The Choise

The Choise
Extra Chapter 1


__ADS_3

Alunan musik lembut mengiringi langkah kaki wanita dengan gaun putihnya yang anggun dan elegan. Seorang pria sudah menunggu disana dengan mengulurkan tangannya menyambut sang mempelai.


Mata pria itu memancarkan sorot kemenangan begitu janji setiap di ucapkan dan kata, "saya bersedia." Akhirnya keluar membuat keduanya telah sah menjadi suami istri.


Hari yang paling di tunggu akhirnya tiba. Eve dan Niel telah resmi terikat satu sama lain. Nyaris Eve hampir menangis beberapa kali jika tidak bisa menahan air matanya. Meski begitu pandangannya telah kabur. Ya, konyol rasanya jika mengingat betapa ia sangat menentang pernikahan dulunya.


Begitu pendeta mengatakan bahwa keduanya telah sah, tangan Niel terangkat, merengkuh wajah Eve dengan hati-hati. Pria itu rupanya juga ingin menangis. Eve berjinjit dan melingkarkan keduanya tangannya yang memegang buket bunga ke leher Niel.


Niel mulai menciumnya dengan lembut dan keduanya bergelanyut mesra seolah tidak ada siapapun disana. Hampir saja jika suara menyebalkan Brian tidak berdeham dengan sengaja. Tapi syukurlah itu terjadi. Karena Niel hampir tidak memperdulikan para tamu.


Eve dan Niel saling tatap dengan senyuman. Pancaran kebahagiaan terlukis jelas di wajah keduanya.


"Evelyn George," bisik Niel penuh kemenangan. Eve mengatup bibir menahan geli.


"Selamat, Sayang!" Amy memeluknya lebih dulu kemudian di susul oleh yang lain.


Pernikahan berjalan mulus. Kehangatan dan kebahagiaan menjadi satu. Senyum semua orang tersebar di seluruh aula. Ya, tentu saja karena hari ini adalah hari bahagia.


Para orang tua sudah berpencar menyambut para tamu lainnya. Lantai dansa juga telah di siapkan. Eve dengan senang hati menerima uluran tangan suaminya untuk berdansa bersama.


Brian dan Lucia juga berdansa di samping mereka. Senyum lebar Lucia tidak dapat di sembunyikan begitu tatapannya dengan Eve bertemu. Sudah banyak hal yang berubah, kan? Begitupun hubungan tak terduganya dengan Brian. Pria yang pernah menghina sahabatnya ini.

__ADS_1


Mungkin tidak akan ada yang berubah jika Lucia tidak mencoba menyadari bahwa dicintai lebih baik daripada mencintai. Hubungannya dengan Andrew tidak berhasil karena ia hanya mencintai, bukan mencintai. Namun bertemu Brian ia mulai merasakan bagaimana perbedaannya. Apapun itu, mencintai dan dicintai itu lebih baik.


"Pokoknya aku juga mau menikah!" bisik Brian agak memaksa. Ya, pembahasan yang selalu dihindari Lucia. Bagaimana Brian tidak kesal. Padahal alasan Lucia selalu menulikan telinga karena ingin melihat Eve menikah lebih dulu.


"Aku akan menangkap bunga nanti." Sudah terjawab, kan?


"Aku masih tidak menyangka mereka benar-benar bersama," kata Eve pada Niel. Keduannya akan baik-baik saja, kan? Mengingat sifat keduanya yang— lupakan saja! Toh dirinya tak ada bedanya.


"Biarkan saja mereka." Niel tidak peduli.


"Tapi, Niel— sebenarnya aku merasa tidak enak," bisik Eve agak canggung.


Niel menaikkan sebelah alisnya, "pada mereka?" Untuk apa? Pikir Niel.


"Lalu?"


"Perutku."


Belum sempat Niel bereaksi, Eve sudah berlari melewati kerumunan dan menjadi pusat perhatian.


"Eve?!"

__ADS_1


Niel, Lucia, Brian dan para orang tua jadi mengejarnya. Beberapa di antara mereka sebenarnya mulai merasa panik dan khawatir jika ternyata Eve berubah pikiran lagi soal pernikahan dan menyesal. Namun itu hanya pikiran berlebihan karena nyatanya bukan itu yang terlihat sekarang.


"Astaga, Eve!" Lucia membantu menyingkirkan aksesoris yang mengganggu agar Eve leluasa memuntahkan isi perutnya di wastafel.


"Apa ada yang sakit?" Niel mengelus punggungnya khawatir.


"Apa kau hamil?!" pekik Lucia.


"HAMIL?!" pekik yang lainnya.


Niel dan Eve saling bertatapan.


"Sepertinya sudah dua bulan," tebak Niel. Dua bulan ia tidak mendengar tamu bulanan Eve datang. Ya, aneh juga mereka tidak menyadarinya. Eve juga tidak memikirkannya mengapa ia terlambat.


"Astaga ... Kau bermain kasar semalam!" bentak Eve, membuat suasana berbeda seketika. Yang lain mulai berpura-pura sibuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


wkwk


masih ada karya baru, yuk mampir

__ADS_1



__ADS_2