The Beast Beauty

The Beast Beauty
BAB 42.


__ADS_3

Arumeey membersihkan tempat makan dan mengambil obat obatan.


"Buka!"


"Buka?. Kau ingin melecehkan aku disaat aku tidak berdaya!"


"Kau ini!. Pikiranmu terlalu kotor tuan. Aku akan membersihkan luka mu. Cepat buka baju!"


Raja Shaka hanya menatap Arumeey sambil membuka pakaiannya.


"Luka mu masih sangat mengerikan. Sebenarnya, apa yang terjadi tuan?. Siapa yang mencoba melenyapkan mu?" Arumeey bertanya sambil mengoleskan obat.


"Akhh. Pedih."


"Tahan lah. Obat ini membantu lukamu kering dengan cepat. Aku sendiri yang membuatnya" Arumeey bicara tanpa sadar.


"Kau yang membuatnya?" raja Shaka penasaran.


"Be-benar tuan. Aku belajar dari nenekku." jawabnya tergagap.


"Aku sedang dalam perjalanan bersama pengawal pribadi ku dan juga beberapa prajurit. Saat tiba di tengah hutan, sekelompok penjahat menyerang kami."


"Sungguh?. Kau yakin?"


"Aku yang mengalaminya, tentu saja aku yakin. Kenapa kau bertanya begitu?"


"Tuan. Sebenarnya, aku... "


"Ada apa?. Kenapa kau diam?"


"Tidak. Istirahatlah. Luka mu sudah selesai aku balut. Aku akan mengambil selimut."


Arumeey bangkit dan membawa serta pakaian yang Mulia raja yang sangat kotor dan bau. Arumeey kemudian mengambil selimut bersih dan menyelimuti tubuh raja Shaka.


"Istirahatlah tuan."


Arumeey mematikan lampu dan masuk ke kamarnya.


...................


Pagi hari, Arumeey bangun dan bergegas ke kamar mandi. Sekilas dia melihat tempat tidur raja Shaka. Tampak pria itu masih terlelap dalam mimpinya.


Arumeey segera membersihkan diri dan memakai topengnya. Setelah selesai dari kamar mandi, Arumeey segera ke dapur untuk menyiapkan makanan. Dia kembali teringat dengan kejadian kemarin.


"Orang orang dalam istana pasti bekerja sama untuk melenyapkannya. Mereka juga membuat ku menjadi kambing hitam. Apa sebaiknya aku memberi tahu pria bodoh itu?"


"Pria bodoh mana? Siapa yang kau bicarakan?" tanpa disadari oleh Arumeey, raja Shaka sudah berdiri di ambang pintu.


"A-aku... Aku hanya membicarakan temanku. Kau mengagetkan aku. Kenapa kau berdiri di sana?"


"Kau punya teman?"


"Kau tidak perlu tahu. Cuci muka mu. Aku akan menyiapkan makanan."


Raja Shaka berbalik meninggalkan Arumeey dengan jantung tak beraturan karena sangat terkejut.


"Mengagetkan saja. Dasar hantu!" gerutu Arumeey setelah raja Shaka berlalu.


Nasi putih dengan ayam goreng telah siap di hidangkan di atas meja.

__ADS_1


"Kau hidup sendiri di tengah hutan, apa jangan jangan kau seorang penyihir?"


"Kau ini. Nikmati saja makanan mu selagi aku berbaik hati memberi mu makan. Setelah kau sembuh, kau harus bayar semua."


"Kau benar benar perhitungan. Aku bisa memberikan apapun yang kau mau. Setelah aku kembali ke istana, aku akan mengirim sekarung emas untukmu."


"Baiklah. Aku akan menanti hal itu, Tuan." jawab Arumeey tanpa memandang lawan bicaranya.


"Tuan. Kemarin aku mendapatkan kabar duka dari istana"


Raja Shaka menghentikan suapannya ketika Arumeey mengatakan istana.


"Kabar duka?. Apa maksudmu?"


"Kemarin sore semua orang berkumpul di jalanan untuk memberi penghormatan terakhir pada raja kesembilan."


Raja Shaka meletakkan piring nasinya.


"Kau bercanda?"


"Jadi kau benar benar tidak tahu?"


"Apa maksud mu?. Katakan dengan jelas!"


"Tuan. Sebenarnya dari awal aku sudah tahu bahwa kau adalah raja Shaka yang angkuh dan bodoh itu"


Mendengar itu, raut wajah raja Shaka berubah menjadi dingin dan mematikan.


"Jangan tersinggung tuan. Aku hanya mengutarakan pendapat ku" Arumeey menangkap perubahan pada wajah raja Shaka.


"Tuan. Sebenarnya, hari itu... Sebelum aku menemukan mu di tepi jurang. Pengawal dan juga beberapa prajurit datang mencari mu"


"Tuan. Kau benar benar tidak tahu. Mereka semua bekerja sama untuk melenyapkan mu"


Raja Shaka kembali menatap lekat wajah Arumeey.


"Mereka mencari mu dan memastikan bahwa kau sudah mati. Aku mendengar nya sendiri"


"Kau ingin memanfaatkan kelemahan ku"


"Kau ini, Benar benar payah!. Kemarin aku menyaksikan upacara pemakaman mu. Mereka memalsukan kematian mu, dan memfitnah gadis itu yang meracuni wajahmu hingga hancur"


"Gadis itu?. Bisa saja gadis itu yang merencanakan semua ini. Aku pasti akan menghabisinya suatu saat"


Arumeey terkejut melihat reaksi raja Shaka.


"Kau benar benar sangat mudah dibodohi. Pantas saja." Arumeey menyelesaikan kegiatan makannya dengan wajah kesal dan meninggalkan raja Shaka sendirian.


"Kupikir dia hanya sekedar bodoh. Ternyata dia benar benar sangat bodoh" Arumeey menggerutu sambil duduk di belakang rumah.


"Kau tidak berbohong?" raja Shaka muncul dibelakangnya. Ia berjalan pelan sambil memegangi perutnya.


Arumeey menoleh sebentar, kemudian Ia kembali membuang pandangannya. Raja Shaka mendekat dan duduk di samping Arumeey.


"Aku tidak tahu selama ini aku dikelilingi oleh orang orang yang mengkhianati ku"


"Kau terlalu sibuk dengan wanita hingga tidak punya waktu untuk melihat sekeliling kamu"


"Kau benar"

__ADS_1


Arumeey menoleh padanya saat mendengar jawaban raja Shaka. Tatapannya yang kosong seakan ada jiwa yang kesepian di dalamnya. Arumeey dapat melihat ke dalam matanya.


"Aku harus segera kembali ke istana untuk mencari tahu"


"Kau harus tetap berpura pura mati. Itu adalah satu satunya jalan agar kau bisa tahu siapa orang yang ingin menghancurkan mu" Arumeey menatap wajah sendu pria itu


"Kau tidak tahu apa yang telah mereka persiapkan jika kau masih hidup. Untuk itu, kau harus mengikuti permainan mereka"


"Kau benar. Jika aku kembali nanti, aku akan menjadikanmu pelayan pribadiku"


Mendengar perkataan itu, seketika mata Arumeey terbelalak.


"Cih. Siapa yang mau menjadi pelayan pribadimu. Kau terlalu percaya diri"


"Kau ini. Orang orang berlomba lomba untuk menjadi pelayan ku. Seharusnya kau senang aku mengangkat mu secara suka rela"


Arumeey benar benar tidak percaya dengan sikap arogan pria yang ada disampingnya itu.


"Mengenai gadis itu, apa kau benar benar akan membunuhnya?"


"Tentu saja. Dia adalah gadis lancang pertama yang berani menolak ku. Sebenarnya kau juga lancang. Tapi--"


Arumeey seketika itu menatap tajam wajah raja Shaka.


"Aah sudahlah. Kau jangan tanyakan gadis itu. Aku akan membereskannya nanti."


...............


Keesokan harinya, Arumeey bersiap siap turun ke kota.


"Belikan pakaian yang bagus." Pinta raja Shaka pada Arumeey.


"Kita harus berhemat. Uangku tidak banyak. Pakai saja apa yang aku belikan nanti. Jangan terlalu banyak permintaan. Ini juga harus kau tulis dalam buku hutangmu padaku"


"Kau sangat perhitungan."


"Aku akan kembali sebelum gelap. Jangan pergi kemana mana. Orang orang dari istana bisa saja kembali mencari mayat mu"


"Kau jangan khawatir."


"Baiklah. Jangan lupa minum dan oles obat di lukamu" setelah memberi perintah pada raja Shaka, Arumeey segera berangkat meninggalkannya.


Di tengah perjalanan Arumeey bertemu beberapa prajurit istana.


Mereka juga menghentikan Arumeey.


"Nona, apa kau tinggal di sekitaran sini?"


"Benar tuan. Ada apa?"


"Apakah beberapa hari ini kau menemukan mayat atau seseorang yang terluka?"


"Aku tidak melihat secara pasti. Tapi beberapa hari ini aku sering mendengar anjing yang menggonggong. Mereka seperti sedang pesta makan. Mungkin saja mereka sedang memakan bangkai"


"Di sebelah mana nona?"


"Aku tidak tahu secara pasti. Tapi sepertinya suaranya berasal dari ujung sungai itu tuan. Mungkin ada bangkai yang terseret arus sungai. Ada apa sebenarnya tuan. Apa kalian sedang mencari seseorang?."


tbc....

__ADS_1


__ADS_2