
"Bawakan pakaian ku!" perintah raja Shaka kepada pelayannya.
Pelayan raja tergopoh-gopoh membawa masuk pakaian raja.
Setelah berpakaian lengkap, raja Shaka Hwangguna keluar dari kamarnya.
"Ikuti aku!" perintahnya kepada kedua pengawal pribadinya dan seorang kasim.
"Maaf yang mulia, bukankah hari ini anda harus mengikuti ritual keberkatan para leluhur bersama keluarga kerajaan" ucap kasim Shohun.
Kasim Shohun diangkat beberapa hari setelah penobatan raja Shaka. Kasim yang terlihat lelet dan patuh itu di perintahkan oleh yang mulia ratu.
"Kau jangan banyak bicara. Aku ingin mencari angin segar di rumah minuman."
"Ta-tapi yang mulia--"
"Jika kau terus bicara, aku akan merobek mulutmu"
"Ma-maaf yang mulia" kasim Shohun terdiam dan hanya mengikuti perintah junjungannya.
Ke empat orang itu meninggalkan istana dan pergi menuju pasar utama kota taraka. Rumah minuman terbesar di sana menjadi tempat langganan raja shaka. Selain itu, rumah minuman itu juga hanya melayani orang orang dari kalangan menengah ke atas saja.
Di tengah pasar, langkah kaki yang mulia raja terhenti tatkala matanya melihat seorang gadis yang tengah asyik menghirup aroma bunga. Bunga bunga di sekelilingnya seakan memudar keindahannya tatkala gadis itu berada di sana.
"Yang mulia, anda tidak apa apa?" tanya kasim Shohun yang mendapati rajanya tengah mematung di tengah jalan.
"Pergilah. Biarkan aku mengurus yang satu ini" perintahnya.
"Baik yang mulia" kasim Shohun dan kedua pengawal pribadinya pergi meninggalkan raja seorang diri.
Raja shaka berjalan mendekati gadis itu seperti serangga yang datang mendekati cahaya lampu di tengah malam gelap gulita. Matanya tidak berkedip sama sekali. Ia dipenuhi oleh begitu banyak pertanyaan.
"Apakah aku benar benar melewatkannya. Bukankah seluruh gadis cantik di Hwangguna sudah pernah ku permainkan?." batinnya.
Arumeey yang terkejut segera memberi tatapan yang memperlihatkan keterkejutannya.
Raja Shaka dibuat semakin terpana dengan keindahan yang ada di depannya.
"Aku benar benar menginginkan mu"
"Yang mulia, apa anda sudah tidak waras. Kenapa anda menginginkan ku. Bukankah anda sudah memiliki banyak pelayan" ucap Arumeey terkejut mendengar penuturan raja Shaka.
"Ikutlah denganku. Aku memberi perintah padamu!"
"Kau bercanda?. Aku sungguh tidak punya waktu untuk mengikuti anda" Arumeey yang memang membenci raja dibuat tambah kesal oleh sikap raja.
"Katakan pada ku. Apa alasan aku harus mengikuti anda?"
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaan mu. Aku bisa memiliki apa pun yang aku inginkan. Termasuk dirimu" ucapnya menambah kekesalan Arumeey.
"Anda benar benar kehilangan akal sehat. Atau memang sebenarnya anda tidak memilikinya sama sekali"
__ADS_1
"Kau! Berani sekali. Ayo ikut aku" raja Shaka menarik lengan Arumeey seakan ia adalah miliknya .
"Lepaskan aku. Berani sekali" Arumeey menarik dan melepaskan tangannya dari cengkraman raja Shaka.
PLAAAAK
Sebuah tamparan mendarat di pipi yang mulia raja. Raja Shaka begitu terkejut dengan keberanian Arumeey. Baru kali ini ada orang yang berani melawan keinginannya.
"Kau ingin mati?" wajah raja Shaka memerah karena amarahnya.
"Aku lebih baik mati daripada jatuh ke tangan laki laki bodoh sepertimu" Arumeey tidak dapat menahan emosinya.
Raja Shaka dibuat semakin marah dengan keberanian Arumeey. Dia kembali menarik lengan Arumeey. Arumeey dengan sigap melepaskan genggamannya dan menendang betis yang mulia raja. Dengan secepat kilat Arumeey berlari meninggalkan raja Shaka yang tengah meringis kesakitan.
"Dasar wanita si*lan. Aku akan mendapatkan mu. Tunggu saja" ucapnya seraya mengusap betisnya.
Raja Shaka berjalan kembali menuju rumah minuman. Kasim Shohun dan kedua pengawal pribadinya terlihat sedang asyik menikmati minumannya seraya dikelilingi wanita wanita cantik.
"Yang mulia. Apa yang terjadi? Anda tidak apa apa?" tanya kasim Shohun tatkala melihat wajah raja yang menahan rasa sakit.
"Apa kalian melihat gadis yang aku lihat tadi?" tanya raja Shaka.
"Iya yang mulia, kami melihat nya. Ada apa yang mulia?"
"Cari keberadaannya!" perintah raja Shaka.
"Baik yang mulia" ke dua pengawal pribadi pergi meninggalkan raja Shaka dan kasim Shohun.
..................
"Ada apa nona?. Anda seperti orang yang baru bertemu hantu" ucapnya.
Arumeey duduk dilantai sambil mengatur nafasnya.
"Apa yang aku temui tadi lebih buruk dari itu Ishika"
"Hah?. Nona, apa anda baru saja bertemu siluman?"
"Aku bertemu dengan raja ke sembilan Hwangguna"
"Hah. Lalu apa yang buruk?. Bukankah raja Shaka adalah pria tertampan di Hwangguna?"
Arumeey terdiam dan menatap Ishika. Ia tidak percaya bahwa gadis itu juga memuja ketampanan raja Shaka.
"Ah, sudahlah. Sebaiknya hari ini kita tidak usah buka toko. Kita bereskan saja semua obat obatan ini"
"Baik nona" ucap Ishika tidak meneruskan pertanyaannya.
Arumeey masih terdiam sambil duduk di depan pintu toko.
"Apa yang aku lakukan?. Tentu saja yang kulakukan tadi tidak akan mendapat ampunan." batin Arumeey, dia sedikit menyesal telah menyerang raja.
__ADS_1
Hari itu Arumeey benar benar mengurung dirinya. Untuk makan malam ia meminta Ishika membelikan nasi bungkus. Mereka berdua makan di dalam toko.
"Nona, apakah nona sedang bersembunyi?" tanya Ishika penasaran sekali.
"Kau benar Ishika. Aku telah melakukan sedikit kebodohan. Aku menyerang raja Shaka Hwangguna" jawab Arumeey lirih seraya menyuap nasinya.
"Apaaa????? Uhuk uhuk uhuk" Ishika terkejut dan hampir saja memuncratkan makanan yang sedang ia kunyah.
"Kau baik baik saja?"
"Aku sangat terkejut nona. Kau benar benar membuatku terkejut. Apa yang terjadi nona, mengapa nona menyerang raja?
"Dia mencoba berbuat kurang ajar padaku. Dengan sengaja aku menampar dan menendangnya" jawab Arumeey menggambarkan dengan wajahnya yg kesal.
Ishika tercengang mendengar penuturan Arumeey.
"Ishika. Jika sesuatu terjadi padaku, kau harus tetap menjalankan toko ini. Aku menyewa toko ini untuk satu tahun"
"Nona. Jangan berkata begitu. Kau membuatku takut."
"Entahlah. Aku rasa ia tidak akan membiarkan ku begitu saja. Orang jahat dan tolol seperti dia pasti akan menghabisi ku". Arumeey menghela nafas panjang.
Ishika kembali tercengang mendengar perkataan Arumeey.
"Baru kali ini aku mendengar seseorang yang mengumpat raja. Di sana sini aku hanya mendengarkan pujian terhadapnya. Kau sungguh berani nona."
Malam itu berlalu begitu saja, Arumeey tertidur lelap tanpa memikirkan apapun.
..................
Pagi hari Arumeey bangun dan membersihkan dirinya. Kali ini pun Ishika bangun terlebih dahulu.
"Selamat pagi nona. Duduklah, aku sudah menyiapkan telur untah goreng" Ishika terlihat bersemangat seraya menunjukkan hasil masakannya.
"Terimakasih Ishika." Arumeey duduk dan menyeruput minuman hangat yang disiapkan oleh Ishika.
Tok
Tok
Tok
Belum selesai Arumeey melahap sarapannya, suara ketukan terdengar dari luar toko.
"Siapa yang datang sepagi ini?" tanya Ishika heran.
Ishika bangkit dan hendak membuka pintu.
tbc......
hallo semuanya, jangan lupa kasih dukungan like beserta komennya ya. terimakasih.
__ADS_1