Terpikat Pesona Duda Anak 1

Terpikat Pesona Duda Anak 1
BAB 47_Penghinaan


__ADS_3

Cukup lama mereka memilih pakaian tersebut karena memang modelnya bagus-bagus dan ingin di beli semuanya tapi mereka tidak matre dan hanya memilih satu namun Inez menyuruh mereka membeli satu lagi.


Inez sedang duduk di kursi dekat dengan teman-temannya memilih pakaian karena Daniel yang lelah katanya jalan dari tadi mengikuti tante-tantenya memilih pakaian.


Cukup lama mencari baju hingga datang salah satu pengunjung yang mendekati mereka.


"Cih, pakaiannya aja gak ada bagus-bagusnya mau sok-sokan beli branded mahal ini!" sindir pengunjung tersebut.


Inez yang mendengar ucapannya sangat tidak pantas pun segera beranjak dari duduknya dan mendekati wanita tersebut.


Kalau di terawang sepertinya lebih tua wanita tersebut dan umurnya sekitar 40 an ke atas.


"Ada apa ini?" tanya Inez.


"Eh ada temennya juga, miskin aja sok-sokan mau beli baju. Asal kalian semuanya tahu harga barang-barang di sini itu mahal tau!" pekiknya membuat beberapa orang pengunjung memperhatikan mereka dan juga karyawan yang meremehkan mereka tadi tambah sinis saja melihat Inez dan kawan-kawan.


"Bu, apakah kami mengganggu ibu?" tanya Inez mencoba tenang.


"Mengganggu banget tahu, asal kalian tahu dengan kalian datang ke sini dan juga pakai pakaian menjijikkan ini membuat seleraku untuk memilih baju menjadi berkurang," sahutnya dengan menunjuk Inez.


Neta sudah naik pitam, dia tidak suka jika ada yang menghinanya dan juga teman-temannya.


"Eh nenek lampir! Pantesan aja ngomongnya begitu mukanya aja banyak tambalan." ucap Neta dengan sinis nya.


Neta memang kalau sedang marah semua kata jeleknya keluar mulai dari semua isi kebun binatang dan bahasa-bahasa kasarnya.


"Apa! Pegawai!l." teriak wanita tersebut.


Pegawai toko pun menghampiri wanita tersebut.


"Iya ada apa?"


"Suruh nih rakyat rakyat miskin ini pergi!" ucapnya membentak pegawai toko tersebut.


Pegawai tersebut pun menghampiri Inez dan yang lainnya kemudian memintanya untuk keluar dari toko karena mengganggu kenyamanan pengunjung.


Inez rasanya sudah sangat marah karena dia di usir hanya karena dia memakai pakaian seperti ini.


Pegawai tersebut juga mendorong cukup keras Inez hingga Daniel yang berada di samping nya itu terdorong dan karena kurang seimbang dia pun jatuh.


Melihat itu Inez pun akhirnya meluapkan kemarahannya, dia tidak terima jika ada yang menyakiti anaknya.


"Mbk!" bentak Inez.


Semua mata hanya tertuju kepada Inez dan teman-temannya, ada yang melihat dengan iba karena diperlakukan tidak adil tapi kebanyakan juga merasa senang karena Inez pantas mendapatkannya.


"Apa! Miskin mau aja nge-bela diri." sindir wanita tersebut lagi.


"Itu termasuk penghinaan loh ya ucapan kamu tadi!" bentak Inez tak kalah sengit.


Hingga manajer toko pakaian tersebut turun tangan setelah ada keributan di tokonya.


"Ada apa ini?" tanya manajer toko tersebut.


"Ini bu, ada orang miskin gak punya uang mau masuk-masuk aja ke dalam toko ini!" sahut ibu tadi dengan sinis.


Manajer toko tersebut pun mengamati Inez dan yang lainnya, sedikit ada keraguan dan mulai percaya dengan ucapan ibu tadi.


Namun peraturan dalam toko adalah siapapun yang ingin masuk di perbolehkan.


"Usir gak! Kalau enggak saya gak mau belanja di sini lagi!" pekik ibu-ibu tersebut.


Manajer toko pun kalang kabut segera ia mendekati Inez dan menyuruhnya untuk segera keluar.


"Permisi kak, maaf kakak tadi dengarkan kata ibu tadi untuk kakak dan rekan-rekannya segera keluar dari toko ini."


Mendengar hal itu Inez bertambah sakit hati, ini adalah sebuah penghinaan bagi dirinya rasanya ia ingin sekali menangis tapi ia tahan agar tidak membuat yang yang lainnya khawatir dan mengadu kepada sang suami tentang penghinaan ini, kalau ada Bara pasti dia langsung membela Inez habis-habisan.


Kemal tadi memang sedang Inez suruh untuk ke mobil untuk menaruh barang dulu baru kembali sehingga dia tidak tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


Sedangkan mbk indah ingin membela namun majikannya itu selalu melarangnya.


"Baik saya akan keluar, tapi saya bayar dulu barang-barang teman saya." sahut Inez dengan melihat barang-barang dari Neta, mbk Risma dan juga Maya.


"Udah Nez gak papa, kita gak jadi beli deh." sahut Maya dan akan mengembalikan pakaiannya.


"Enggak usah kamu bawa aja, kita beli itu!" ucap Inez.


Mereka bertiga pun pasrah dan mengambil kembali pakaian yang sudah dia pilih.


"Cih! Kayak ada duit aja," sahut ibu tersebut.


"Ibu kenapa sih kok kayak meremehkan kita!" pekik Maya maju ke depan.


Wanita yang menghina mereka pun tak tinggal diam dia pun murka dan akan menampar Maya namun di halangi oleh Inez.


"Bu, tolong sopan santunnya!" ucap Inez.


Karena tidak mendapatkan Maya akhirnya wanita tersebut menampar pipi Inez hingga memberikan bunyi cukup keras dari pipinya.


Plak


Daniel yang melihat mamanya di sakiti pun segera menghampiri mamanya dengan tangisan cukup keras.


"Mama!" tangisnya.


"Sayang kenapa? Udah jangan nangis lagi ya," sahut Inez jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Daniel karena membuat anak anak tidak khawatir adalah yang utama dari pada merasakan pipinya yang sakit.


.


Di sisi lain, Bara setelah ditelepon oleh Inez segera memberitahukan pemilik toko bahwa pesanannya akan di ambil oleh istrinya, dia memberitahukan kalau istrinya bersama Daniel dan juga teman-temannya istrinya.


Pemilik toko sangat kenal dengan Bara karena Bara sudah menjadi pelanggan tetap di tempatnya, dia juga mendatangi pernikahan Bara dan Inez waktu itu sehingga dia sedikit ingat dengan wajah wanita tersebut.


Bara meminta untuk menunggu Inez karena dia tidak tahu tempat persisnya dan jika Inez tidak datang-datang juga Bara meminta pemilik toko untuk mencarinya siapa tahu Inez nyasar.


Begitulah pintanya dan mendapat iya dari pak vino pemilik toko tersebut.


Pesanan Bara memang langsung ditangani oleh pemilik toko karena memang pemilik toko yang mau sendiri, siapa sih yang tidak ingin menangani pesanan seorang Bara Nahlu Wijaya.


Dan juga gara-gara Bara memesan barang di tokonya, tokonya selalu saja ramai karena percaya bahwa toko tersebut memang bagus, buktinya seorang CEO terkenal bisa percaya pesan barang di sana.


Karena merasa sangat lama akhirnya pak vino pun mencari keberadaan Inez, dia takut jika Inez tersesat karena belum pernah ke tokonya.


Saat sedang mencari tiba-tiba pak vino sampai di sebuah toko pakaian dengan brand mahal sedang ramai orang sepertinya ada sebuah masalah.


Karena merasa penasaran pak vino pun segera melihat ada masalah apa yang terjadi di dalam karena pemilik toko juga salah satu temannya.


"Ada apa?" tanya pak vino kepada salah satu pegawai toko tersebut.


"Ada yang ribut pak di sana karena orang miskin masuk ke toko," sahut pegawai tersebut karena pak vino juga sering ke toko tersebut.


Pak vino pun makin masuk ke dalam dan mendekat ke arah tempat kejadian dan mendengar tangisan anak kecil.


Betapa terkejutnya pak vino saat sudah sampai di barisan depan sendiri dan melihat orang yang sedang ia cari-cari sedang menenangkan anaknya yang sedang menangis.


Pak vino masih saja syok dan terus melihat ke arah Inez dan Daniel sambil melihat wanita yang terus menghina Inez dan teman-temannya.


Pak vino pun maju dan segera menampar wanita tua tersebut dengan keras karena wanita tersebut ingin menampar teman nyonyanya.


Plak


Tampak pak vino membuat orang yang sedang melihat pun di buat kaget begitu juga para pegawai dan juga manajer toko.


"Kamu siapa?" tanya wanita tersebut sambil memegang pipinya.


"Ibu jangan kurang ajar ya!" pekik pak vino.


Setelah itu segera pak vino mendekat ke arah Inez yang sudah menggendong Daniel.

__ADS_1


"Nyonya tidak apa-apa?" tanya pak vino dengan khawatir.


"Anda siapa?" tanya Inez.


"Saya di suruh oleh tuan untuk mencari nyonya karena nyonya tidak juga datang ke toko kami," sahut pak vino.


Inez pun mengerti dan tahu kalau pak vino berarti pemilik toko yang akan kan ia datangi nanti.


"Oh iya, saya tadi mampir dulu mau beli baju tapi ternyata saya tidak diterima dengan baik di sini!" sahut Inez sambil menekan kata-kata nya.


Sedangkan manajer toko sudah ketar ketir pasalnya pak vino datang dan mengenal wanita miskin tersebut.


"Pak vino," sapa manajer toko tersebut.


Pak vino segera melihat ke arah manajer toko tersebut dengan tatapan tajamnya.


"Siap-siap saja kau dan bereskan barang-barang mu karena hidupmu sudah berakhir, dan untuk ibu seberapa kaya anda hingga berani menampar nyonya Inez dan membuat tuan muda menangis!" marahnya.


Semua hanya diam karena pak vino sangat sopan saat berbicara dengan Inez.


"Mari nyonya saya ajak ke toko saya untuk mengambil barang pesanan dari tuan," ajak pak vino.


Inez pun menganggukkan kepalanya mengerti namun ia izin terlebih dahulu kepada pak vino.


"Sebentar pak saya mau bayar ini dulu!" sahut Inez dan mendapat anggukan dari pak vino.


"Permisi, ini saya ingin bayar!" sahut Inez dengan memberikan pakaian yang dipilih oleh teman-temannya.


Setelah itu pegawai pun datang dan segera memproses pakaian Inez, saat waktunya pembayaran banyak pengunjung yang ingin melihat bagaimana Inez akan membayar pakaian yang mahal tersebut yang harganya mencapai 75 juta.


Inez segera mengambil black card edisi khusus yang diberikan suaminya tersebut.


Wanita yang menghina Inez tadi pun terkejut pasalnya tidak sembarang orang yang bisa mempunyai kartu tersebut.


Dan pegawai serta manajer toko yang menerima kartu tersebut tak kalah kaget juga, dia segera melihat Inez dengan seksama dan menganggap bahwa Inez adalah bukan orang sembarangan.


Segera setelah membayar Inez pun akan pergi namun manajer toko sudah menahannya dan mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya.


"Maafkan atas perlakuan kami kepada nyonya," ucapnya.


Inez pun memaafkannya dan tidak ingin menambah permasalahan baru, dia juga mengerti maksudnya tadi mengapa ia di perlakukan seperti itu.


"Iya, kalau begitu saya pamit." ucap Inez kemudian pergi dari toko di ikuti teman-temannya.


Setelah pergi manajer toko pun melihat pegawai-pegawainya kemudian beralih melihat wanita yang menghina Inez tadi dengan tatapan tajam.


Namun yang ditatap malah pergi begitu saja tanpa meminta maaf terlebih dahulu, untung saja ada pak vino kalau tidak maka akan dipastikan bahwa toko ini akan hancur, meskipun mereka tidak tahu siapa Inez sebenarnya.


Sedangkan Inez mengikuti pak vino ke toko tersebut, setelah sampai pak vino segera mengambil pesanan Bara.


Sebuah box mahal yang didalamnya terdapat tas, Inez juga tidak tahu isinya tas seperti apa tapi bisa dipastikan bahwa ini adalah limited edition.


Setelah mengambil barang tersebut, Inez pun izin pamit kepada pak vino.


"Kalau begitu saja pamit pak." Inez berpamitan kepada pak vino.


"Baik nyonya." Pak vino berbicara dengan lembutnya.


Setelah itu Inez dan yang lainnya pun pergi meninggalkan toko tersebut dan berjalan menjauh dari lantai tersebut.


Segera mereka pun pergi namun sebelumnya Inez juga sudah menghubungi pak Ilham untuk bersiap karena dia akan pergi, dia juga mengantarkan pulang sahabat-sahabatnya maklum dia menggunakan mobil keluarga dengan ukuran cukup luas di dalam nya dan mahal pastinya.


Setelah semuanya sudah di antar, Inez pun pergi ke mansionnya dengan Daniel yang berada di pelukannya.


Sejak setelah menangis tadi Daniel cukup rewel dan selalu ingin di gendong dan di peluk oleh Inez.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2