
Nyatanya semua tidak seperti yang diharapkan Niel karena gadisnya lagi-lagi menghilang tanpa ada yang tahu keberadaannya.
Andrea yang membukakan pintu pertama kali dengan polosnya mengatakan jika sang kakak sudah pergi lagi setelah menyerahkan koper yang dibawanya.
"Dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun," kata Andrea.
"D*amn! Kemana lagi dia pergi?!"
Niel menatap Andrea, "berikan nomor Lucia." To the point.
"Eve tidak bersama Lucia."
"Apa?"
"Lucia pulang setelah mengantar Eve."
"Yang benar saja!"
"Ada apa?" Amy dan Lewis yang baru turun dari mobil menatap mereka bingung.
-
-
-
Sedangkan yang dicari sedang berdiri diam di depan pintu mansion seseorang, menunggu pintu terbuka setelah menekan bel. Setelah terbuka, wajah ramah Cristina menyambut terbuka dirinya.
"Apa aku tidak salah lihat?"
"Tidak," datarnya.
Cristina tersenyum lebar, "ayo masuk!" Sebelum Eve berubah pikiran dan memutuskan pergi. Ia menarik tangan Eve, lalu menutup pintu kembali.
"Ini pertama kalinya kau datang setelah dewasa. Aku belum menyiapkan apapun, bagaimana ini?"
"Tidak perlu merepotkan diri." Masih dengan wajah datar.
__ADS_1
Tidak banyak yang berubah meski sudah bertahun-tahun Eve terakhir datang. Mansion ini masih sama seperti dulu, bahkan interiornya juga tidak berubah.
"Aku mau bertemu Felipe." Eve langsung mengatakan tujuannya tanpa berbasa-basi.
Cristina langsung berhenti dari tempatnya, tidak percaya jika Eve akan mengatakan permintaan yang berhubungan dengan suaminya. Siapa sangka jika hari ini akan tiba juga.
"Sure, aku akan memanggilnya. Tunggulah di ruang kerjanya. Kau masih ingat, kan?" Eve hanya mengangguk, kemudian berlalu.
Cristina menatap punggung gadis itu dengan berbagai pertanyaan. Apa yang membuat Eve datang hari ini?
Eve tidak langsung duduk setelah memasuki ruang kerja Felipe. Eve justru berjalan menuju balkon karena terletak di lantai dua yang berhadapan langsung dengan halaman belakang dan kolam renang.
Ada Andrew yang sedang berenang disana. Pria itu pasti tidak tahu ia datang hari ini. Pria itu juga yang disukai sahabatnya yang bahkan Eve tak yakin Andrew juga menyukainya.
"Ini hari pertama kita duduk berdua, kan?"
Eve membalikkan tubuhnya menghadap Felipe yang sudah duduk di sofa tunggal. Eve kemudian mendudukkan dirinya juga di sofa tunggal yang berhadapan dengan Felipe.
Wajah pria itu masih sama sepertinya, dingin, datar dan memancarkan aura suram. Tidak heran banyak yang tidak tahan berhadapan dengannya. Seharusnya Niel juga seperti ini bagi orang lain kan.
"Setelah kuperhatikan dengan benar saat ini, wajah kita ternyata memang mirip. Sejak dulu aku berpikir bahwa aku mirip dengan Rosaria."
"Mungkin saja ...," gumam Eve pelan, "aku tidak mau mengingat masa lalu."
"Apa yang membawamu kemari?"
"Aku ingin jawaban, itu saja."
"Katakan," datar Felipe.
"Apa kau masih mencintai Rosaria?"
Apa hubungan yang sudah lama usai masih dapat menyimpan perasaan meski sudah bersama orang yang baru?
"Ada yang bilang tidak ingin mengingat masa lalu, tapi dia baru saja menanyakan masa lalu." Felipe tak langsung menjawab.
"Kenapa? Apa pria itu berhubungan dengan masa lalunya?" tanya Felipe menebak.
__ADS_1
Terlihat raut Eve sedikit kesal. Felipe dengan mudah menebak tujuan pertanyaannya. Menyebalkan saat seseorang yang mirip denganmu berhadapan seperti ini. Rasanya sulit menyimpan rahasia.
"Melihat wajah kesalmu sepertinya benar."
Pria itu! Beraninya mempermainkan putrinya. Meski begitu Felipe tetap saja menampilkan raut datarnya.
"Tidak ada hubungannya dengan dia."
"Benarkah? Lalu apa yang membuatmu selalu menghindariku datang dengan sukarela."
"Permintaanku masih sama." Keinginan Eve tidak berubah, "berikan aku jawaban!"
"Apa wajar jika aku bilang masih mencintainya?"
Bukan itu jawaban yang ingin Eve dengar. Ia berharap Felipe sudah tidak memiliki perasaan apapun. Bagaimana pun ada Cristina yang telah menjadi bagian hidupnya.
"Bisa saja."
"Kalau begitu kau bisa menganggapnya iya."
"Bukankah itu terlalu kejam."
Apa Niel juga seperti itu?
"Bukan itu yang mau kau dengar?" Lagi-lagi Felipe menebak benar.
Eve terdiam sejenak. Ia mengubah postur tubuhnya bersandar pada Sofa dengan tangan memeluk dirinya sendiri sambil menatap keluar jendela.
"Apa kau tahu kenapa aku selalu menghindarimu?"
"Karena kau membenciku."
"Aku tidak pernah membencimu, Felipe."
Rasanya sedikit lega setelah mengatakannya. Eve ingin mengatakan lebih banyak lagi. Semua yang ia simpan selama ini ingin dirinya katakan pada pria yang mirip dengannya itu.
"Aku takut perasaanku semakin yakin untuk tidak memilih siapapun, lalu memutuskan untuk tidak bersama siapapun."
__ADS_1
Dengan begitu akan ada orang yang terluka dengan keputusan itu. Amy, Lewis, Andrea, Lucia kemudian— Niel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...