
"Kau tinggal disini sendiri selama dua tahun?" Niel duduk bersidekap sambil memperhatikan sekelilingnya.
"Iya," jawab Eve seadanya karena sibuk membongkar isi kopernya untuk dimasukkan ke dalam lemari.
Mereka baru saja tiba di Bercelona menggunakan penerbangan hingga sampai lebih cepat daripada menggunakan bus atau mobil. Setelah masalah dokumen kedai coffe itu, rupanya Eve langsung bersiap mengemasi kopernya tanpa sepengetahuan Niel— lagi!
Untungnya Amy yang sangat berharap padanya itu segera memberitahu dirinya atau jika tidak ia akan tertinggal oleh gadis tak berperasaan itu.
Tentu saja Eve harus mendengarkan segala ocehan pria yang tiba-tiba banyak bicara itu sepanjang penerbangan. Belum lagi Eve membawa koper seperti akan pergi cukup lama. Lebih kesal lagi jika mengingat gadis itu memang pernah tinggal disana.
Amy sebenarnya khawatir Eve tidak kembali lagi.
"Bersihkan dirimu, Niel. Aku punya dua kamar disini," peringat Eve pada pria itu.
"Dua kamar? Kau tinggal sendiri untuk apa memiliki dua kamar." Niel mulai menarik otot lagi.
Apartemen ini tidak terlalu besar atau kecil, namun sudah cukup luas untuk ditinggali dua orang.
Tidak, sebenarnya ini sangat luas. Pasalnya Eve tidak tanggung-tanggung memilih tempat dengan fasilitas terbaik sehingga seperti bermalam di sebuah suite hotel. Namun bagi Niel, tempat ini masih tergolong sempit!
"Lucia sering datang!"
"Oh, Aku tidur denganmu." Langsung mendatarkan ekspresinya.
Eve juga dengan wajah datarnya hanya menatap Niel, kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Terserah, lakukan apa yang kau mau! pikir Eve.
Setelah ini Eve harus menemani pria ini berbelanja karena tidak membawa satupun pakaian. Apa yang dikatakan Niel saat itu?
__ADS_1
"Untuk apa membawa barang? Aku bisa membelinya disana." Ya, ucap pria dengan kekayaan tak terhitung.
Apartemen Eve sangat dekat dengan La Rambla, sebuah jalan di Barcelona yang dipenuhi dengan pepohonan sebagai bulever tercantik di Eropa. Jalan ini digunakan untuk pejalan kaki, membentang sejauh 1,2 kilometer yang menghubungkan Placa de Catalunya di tengah dengan Monumen Christopher Columbus di Port Vell.
Di tengah jalan La Rambla adalah La Boqueria , pasar paling terkenal di Barcelona, yang penuh sesak dengan pusat dagang yang dikelilingi oleh kafe-kafe dan tempat tapas yang layak, termasuk Au Port de La Lune , sebuah bistro Prancis yang menarik dan toko yang melayani makanan tradisional Gallic. Banyak cafe yang menyediakan teras sebagai tempat bersantai.
Namun hal itu menjadi tantangan untuk Eve yang membawa seorang pria tak tersentuh. Ia harus memastikan pria ini selalu aman di tempat keramaian seperti ini. Tentu saja setelah membuat Niel tertutup rapat dengan pakaian baru dan sarung tangannya.
"Meski kedai ini termasuk kecil, namun sudah memiliki pelanggan setia. Kebanyakan para orang tua karena tempat ini tergolong kuno."
"Itu sebabnya pemilik lama menjualnya," terka Niel.
"Hm, tempat ini sudah tua, tapi para karyawan akan kehilangan pekerjaannya."
Para pekerja bukan gadis atau pria muda, melainkan para wanita dan pria yang sudah paruh baya. Kebanyakan adalah seorang ibu yang sudah bekerja lama.
"Eve!" tegur seseorang yang mengenalinya.
"Tentu saja aku kembali, María."
Tak lama seorang pria paruh baya juga mendekatinya.
"Sudah lama tidak melihatmu, Eve."
"Sekarang kau sudah melihatku, Abel."
"Hahaha ... Ayo kemarilah, kami buatkan sesuatu yang enak!" María menarik tangannya untuk duduk.
__ADS_1
Eve memberi kode pada Niel agar mengikutinya.
Pria itu jadi pendiam setelah memasuki kedai. Eve tidak tahu jika Niel sedang menyimak semua yang dilihatnya.
"Siapa dia, Eve?" tanya Abel.
Kedua pasangan paruh baya itu baru menyadarinya setelah Niel duduk di samping Eve.
"Kau pasti kakaknya. Eve pernah bilang dia punya kakak laki-laki." María tersenyum ramah, namun berbeda dengan Niel yang—
"Sebenarnya dia—"
"Bagaimana dengan Lucio? Dia tidak ikut hari ini."
Dam*n!
Eve melirik Niel yang tersenyum tipis. Pria ini terlalu santai hingga membuat Eve curiga.
"Aku tidak bersama Lucio lagi." Lebih langsung katakan saja.
"Oh—" María menutup mulutnya agak terkejut.
"Kau baik-baik saja?" Wanita itu menyentuh tangannya khawatir.
"Tentu dia baik-baik saja, Mrs. Perkenalkan aku Nathaniel, calon suami Eve.
-
__ADS_1
-
-