
Sesampainya di mansion, Inez segera menggendong Daniel dan membawanya ke kamar karena dia sangat pulas dalam tidurnya.
Setelah itu Inez keluar dan masuk juga ke kamarnya sendiri dan menaruh paper bag pesanan suaminya tersebut ke dalam lemari, Inez tidak membukanya sama sekali karena itu bukan lah miliknya.
Kemudian ia pun beranjak untuk mandi dan membersihkan badannya yang sudah lengket.
Setelah segar kembali ia pun keluar dan mengecek sebentar kamar Daniel dan melihat kondisinya apakah masih tidur atau bangun.
Saat Inez melihat Daniel ternyata bocah tersebut masih tertidur pulas, Inez pun hanya tersenyum simpul kemudian menutup kembali pintu kamar Daniel.
Setelah itu ia pun turun ke bawah dan ternyata sudah ada mbok Ijah dan mbk indah yang sedang asyik di dapur.
"Nyonya," panggil mbok Ijah yang melihat istri tuannya turun dan menuju ke dapur.
"Masak apa ini mbok?"
"Kita mau masak soto daging nyonya," jawab mbok Ijah.
Inez pun membelalakkan matanya dengan antusias pasalnya dia sudah cukup lama tidak makan soto daging.
"Wahh enak nih."
Kemudian mereka pun memasak soto dengan Inez, awalnya mbok Ijah melarang tapi Inez untuk ikut ke dapur tetapi Inez tetap bersikukuh ingin membantu.
Tak lama setelah selesai semuanya, makanan sudah beres tinggal menunggu Daniel bangun dan tak lama terdengar suara tangisan dari atas membuat Inez segera ke atas untuk melihat apakah Daniel sudah bangun.
Benar saja saat dia membuka pintu kamar Daniel, Inez sudah melihat Daniel yang duduk dengan menangis sambil memanggil mamanya.
"Mama!" ucapnya dengan tangisan kencang.
Inez segera masuk dan menghampiri Daniel yang sedang menangis.
"Ada apa nih anak mama kok nangis sih," sahutnya sambil membawa Daniel ke dalam pelukannya.
"Mama."
"Cup cup cup sayang, udah ya gak usah nangis lagi." sahut Inez dan mendapat anggukan dari Daniel.
Daniel masih stay dengan tangannya yang memeluk leher Inez sehingga Inez pun menggendong Daniel menuju ke bawah.
Setelah sampai di meja makan Inez mendudukkan Daniel dan mengambilkan makanan untuk bocah tersebut.
Mereka makan berdua saja dengan tenang, sesekali Daniel ingin di suapi oleh Inez.
Setalah makan Inez seperti biasa bermain dengan Daniel hingga bocah tersebut mengantuk.
🥕🥕🥕
Sedangkan di sisi lain Bara di beritahukan oleh pak vino tentang kejadian di mall tadi.
Bara yang mendengar hal itu pun marah, pak vino juga memperlihatkan video tentang Inez yang ditampar dan di hina miskin oleh seorang wanita, Bara sudah sangat marah karena beraninya ada seseorang yang menampar istrinya apa lagi di depan umum.
Apa lagi pegawai di sana juga menghina istrinya, asal mereka tahu saja bahwa wanita yang ditampar dan di hina miskin oleh mereka adalah istri dari pemilik mall tersebut.
Bara segera memerintahkan Mike untuk mencari identitas wanita yang menampar istrinya tersebut.
__ADS_1
Bara sangat khawatir dia takut jika istrinya akan sedih karena dia juga tidak ada di samping keysha saat istrinya membutuhkannya.
Bara masih harus stay dua sampai tiga hari lagi untuk mengurus semuanya di negara Y ini.
Andai saja dia ada di sana pasti orang itu akan hancur sudah langsung di tempat.
Tak butuh waktu lama, Mike sudah datang dengan mengantongi identitas wanita yang menghina istrinya tersebut.
Ternyata wanita tersebut adalah salah satu karyawan dari Wijaya Grup di bagian pemasaran.
Segera Bara menyuruh Mike untuk segera memecat wanita tersebut dan dia ingin saat dia kembali ke negara X karyawan tersebut sudah tidak ada di kantornya dan juga untuk memasukkannya kedalam daftar list hitam agar tidak ada perusahaan lain pun yang mau menerimanya.
Mike tahu kalau bosnya itu sedang marah besar dan Mike juga sedikit kesal karena berani-beraninya karyawan biasa tersebut menghina istri bosnya dan membuat anak bosnya tersebut menangis.
Setelah perintah itu Mike pun pergi meninggalkan Bara, setelah Mike pergi Bara pun menelepon Inez untuk menanyakan kabarnya sekarang.
Dreet dreet
Handphone Inez berbunyi dan menampakkan nama sang suami di sana, segera ia mengangkat telepon tersebut.
[Halo kak,]
[Halo Nez.]
[Gimana jalan-jalannya?] Bara mencoba tidak tanya tentang jalan-jalannya ke mall tersebut tetapi Inez malah bicara seperti tidak terjadi apa-apa.
[Seru banget kak, tadi aku pakek kartu kamu buat belanjaan temen-temen kak, gak papa kan?]
[Iya, gak papa kok.]
[Makasih Nez.]
[Iya kak.]
Mereka pun bercerita banyak hal mulai dari kegiatan mereka hari ini, Bara juga menyalurkan rasa rindunya kepada Daniel melalui Inez ya walau dia juga merasa rindu kepada sang istri namun karena gengsinya sehingga tidak terucapkan.
Hingga Inez tertidur Bara masih saja menemaninya.
[Halo Nez,]
[Udah tidur aja!] kekeh Bara.
[Good night Nez,] ucap Bara kemudian mematikan teleponnya.
Bara pun melanjutkan pekerjaannya karena perbedaan waktu sehingga saat di negara X sudah malam tetapi di negara Y masih sore dan rencananya besok dia akan ke pengadilan setelah itu baru dia akan kembali.
Keesokan harinya Inez bangun cukup segar badannya, dia melihat teleponnya yang sudah mati.
"Pasti aku ketiduran," sahutnya.
Inez pun turun ke bawah dan memasakkan masakan yang enak untuk Daniel di bantu oleh mbok Ijah dan juga mbk indah, Inez membuat sayur asem dan juga ayam goreng dengan bumbu khas.
Setelah selesai Inez pun kembali bersiap karena dia harus kerja, setelah mandi dan bersiap-siap Inez menuju ke kamar Daniel untuk membangunkan sang anak yang masih saja tertidur dengan lelapnya.
"Aduh anak mama satu ini, sayang bangun yuk." ucap Inez membangunkan Daniel.
__ADS_1
Daniel pun menggerakkan badannya dan duduk perlahan dengan mengucek matanya menstabilkan pencahayaan yang masuk ke dalam dua matanya.
"Mama!" rengek Daniel.
"Iya sayang, ini mama di sini!" ucap Inez yang keluar dari kamar mandi anaknya untuk menyiapkan air mandi.
"Sekarang mandi ya, mama udah siapin tuh airnya." sahut Inez.
Daniel pun menganggukkan kepalanya kemudian bangun dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Di temani oleh Inez Daniel pun mandi dengan tidka rewel, setelah selesai mandi Daniel bersiap-siap dengan seragam sekolahnya.
"Sudah siap, wah ganteng banget anak mama ini!" ujar Inez memuji ketampanan sang anak.
"Iya, dong." Daniel membalas dengan percaya dirinya.
"Sekarang yuk turun makan," ajak Inez.
"Iya mama."
Mereka berdua pun turun dengan Inez membawa tas nya dan juga tas dari Daniel.
"Pagi mbok Ijah, mbk indah!" sapa Daniel dengan ceria.
"Pagi tuan muda," balas mbok Ijah balik.
"Pagi, tampan!" goda mbk indah.
Daniel hanya senyum-senyum saja kemudian duduk di sebelah mamanya yang sedang mengambilkan nasi dan lauk untuk nya.
Mereka berdua pun makan dengan lahapnya, setelah selesai Inez pun menyuruh Daniel untuk minum susunya.
Sedangkan Inez sedang mengemas bekal untuk Daniel di sekolah nanti.
Setelah beres semuanya Daniel, Inez dan juga mbk indah pun berangkat menuju ke sekolah Daniel terlebih dahulu kemudian ke kantornya.
Setelah tiba di sekolah, Daniel pamit kepada mamanya dan keluar dari mobilnya dengan mbk indah, sedangkan pak Ilham melajukan mobilnya untuk mengantar istri tuannya ke kantor.
Sedangkan Bara sedang berada di pengadilan dia berhadapan dengan manajer yang melarikan uang perusahaan tersebut.
Setelah pencarian beberapa hari ini ternyata manajer tersebut diam-diam akan pergi ke negara Z tanpa diketahui oleh siapa pun.
Namun untung saja ada Bara yang memerintahkan pencarian sampai ke bandara akhirnya manajer tersebut pun tertangkap.
Pelaku sudah di jatuhi hukuman dengan hukuman seumur hidup karena memang kuasa Bara membuat pelaku dengan gampang di hukum berat.
Setelah selesai dengan kasus tersebut Bara pun segera memerintah Mike untuk pulang sekarang juga karena semuanya sudah beres.
Mike hanya mengikuti perintah tanpa berani menolak, dia segera mengurus semuanya untuk kepulangan tuan nya itu.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1