The Beast Beauty

The Beast Beauty
BAB 34. Perlawanan


__ADS_3

Malam hari di istana Hwangguna.


"Apakah kau sudah mendapatkan informasi tentang gadis itu?" tanya raja Shaka kepada pengawal pribadinya.


"Sudah yang mulia. Gadis itu baru saja membuka sebuah toko obat obatan di depan rumah minuman"


Raja shaka yang tadinya duduk bersandar dengan malasnya seketika duduk tegap dan bersemangat.


"Sebuah toko di depan rumah minuman?. Aku sudah tidak sabar ingin mendapatkan nya"


"Apa kita harus pergi sekarang yang mulia?"


"Dasar idiot. Kau kira aku selapar itu?. Tunggu besok hari, biarkan dia beristirahat dengan nyenyak malam ini"


"Maaf yang mulia"


"Pergilah"


Pengawal pribadi raja pun segera meninggalkan raja Shaka yang tengah tersenyum kegirangan seperti anak kecil yang akan mendapatkan mainan baru.


...................


Pagi harinya raja Shaka tidak seperti biasanya. Hari ini dia bangun dengan cepat. Dia memanggil pengawal pribadinya dan juga kasim Shohun.


"Yang mulia, kita akan pergi sepagi ini?" tanya kasim Shohun tidak berani menatap wajah yang mulia Raja.


"Kenapa?. Apa aku mengganggu tidur mu?"


"Ti-tidak yang mulia"


Mereka pun segera berangkat ke pusat pasar kota taraka.


"Yang mulia, ini adalah toko gadis itu" tunjuk pengawal pribadinya yang bernama Yungsha.


"Buat gadis itu bertekuk lutut di hadapanku" perintah raja Shaka


"Baik yang mulia"


Tok


Tok


Tok.


Arumeey yang berada di dalam toko mengintip dari celah pintu.


"Siapa nona?" tanya Ishika membersihkan mulutnya.


"Ssssttttt" Arumeey menaruh telunjuk di bibirnya.


"Raja Shaka dan pengawalnya pasti akan menangkap ku!" bisik Arumeey.


Ishika terkejut dan memegangi dadanya.


"Nona. Keluarlah, kami tahu kau ada di dalam" teriak pengawal pribadi raja yang bernama Kuyuk.


"Apa kau sedang ketakutan?. Kami tidak akan menyakitimu"

__ADS_1


"Ha ha ha ha" keempat pria itu tertawa terbahak bahak.


"Sial. Aku tidak mungkin melawan mereka. Aku bahkan tidak memiliki senjata. Selain itu, aku juga akan berakhir di dalam penjara tepi laut" batin Arumeey yang berada di balik pintu.


Ishika terlihat amat gemetaran. Arumeey mendekati Ishika.


"Ishika. Apapun yang terjadi nanti, kau harus tetap menjalankan toko ini. Dan katakan saja kau tidak tahu apapun tentang diriku"


"Ba-baik nona. Tapi, apa yang akan nona lakukan. Aku takut sekali nona"


"Tenanglah. Aku akan mengurusnya sendiri"


BRAAAAKKKK


Pintu kayu itu terbuka lebar oleh tendangan pengawal Yungsha. Arumeey dan Ishika sama sama terkejut dan melihat ke arah pintu.


"Ishika, pergilah ke belakang"


"Tapi, nona"


"Pergi" perintah Arumeey mengerutkan alisnya pada Ishika.


Ishika segera bangkit dan berlari ke pintu belakang.


"Ha ha ha, ada apa dengan mu hari ini?. Kau ingin bersembunyi dariku?" ucap raja Shaka ketika melihat Arumeey yang tidak bersiap.


"Kau benar benar memalukan. Apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanya Arumeey.


"Apakah yang aku katakan tidak masuk ke telingamu? Kau tidak mendengar saat aku katakan aku menginginkan kamu?" raja Shaka terang terangan mengatakan niatnya.


"Wow. Kau sungguh diluar dugaan ku. Aku suka sekali caramu. Baiklah, jika kau ingin bermain"


Arumeey bersiap siap ingin menyerang. Pengawal Yungsha mengambil ancang ancang untuk menghindari perlawanan Arumeey.


Pengawal Kuyuk mendekat dari sebelah kanan Arumeey. Di depannya ada kasim Shohun dan raja Shaka. Mereka berempat mengepung Arumeey.


Hyaattt


Arumeey melayangkan tendangannya ke arah pengawal Yungsha, dengan cekatan pengawal Yungsha menghindari tendangan Arumeey. Pengawal kuyuk melesat kearah Arumeey dan mencoba menangkapnya. Arumeey menunduk menghindari tangkapannya.


Sedetik kemudian pengawal Yungsha kembali melemparkan serangannya.


BAAM


Arumeey terjatuh membentur dinding luar toko.


"Sudahlah nona. Aku tidak ingin menyakiti mu seperti ini. Menyerah lah" ucap raja Shaka.


Arumeey bangkit dan mencoba meraih sebuah kayu. Pengawal Kuyuk mengambil pedangnya. Pertarungan pedang melawan kayu pun tak terhindarkan.


Beberapa kali Arumeey tersudut karena senjata yang tidak memadai, namun ia masih bisa bertahan.


Pengawal Yungsha menghantam pertahanan Arumeey. Kayu yang dipegangnya patah menjadi dua bagian. Arumeey benar benar tersudut. Namun dia dengan cepat membaca situasi. Dia melihat raja Shaka tidak mempunyai keahlian sama sekali. Dia akhirnya menendang perut raja Shaka hingga ia jatuh terduduk di atas tanah.


Kasim Shohun dan pengawal Kuyuk dengan cepat menghampiri raja Shaka.


"Kurang ajar!" ucap pengawal Yungsha.

__ADS_1


BYUSS


Sebuah tusukan mengenai perut Arumeey, darah segar keluar dari perut Arumeey. Arumeey memegangi perutnya dan berlari menghindari pengawal Yungsha.


Pengawal Yungsha berlari mengejar Arumeey. Dia mencengkram bahu Arumeey dari arah belakang. Arumeey berhenti dan dengan secepat kilat menendang alat vital laki laki itu.


Pengawal Yungsha meringis kesakitan memegangi yang sakit itu.


Arumeey kembali berlari melewati toko toko sambil memegangi perutnya yang terluka. Di belakangnya kasim Shohun dan pengawal Kuyuk masih mencoba mengejarnya.


"Kejar dia. Kalian lemah sekali, dia sedang terluka. Dia tidak akan bisa kabur dari sini" perintah raja Shaka dengan wajah penuh amarah.


Pengawal Yungsha segera bangkit menyusul pengawal Kuyuk dan kasim Shohun. Mereka membelah kerumunan dan menyisir seluruh toko.


Arumeey yang terluka meringis kesakitan. Ia terduduk di balik meja kasir sebuah toko obat obatan.


"Nona. Ambil lah ini" pelayan toko memberi obat pereda nyeri dan juga kain pembalut luka.


Arumeey mengambil nya dan segera membalut lukanya.


"Nona, kau harus segera pergi dari sini. Aku takut dihukum oleh tuanku jika terjadi masalah di tokonya"


Arumeey mengangguk dan berterima kasih. Kemudian ia bangkit dan berjalan mengendap endap dari balik toko.


Arumeey berlari lari kecil sambil menahan rasa sakit. Ia menaiki kudanya yang diikat di pintu keluar pasar taraka. Dengan cepat Arumeey memacu kudanya meninggalkan kota taraka.


Di sisi lain, kedua pengawal raja dan juga kasimnya masih menelusuri satu persatu toko toko yang ada di pasar. Namun mereka gagal menemukan Arumeey.


Orang orang yang melihat kejadian itu seperti pura pura tidak melihat ketika raja Shaka melewatinya.


"Bagaimana. Apa kalian sudah menemukannya?"


"Maaf yang mulia, gadis itu cepat sekali"


BHUGGG


sebuah pukulan mendarat di wajah pengawal Yungsha.


"Tolol. Mengejar gadis yang terluka saja kalian tidak mampu. Entah siapa yang telah memilih kalian sebagai pengawal ku" umpat raja Shaka penuh amarah.


..................


Ishika yang ketakutan menangis di dalam kamar. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Arumeey.


Ketika suasana sudah senyap, ia mencoba keluar dan mencari tahu. Namun tidak ada siapa siapa di sana.


"Nona, apa yang terjadi pada mu. Di mana kamu nona" Ishika menangis terisak melihat bekas pertarungan.


Tidak berapa lama ia kembali mematung dengan tubuh gemetaran tatkala melihat orang orang itu kembali ke tempatnya.


"Nona. Katakan pada kami kemana perginya gadis itu?" tanya pengawal Yungsha seraya memegang kerah baju Ishika.


Ishika gemetar hingga tak bisa menjawab apapun.


"Katakan!" bentaknya.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2