The Beast Beauty

The Beast Beauty
BAB 38. Nona Buruk Rupa


__ADS_3

Arumeey membuka pintu dan segera masuk. Lelah merayapi tubuhnya yang mulai kurus. Arumeey meletakkan semua barang dan melangkah masuk ke kamar mandi. Dia masuk dan berendam kedalam sebuah bak mandi yang terbuat dari batu.


Rasa nyaman mulai Ia rasakan ketika tubuhnya terendam oleh hangatnya air pegunungan. Arumeey memejamkan matanya sejenak.


"Orang orang tidak akan berhenti mencari ku. Dengan hadiah sebesar itu, pasti mereka tidak akan menyerah" ucap Arumeey.


"Pria bodoh itu benar benar keterlaluan" Arumeey menggerutu seraya membasuh tubuhnya. Tangannya meraba luka diperutnya. Dengan keahliannya sebagai seorang tabib muda, Arumeey mampu sembuh dengan waktu yang singkat.


Setelah membersihkan diri, Arumeey segera berpakaian. Dia kembali ke ruang utama dan mengambil semua barang belanjaannya.


Arumeey mengeluarkan semua barang yang telah dibelinya di pasar dan seketika itu dia kembali merenung.


"Apa aku memang ditakdirkan untuk hidup seperti ini. Apakah tidak ada sedikitpun ketenangan untukku?. Sekarang bagaimana caranya agar aku bisa hidup tenang?" Arumeey menghela nafas panjang.


Setelah membereskan semua bahan belanjaannya, Arumeey berjalan ke belakang. Ia duduk sambil memandang indahnya alam dari atas bukit hitam.


"Setidaknya aku masih memilki tempat yang aman dan nyaman" gumamnya seraya menikmati terpaan angin di wajahnya.


Saat sedang merenung, tiba tiba Arumeey teringat dengan ramuan pembuat bekas luka yang pernah dibuatnya di ruang racik. Matanya berbinar. Arumeey seakan mendapatkan ide. Ia bangkit dari tempat duduknya dan mulai mencari beberapa macam getah pohon yang ada di sekitar bukit.


Setelah mendapatkan getah getah yang diperlukan, Arumeey kembali ke dalam rumahnya. Arumeey mengambil peralatan dan juga beberapa bahan lainnya.


Arumeey mencampur getah getah itu dengan beberapa bahan lainnya. Krim lengket dan kental itu pun siap di racik. Arumeey mulai mengoleskan krim itu ke separuh wajahnya. Rasa dingin mulai merambat di kulit nya yang tersentuh oleh krim lembut itu.


Arumeey menatap wajahnya didepan cermin kusam yang ada dihadapannya. Krim itu mulai kering sedikit demi sedikit, krim yang tadinya lembut mulai membentuk kerutan kerutan kasar di wajahnya yang halus. Arumeey menatap lekat wajahnya yang kini terlihat seperti orang yang berbeda.


"Aku sedikit terlihat seperti monster" gumam Arumeey. "Tidak apa apa, asalkan aku bisa keluar dengan tenang. Orang orang juga tidak akan mengenaliku dengan wajah yang seperti ini"


Arumeey mengipas wajahnya agar krim itu segera mengering.


"GEDUBRAKK" tiba tiba sebuah suara terdengar dari arah pintu depan. Seakan ada yang masuk dengan paksa.


Arumeey yang terkejut segera memalingkan wajahnya dari cermin menuju pintu kamarnya. Siapa gerangan yang telah menerobos masuk ke dalam rumahnya.


Terdengar beberapa langkah kaki berlarian masuk menelusuri setiap sudut ruangan.


Tidak berapa lama terlihat seorang pria membuka paksa pintu kamarnya.


"Si-siapa kau?" wajah pria itu tidak begitu jelas karena cahaya dari arah luar.

__ADS_1


Lelaki itupun berteriak lantang.


"Geledah seluruh rumah ini, dan cari dia" lelaki itu melangkah masuk mendekati Arumeey.


Kini wajah itu mulai tampak jelas. Dia adalah pengawal pribadi raja Shaka. Arumeey mulai sedikit gemetar karena krim di wajahnya belum terlalu kering. Ia meraba raba krim dibelakangnya dan menyembunyikan nya dengan tangannya.


"Hey nona buruk rupa. Apakah kau pemilik rumah ini?" tanya pengawal Yungsha dengan wajah bengisnya.


"Berani sekali kau memanggil ku seperti itu" gerutu Arumeey dalam hatinya.


"Be-benar tuan. Apa yang anda cari tuan?" Arumeey menjawab dengan sedikit terbata bata.


"Apakah kau melihat seseorang melintas di tempat ini?"


Arumeey menelan ludahnya. Tamat sudah riwayatnya, pikirnya.


"Tidak tuan. Aku hanya tinggal seorang diri di sini. Aku tidak melihat siapa siapa. Siapa yang sedang anda cari tuan?" Arumeey mencoba berpura pura tidak tahu siapa yang mereka cari.


"Seorang laki laki yang sedang terluka. Apakah kau melihatnya?"


"Tidak tuan. Tidak ada siapa siapa di sini!" Arumeey sangat terkejut, karena orang yang dicari bukanlah dirinya.


Pengawal Yungsha menatap lekat ke arah Arumeey.


"Jika kau ketahuan berbohong. Kau akan mati" ancamnya pada Arumeey.


Arumeey terdiam memandang pengawal Yungsha yang perlahan keluar dari kamarnya. samar samar Arumeey mendengar percakapan mereka.


"Hentikan pencarian. Dengan luka yang begitu banyak, aku yakin dia tidak akan bertahan lebih lama" Ucap seseorang dari luar.


"Benar tuan. hari akan segera gelap kita harus segera kembali."


Orang orang itu akhirnya pergi meninggalkan Arumeey dengan penuh tanda tanya.


Setelah orang orang itu pergi Arumeey mulai melihat lihat sekeliling rumahnya. Ia takut kalau kalau prajurit itu kembali atau ada yang mengawasi dirinya.


Setelah dirasa aman, Arumeey kembali masuk ke dalam rumahnya.


"Seorang pria? Terluka? Siapa sebenarnya pria yang sedang mereka buru?" Arumeey sangat penasaran.

__ADS_1


Arumeey membereskan krim yang dibuatnya dan menyimpannya.


Arumeey berjalan menuju belakang rumahnya. Ia duduk dengan kepala yang penuh tanda tanya. Tapi ia sedikit bersyukur karena pengawal itu benar benar tidak mengenali dirinya.


Angin senja berhembus menerpa wajahnya yang kini sudah terlihat aneh dan tidak cantik lagi. Tiba tiba sebuah aroma menghampiri hidungnya.


"Aroma ini. Aku mengenal aroma ini" Arumeey menghirup aroma itu untuk meyakinkan dirinya dengan apa yang sedang ia cium.


"Aroma bunga kwasoh. Bagaimana mungkin?. Bagaimana mungkin ada aroma bunga kwasoh disini?"


Arumeey bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti aroma harum itu hingga ke tepi jurang belakang rumahnya.


"Aroma ini berasal dari bawah sana? Bagaimana mungkin?. Aku harus turun dan mencari tahu"


Arumeey menuruni jurang itu dengan hati hati. Belasan tahun Ia tinggal di situ namun tak pernah sekalipun ia turun ke jurang yang ada di belakang rumahnya.


Arumeey turun perlahan lahan. Dan seketika matanya terbelalak, Ia seakan tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


"Pohon kwasoh? Bagaimana mungkin. Kenapa pohon ini tumbuh di sini." Arumeey berjalan pelan mendekati pohon itu.


Matanya tidak lepas dari bunga bunga indah yang sedang bermekaran. Aroma harum menyeruak memenuhi tempat itu.


Arumeey seakan tersihir oleh keindahan bunga yang ada di hadapannya.


Dia berjalan mendekati pohon itu, tanpa sadar Arumeey menginjak sesuatu. Langkah Arumeey terhenti, Ia terkejut hingga terjatuh ketika menyadari bahwa yang Ia injak adalah sebuah tubuh manusia.


Udara terasa dingin di bawah sana, cahaya mulai terasa memudar. Di dalam keremangan senja Arumeey mencoba meraih tubuh pria yang tergeletak di bawah pohon kwasoh itu.


Tubuh itu sepertinya terjatuh dari atas tebing sehingga terguling dan menubruk pohon kwasoh.


"Inikah orang yang mereka cari?" Arumeey semakin penasaran dengan tubuh yang membelakanginya itu.


Dengan tangan gemetaran Arumeey mencoba meraih tubuh pria itu dan membalikkan badannya. Arumeey terkejut hingga terjungkal kebelakang.


Dia tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya saat ini.


Pria itu? Bagaimana mungkin pria itu ada di sini, dihadapan Arumeey dan di bawah pohon kwasoh yang belum menghilangkan rasa penasarannya.


TBC...

__ADS_1


siapakah pria yang sedang sekarat dibawah pohon kwasoh???


__ADS_2