
"Jika kau tidak memilihnya, Eve takkan seperti ini sekarang!"
Mom?
Eve menghentikan langkah kakinya setelah mendengar seseorang yang dikenalnya. Tangannya yang hendak menyentuh handle pintu juga terhenti. Ada sedikit celah yang tidak tertutup rapat pada pintu sehingga suara itu terdengar keluar.
"Apa pedulimu padanya? Kau lupa pada perbuatanmu sendiri?!" todong Felipe, "siapa yang mau menyingkirkankannya saat itu?"
"Itu karena ulahmu!" tunjuk Rosaria.
"Sudah kubilang aku akan bertanggungjawab," desisnya.
Eve mendengarkan dalam diam. Hari ini ia menyaksikan sendiri kedua orang tuanya yang berhadapan satu sama lain. Ia pikir keduanya sudah menjadi asing seolah tak pernah ada. Apa yang dilakukan sang ibu di perusahaan Lavelle?
"Dengan apa? Membawanya dariku dan merawatnya bersama Cristina? Lebih baik aku tidak melahirkannya."
"Dia putrimu, Rosaria!"
"Kalau begitu berikan aku uang. Anggap saja sebagai kompensasi karena melahirkan putrimu."
Felipe langsung menatapnya nyalang.
"Kompensasi? Pikirmu dia apa! DIA JUGA PUTRIMU!" bentak Felipe marah.
"DIA KESALAHAN KAU TAHU ITU! SEHARUSNYA KAU BIARKAN SAJA DIA MATI!" Rosaria berteriak.
Jika Felipe tidak bersama Cristina, ia tidak perlu membuat Eve seperti itu. Jujur ia tidak rela jika harus melihat kebahagiaan Felipe dan anaknya bersama wanita lain yang dipanggil ibu.
"ROSARIA!"
__ADS_1
Eve diluar sana mengepalkan tangan hingga kukunya yang sedikit memanjang menusuk kulitnya. Wah, kali ini cukup menyakitkan ya? Memang seharusnya ia tidak berada disini. Seharusnya ia pergi saja yang jauh sejak dulu, bukannya menunggu.
Rasanya sangat menusuk saat Rosaria yang mengatakannya sendiri dibandingkan keluarga ayahnya. Padahal ia sudah bertekad untuk tidak peduli lagi namun tetap saja kenyataan tidak bisa berubah.
"Suamiku hampir bangkrut dan anakku masih kecil. Aku hanya butuh uang, setelah itu aku akan benar-benar pergi."
"Berapa yang kau butuhkan?" Itu bukan pertanyaan Felipe, melainkan Eve yang memutuskan masuk dan bergabung dengan reuni orang tuanya.
"Eve!" Keduanya terkejut.
"Aku punya banyak uang. Kau tidak perlu meminta padanya. Dia sudah memiliki anak dan istri." Eve menatapnya tanpa ekspresi.
Bibir Rosaria menjadi kelu. Wanita itu menciut di hadapan putrinya sendiri. Ada raut kecewa di wajah Eve yang menatapnya datar itu. Kenapa hatinya menjadi sakit? Eve pasti lebih sakit, kan?
"Maaf, Eve—"
"Pakailah sesukamu dan jangan menemui Felipe atau keluarganya terutama Cristina." Eve meletakkan sebuah kartu kredit di tangan ibunya, "biar aku sendiri yang membayar atas kelahiranku. Kuharap kita tidak bertemu lagi."
Ia harus segera pergi. Semakin lama disini hanya akan membuatnya semakin lemah. Tidak tahu seberapa lebar luka yang menganga dalam hatinya hingga rasanya begitu sakit.
"EVE!"
Eve segera menutup pintu mobilnya dan melakukannya sebelum Felipe berhasil meraihnya. Bertepatan dengan turunnya hujan yang semakim lama semakin deras. Eve menghentikan mobilnya asal dan menatap lurus kedepan.
Dengan lemah Eve keluar dari mobilnya, membiarkan hujan membasahi seluruh tubuhnya. Air mata yang mengalir tidak terlihat karena menyatu dengan hujan.
"Tidak apa-apa," ucapnya pada diri sendiri, "ini bukan apa-apa." Ia menunduk, tangannya meremas dadanya yang begitu sesak.
Suara isakan kecil mulai terdengar dengan tangan Eve yang menutup wajahnya. Ia menjatuhkan tubuhnya, berjongkok dan terisak kuat disana.
__ADS_1
"Tapi kenapa aku menangis?"
Isakan itu semakin kuat. Eve memeluk dirinya sendiri dibawah guyuran hujan dengan tubuhnya yang bergetar dan terisak hebat.
Tak lama ia merasakan seseorang memeluk tubuhnya. Ia mendongak untuk melihatnya dan saat itu juga seseorang itu mengecup matanya yang sangat sembab.
"Menangis saja. Keluarkan semuanya dan berbahagialah setelah itu," bisiknya.
"Niel ..."
"Aku disini."
"Sakit ...."
"Aku tahu."
"Hatiku sangat sakitt ...."
"Kita sembuhkan setelah ini."
"Bagaimana jika tidak bisa sembuh?"
"Maka aku juga akan merasakan sakit sepertimu."
"Kenapa?"
"Karena kita berbagi sakit," jawab Niel.
"Aku tidak mau berbagi."
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan mengambilnya sendiri."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...