Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 46_Orang Kaya Beda


__ADS_3

Setelah mendapatkan duduk, Inez pun menawarkan makanan untuk Daniel yang sudah kelaparan.


"Sudah laper sayang?" tanya Inez kepada Daniel.


"Iya ma," sahut Daniel dengan menganggukkan kepalanya.


"Mau makan apa?" tanya Inez lagi.


Daniel diam terlebih dahulu dengan melihat sekelilingnya seperti mencari menu yang pas untuknya.


Setelah berfikir cukup lama Daniel pun menentukan pilihannya dan menunjuk restoran tersebut.


"Mau pasta ma," sahutnya.


Inez pun tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.


"Ada lagi?"


"Enggak itu aja ma."


"Oke tunggu di sini ya biar mama yang pesen," sahut Inez dan mendapat anggukkan dari Daniel.


Sedangkan teman-temannya yang hanya melihat interaksi antara anak dan mamanya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Anak orang kaya emang beda banget ya," ucap Neta dan mendapat anggukan dari mbk Risma dan Maya.


"Iya." Ucap mereka berdua bersamaan.


Sedangkan Inez hanya tersenyum kemudian beranjak dari tempat duduknya dan pergi untuk memesankan makanan untuk Daniel.


Inez juga memesankan pizza dengan berbagai toping untuk di makan bersama Daniel dan juga teman-temannya.


Setelah selesai memesan Inez pun kembali ke tempat duduknya dan menanyakan ke teman-temannya untuk pesen apa.


"Kalian pesen apa?" tanya Inez.


"Emmm, aku kayaknya geprek aja deh Nez." sahut Neta.


"Kalian berdua?" tanya Inez ke mbk Risma dan Maya.


"Iya, sama kayak Neta deh." ucap mbk Risma.


"Oke, kalau kamu may?"


"Emmmm, aku nasi goreng aja deh." ucap Maya.


"Mbk indah sama kemal mau makan apa?" tanya Inez ke arah baby sister dan bodyguard Daniel.


"Kami tidak usah nyonya," ucap mbk indah.


"Udah jangan takut, aku pesenin kalian makanan ya." ucap Inez.


"Terserah nyonya saja," ucap mbk indah.


Setelah Inez mendengarkan hal itu dia pun akan beranjak dari tempat duduknya namun di tahan oleh pertanyaan dari Maya.


"Kamu mau kemana Nez?" tanya Maya.


"Ya mau pesen makanan kalian lah," ucapnya santai.

__ADS_1


"Gak usah, kita bisa pesen sendiri!" jawab Neta.


"Gak papa, aku juga mau sekalian pesen makanan." ujar Inez kepada teman-temannya tersebut.


"Enggak usah Nez kita bisa pesen makanan sendiri." ucap mbk Risma.


"Udah gak papa, tadi papa nya Daniel juga bilang kalau suruh habisin uangnya kok," ucap Inez dengan santainya karena tadi Bara sempat memberikan uang saat Inez meminta izin untuk pergi melalui Mike saat di mansion tadi sementara sahabat-sahabatnya tersebut membelalakkan matanya mendengar ucapan Inez tadi.


"Wahhh, orang kaya emang beda banget!" sahut Neta dengan terkagum-kagum.


Sebenarnya Neta, mbk Risma dan Maya tidak ingin ditraktir oleh Inez walaupun mereka tahu kalau suami Inez adalah orang kaya namun karena Inez berbicara seperti itu mereka pun mengiyakan saja lumayan untuk menghemat pengeluaran.


Inez hanya tersenyum tipis kemudian dia pun pergi untuk memesankan makanan teman-temannya dan juga dirinya.


Inez sendiri pesan ayam geprek dan untuk minumannya Inez tahu kalau teman-temannya lebih suka dengan es teh manis namun Inez juga memesankan minuman lainnya siapa tahu teman-temannya juga suka.


Setelah memesankan makanan mereka pun tinggal menunggu saja makanan untuk sampai.


Daniel sedang asyik main game dengan iPad di tangannya, Inez mengizinkannya karena takut jika Daniel terlalu bosan.


Biasanya kalau di rumah Inez lebih protektif dan tidak mengizinkan Daniel untuk sering main game di iPad nya.


Tak lama kemudian makanan Daniel sampai yaitu pastanya namun pizza nya membutuhkan waktu yang cukup lama karena harus di panggang terlebih dahulu.


"Sayang makan dulu ya, jangan main game aja!l." ucap Inez dan Daniel pun mengikuti ucapan mamanya.


"Iya mama," Kemudian dia pun menaruh iPad nya di tas mamanya.


Inez pun tersenyum ceria karena anaknya sangat menurut sekali dan tidak rewel, Daniel memang jarang sekali rewel jika dengan Inez mungkin karena ada mamanya jadi dia terasa nyaman.


Tak lama nasi goreng dan geprek pun juga sudah datang memenuhi meja makan mereka.


"Iya biar gak es teh aja." sahut Inez dengan cengiran.


Mereka hanya menggelengkan kepalanya namun juga senang karena ada menu baru gratis pula.


Mereka semua sedang makan dengan lahapnya karena memang sangat lapar sekali, sesekali Daniel juga meminta mamanya untuk menyuapinya dan juga meminta makanan Inez.


Inez pun menuruti anaknya dengan menyuapi pasta untuk anaknya dan menyuapi juga makanannya kepada Daniel.


Semua makan dengan gembira tanpa ada keluhan sama sekali bahkan minuman yang dipesan oleh Inez pun sudah ludes di minum oleh sahabat-sahabatnya dan juga Daniel yang ingin mencobanya.


Tak lama pizza juga sudah datang dengan ukuran jumbo dan berbagai macam topping.


"Terima kasih." Inez mengucapkan terima kasih.


Sedangkan sahabat-sahabatnya malah hanya menatap Inez tajam, bagaimana dia beli pizza padahal baru saja makan.


"Kamu juga pesen pizza?" tanya Neta dan mendapat anggukan dari Inez.


"Iya, yuk di makan kalau gak habis bisa di bawa pulang." sahut Inez.


Inez memang terkenal loyal dengan sahabat-sahabatnya dari dulu bahkan dari sebelum ia menikah dengan seorang Bara Nahlu Wijaya namun dulu karena keadaan jadi terkadang hanya hal-hal kecil yang bisa Inez berikan kepada sahabat-sahabat nya itu.


Karena rezeki tidak boleh di tolak mereka pun memakan pizza tersebut dengan lahap karena memang masih lapar.


Daniel pun juga memakannya meski tidak banyak karena dia sudah kenyang katanya.


Potongan pizza juga masih cukup banyak, akhirnya Inez meminta kepada pelayan restoran untuk membungkus kan pizza tersebut menjadi tiga bungkus.

__ADS_1


Setelah selesai di bungkus, pizza tersebut dikasihkan kepada sahabat-sahabatnya untuk di bawa pulang nanti.


Setelah cukup beristirahat mereka melanjutkan berbelanjanya di mall tersebut, sekarang mereka memasuki lantai bawah di mana hanya barang-barang branded saja semuanya.


Mereka memang datang ke mall dengan pakaian biasa saja tidak ada label mahal di pakaian mereka hanya Daniel saja yang menggunakan brand mahal karena memang dari kecil dia sudah di belikan barang-barang mewah.


Sehingga saat memasuki lantai tersebut semuanya tampak canggung dan gugup karena di sana hanya ada pengunjung dengan pakaian dan barang barang yang branded saja.


Sebenarnya mengapa mereka ke lantai ini karena Bara meminta Inez untuk mengambil barang pesanannya di salah satu toko barang branded tersebut.


"Nez, di mana tokonya?" tanya mbk Risma dengan sedikit takut karena tatapan para pengunjung seperti menilai ke arah mereka.


"Bentar aku telepon kak Bara dulu," sahutnya di angguki oleh mbk Risma dan yang lainnya.


Dreet dreet


Saat sedang di perjalanan pulang Bara menerima telepon dari Inez dan segera ia pun mengangkat telepon tersebut.


[Halo.]


[Kak ini tokonya di mana?]


Bara pun memberikan nama toko tersebut dan memberikan petunjuk kepada sang istri.


Bara juga memberitahukan kalau sudah memberitahukan kepada manajer toko bahwa pesanannya akan di ambil oleh istrinya dan juga Inez boleh membelikan barang-barang di lantai tersebut untuk sahabat-sahabatnya sebagai rasa terima kasih karena sudah menjaga istrinya dan juga Daniel.


Setelah selesai Inez pun menutup teleponnya dan memberitahukan arahan dari Bara.


Karena ucapan suaminya tersebut Inez pun berencana untuk mengajak mereka ke salah satu toko pakaian mahal di mana Neta dan Maya sangat ingin punya salah satu koleksi pakaian tersebut terlebih dahulu baru menuju ke toko tas pesanan suaminya.


"Yuk jalan," ajak Inez.


Mereka pun berjalan beriringan dengan Daniel yang terus menggenggam tangan mamanya dengan gembira, dia merasa seperti memiliki bodyguard wanita karena tante-tante yang selalu disampingnya.


Inez dan yang lain sampai di toko pakaian terkenal, saat masuk beberapa pengunjung di dalam pun melihat ke arah mereka dengan tatapan meremehkan namun Inez cuek dan masuk ke dalam.


Beberapa karyawan toko juga berfikir seperti itu dengan melihat ke arah Inez dan yang lainnya.


Sebenarnya Inez sedikit takut dengan tatapan mereka namun dia ingin membahagiakan sahabat-sahabatnya agar setidaknya memiliki barang-barang mewah.


Inez sudah memilikinya beberapa karena di belikan oleh Bara, ia juga ingin sahabatnya merasakan hal yang sama.


"Di sini Nez?" tanya Maya sedikit berbisik.


Inez menggelengkan kepalanya dan segera melihat ke arah sahabatnya dengan memegang tangan mereka.


"Aku bawa kalian ke sini untuk kalian memilih pakaian yang kalian suka, anggap ini sebagai rasa terima kasihku ya." sahut Inez membuat sahabatnya melotot.


"Barang di sini terlalu mahal Nez," sahut mbk Risma.


"Untuk kalian menurutku sebanding," sahutnya penuh haru.


Mereka bertiga yang mendengarkan pun ikut terharu karena Inez selalu saja baik kepada teman temannya tanpa melihat status sosial bahkan saat dia sudah menikah dengan pengusaha kaya.


Akhirnya mereka pun melihat-lihat pakaian dengan seksama, Inez tidak mengambil barang karena menurutnya di walk in closet nya masih banyak barang-barang yang di belikan oleh sang suami.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2