The Beast Beauty

The Beast Beauty
BAB 26. Tabib kotor


__ADS_3

Sup ayam bawang hitam disajikan dihadapan Arumeey. Aroma lezat seketika menusuk rongga hidungnya. Sudah lama sekali Arumeey kehilangan selera makannya. Namun hari ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan pangeran, Arumeey benar benar merasa sangat kelaparan.


Arumeey menyendok kuah sup dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Sayup sayup ia mendengar dan menguping pembicaraan orang orang yang ada di meja seberang.


"Ku dengar tabib itu meminta gadis cantik untuk Ditukarkan dengan obat penyembuh penyakit langka!" ucap pria berjenggot tebal itu.


"Apakah sudah ada yang pernah mencobanya. Apakah obat itu benar benar bisa menyembuhkan Penyakit langka itu?" tanya lawan bicaranya tak sabar.


"Aku tidak tahu. Bagaimana mungkin orang akan menukar putrinya hanya untuk obat itu"


Sejenak kemudian, dua laki laki itu melirik Arumeey yang sedang asyik menikmati sup nya. Arumeey menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan.


Kedua orang itu tiba tiba mendekatinya.


"Hai nona cantik. Kau makan lahap sekali" ucap pria berjenggot mengambil duduk di hadapan Arumeey.


Arumeey tidak menghiraukan kedua orang itu. Dia tetap mengabaikan orang itu dengan menyantap sup nya.


"Nona. Kau sangat tidak sopan. Apa kah kau tuli?" ucap laki laki itu mulai kesal.


"Kau benar benar minta di ajar" ucap laki laki di belakanganya.


"Jika kau tidak ingin mendapatkan masalah. Sebaiknya kau ikut dengan kami"


Arumeey menaruh sendok supnya dan mengelap mulutnya.


"Baiklah. Jika kalian menginginkan itu. Aku akan mengikuti kalian" ucap Arumeey.


Kedua pria itu tersenyum lebar sambil saling memandang.


Ke dua lelaki itu bangkit dari tempat duduknya tak sabar ingin segera membawa Arumeey.


"Pak tua. Jangan terburu buru. Apa kau keberatan membayar sup ku?" ucap Arumeey.


"Nona. Kau benar benar tidak sopan. Jangan panggil aku begitu. Panggil aku paman." ucap laki laki berjenggot seraya memberi isyarat pada temannya untuk membayar makanan Arumeey.


Setelah selesai membayar makanan, mereka keluar dari tempat itu.


"Nona, naiklah kuda ini" Ucap pria itu sambil menarik kuda berwarna cokelat tua ke arah Arumeey.


Arumeey dengan cepat naik dan mengikuti ke dua laki laki itu.


Mereka berjalan meninggalkan kota taraka. Sesampainya di desa Subanin mereka berjalan memasuki jalanan yang sempit. Tidak ada rumah di sepanjang jalan, hanya ada pohon pohon besar yang tumbuh dengan rindang.


Sesampainya di ujung jalan, terlihat sebuah rumah yang terlihat tidak terawat. Arumeey yang mengetahui tujuan mereka tidak banyak bertanya.


Mereka turun dari kuda dan mengikatkan kuda pada pohon pohon kecil yang berada di halaman rumah itu. Ke dua laki laki itu saling bertatap tapan sambil tersenyum licik.


"Tuan Konghan. Aku datang." teriak pria berjenggot sambil mengetuk pintu yang terlihat rapuh itu.


Sejenak kemudian, terdengar langkah kaki dari dalam rumah itu. Pintu tua itu terbuka perlahan. Di balik pintu itu muncul seorang pria tua yang terlihat begitu kotor dan menjijikan. Senyum lebar terbingkai di wajahnya ketika matanya melihat wajah cantik Arumeey.

__ADS_1


"Tuan. Kami membawakan hadian untuk anda. Sebagai imbalannya kami meminta sepuluh botol obat untuk penyakit itu"


"Ha ha ha ha ha " gelak tawa terdengar dari pria kotor itu.


"Aku bahkan bisa memberimu dua puluh botol untuk hadiah istimewa yang kau bawa"


Arumeey masih diam memperhatikan pertukaran yang sedang terjadi.


"Bawa dia masuk"


Ketika mereka semua akan masuk ke rumah tua itu, terdengar suara jeritan perempuan dari arah belakang mereka.


"Lepaskan aku. Lepaskan aku. Tolong tolong" teriak gadis itu.


Arumeey segera menoleh ke wanita itu.


Terlihat wanita itu terikat di atas kuda yang ditunggangi oleh pria tua yang berumur kira kira enam puluhan tahun.


"Tolongggg" wanita itu masih memohon dan meronta ronta ketika ia telah sampai di depan rumah itu.


Arumeey melihat wajah gadis cantik itu dengan penuh kasihan.


"Bersabarlah sebentar. Aku akan menghabisi manusia laknat ini" batin Arumeey.


"Tuan. Aku membawakan hadiah yang kau minta" ucap pria tua itu sambil menyeret gadis itu.


"Lepaskan aku ayah.... Ku mohon" gadis itu semakin memelas dengan wajah sendu.


Arumeey masuk tanpa paksaan. Arumeey melihat ke segala arah rumah tua itu. Dinding dindingnya dipenuhi dengan berbagai macam kepala hewan. Di ujung ruangan ada sebuah rak yang dipenuhi oleh guci guci kecil dan juga berbagai macam botol.


Pemilik ruah yang dikenal sebagai tabib itu duduk di bangku yang ada di depan rak itu.


"Silakan duduk wahai tamu tamu ku" ucap tabib itu.


Arumeey mengikuti tanpa ada paksaan. Sedangkan gadis yang diikat itu masih melawan.


"Aku tidak mau, ayah. Lepaskan aku. Kumohon, ayah" pintanya.


PLAKK


Sebuah tamparan mendarat di pipinya yang sembab.


"Dasar gadis pembawa sial. Aku bukan ayah mu" pria itu mendorong gadis itu hingga tersungkur ke lantai.


Arumeey mengepalkan tangannya menahan diri. Dia masih ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh tabib kotor itu. Apakah benar ia memiliki obat penawar itu.


"Ha ha ha ha... Tenanglah gadis cantik. Kau akan segera ku bebaskan setelah kau tak lagi berguna untukku" ucap tabib itu.


Arumeey semakin tidak sabar ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh tabib kotor itu.


Tabib itu bangkit dan mengambil botol botol kecil yang berisi cairan berwarna hijau pekat.

__ADS_1


"Itu. Bukankah itu virus penyakit langka?" batin Arumeey.


"Ambil lah. Minumlah obat ini. Kalian yang tidak sakit pun bisa meminumnya untuk pencegahan" ucap tabib itu seraya tersenyum licik.


Ke dua laki laki yang datang dengan Arumeey dengan cepat meraih botol botol itu.


"Berikan botol itu padaku. Aku perlu melihatnya" ucap Arumeey.


"Hey nona. Kau tiba tiba ada suara. Kau tidak perlu melihatnya. Sebaiknya kau diam dan patuhi perintah tuan mu yang baru" ucap pria berjenggot dengan tatapan sinis.


Arumeey merebut botol itu dari tangan pria itu.


"Sial. Kau benar benar tidak tau di untung" ucap pria itu kesal.


Arumeey melihat isi botol itu dan menatap tabib kotor yang ada dihadapannya.


"Dari mana kau mendapatkan ini??" tanya Arumeey dingin.


"Ha ha ha ha. Aku sangat suka dengan keberanian mu nona. Kau akan menjadi yang pertama untuk ku gunakan" ucap tabib kotor itu.


"Jawab pertanyaan ku wahai manusia kotor" ucap Arumeey semakin memperlihatkan kemarahannya.


"Dasar gadis tidak tahu diri" ucap pria berjenggot sambil mencoba menampar Arumeey.


Dengan sigap Arumeey menangkap lengan pria itu dan mematahkan nya.


"Arrkkh" pria berjenggot itu meringis kesakitan.


"Sial" ucap pria satunya lagi seraya mengeluarkan pedangnya.


Pria itu mengayunkan pedangnya kepada Arumeey. Arumeey melompat menghindari serangan itu.


"Dasar bodoh. Kalian percaya dengan apa yang dikatakan oleh tabib kotor ini" teriak Arumeey.


Pria itu tidak terima dengan yang dikatakan oleh Arumeey. Dia kembali melemparkan serangan kepada Arumeey.


Arumeey secepat kilat melesat dan mengambil sebuah tongkat yang ada di belakangnya.


Tak


Tak


Tak


Arumeey menangkis serangan pria itu dengan tongkat tua.


Tuk


Arumeey mengarahkan tongkat itu tepat pada dada pria itu. Pria itu jatuh ke belakang dan menghantam dinding kayu.


Pria yang membawa gadis itu ikut melompat menyerang Arumeey.

__ADS_1


Hiyyaaatt...


__ADS_2