
Musim gugur banyak disebut sebagai momen terbaik untuk menghabiskan waktu di Spanyol. Periode tersebut juga menjadi momen paling tepat untuk kembali bersantai setelah menjalani liburan musim panas di pertengahan tahun.
Marbella sebuah kota di Andalusia, Spanyol menjadi target Eve dan Niel untuk bepergian. Waktu tempuh diperkirakan memakan waktu enam jam dari Madrid.
Marbella adalah kota indah yang terletak di pantai selatan Spanyol di wilayah Andalusia, sekitar 60 kilometer barat daya Malaga dan 257 kilometer tenggara Seville. Kota ini menjadi objek wisata yang populer berkat iklim Mediterania, pantai yang menakjubkan dan banyaknya hotel dan resor mewah.
Tur kuliner menjadi pilihan Eve yang menyukai makanan. Hampir seharian penuh Niel hanya mengikuti Eve yang berlalu lalang untuk menikmati berbagai kuliner. Seperti mencicipi gazpacho tradisional Spanyol, mencicipi makanan laut segar di pasar, dan memanjakan diri dengan churros lezat untuk pencuci mulut.
"Kau senang?"
Eve mengangguk antusias dengan mulut penuh.
"Aku senang!"
Niel tersenyum seraya memperbaiki mantel berbulu Eve.
"Tidak lelah?"
"Masih banyak tempat yang belum dikunjungi." Eve tak langsung menjawab.
"Masih ada besok dan seterusnya. Wajahmu sudah pucat."
"Besok kita harus pulang!" Sudah tiga hari mereka disini. Tidak boleh menambah waktu lagi.
"Kau sangat mendalami peran asistenmu, hm."
"Ya, makanya kau harus mendengarkanku. Buka mulutmu aaa." Eve hendak menyuapi churros miliknya.
Cup! Bibir Eve langsung mengerucut lucu dimata Niel.
"Aku menyuruhmu membuka mulut, bukan menciumku!"
__ADS_1
"Yang ini lebih menarik." Menyentuh bibir Eve dengan ibu jarinya.
"Dasar mesum!"
Niel terkekeh sembari menarik Eve ke pelukannya. Gadis itu kembali mengarahkan churrosnya ke mulut Niel. Kali ini Niel menerimanya.
"Sepertinya aku bertemu gadis berperut besar." Buk! Pukulan kecil dari Eve mendarat di bahunya.
"Dan pemarah," lanjut Niel datar kemudian mencium kening Eve sekilas.
"Aku sudah menjadi gadis penyabar saat bersamamu tahu. Kau kan menyebalkan," cibir Eve.
Niel semakin memelukmu dengan menempelkan dagunya di puncak kepala Eve yang hanya setinggi ketiaknya. Gadisnya menggemaskan, bukan?
"Karena Eve mencintai Niel dan Niel mencintai Eve." Pria itu mulai menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri.
"Niel sangat mencintai Eve dan Eve juga mencintai Niel." Mulai mengatakannya berulang-ulang hingga Eve tak dapat menahan tawanya.
-
-
-
-
"Jadi kapan kalian akan menikah?" Pertanyaan Daniela menghentikan pekerjaan mereka berdua.
Eve tengah berada di kediaman George untuk membantu Niel menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai di kantor.
"Me—menikah?" tanya Eve memastikan.
__ADS_1
"Tentu saja! Kalian kan sudah resmi menjadi kekasih." Bukan karena paksaan lagi.
"Kau mengejutkan mereka, Sayang. Lihat wajah terkejutnya," ujar Stefan.
"Apanya yang mengejutkan? Sejak awal kan memang ini tujuannya," hardik Daniela pada suaminya.
"Apa tidak bisa hanya seperti ini?" celetuk Eve menghentikan perdebatan.
"Apa maksudmu, Sayang?" tanya Daniela hati-hati, "kau tidak ingin menikah?"
"Aku tidak akan menikah."
Niel yang awalnya ingin menegur ibunya pun jadi mengurungkan niatnya. Ketiganya terdiam membisu mendengar keputusan Eve.
"Kau tidak mau menikah denganku?" tanya Niel lembut sembari menyentuh tangan Eve.
"Apa itu harus? Yang terpenting kita bersama, kan?"
Daniela dan Stefan saling menatap bingung, tidak tahu harus merespon bagaimana. Hal ini di luar dugaan.
"Kau ingin seperti ini saja?" tanya Niel lagi, "kau tidak berpikir untuk menikah?"
"Aku— aku tidak pernah memikirkannya—" Eve sedikit tergagap bingung. Tidak, ia memang tidak berpikir untuk menikah meskipun dengan Niel sekalipun.
Niel tidak lagi bertanya. Pria itu hanya menatap Eve dengan pandangan tak terbaca.
"Haha ... lupakan saja. Waktu kalian masih panjang." Daniela mencoba mengembalikan suasana.
"Sampai sini saja." Niel merapikan mejanya, "kuantar kau pulang." Menyambar kunci mobilnya.
Daniela menjadi kelabakan, "Niel, Eve, tidak perlu dipikirkan lagi. Nikmati waktu kalian sa—" Belum selesai berbicara, Niel sudah menarik Eve keluar bersamanya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...