The Beast Beauty

The Beast Beauty
BAB 19. Masih Menjadi Misteri


__ADS_3

Matahari sore hari menghamburkan cahaya emasnya ke seluruh tubuh bumi. Daun daun bersinar keemasan memberi kesan nyaman di kala itu. Arumeey duduk termenung di tepi jendela menikmati suasana nyaman yang menghangatkan hatinya.


Meskipun pikirannya masih di selimuti oleh pertanyaan pertanyaan tentang ke dua botol yang terus membuatnya penasaran.


"Bunga kwasoh? Bukan kah bunga itu hanya ada di istana?" gumam Arumeey.


"Tidak ada kandungan racun di dalam cairan berwarna ungu itu. Apakah itu berarti cairan ungu itu adalah obat untuk penyakit langka tersebut?" Arumeey semakin dibuat penasaran.


Setelah matahari terbenam, Arumeey segera bersiap untuk kembali ke ruang racik


Lampu di dalam ruang racik menyala di sebagian ruangan. Arumeey berjalan mendekat. Pintu ruangan itu tampak terbuka.


Arumeey melangkah masuk ke dalam ruangan.


"Kau sudah datang?."


"Guru. Maafkan saya. Telah membuat waktu anda terganggu" ucap Arumeey.


"Tidak apa Arumeey. Ada beberapa hal yang harus aku kerjakan juga" jawab guru Ang dengan pesonanya.


Arumeey berjalan mendekat ke meja yang terdapat alat untuk meneliti kandungan suatu bahan.


Arumeey mengeluarkan botol berisi cairan berwarna hijau pekat. Dan meneteskannya sedikit . kemudian dia mengarahkan kaca pembesar dan memutar alat untuk memperbesar gambar objek.


Arumeey sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Ada apa Arumeey?" tanya guru Ang saat melihat ekspresi terkejut Arumeey.


Arumeey tidak menjawab. Dia hanya mundur sedikit dari alat itu. Guru Ang mendekati dan melihatnya sendiri.


"Ini.... Ini adalah virus yang sama yang di temukan pada pasien penderita penyakit langka" ucapnya juga terkejut.


"Arumeey. Dari mana kau mendapatkan ini?" tanya guru Ang ingin tahu.


"Ini......., Aku mengumpulkan dari beberapa orang yang terpapar penyakit langka" jawab Arumeey berbohong.


Guru Ang hanya mengangguk menerima jawaban Arumeey. Setelah mendapatkan jawaban dari isi botol tersebut Arumeey membereskan peralatan yang ia pakai


Arumeey menggosok gosokkan tangannya karena mulai merasakan dinginnya malam.


Guru Ang dengan sigap membuka mantelnya lalu menutupi badan Arumeey.


Arumeey terkejut dan langsung bangun dari tempat duduknya.


"Aku baik baik saja guru" ucap Arumeey ingin melepas mantel itu.

__ADS_1


"Pakailah... Kau bisa sakit. Cuaca malam ini sangat dingin. Musim gugur telah sampai pada puncaknya." ucap guru Ang menahan Arumeey.


"Baiklah guru. Terimakasih. Ini sudah terlalu malam. Aku akan kembali ke asrama sebelum nyonya Byung mencari ku" ucap Arumeey sambil mengambil kembali botol itu.


"Baiklah Arumeey. Selamat malam".


Arumeey berjalan keluar dari ruang racik. Tanpa ia sadari nona Onnara bersembunyi di balik pohon kayee. Nona Onnara memperhatikan semua yang mereka lakukan dari kejauhan.


"Dasar gadis nakal. Kau benar benar serakah" gerutu nona Onnara sambil memandangi Arumeey yang berlalu pergi.


.............,...


Keesokan harinya Arumeey mengajak Kanayan ke perpustakaan kota Taraka. Dia ingin mencari tahu tentang kristal terakhir dari cairan berwarna ungu itu.


Setelah sampai di perpustakaan, Arumeey dan kanayan masuk ke dalam ruang utama dengan memperlihatkan lencana tingkat tujuh nya.


"Ini pertama kali aku masuk ke ruang utama perpustakaan ini. Ternyata ada banyak sekali buku di sini." ucap Kanayan kegirangan melihat buku buku yang tersusun rapi.


Kanayan memilih beberapa buku dan duduk di meja baca. Arumeey mencari satu persatu buku yang ingin sekali dia baca.


"Ada di mana?. Kenapa sulit sekali menemukan mu?" gumam Arumeey karena buku yang ia cari belum didapatkannya.


"Kau mencari buku apa?" ucap Kanayan menghampiri Arumeey.


"Aku mencari buku tentang pembentukan kristal pada suatu zat" ucap Arumeey.


Hampir setengah rak mereka cari, namun buku itu tidak di temukan juga.


"Kalian mencari apa Nona? Dari tadi kalian hanya membuat buku buku berantakan. Tapi tidak membacanya" ucap penjaga perpustakaan yang memperhatikan gerak gerik mereka.


"Maafkan kami tuan. Buku yang aku cari tidak bisa ku temukan di rak" ucap Arumeey meminta maaf.


"Nona mencari buku apa?" tanyanya lagi.


Arumeey memberi tahu buku yang sangat ingin ia temukan itu.


Penjaga perpustakaan berjalan kembali ke meja nya. Dia membuka lemari kaca yang ada di belakang nya.


"Ambillah Nona. Tapi kau harus membayar lima rop untuk setiap jam membaca buku ini" ucapnya sambil meletakkan buku itu di atas mejanya.


Arumeey berjalan mendekati meja penjaga. Matanya berbinar ketika melihat buku itu.


"Ini lima rop" Arumeey mengeluarkan 1 lembar uang kertas. Kemudian ia kembali ke mejanya.


"Wah. ternyata buku itu ada di rak berbayar. Apakah isinya benar benar tak ternilai?" ucap Kanayan gemas.

__ADS_1


"Kurasa begitu, Kanayan. Tidak heran mengapa aku belum pernah membaca buku ini" jawab Arumeey sambil membuka satu persatu lembaran buku itu.


Arumeey mengambil gambar yang ia gambar kemarin dan mencocokkan dengan gambar gambar yang ada di buku itu. Setelah banyak lembaran yang ia lewati, akhirnya Arumeey menemukan apa yang dicarinya.


Arumeey membacanya dengan teliti.


"Kristal ini terbentuk dari air hujan yang ditampung dengan guci suci bahuban. Bukankah guci itu berada di dalam istana?" batin Arumeey.


Setelah selesai membacanya akhirnya mereka kembali ke perguruan tinggi Hwangguna .


Arumeey mulai menyimpulkan apa yang di telitinya.


"Mungkinkah ada orang yang sengaja menciptakan dan menyebarkan penyakit langka itu?" batin Arumeey.


"Tapi, kenapa?"


Arumeey tidak bisa tidur. Semalaman dia hanya memikirkan tentang obat dan virus itu. Dia bertanya tanya kenapa virus itu ada pada orang tuanya.


.................


Hari berganti hari. Seolah waktu berlari tanpa henti. Musim gugur telah berganti ke musim dingin. Sampai saat itu, ke dua botol itu masih tetap menjadi misteri.


Arumeey semakin giat belajar. Beberapa hari lagi dia akan berusia sembilan belas tahun. Dia juga harus belajar dengan giat agar segera mendapatkan gelar tabib muda.


Arumeey sangat sering menghabiskan waktunya di ruang racik. Dia sangat suka berinovasi. Bahkan dia bisa membuat bekas luka dengan campuran beberapa getah. Arumeey yang hanya fokus dengan pelajaran tidak menyadari bahwa guru Ang menaruh hati padanya.


................


Di kediaman pangeran ke dua.


Nona Onnara berjalan masuk ke kediaman pangeran ke dua.


"Ada apa? Kenapa kau datang siang siang begini."


"Kakak. Ada sesuatu yang harus kau ketahui" ucap Nona onnara.


Pangeran ke dua membalikkan badannya dan menatap adik sepupunya.


"Kakak. Gadis yang kau cintai telah bermain api dibelakang mu" ucap Nona onnara dengan wajah penuh kebencian.


"Apakah kau sangat mengenalnya, ataukah aku yang paling tahu siapa dia?" jawab pangeran mulai panas dengan sikap Nona onnara yang terus terusan ikut campur.


"Kakak. Aku tidak ingin membuat fitnah tentang siapapun. Jika kau sungguh mengenal kekasihmu. Datanglah nanti malam. Kau akan melihat sifat asli kekasih mu itu." ucap Nona Onnara dengan gaya bicara meyakinkan.


"Aku tidak ingin mendengar apapun lagi. Pergilah" ucap pangeran menahan emosi pada adik sepupunya itu.

__ADS_1


Nona Onnara meninggalkan kediaman Pangeran ke dua dengan sebuah senyum licik.


"Kau akan melihatnya nanti kakak" ucapnya dalam hati.


__ADS_2