
Tengah hari di lereng gunung bareesan terasa sangat sejuk.
Danau yang dipenuhi air berwarna biru menambah keindahan tempat yang pernah menjadi saksi bisu sebuah kisah yang tragis.
Arumeey dan pangeran masih betah menikmati suasana musim gugur yang dipenuhi dengan Hamparan daun pohon maliwa.
"Arumeey" panggil sang pangeran dengan suara yang penuh kegagahan.
"Hhmmm, apa ada yang ingin kau katakan yang mulia?" tanya Arumeey.
"Aku ingin mengatakan apa yang aku rasakan ketika pertama kali bertemu dengan mu hingga saat ini" jawab pangeran.
Jantung Arumeey berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia menatap wajah sang pangeran yang juga sedang Menatapnya.
"Aku menyukaimu Arumeey!" lanjut pangeran.
Arumeey terdiam tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Apakah mungkin seorang pangeran sedang menyatakan perasaanya saat ini, begitu fikirnya.
"Arumeey, kau mendengarku?" ucap pangeran yang tidak mendapatkan respon dari Arumeey.
"Aku mendengar mu yang mulia" jawab Arumeey.
"Selama ini aku dikelilingi oleh berbagai wanita, mulai dari yang cantik hingga anak bangsawan serta beberapa putri dari kerajaan lain. Namun aku tidak pernah merasakan hal yang seperti aku rasakan saat melihat mu Arumeey"
"Aku tidak tahu harus berkata apa yang mulia, karena Aku juga menyukaimu" jawab Arumeey dengan pipi yang memerah.
Ada rasa bahagia yang mengalir ke seluruh tubuh pangeran ketika mendengar jawaban Arumeey.
"Mau kah kau menjadi kekasihku"
Arumeey hanya mengangguk dengan penuh kebahagiaan.
Meski dia tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, dia tetap ingin menjalin hubungan itu dengan sang pangeran.
"Berjanjilah padaku Arumeey, berjanjilah kau akan selalu mencintaiku"
"Aku berjanji yang mulia, kau juga harus berjanji untuk tidak pernah mencampakkan ku'' pinta Arumeey penuh pengharapan.
"Aku berjanji Arumeey, apapun yang akan terjadi, aku akan selalu bersamamu" jawab sang pangeran sambil memegang tangan Arumeey.
Pangeran membelai lembut rambut pirang Arumeey yang tergerai memanjang sampai ke pinggangnya.
Hari itu adalah hari yang paling indah dalam hidup Arumeey. Musim gugur itu mereka lalui dengan hati yang penuh kebahagiaan.
__ADS_1
......….....
Hari hari pun berlalu begitu saja, Arumeey dan pangeran hanya bertemu sesekali secara diam diam. Pangeran tidak ingin Arumeey mengalami masalah jika orang orang dari dalam istana mengetahui hubungan mereka.
Hari ini adalah hari ulang tahun Arumeey yang ke delapan belas.
Tentu saja pangeran tidak akan melewatkan hari yang bahagia itu.
Hari ini pangeran menunggu Arumeey di ujung pasar, mereka berencana menghabiskan seharian bersama sama.
Pangeran memakai pakaian serba hitam agar tidak ada yang mengenalinya. Dia sungguh ingin berjalan bebas sambil menggandeng tangan Arumeey di tengah keramaian.
Tidak lama kemudian, Arumeey muncul dengan pakaian berwarna biru gelap. Dia menggerai rambut panjangnya seperti biasanya. Dia sungguh tetap cantik meski tidak berdandan.
Arumeey melambaikan tangannya sambil berjalan menghampiri sang pangeran.
"Apakah aku membuatmu menunggu terlalu lama?'' tanya Arumeey dengan mata yang Berbinar.
"Tidak, aku baru saja sampai" jawab pangeran.
"Lalu, apa yang pertama akan kita lakukan hari ini?" tanya Arumeey penuh semangat.
"Aku ingin kita menonton pertunjukan drama kaisar naga tujuh, apa kau keberatan?"
"Wah, Aku belum pernah menonton pertunjukan itu, baiklah mari kita ke rumah pertunjukan"
Setelah sampai di rumah pertunjukan, mereka langsung duduk di bangku utama, pangeran telah menyewa 1 baris bangku utama yang berada di depan.
Legenda kaisar naga tujuh yang mereka nonton menceritakan perjalanan seorang kaisar yang mencari kekuatan dari tujuh naga agung.
Dengan penuh rintangan dan halangan, sang kaisar berhasil mendapatkan enam kekuatan dari enam naga agung. Di saat perjalanan nya hampir menemui titik akhir, sang kaisar bertemu dengan seorang wanita siluman elang putih, sang kaisar pun jatuh ke dalam cinta sang siluman hingga ia lupa pada tujuan utamanya. Kekuatan suci enam naga agung pun perlahan sirna terkikis oleh hawa nafsu dunia.
Setelah sang kaisar kehilangan segalanya, siluman elang putih berubah menjadi musuh yang palin kuat dan tangguh. Sang kaisar telah jatuh ke dalam jerat perangkap musuhnya.
"Sungguh akhir yang tragis, sebuah cinta yang dibalas dengan pengkhianatan" ucap Arumeey pada pangeran.
"Benarr, terkadang manusia lupa dengan tujuannya hanya karena nafsu" jawab pangeran penuh arti.
.............
Setelah melihat pertunjukan, pangeran mengajak Arumeey mengunjungi tempat suci paveera, di tempat itu para pasangan mengikatkan benang biru pada Ranting sebuah pohon keramat yang berusia ribuan tahun.
Pohon itu sangat lah besar, namun tingginya hanya sekitar lima meter saja. Ukurannya hampir sekitar 3 meter, pohon tersebut dipenuhi oleh ranting ranting kecil yang memenuhi seluruh bagian pohon tersebut.
__ADS_1
Pada saat musim semi, bunga merah muda akan bermekaran memenuhi ranting ranting pohon itu.
"Aku akan mengikat benang ini di ranting sebelah sini" ucap pangeran
"Baiklah, aku akan ke sebelah sana" jawab Arumeey
Setelah mengikatkan benang masing masing, pangeran kembali menghampiri Arumeey.
"Semoga musim semi nanti kita bisa kembali kesini bersama sama" ucap sang pangeran penuh harapan.
"Semoga saja yang mulia" jawab Arumeey lirih.
Mereka pun segera Meninggalkan tempat suci itu.
"Sekarang, aku yang akan mengikuti mu, katakanlah Arumeey, kemana kau ingin kita pergi" ucap sang pangeran
"Aku ingin pergi ke perpustakaan yang berada di tengah kota, maukah kau menemani ku" ajak Arumeey
"Tentu saja Arumeey, kau kekasihku, aku akan ikut kemanapun kau mengajakku" jawab sang pangeran
"Baiklah, mari kita ke sana, aku ingin sekali Melihat buku buku yang ada di ruang utama" ajak Arumeey sangat bersemangat.
Pangeran tersenyum dan mengangguk.
Tepat sore hari, mereka pun sampai di perpustakaan terbesar yang ada di kerajaan Hwangguna.
Arumeey dan pangeran melangkah masuk dengan penuh semangat.
Ruang utama di perpustakaan ini hanya bisa di masuki oleh kaum bangsawan dan orang orang penting saja. Arumeey yang selama ini sangat ingin memasukinya merasa sangat beruntung memiliki pangeran di sisinya.
Mereka pun masuk ke ruang utama, Arumeey melihat seisi ruangan dengan penuh rasa kagum.
Selain mereka, ada beberapa orang yang juga tengah memilih milih buku untuk di baca.
Arumeey mengambil satu buku yang sangat ingin dibacanya. Buku itu berisi tentang penyakit langka beserta ramuannya.
Arumeey tampak bersemangat ketika membaca buku tersebut, sedangkan pangeran hanya memperhatikan keindahan yang ada di depannya, yaitu gadis impiannya, Arumeey.
setelah membaca buku itu, Arumeey sadar ada begitu banyak tanaman yang sangat langka dan susah ditemukan. sehingga beberapa penyakit sangat susah disembuhkan.
Arumeey meletakkan kembali buku itu.
mereka kembali berbincang bincang sambil berbisik bisik karena takut mengganggu orang lain.
__ADS_1
Mereka tidak menyadari ketika ada sepasang mata yang tengah mengawasi mereka.
tbc......