
Hari ini langit begitu cerah, meskipun masih sangat pagi, namun hari sudah sangat terang.
Arumeey duduk di depan lemari pakaiannya yang berada di sudut asrama. Lemari kayu yang berwarna coklat itu hanya berukuran satu kali dua meter. Arumeey memegang sebuah kotak kecil berwarna hijau kental. Dia menggenggam erat kotak tersebut.
Raut wajahnya memancarkan kesepian yang mendalam. Arumeey sedang mencoba menyingkap tabir kematian orang tuanya, namun dia masih belum bisa menyimpulkan apapun.
Dia mengingat kembali perkataan pangeran Zhumma di saat mereka berada di perpustakaan. Pangeran Zhumma mengatakan bahwa orang tua Arumeey di bunuh sehari sebelum perilisan obat penyakit langka.
Kepalanya kian dipenuhi dengan tanda tanya. Siapa dan mengapa? Apa alasan mereka membunuh kedua orang tuanya, dan apa hubungannya dengan penyakit langka tersebut.
Arumeey mencoba membuka kotak berwarna hijau yang sedang dipegangnya. Dia membukanya secara perlahan. Setelah kotak itu terbuka, Arumeey sangat terkejut melihat isinya. Ada banyak perhiasan dan juga beberapa kepingan emas.
Arumeey mengambil dan melihat perhiasan perhiasan tersebut, semuanya terlihat sangat berharga.
Setelah mengeluarkan semua perhiasan dan kepingan emas, Arumeey melihat ada penyekat kotak, dia pun membukanya dengan hati hati. Setelah penyekat itu di buka, tampak dua buah botol yang berisi dua cairan yang berbeda. Satu botol terisi dengan cairan berwarna ungu dan satu botol lagi terisi dengan cairan kental berwarna hijau pekat.
"Botol apa ini?, Inikah obat penyakit langka itu?" tanya Arumeey di dalam hati.
"Ibu, ayah, aku tidak tahu apa ini?, Aku sangat bingung saat ini" ucap Arumeey lirih.
Dia mengamati satu persatu botol kecil yang ada di tangannya.
"Aku harus meneliti ini di ruang racik, tapi bagai mana aku bisa masuk ke sana, hanya murid tingkat 7 ke atas yang boleh masuk ke ruang racik. Mungkin aku harus menunggu beberapa bulan lagi" ucap Arumeey.
Arumeey kembali memasukkan botol botol itu serta semua perhiasan ke dalam kotak tersebut.
"Arumeey"
Arumeey sangat terkejut ketika sebuah suara memanggilnya.
"Kau disini?, Aku mencari mu ke sana kemari!" ucap Kanayan.
"Kau mencari ku? Ada apa Kanayan?" jawab Arumeey ingin tahu
"Bukan Aku, bukan aku yang mencari mu Arumeey!" jawab Kanayan.
"Bukan kamu?? Lalu, siapa yang mencari ku?" tanya Arumeey semakin penasaran.
"Kepala tabib istana yang mencari mu" ucap kanayan.
"Kepala tabib istana???'' Arumeey sedikit tercengang.
"Ya, Arumeey. Dia menunggumu di aula utama, sebaiknya kau segera menemuinya" Kanayan menyuruh Arumeey segera bergegas.
"Baiklah, terimakasih Kanayan" ucap Arumeey sambil memasukkan kotak itu ke dalam lemari nya.
Arumeey segera pergi ke aula utama untuk menemui kepala tabib istana. Dia bertanya tanya dalam hatinya, kenapa kepala tabib istana ingin menemuinya.
Setelah memasuki aula utama, Arumeey segera berjalan ke ruang tunggu. Terlihat seorang wanita yang berumur kira kira empat puluh lima tahunan sedang duduk sambil memandang ke arah luar jendela.
__ADS_1
"Nyonya, saya Arumeey kinanzha dari jurusan obat obatan, saya datang menemui anda, nyonya" ucap Arumeey
Kepala tabib istana membalikkan badannya, dia memberi tatapan sinis pada gadis berambut pirang itu. Dia menatap tajam dari ujung kaki sampai ke ujung kepala Arumeey.
Arumeey tidak mengerti kenapa kepala tabib memberikan tatapan yang seperti itu.
"Hih, kau masih muda dan polos" ucap kepala tabib istana menambah kebingungan Arumeey.
"Saya tidak mengerti nyonya?"
"Kau mungkin berfikir bisa memanjat ke atas langit, namun kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi"
Arumeey terdiam, dia mulai mengerti arah pembicaraan kepala tabib istana.
"Kau sebaiknya tidak melangkahi garis tempatmu, lanjutkan pendidikan mu, kau cantik dan muda, banyak pria di luar sana yang sepadan dengan dirimu" lanjut kepala tabib istana memperingati Arumeey.
"Aku tahu tempat ku nyonya, kau tidak perlu repot repot datang kemari, maaf saya harus masuk kelas" Arumeey membalikkan badannya dan pergi meninggalkan kepala tabib istana.
"Kau sungguh lancang dan berani!" gerutu tabib istana dalam hatinya.
Arumeey kembali ke asrama dengan hati yang gusar.
"Berani sekali dia, kau pikir aku ini remahan kerupuk???" gerutu Arumeey
"Kau harus tahu siapa aku, kau tidak akan bisa menahan ku" lanjutnya dengan penuh amarah.
Hari hari berikutnya Arumeey semakin giat belajar, dia terus meningkatkan nilainya agar dapat naik tingkat tujuh dengan cepat.
Dia ingin segera meneliti kandungan yang ada dalam kedua botol yang ditinggalkan oleh orang tuanya.
Hubungan Arumeey dan sang pangeran masih berlanjut dan semakin lekat. Arumeey mengacuhkan segala peringatan dari kepala tabib istana dan juga putrinya.
Namun dia tidak pernah menceritakan tentang itu kepada pangeran ke dua. Dia bukanlah wanita lemah yang sedikit sedikit mengadu. Dia yakin bisa menyelesaikan masalah itu sendiri.
Hari ini Arumeey berencana untuk mengunjungi neneknya, dia juga belum sempat memberitahukan nenek Maepong tentang kotak yang ditinggalkan oleh ibu bapanya.
Arumeey memasukkan kotak itu ke dalam tasnya dan bersiap siap meninggalkan asrama.
Arummey menuju selatan kota taraka dia ingin menyewa sebuah kuda untuk mempersingkat perjalanannya. Dia memilih sebuah kuda yang berwarna hitam pekat.
Setelah membayar sewa dan meninggalkan lencana identitasnya Arumeey segera menaiki kuda nya...
"Ki~i~k" suara kuda meringkik saat di pacu oleh Arumeey.
Arumeey memacu kudanya meninggalkan kota taraka, Dia terus berjalan melewati desa desa kecil sebelum memasuki hutan.
Setelah memasuki hutan, Arumeey menunggangi kudanya mendekati sungai. Bila menunggangi kuda terasa lebih cepat jika Arumeey berjalan beriringan dengan sungai Amazin.
Arumeey sudah tidak ingat kapan terakhir kali melewati jalan ini.
__ADS_1
Dia terus memacu kudanya hingga sampai di tengah hutan.
"Ki~i~k
Kuda yang ditunggangi oleh Arumeey tiba tiba berhenti, membuat Arumeey hampir terjatuh.
Mata Arumeey terbelalak melihat empat orang bertopeng hitam menghentikan perjalanannya.
Salah satu dari mereka turun dari kuda nya.
"Siapa kalian?????" tanya Arumeey pada bandit yang menghadang perjalananya.
"Siapa kami? Kau akan segera tahu saat nyawamu berada di ujung mulut mu!'' ucap bandit yang telah turun dari kuda
"Ha ha ha ha ha" gelak tawa terdengar dari bandit yang lainnya.
"Aku tidak punya urusan dengan kalian, silahkan minggir dari jalan ku" ucap Arumeey kesal.
"Ha ha ha, dasar gadis lancang! Kami akan pergi setelah menghabisi mu" jawab nya terus mendekati kuda Arumeey.
"Baiklah, Aku akan melayani kalian jika itu bisa membuat perjalanan ku singkat" ucap Arumeey seraya melompat dari kudanya.
Arumeey yang tidak memiliki senjata, tidak gentar sama sekali.
Bandit itu menarik pedang dari sarungnya.
"Jangan lakukan itu, kau tidak perlu mengotori senjatamu untuk melawan seorang gadis ingusan" ucap salah satu bandit yang masih duduk di atas kudanya.
Hyaaaaaa.....
*Khammm*
Khummm
*Bhaaaaaat*.
pertarungan sengit terjadi antara Arumeey dan salah satu bandit tersebut.
Arumeey mengayunkan kakinya mengelak tendangan dari bandit jelek itu. Dia segera memelintir leher pria itu.
"Katakan, siapa yang mengirim kalian?" tanya Arumeey.
Hyaaaaaaaa
Buk
Arumeey terjatuh terkena tendangan dari bandit yang lainnya.
tbc......
__ADS_1