The Beast Beauty

The Beast Beauty
BAB 44. Para Pengkhianat


__ADS_3

Arumeey bergegas pergi meninggalkan pangeran kedua, pangeran kedua mengejarnya sambil menanyakan keadaanya.


"Nona, apakah kau baik baik saja?" tanyanya sambil berjalan cepat mengejar Arumeey yang berlari kecil menghindarinya.


Pangeran Zhumma dibuat penasaran dengan gadis yang menjauhinya itu.


"Nona!" panggilnya lagi


Arumeey terus berjalan dan mengabaikan panggilan dari pangeran Zhumma, calon raja kesepuluh.


"Yang Mulia, siapa yang anda kejar?" tanya pengawal pribadinya yang melihat sikap aneh pangeran Zhumma


"Gadis itu. Aku belum pernah melihatnya" ucap pangeran Zhumma


"Maksud anda gadis buruk rupa yang baru saja lewat?" tanya pengawal pribadi pangeran ke dua


Pangeran Zhumma menatapnya dengan tatapan tajam seakan tidak suka saat pengawal pribadinya menyebut gadis buruk rupa pada gadis itu


"Ma-maaf yang Mulia" pengawal pribadi pangeran kedua menyadari raut tidak suka dari pangeran Zhumma.


"Jika anda berkenan, saya akan menyelidiki gadis itu" lanjutnya


"Tidak perlu! Lebih baik kita segera kembali ke istana" perintah pangeran Zhumma.


Pangeran Zhumma dan pengawal pribadinya yang bernama Shunio segera kembali ke istana. Sesampainya di kediamannya, pangeran Zhumma disambut oleh kepala tabib istana.


"Yang Mulia. Anda sudah kembali, demi keamanan anda, sebaiknya anda tidak keluar istana sampai penobatan anda dilaksanakan" ucap Kepala tabib istana


"Ada urusan mendesak yang harus aku selesaikan bibi. Anda jangan khawatir. Kasus kematian kakakku tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja. Aku harus mengetahui dalang dibalik kematiannya" ucap pangeran Zhumma


Kepala tabib istana menelan ludahnya mendengar ucapan pangeran kedua.


"Tentu saja yang Mulia. Gadis pengkhianat itu harus segera tertangkap dan digantung di tiang gantungan!" ucap kepala tabib istana dengan mata melotot.


Pangeran kedua menatap kepala tabib istana dengan tatapan tidak senang.


"Anda harus segera pergi bibi. Aku sangat lelah dan butuh istirahat" ucap pangeran Zhumma dengan niat mengusir kepala tabib istana.


"Baiklah yang Mulia. Selamat beristirahat" ucap Kepala tabib istana lalu pergi meninggalkan kediaman pangeran kedua.


Pangeran kedua duduk di tempat istirahatnya. Seorang pelayan datang dan membawa teh ketenangan jiwa lalu menuangkannya ke sebuah cangkir kecil yang berukir bunga kwasoh.


Setelah menuangkan teh, pelayan itu berlalu pergi meninggalkan pangeran Zhumma dengan kepala yang penuh pemikiran yang rumit.

__ADS_1


"Arumeey, di mana kau saat ini? Aku yakin kau tidak bersalah. Aku akan melakukan apapun untuk mencari kebenaran tentang kematian kakakku." gumamnya seraya memegang cangkir teh yang hangat.


Rasa rindu bergejolak di dadanya, pangeran Zhumma tidak seharipun tidak memikirkan gadis itu. Rasa penyesalan dan rasa rindu bercampur aduk di dalam hatinya.


............


Arumeey segera meninggalkan kota Taraka dengan kudanya. Semua pakaian dan bahan makanan dibungkus rapi di dalam tas penyimpanan.


Setelah melewati hutan, akhirnya Arumeey sampai di hamparan rumput sinaga yang berwarna keemasan diterpa cahaya senja. Tatapannya kosong, Arumeey masih diliputi kesedihan karena pertemuan yang tidak disengaja dengan pangeran Zhumma.


Sesampainya di rumah, Arumeey segera masuk dan tidak menghiraukan raja Shaka yang terlihat duduk menunggu kehadirannya.


"Hei. Nona, ada apa denganmu?" ucap raja Shaka yang melihat sikap dingin Arumeey


"Aku sangat lelah. Aku akan menemui nanti" ucap Arumeey seraya berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Raja Shaka hanya terdiam saat diabaikan seperti itu, seumur hidupnya baru kali ini dia diabaikan oleh seorang gadis yang bahkan tidak memiliki kecantikan sama sekali.


Arumeey membanting tubuhnya ke atas kasurnya dan mencoba memejamkan matanya. Segala pikiran kacau timbul di benaknya, Arumeey kembali membuka matanya karena tak dapat memejamkannya. Sejenak kemudian ia bangkit dari kasurnya dan berjalan keluar. Pintu kamarnya terbuka.


Raja Shaka yang sedang berbaring bangkit dan duduk tatkala melihat pintu kamar Arumeey terbuka. Arumeey berjalan perlahan menghampiri raja Shaka yang tengah duduk menunggu kabar darinya.


"Kau terlihat seperti seorang gadis yang sedang patah hati" ucap raja Shaka


Arumeey terbelalak mendengar perkataan raja Shaka. Arumeey merasa apa yang dikatakannya ada benarnya.


Raja Shaka yang tidak sigap tidak dapat menangkap bungkusan itu, sehingga bungkusan itu mengenai luka di perutnya.


"Akhh" pekik raja Shaka kesakitan


"Kau ingin membunuhku?" ucapnya marah


"Kau seperti anak kecil, menangkap itu saja kau tidak mampu. Bagaimana kau akan menghadapi para pengkhianat itu!" ucap Arumeey geram.


"Kau!"


"Bukalah bungkusan itu. Aku membelikan pakaian untukmu. Semoga cocok untukmu" ucap Arumeey tidak ingin memperkeruh keadaan.


Raja Shaka tampaknya juga tidak ingin berdebat dengan Arumeey, ia menuruti gadis itu dan membuka bungkusan pakaian itu.


"Tutup matamu, aku ingin memakainya" perintah raja Shaka.


Arumeey bangkit dan berjalan ke dapur. Ia menyiapkan makan malam dengan bahan makanan yang ia beli dari pasar kota Taraka. Setelah menyelesaikannya, Arumeey segera membawanya ke ruang tengah. Raja Shaka telah memakai pakaian yang dibeli oleh Arumeey.

__ADS_1


"Aku mencatat itu ke dalam buku hutangmu" ucapnya ketus


"Dasar gadis licik." jawab raja Shaka


Mereka berdua mulai makan malam dengan makanan yang sederhana.


"Penobatan raja kesepuluh akan segera di laksanakan" ucap Arumeey di sela sela makan malam


"Apa? Kau tidak bercanda?" tanya raja Shaka tak percaya


"Pangeran Zhumma akan segera menduduki tahta." lanjut Arumeey


Raja Shaka terlihat kehilangan nafsu makannya. Ia meletakkan piringnya.


"Kau mau menangis? Meratapi nasibmu yang menyedihkan dengan tidak bernafsu makan" ucap Arumeey kesal, melihat raja Shaka meletakkan piringnya.


Raja Shaka tidak menyauti Arumeey.


"Kau harus segera pulih dan berlatih dengan giat, jika tidak, kau harus segera pergi dari sini dan menghadapi kematianmu" ucap Arumeey tegas


Raja Shaka mengepalkan tangannya, namun apa yang dikatakan oleh Arumeey adalah benar. Dia harus segera pulih. Raja Shaka mengambil kembali piringnya dan menghabiskan makanannya.


Malam itu berlalu dengan tiga hati yang diliputi oleh kesedihan.


..............


Di kediaman Kepala tabib istana.


"Ada kabar mengenai keberadaan gadis itu?" tanyanya pada pengawal Yungsha


"Saya sudah menyebar orang suruhan ke seluruh pelosok negeri nyonya, belum ada kabar mengenai keberadaan gadis itu" jawabnya.


"Cari gadis itu di manapun ia berada, jangan biarkan dia hidup!" ucap Kepala tabib istana dengan mata menyala nyala


"Saya akan melakukan yang terbaik nyonya" jawab pengawal Yungsha


"Bagaimana dengan tubuh raja Shaka?" tanyanya lagi


"Beberapa orang suruhan saya menyampaikan bahwa ada seseorang yang mengatakan ada beberapa anjing yang berebut bangkai di sekitar lokasi raja Shaka sekarat" jawab pengawal Yungsha, pengawal pribadi kepercayaan raja Shaka.


"Teruskan pencarian gadis itu. Namu berhati hatilah dengan pangeran Zhumma, dia tidak akan membiarkan gadis itu menderita di luar sana, aku yakin dia juga sedang merencanakan sesuatu" ucap kepala tabib istana


"Baik nyonya"

__ADS_1


tbc lagi....


terimakasih semua. jangan lupa vote ya. 🥰


__ADS_2