahagia Bara merasa sangat bahagia sekali, dia rasanya tidak ingin waktu cepat-cepat berlalu.
Setelah selesai di tempat wahana wisata rombongan pun kembali ke hotel untuk bersiap-siap karena malam nanti akan kembali ke negara X.
Inez sedang berkemas dengan banyaknya barang yang di bawa padahal saat berangkat mereka hanya membawa dua koper tetapi sekarang mereka sudah bertambah saja menjadi enam koper.
Dengan kebanyakan adalah oleh-oleh untuk keluarga dan teman teman di sana dan juga oleh-oleh untuk para asisten.
__ADS_1
"Udah Nez?" tanya Bara yang juga membantu keysha bersiap.
Sedangkan Daniel tengah asyik melihat televisi di atas kasur tanpa tahu kesusahan apa yang di alami mama dan papanya karena kebanyakan juga adalah barang bocah kecil tersebut.
"Udah kak." Inez menjawab.
Kemudian mereka pun menyusul Daniel di kasur dan ikut menyaksikan kartun yang di tonton oleh bocah tersebut.
Malam harinya pun tiba ketika pukul sembilan malam semuanya sudah tiba di bandara, banyak anak-anak yang sudah tidur pulas tetapi ini memang sudah di sepakati oleh para wali murid bahwa lebih baik berangkat malam dari pada siang karena anak-anak pasti akan rewel.
Jangan lupakan karena para wali murid adalah kebanyakan dari para pebisnis sehingga tempat duduk dalam pesawat pun duduk di bisnis class.
Untuk Inez dan Daniel serta Bara memilih untuk naik di pesawat pribadinya saja, awalnya Inez menolak karena merasa tidak enak hati dengan yang lainnya tetapi karena desakan dari Bara akhirnya Inez pun pasrah dan menurut saja dengan keinginan sang suami tersebut.
Dalam perjalanan di pesawat mereka hanya tidur dengan Bara terus memeluk tubuh sang istri di pelukannya sedangkan Daniel dengan mbk indah juga tidur.
Karena memang di pesawat pribadi tersebut terdapat dua kamar khusus jika sewaktu-waktu kantuk melanda sehingga tidka harus tidur dengan posisi duduk yang akan membuat badan sakit semuanya, itu adalah salah satu alasan mengapa Bara kekeh ingin keluarga kecilnya menaiki pesawat pribadinya tadi.
Setelah cukup lama terbang akhirnya pesawat sudah tiba di landasan pacu di area mansion kediaman Bara. (Memang orang kaya beda banget ya).
Akhirnya Bara pun menggendong sang istri ala bridal style sedangkan Daniel sudah bangun dan berjalan terlebih dahulu dengan mbk indah.
Saat Bara keluar pesawat di sana sudah ada Mike yang menyambutnya, Bara menyuruh Mike untuk diam dengan mengacungkan jari telunjuknya di bibir.
"Sssssssttt!" ucapnya pelan.
Dan Mike hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengikuti bosnya tersebut masuk ke dalam mansion.
Setelah menaruh Inez di ranjang kamar mereka Bara pun menyelimuti sang istri agar tidak kedinginan setelah itu dia pun keluar dari menghampiri Mike yang berada di ruang tamu.
"Ada apa?" tanya Bara.
"Pak Brian ingin bertemu dengan anda tuan," ucap Mike.
__ADS_1
Pak Brian adalah salah satu sahabat papa dan juga kolega bisnisnya yang kebetulan juga Bara sedang bersepakat dengan beliau untuk suatu bisnis properti.
"Oke, kamu atur waktunya." sahut Bara.
"Baik tuan."
Setelah mengucapkan itu Mike pun pergi dan Bara ke lantai dua dan menuju ke kamar sang anak.
Saat dia masuk ternyata Daniel juga sudah melanjutkan tidur nya, mbk indah kebetulan memang di suruh oleh Bara untuk beristirahat karena memang mbk indah terus saja menjaga Daniel saat berada di negara Y kemarin.
Setelah mengecek keadaan sang anak, Bara pun kembali ke kamarnya untuk bersih-bersih kemudian dia membaringkan tubuhnya di samping sang istri.
Dan reflek saja dia pun memeluk Inez dengan erat kemudian dia juga mulai tertidur masuk ke alam mimpinya hingga mereka tidur dalam waktu yang cukup lama.
Bahkan mereka juga hampir melewatkan satu hari untuk tidur hingga sekarang pukul satu malam Inez terbangun dari tidurnya.
Mereka memang sampai sekitar pukul dua belas siang dan sekarang malah sudah satu malam.
Inez terbangun dengan mata sedikit tidak bisa di buka dia pun duduk dan melihat sang suami sedang asyik berselancar di mimpinya.
Inez melihat jam ternyata sudah jam satu malam, dia pun bangkit dan ingin menuju ke dapur untuk mencari makanan yang bisa mengganjal perutnya.
Dia sangat lapar karena memang belum makan dari mereka tiba tadi siang.
Saat sampai dapur Inez coba mencari makanan untuk makan, dia melihat ada telur dan dua bungkus mie instan, alhasil Inez pun membuat mie instan tersebut dengan telur.
Sedangkan Bara yang merasakan tidak adanya orang di sampingnya pun membuka matanya dan ternyata sang istri sudah tidak ada, dia pun bangun dan mencari dimana sang istri di penjuru kamar dan ternyata tidak ada .
Bara pun turun ke bawah dan mencari keberadaan Inez dan benar saja, saat ia melihat ke arah dapur dan lampu dapur menyala dan dia melihat seorang wanita yang sedang ia cari sedang asyik dengan kegiatannya.
Bara pun menghampiri Inez yang sedang sangat fokus tersebut sampai ia tak sadar bahwa sang suami sudah berada di belakangnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....