Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 66_Lama Tak Bertemu


__ADS_3

Setelah itu Inez pun keluar dari kamar mandi dan mendapati sang suami yang sudah bangun, tumben sekali pikirnya.


"Kak tumben udah bangun?" tanya Inez menghampiri sang suami.


"Nez, saya akan ada kunjungan mendadak ke ke negara Y jadi saya harus segera berangkat." ucap Bara mendadak sekali.


"Loh kok mendadak sekali?" tanya Inez.


"Tadi Mike juga mengabari akan hal ini dan juga pabrik di sana sedang ada kendala sehingga harus segera di selesaikan saya akan mandi kamu tolong siapkan pakaian saya ya," sahut Bara kemudian pergi ke kamar mandi.


Bahkan Bara tak memberikan waktu sedikit pun untuk Inez berbicara dan memberitahukan kabar bahagia ini.


"Sabar ya sayang, papa lagi sibuk jadi anti kalau udah enggak sibuk baru nanti amma beritahu." tutur Inez sambil mengelus perutnya.


Dia pun dengan menyiapkan keperluan suaminya, setelah itu juga sarapan untuk anak dan suaminya.


Saat mencium aroma masakannya sendiri Inez rasanya mual sekali namun dia ahrus tahan agar tidak mengganggu yang lainnya.


Bara sudah berangkat dengan Mike, dia berangkat dengan terburu-buru seperti sedang di kejar oleh waktu.


"Ma, mama gak kerja kan hari ini?" tanya Daniel karena memang weekend.


"Iya sayang, kenapa emangnya?"


"Niel mau ke rumah Oma sama opa," ucap bocah kecil itu.


"Ya udah yuk kita ke rumah Oma sama opa, mereka juga pasti kangen sama Daniel." ucap Inez karena dia juga sudah cukup lama tak bertemu dengan mertuanya.


Skip....


Satu minggu kemudian......


Sudah satu minggu sejak Bara keluar negeri untuk mengurus bisnisnya dan selama itu pula jarang sekali bara memberikan kabar sehingga ada sedikit rasa cemas di dalam dirinya.


Bahkan selama seminggu pula tidak ada yang tau tentang kehamilan nya selain dirinya sendiri, masa-masa Inez mual hingga ngidam beberapa kali dia jalani sendiri.


"Aduh kenapa sih aku nangis kayak gini," gumam Inez menghapus air matanya yang jatuh tanpa permisi.

__ADS_1


Karena sangat merindukan sang suami Inez pun mencoba untuk menelepon Bara beberapa kali namun tak juga di angkat, kalau kalian menganggap Inez sudah mempunya rasa dengan Bara maka jawabnya kalia memang benar karena sebelum hamil pun dia sudah memiliki rasa namun sayang tidak dia tunjukkan karena takut jika sang suami hanya menganggapnya sebagai ibu sambung sang anak saja ya walaupun nantinya mereka akan memiliki anak dari pernikahan ini.


Untuk terakhir kali Inez mencoba menghubungi sang suami dan akhirnya tersambung juga membuat senyum mengembang dari bibir wanita itu dan segera menghapus air matanya.


[Halo kak!] panggil Inez dengan senangnya.


[Halo nyonya,] panggil seseorang dari sebrang siapa lagi kalau bukan Mike.


Seketika sirna sudah kegembiraan Inez dimana dia berharap sang suami yang akan menjawabnya.


[Mike, kak Bara kemana kok jarang telepon?] tanya Inez.


[Maaf nyonya, untuk sekarang ini tuan sangat sibuk dan mungkin akan cukup lama di sini jadi tuan menitipkan salam untuk nyonya dan juga tuan muda Daniel.] ucap Mike.


[Oh ya sudah, kalau gitu saya titip salam buat kak Bara juga ya bilang kalau saya dan Daniel kangen sama dia.] ucap Inez.


[Baik akan saya sampaikan, kalau begitu saya tutup nyonya karena sekarang tuan sedang rapat.] ucap Mike kemudian menutup teleponnya.


Tak terasa mata yang sudah kering tadi pun harus kembali basah, ingin rasanya Inez menghampiri sang suami untuk menyalurkan rasa rindunya.


Kalau kalian menanggap kalau Inez sudah cinta dengan Bara maka jawabannya adalah benar, Yap benar Inez sudah cinta dengan sang suami namun dia tidak yakin kalau suaminya juga mempunyai rasa yang sama.


🥕🥕🥕


Di sisi lain setelah sampai di negara Y Bara sudah sangat sibuk karena dia harus mengurus para manajer yang ketahuan korupsi di perusahaan dan mengakibatkan kekacauan ini dan juga adanya penjarahan di pabrik cabang karena salah kelola membuat Bara harus menangani semua ini.


Tak terasa satu minggu ini dia sangat sibuk dan jarang menelepon sang istri bahkan sekedar bertukar kabar, kalau di bilang rindu jujur saja Bara sangat rindu namun dia harus mendahulukan perusahaan nya karena banyak orang yang bergantung dan bekerja di sini.


Sekarang ini Bara sedang rapat dengan karyawan, Bara ingin mendisiplinkan semuanya agar tidak ada kejadian seperti ini lagi.


"Tuan, tadi nyonya telepon dan sepertinya beliau dan Daniel sangat merindukan tuan." ucap Mike saat Bara baru saja keluar dari ruang rapat setelah rapat selesai.


"Mike, saya lihat semua hampir sudah teratasi jadi buat semua kegiatan saya di sini sampai lusa saja karena saya ingin segera pulang." tegas Bara kemudian menuju ke ruangannya.


"Baik tuan." balas Mike.


Keesokan harinya Bara akan pergi ke pabrik cabang untuk melihat kondisi terkini pabrik bekas penjarahan karena pengelolaan yang kurang baik dari manajer cabang.

__ADS_1


Namun saat dia akan berangkat seperti biasa Bara menyuruh Mike untuk membelikan kopi untuk dirinya karena Bara rasa kopi hitam akan sangat berguna untuk dirinya di kaya capek dan lelah melanda.


"Mike, saya ke sana dulu." ucap Bara saat dia melihat sebuah toko yang menjual aksesoris aksesoris oleh-oleh buah tangan negara Y.


Entah kenapa dia malah langsung memikirkan smash istri, dia pun membeli beberapa barang yang menurutnya lucu untuk sang istri dan sang anak.


Sialnya saat dia keluar dari toko tiba-tiba ada yang menabraknya.


"Bara!" ucap wanita tersebut yang merasa terkejut dengan melihat bara di sini.


Sedangkan Bara yang melihat siapa orang yang dia tabrak malah kaku tak bisa bergerak, dia tak berharap bisa bertemu lagi dengan seseorang yang sudah sangat ia benci itu.


Seseorang yang sudah meninggalkan nya dan. juga sang anak, yang lebih mementingkan karier dan juga selingkuhannya.


Yap siapa lagi kalau bukan Sisca, entah dari mana datangnya namun bara tidak mengharapkan lagi kedatangan wanita busuk hati seperti dia.


"Bara, lama tak bertemu." sahut Sisca bersikap seperti biasa saja.


Bara tak menanggapi dan hanya langsung berlalu saja tanpa memperdulikan Sisca yang menyapanya setelah sekian lama.


'Aku tidak akan membiarkan kamu pergi begitu saja bara.' isi hati Sisca memikirkan cara agar bara berada di sini beberapa saat lagi saja.


~Flashback On~


Setelah menghabiskan malam dengan om Haikal, sekarang ini Sisca sedang bersama dengan Tama sang kekasih di apartemen Tama.


"Aku dengar Bara ke negara Y hari ini," ucap Tama.


"Bagaimana kau tau?" tanya Sisca yang dia saja tidak tau.


"Aku di beritahu oleh rekan ku, apa rencana kita kali ini?" tanya Tama.


"Aku akan ke sana karena kebetulan sekali selama dua minggu nanti aku ada syuting di sana," ucap Sisca dengan senyum misterius nya yang pasti itu bertanda tidak baik saja.


~Flashback Off~


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2