Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 57_Memberitahu


__ADS_3

Setelah sampai di mansion Inez dan Bara pun turun dan segera masuk ke dalam, tak lupa Inez juga memberikan bakso yang sudah dia beli tadi kepada mbok Ijah untuk di bagikan kepada pekerja yang lainnya.


"Wah apa tuh ma?" tanya Daniel saat baru saja turun dari atas karena dia baru saja belajar.


"Bakso, mau sayang?" tawar Inez.


"Iya mau ma!" sahut Daniel dengan mata berbinar pasalnya dia juga jarang makan makanan seperti bakso, ya kalian tahu sendiri kalau Bara sangat protektif dengan semua asupan yang di makan oleh sang anak.


Akhirnya mereka pun makan bersama, jangan tanya Bara dia sebenarnya tidak mau tapi Inez memaksanya akhirnya dia pun ikut makan.


Yang awalnya Bara sedikit ragu untuk makan tetapi saat di coba ternyata baksonya sangat enak dan lembut di mulut.


Bahkan Bara nambah lagi bakso untuk ke dua kalinya, Inez yang melihat nafsu makan sang suami pun hanya menggelengkan kepalanya pasalnya tadi saat Inez menawari bakso tersebut ke Bara tapi dia tidak mau.


Sekarang malah kebalikannya, Bara sangat lahap sekali dalam menyantap makanannya hingga Inez yang melihatnya pun sudah kenyang.


"Enak kak?" tanya Inez dengan heran.


"Biasa aja," sahut Bara setelah menghabiskan mangkuk ke duanya.


"Biasa aja tapi habis dua mangkuk!" ucap Inez dan mendapat tawa dari Daniel yang juga dari tadi melihat papanya sangat lahap makan.


"Enak kan pa, makanya kalau Niel mau beli bakso lagi jangan dilarang!" protes Daniel membuat Inez menahan tawanya.


Sedangkan yang diprotes hanya menampilkan senyum cengir kuda doang tanpa rasa bersalah.


"Iya boleh, tapi gak boleh keseringan loh ya!" ujar Bara dan mendapat ok dari Daniel.


"Oke pa."


Mereka pun kembali makan tepatnya Inez dan Daniel karena Bara sudah merasa kenyang dengan bakso dua mangkoknya tadi.


Setelah selesai dengan bakso tersebut mereka pun memutuskan untuk ke ruang tamu sambil menonton televisi, sedangkan Bara sudah stand by dengan laptopnya di sebelah Inez yang sedang asyik menonton.


Untuk Daniel tadi dia juga ikut menonton televisi tetapi karena sudah mengantuk berat akhirnya dia memutuskan untuk tidur terlebih dahulu dan Inez juga sudah menidurkannya.


"Kak," panggil Inez kepada Bara yang sedang fokus dengan laptopnya langsung teralihkan.

__ADS_1


"Ada apa?" sahutnya tetapi tidak melepaskan tatapannya ke laptop.


"Kak aku mau cerita," ujar Inez membuat Bara menutup laptopnya dan beralih memandang wajah cantik sang istri.


Terdapat ekspresi serius yang di tunjukkan oleh Inez berarti dia memang sedang berbicara serius dengannya.


Bara pun sudah siap mendengarkan keluhan dari sang istri atau pun permasalahan yang sedang dia hadapi.


"Cerita apa?"


"Sebenarnya tadi di kantor ada berita aneh yang sedang mereka perbincangkan." sahut Inez.


Bara pun mengerenyitkan dahinya kemudian menatap mata sang istri yang sepertinya sangat gugup sekali.


Bara pun menggenggam tangan Inez mencoba menyalurkan ketenangan ke tubuh sang istri.


"Berita aneh apa?" tanya Bara dengan pelan mencoba menenangkan sang istri.


"Sekarang indra mantan aku kan ada di kantor aku sebagai investor besar dari memiliki ruang di sana, terus ada berita aneh kalau dia di sana karena sedang berselingkuh dengan aku," ucap Inez.


"Maksudnya?" Bara mencoba mencaritahu maksud dari ucapan sang istri.


Bara pun paham apa yang di maksud dengan ucapan Inez tadi, Bara menatap lekat wajah Inez dia merasa senang karena istrinya tidak menutup-nutupi permasalahan tersebut.


Karena Inez memang sudah memberitahukan tentang indra yang berada di kantornya dan memberitahukan kepada Bara agar tidak cemburu karena dia sudah tidak ada rasa sama sekali dengan indra.


"Iya saya paham kok, gak usah di pikirkan lagi saya pasti akan tetap ada di samping kamu Nez." sahut Bara sambil mendekap tubuh mungil sang istri rasanya dia tidak ingin moment seperti ini cepat berlalu entah dia melakukan hal tersebut secara spontan saja.


"Kakak beneran enggak marah?" tanya Inez sedikit ketar ketir takut jika Bara akan marah.


"Enggak kok kenapa harus marah, saya malah seneng kalau kamu bisa terbuka sama saya." ucapnya.


Inez pun bisa bernafas lega karena ketakutannya dari tadi sudah terjawab dia pun mulai merasakan pelukan yang makin mengerat saja.


Bara segera mengendong Inez ala bridal style dan segera menuju ke arah kamar mereka, seperti kalian tahu lah adegan apa yang selanjutnya yang akan terjadi, sepasang sejoli yang sedang di mabuk asmara ini saling menyalurkan kehangatan di atas ranjang hingga tidak tahu berapa kali sudah mereka melakukan pelepasan.


Pagi harinya, Inez bangun terlebih dahulu dengan area bawah yang masih nyeri sekali.

__ADS_1


Meski pun mereka sudah sering melakukan hubungan suami istri tetapi Inez tetap saja merasa sakit saat bangun tidur setelah berhubungan dan biasanya Bara akan menolongnya untuk sekedar mandi.


"Awww!" pekiknya seperti biasa yang merasakan nyeri di area bawahnya.


"Kenapa Nez? Masih sakit?" ucap Bara dengan suara seraknya karena habis bangun tidur.


Inez hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah melas karena dia sudah tidak punya tenaga lagi.


Akhirnya Bara pun mengendong inez untuk menuju ke kamar mandi, Bara pun segera memandikan Inez tapi yang mandi saja butuh waktu hampir dua jam karena pasti akan ada aksi selanjutnya yang tidak akan bisa di lewatkan oleh sepasang suami istri tersebut.


Sekarang Inez sudah berada meja rias dan sedang memoles bedak tipis di wajahnya sedangkan Bara sedang mandi.


Karena sekarang hari jumat sehingga mereka harus bekerja sebelum besok sudah libur weekend.


Inez keluar terlebih dahulu dengan pakaian kantornya dan menuju ke kamar Daniel untuk membangunkan bocah kecil tersebut.


Saat dia masuk ternyata Daniel masih tertidur dengan pulas nya dengan guling di sampingnya.


Inez pun membangunkan bocah tersebut dengan lembut agar nantinya tidak rewel saat sudah bangun.


"Sayang bangun yuk," ucap Inez lembut.


Daniel pun menggeliat dari tidurnya seperti ada yang membangunkan, dia pun bangun dengan mata masih lima watt.


"Yuk bangun," ucap Inez.


Daniel pun merentangkan tangannya kepada Inez seperti minta di gendong, ya kebiasaan Daniel kalau di bangunkan mamanya pasti akan minta gendong dan di bawa ke kamar mandi untuk di mandikan.


Setelah selesai semuanya Inez dan Daniel pun turun ke bawah dan ternyata Bara sudah berada di sana.


Segera Inez menyiapkan makanannya yang sudah ia buat tadi sebelum membangunkan Daniel.


Sarapan pagi ini hanya nasi goreng dan telur dan juga susu karena Inez tidak sempat untuk masak makanan yang ribet karena dia sangat lelah pagi tadi.


Hari ini rencananya Daniel juga akan ikut papanya ke kantor karena memang dia sedang libur sekolah.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2