
"Aku tidak ingin bernasib seperti Rosaria dan aku tidak ingin anakku bernasib seperti diriku. Kita tidak tahu seperti apa kejahatan laki-laki."
Meski perasaannya mulai melunak berkat satu orang. Ia dengan mudah menerima Niel karena berpikir jika pria itu tidak pernah memiliki seseorang dalam hidupnya. Ia tidak berpikir bahwa OCD yang dimiliki Niel bukan ada tanpa sebab.
Setelah mengetahui kebenarannya ketakutan itu kembali timbul. Bagaimana jika Niel sama seperti ayahnya? Akan lebih baik jika mereka berhenti dari sekarang, kan?
"Bagaimana jika kau salah paham selama ini?" Felipe berusaha menampilkan raut biasa saja meski hatinya berdenyut nyeri.
Ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuan, tapi dirinya adalah luka pertama bagi anak perempuannya.
"Aku mencintai Cristina meski aku pernah mencintai Rosaria." Itu jawaban yang hendak di dengar Eve, kan?
Keduanya mata mereka bertemu tanpa suara. Eve mencari kejujuran disana.
"Kenapa kau membeli cafe milik ibu?"
Bukan Lucio yang membelinya, tapi pria inilah yang mendapatkannya. Jangan pikir dirinya tidak tahu. Lucia hanya perantaranya.
"Karena kau menginginkannya," jawabnya datar.
"Aku?"
Felipe membelinya karena aku ingin? Bukan karena mencintai Rosaria?
"Jika kau merindukannya, dekati dia. Jangan hanya melihatnya," kata Felipe.
"Maksudmu? Kau mengawasiku?"
"Tidak."
Apanya yang tidak?!
"Baiklah, mari berhenti bersikap kaku," pinta Eve.
Ternyata seperti ini perasaan orang lain saat bersamanya. Rasanya— menjengkelkan!
"Apa?"
Apa yang apa?
"Katakan yang sebenarnya, kenapa kau bersikap seperti ini?" Padahal kau ingin menyingkirkanku dulu, tapi sekarang kau memperhatikanku seperti seorang ayah sungguhan!
Felipe masih saja datar dan Eve menjadi kesal melihatnya.
"Dad ... Aku bertanya padamu."
Felipe yang tadinya juga bersandar pada sofa langsung menegakkan postur tubuhnya.
"Kau bilang apa?"
"Memangnya aku bilang apa?"
"Eve ...."
"Felipe ...."
"Menyebalkan!"
__ADS_1
"Kau juga menyebalkan!"
Felipe kembali datar menatapnya.
"Apa kau harus menanyakan hal seperti itu?"
Apa perlu ditanyakan kenapa seorang ayah mengawasi dan mengabulkan keinginan putrinya? Bukankah tanpa ditanyakan jawabannya sudah jelas.
"Apa kau juga menanyakan hal itu pada Lewis? Tentu saja tidak." Felipe menjawabnya sendiri, "aku juga ingin kau mengakuiku sebagai ayah, bukan paman."
Felipe berdiri dari tempatnya dan berbicara lagi sebelum Eve membuka mulut. "Dan juga aku tak pernah sekalipun berniat menyingkirkanmu."
"Istirahatlah, kau baru kembali dari Barcelona." Mendengar itu, Eve hendak menyela, namun Felipe sudah lebih dulu menghilang pergi dari balik pintu.
"Dia benar-benar mengawasiku," gumam Eve.
"Hai."
Sejak kapan Cristina ada disini?
"Aku masuk setelah Felipe keluar," katanya tersenyum, "aku juga membuat makanan hangat untukmu."
Eve menantap hidangan di atas meja itu. Salah satu yang menjadi pertanyaannya adalah sikap Cristina. Eve bisa menerima semua perlakuan baiknya, tapi apakah dirinya harus percaya?
Sejak awal Eve selalu memperingatkan dirinya agar tidak mudah mempercayai siapapun, termasuk keluarga Lavelle sendiri.
Sikap Cristina sungguh tidak wajar baginya. Apakah normal jika menyukai anak dari selingkuhan suaminya? Kecuali wanita itu memang baik dan naif.
"Aku tahu apa yang kau pikiran, Eve."
Cristina kemudian memberikan semangkuk Callos a la Madrilena yang cocok dimakan saat musim dingin.
Eve tidak mengeluarkan suara apapun dan menerima semangkuk Callos itu. Rasanya gurih dan menghangatkan. Cristina tersenyum melihatnya.
"Enak?" Eve mengangguk jujur.
"Aku akan membuat yang lain dan lebih enak dari ini jika kau mau tinggal."
"Tidak," datar Eve.
Jika seperti ini Eve tidak bisa menyangkal bahwa Cristina adalah ibu yang baik. Sebenarnya ia sudah sering mendengar Andrew yang memuji Cristina. Itu bukan hanya pujian, tapi sebuah pancingan untuk dirinya agar mau pulang dan tinggal bersama.
"Aku ingin bercerita, tapi takutnya menganggu nafsu makanmu."
"Aku tidak mudah terganggu."
"Kau jadi semakin mirip dengan Felipe."
Eve kembali diam.
"Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku bersikap begini padamu."
"Hm."
"Memangnya ada alasan aku tidak menyukaimu?"
"Bukankah sudah jelas?" Eve menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Memangnya ini keinginanmu untuk dilahirkan?"
Suapan tangan Eve terhenti.
"Tidak, kan? Lalu kenapa aku harus membencimu. Banyak anak-anak tidak bersalah menjadi korban orang tuanya, Eve. Ini bukan kesalahanmu."
"Tapi Felipe mengkhianatimu."
"Bagaimana kau yakin dia yang mengkhianatiku?"
Eve mengerjit heran.
"Amy terlalu marah pada Felipe hingga mempercayai cerita Rosaria sepenuhnya. Cerita itulah yang kau tahu sebelum kejadian sebenarnya diketahui."
"Lalu siapa yang salah?"
"Aku tidak bisa mengatakan siapa yang benar dan salah. Aku juga tidak yakin kau akan mempercayai ucapanku atau tidak."
"Katakan saja."
"Intinya ayahmu tidak pernah berselingkuh dariku."
Tidak? Apa ini sungguh kesalahpahaman?
"Mungkin ini kesalahanku."
Hubungan mereka dulu memang rumit. Perjodohan pada dua keluarga besar memang sering terjadi demi mendapatkan pasangan yang setara dan layak. Begitulah dirinya dan Felipe bisa bersama dengan mengorbankan cinta lain.
Felipe dan Rosaria telah lebih dulu menjalin hubungan sebelum akhirnya berpisah karena kehadiran Cristina. Tapi keduanya tidak benar-benar berpisah dan terpaksa menjalin hubungan secara diam-diam.
"Aku dan Felipe sepakat bercerai setelah melahirkan satu keturunan. Tahun berikutnya Andrew lahir dan perceraian kami menjadi rumit."
Sulit bagi Cristina meninggalkan Andrew. Felipe juga tidak mau melepaskan putranya. Dan diluar dugaan keduanya telah sama-sama menyimpan perasaan.
Pada akhirnya Felipe menjadi bimbang. Pria itu menentang perceraian dan membuat Rosaria marah.
"Hubungan kami benar-benar tidak berjalan baik, Eve. Pertengkaran, konflik, semua tidak semudah yang kami pikirkan pada awalnya. Belum lagi masalah dengan Rosaria yang ternyata telah mengandung dirimu."
Dan sejak itulah Amy mulai ikut campur pada masalah Rosaria hingga mempercayai kebohongan yang dibuat Rosaria sendiri.
"Felipe mencintaimu seperti mencintai Andrew."
Rosaria lah yang mengarang cerita mengenai kejahatan Felipe yang ingin menyingkirkan Eve. Wanita itu terus berkata bahwa Felipe memaksanya untuk melakukan aborsi, itu sebabnya Amy melindunginya.
Eve tersenyum tipis, kemudian meneguk segelas air. Ternyata ada cerita seperti ini dibalik kisah hidupnya. See? Cinta itu memang rumit dan berbahaya.
Meski mendengar cerita seperti ini, Eve masih belum memutuskan untuk mempercayai siapapun. Tapi tidak ada salahnya mendengar cerita dari berbagai pihak. Dengan begitu kita bisa menilai sendiri kebenarannya.
"aku cukup lega mendengarnya."
"Eve ... Aku mengatakan ini agar kau bisa memaafkan Felipe. Kalian berada dalam kesalahpahaman selama bertahun-tahun. Aku tahu dia selalu menjagamu meski kau tidak tahu."
"Aku tidak perlu memaafkan apapun, Cristina. Kau, Felipe maupun Rosaria tidak salah apapun padaku."
Pada intinya ini hanyalah kisah cinta segitiga dimana prianya mencintai dua wanita dan ragu untuk melepaskan hingga diantara mereka timbul rasa terluka.
Hasil akhir yang dapat disimpulkan— pilihan yang menjadi pemenang. Rosaria kalah dan Cristina menang.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...