
Setelah konferensi pers tersebut berita tentang hubungan Bara dan Jessica mulai hilang tetapi berganti dengan berita tentang teka teki siapa istri sah dari Bara Nahlu Wijaya duda tampan yang memikat hati banyak wanita.
Jesicca kalr yang juga melihat konferensi pers tersebut dibuat terkejut pasalnya dia tidak tahu akan berita Bara sudah memiliki pasangan baru.
"Apa!" teriaknya tidak percaya dan mematikan siaran televisi.
"Sabar, Jes!" ucap asistennya meminta Jesicca untuk bersabar.
"Bagaimana aku bisa sabar dengan berita tadi, siapa wanita tersebut?!" tanya Jessica kepada asistennya namun dengan nada tingginya menandakan dia benar benar marah sekali.
"Enggak tahu juga Jes, gak ada kabar soal itu."
Jesicca kalr sangat marah hingga waktu syuting pun dia banyak kesalahan dan banyak marah-marah tak jelas.
Sedangkan Bara setelah melakukan konferensi tersebut berencana untuk pulang lebih awal dan segera menjelaskan permasalahan tersebut kepada Inez.
Dari tadi saat konferensi Bara tak sekalipun mengalihkan pandangannya kepada Inez yang terlihat sangat lesu dan sedih.
Bara merasa khawatir karena Inez tadi pagi juga belum makan kata mbok Ijah.
Bara pun berdiri dan keluar dari ruangannya untuk segera menjelaskan semuanya kepada Inez.
"Mike, saya balik duluan. Kamu kontrol perusahaan, kalau ada apa-apa langsung hubungi saya!" ucap Bara dengan tegasnya.
"Baik tuan." Mike menjawab dengan singkat padat dan jelas, dia tahu kalau bos nya tersebut pasti khawatir dengan istrinya.
Bara segera menjalankan mobilnya untuk menjemput sang istri pasti dia sedang berada di kantor untuk bekerja.
Sedangkan Inez yang memang sedang bekerja menyelesaikan artikel tentang Bara dan istri barunya, aneh memang rasanya harus menulis berita tentang diri sendiri.
"Nez, pulang yuk!" ajak Neta dan mbk Risma yang sudah siap dengan tas mereka.
"Astaga! Udah jam 4 aja," sahut Inez sambil menepuk jidatnya.
"Makanya kalau kerja itu inget waktu," sindir Neta.
Namun Inez hanya cengengesan saja mendengar sindiran tersebut dan bergegas merapikan mejanya untuk kembali ke mansionnya.
Saat baru saja keluar dari kantor ada sebuah panggilan masuk dari hp Inez membuat Inez pun berhenti sejenak.
"Ada apa Nez?" tanya Neta yang ikut berhenti.
"Bentar ada telepon," jawab inez.
Dreett dreeett
Saat Inez melihatnya ternyata sang suami yang menelepon tersebut, segera Inez mengangkat panggilan tersebut namun dengan perasaan enggan untuk menjawab sebenarnya.
[Halo!]
[Halo Nez kamu udah pulang?] tanya Bara
[Ini baru aja mau keluar kantor,] sahut Inez tidak sejudes seperti kemarin.
[Oh, coba deh kamu lihat ke kiri.] perintah Bara dan otomatis Inez pun mengikuti instruksi dan melihat ke arah kiri.
Saat menengok kan kepalanya ke kiri dia melihat mobil yang sangat familiar baginya siapa lagi kalau bukan Bara yang menunggu di tempat biasanya.
[Itu kamu kak?] tanya Inez memastikan bahwa pengelihatannya tidak salah.
Karena memang Bara tidak keluar dari mobil takutnya nanti pasti akan ada yang mengenalinya jika ia keluar, sehingga dia berada di dalam mobil dari tadi.
[Iya.]
Inez pun menutup teleponnya secara sepihak, Inez kesal mengapa suaminya harus menjemputnya ke kantor dan bagaimana kalau sampai ada yang melihat batin Inez.
Bara yang mendapat perlakuan seperti itu pun hanya melihat Inez dari jauh sambil mengamati sang istri yang sepertinya sedang marah kepadanya.
"Cieee yang dijemput tuh," sindir mbk Risma dan di angguki oleh Neta.
"Iya, kasihan lah saya yang jomblo ini," sambung Neta merenungi nasibnya yang jomblo.
__ADS_1
"Ih kalian apaan sih, udah kalau gitu aku pergi dulu ya." pamit Inez.
"Iya, hati-hati ya sayang!" Pekik Neta seperti godaan sebenarnya.
Inez segera masuk ke dalam mobil dan dilihatnya Bara yang sedang melihatnya pekat tanpa berniat untuk mengalihkan pandangannya.
"Sore Nez," sapa Bara.
Namun Inez malah melengos dan tak mau melihat ke arah Bara setelah mencium tangan Bara tadi.
Tak mendapat respon Bara pun harus bersabar karena perempuan memang memiliki sifat bawaan seperti itu.
"Kita jalan ya," ujar Bara.
"Hmm," jawab Inez singkat.
Bara pun melajukan mobilnya dan membelah kemacetan ibu kota dengan mobil mewahnya, selama perjalanan Inez hanya diam saja dan melihat ke arah jendela tanpa berniat untuk menengok ke arah kemudi.
Bara sesekali memang mengajaknya berbicara untuk mencairkan suasana namun sia-sia karena Inez hanya menjawab dengan deheman saja.
Sesampainya di mansionnya mereka sudah di bukakan gerbang oleh pak Yanto selaku security di mansion besar ini dengan pak alib.
"Terima kasih pak," ucap Bara dan mendapat anggukan kepala dari pak Yanto.
Bara segera memarkirkan mobilnya ke garasi besar di mansionnya, di sana berjejer banyak sekali jenis mobil dari sport hingga mobil untuk keluarga dan juga banyak motor dari moge, motor sport hingga metik semua jenis ada di sana.
Baru saja memarkirkan mobilnya Inez sudah akan turun dari mobil namun Bara sudah menguncinya dari tombol di kemudinya.
"Kak bukain gak!" sahut Inez dengan mencoba membuka pintu mobil tersebut.
"Kak!" Pekik Inez.
"Inez kamu dengarkan saya dulu!" ucap Bara dengan meninggikan suaranya.
Namun Inez tetap tidak mendengarkan ucapan Bara dan tetap berusaha untuk membuka pintu mobil tersebut.
Bara pun dibuat geram dan dia pun segera membawa Inez ke dalam pangkuannya dan memeluk erat pinggang ramping Inez.
"Enggak akan!" balas Bara dengan penuh penekanan.
"Kak lepasin!" ucap Inez meronta-ronta.
Karena Inez tetap saja meronta-ronta akhirnya Bara pun mencium bibir tipis sang istri cukup lama, awalnya Inez menolak namun karena merasa tenaganya tidak sebanding dengan sang suami akhirnya Inez pun mengikuti permainan sang suami.
Di lihat sudah kehabisan nafas Bara baru melepaskan ciumannya kepada sang istri, Inez pun terdiam setelah ciuman panas dengan sang suami tadi hingga ia lupa kalau ia sedang marah-marah dengan Bara.
"Udah diem?" ujar Bara memastikan kalau sang istri sudah benar benar diam.
"Kamu berontak lagi saya cium lagi," ucapnya.
Inez sudah diam seribu bahasa tanpa mengucapkan satu hal pun dia hanya melihat ke arah Bara dengan tatapan kesal dan pasrah.
"Inez maafkan saya, saya bukannya bermaksud seperti itu." ucap Bara meminta maaf dengan Inez yang masih berada di pangkuannya.
"Nez saya tahu kalau kamu marah sama saya dari kemarin malam pasti gara-gara berita tadi kan?" sahut Bara menjeda ucapannya.
"Saya tahu kamu menghindari saya dari kemarin pasti gara-gara berita bodoh dan sialan itu kan? tapi asal kamu tahu Nez saya sama Jesicca beneran gak ada apa-apa kamu bisa pegang ucapan saya!" lanjut Bara mencoba menjelaskan hubungannya dengan Jessica.
Inez hanya mendengarkan penjelasan dari Bara, sebenarnya Inez sudah tidak marah lagi dengan Bara namun dia hanya ingin menguji sang suami seperti apa menghadapi kemarahannya ya walau ada sedikit kekesalan dalam diri Inez.
"Nez kamu ngomong dong, kamu masih marah sama saya?" tanya Bara dengan wajah cemas.
"Inez Pertiwi," ucap Bara.
Namun tiba-tiba Inez mengecup singkat bibir Bara, setelah mendapatkan perlakuan seperti itu terbit lah senyuman merekah di wajah Bara.
"Kamu sudah memaafkan saya?" tanya Bara dan mendapat anggukan dari Inez.
Tidak mau melewatkan kesempatan Bara pun segera mencium bibir Inez dengan lembut dan di balas oleh Inez, rasanya suasana di mobil sekarang sedang beradu dimana walau AC menyala namun tetap saja suasana panas di timbulkan dari kegiatan mereka.
"Kak," sahut Inez memperingatkan suaminya saat tangan Bara mulai tak bisa di kendalikan.
__ADS_1
Bara pun melihat sang istri yang menatapnya dengan tatapan horor bak film horor saja.
"Ada apa Nez?" tanya Bara karena tidak sadar dengan tindakannya.
"Jangan di sini, nanti kalau ada yang lihat gimana?" ucap Inez membuat Bara tersadar dia pun mengkondisikan tangannya dan membenarkan baju Inez yang sedikit terbuka karena ulahnya.
"Maafkan saya," ucap Bara di angguki oleh Inez.
Setelah itu mereka pun turun dari mobil dan segera masuk ke dalam ternyata di sana sudah ada Daniel yang sedang bermain dengan mbk indah.
"Sayang!" panggil Inez saat sudah dekat dengan Daniel.
"Mama, papa." pekik bocah kecil tersebut dan berlari ke arah Inez.
"Mama sama papa lama banget sih!" sahutnya dengan bibir yang dimajukan ke depan.
"Maaf ya sayang soalnya tadi macet di jalan." ujar Bara yang juga memposisikan badannya dengan Daniel.
Daniel pun hanya mengiyakan saja dan berlanjut bermain dengan mbk indah, sedangkan Inez dan Bara pamit ke kamar mereka untuk mandi.
Saat baru sampai di dalam kamar Bara langsung mengunci pintu dan menarik Inez hingga Inez berada di pelukannya.
"Astaga kak!" pekik Inez kaget karena tingkah sang suami.
"Nez kamu bener gak marah kan dengan adanya berita tersebut?" tanya Bara memastikan jawaban dari Inez, entah kenapa dia merasa takut jika Inez marah karena berita tersebut.
Dia berharap penjelasan yang ia berikan mampu membuat Inez percaya bahwa memang tidak ada apa-apa antara dia dengan Jessica.
"Iya kak aku percaya kok," sahut Inez dengan memberikan senyum terbaik untuk Bara.
"Udah aku mandi dulu," sahut Inez kemudian pergi masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah beberapa saat Inez pun keluar dengan baju tidur yang sudah melekat di tubuhnya.
"Kak, sana mandi." ujar Inez.
"Iya Nez."
Bara pun masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang sangat lelah tadi setelah dari kantor.
Selang beberapa lama Bara pun keluar dengan jubah mandinya dan melihat sang istri yang sedang seru melihat televisi.
"Nez kamu lihat apa sih kok seru banget gitu sih?" tanya Bara yang kemudian duduk di ranjang sebelah sang istri.
"Ini loh kak lucu banget," jawab Inez dengan tertawa lepas melihat acara lawak tersebut.
Bara dibuat gemas dengan Inez yang tertawa seperti anak kecil saja yang sedang menonton kartun kesukaannya.
"Kak makasih," ucap Inez tiba-tiba saat Bara sedang berada di sampingnya yang juga menikmati acara tersebut.
"Terima kasih kenapa?" ucap Bara dengan mengangkat sebelah alisnya seperti meminta jawaban atas ucapan dari Inez tadi.
"Gak papa, aku mau bilang terima kasih aja." balasnya kemudian beralih untuk menonton acara di televisi tersebut lagi.
Setelah mendengarkan hal itu Bara pun tak tinggal diam dan segera mencium bibir Inez dengan ganas.
"Kenapa diam? Kita lanjutin yang di mobil tadi ya," gumamnya di sela-sela kegiatan panas mereka.
Inez yang mendengar hal itu pun dibuat malu bagaimana bisa Bara mengucapkan hal yang sangat dewasa seperti itu padahal emang tidak salah juga.
Kelanjutannya kalian pasti tahukan seperti apa, sudah beberapa ronde dilakukan hingga membuat tubuh Inez tumbang dan tidak ada tenaga lagi.
Bahkan Daniel harus ditidurkan oleh mbk indah setelah Inez sudah tidak bisa bangun lagi dari ranjang.
Bara sekarang sedang mengamati wajah cantik sang istri yang sedang terlelap tidur, sangat cantik meski tanpa make up, dia tidak akan membiarkan lelaki lain menikmati keindahan surga walau belum ada cinta dari satu sama lainnya.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1