The Choise

The Choise
Mulai dari Awal Lagi


__ADS_3

Seperti kebiasaan yang pernah Niel lakukan di masa lalu, Eve diam saja saat pria itu mengeringkan rambutnya setelah mandi bersama yang kembali terjadi. Eve sebenarnya cukup malu dengan prasangka nya sendiri.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Niel.


"Hm?"


"Selama dua tahun ini," sambungnya.


"Cukup baik."


"Bagaimana denganmu?"


"Aku? Seperti kehilangan sebagian jiwaku."


Eve terdiam, "maaf."


"Aku sudah menemukan keberadaanmu sejak awal. Kau tahu aku sangat ingin pergi menyusulmu saat itu juga."


"Lalu kau pergi?" Pertanyaan konyol apa itu! Tentu saja tidak karena Niel tidak pernah datang.


"Setelah berpikir beberapa kali, kuputuskan membiarkanmu dalam pengawasan. Kau mungkin akan mencoba pergi lagi jika aku memaksamu pulang. Jadi aku membiarkanmu mendapatkan keinginan yang kau sebut sebagai mimpi itu." Sama seperti seorang anak kecil yang menangis sebelum mendapatkan permen.


Eve menunduk, "maaf," katanya lagi.


"Tapi aku tidak akan menahan diri lagi sekarang. Rasanya kau akan disini lebih lama lagi jika aku tidak datang."


"Kenapa kau tidak membenciku?"


"Kenapa harus?"


"Karena aku meninggalkanmu."


"Kau tidak pernah meninggalkanku."

__ADS_1


"Jelas-jelas aku pergi—"


"Hatimu tidak pergi, kan?" potong Niel, "kau masih bersamaku sejauh apapun ragamu pergi."


Menyebalkan. Bagaimana bisa pria itu berbicara seperti itu setelah semua yang ia lakukan. Setidaknya benci dirinya sedikit saja.


Niel memeluknya dari belakang dan mengecup pundak lalu pelipisnya.


"Bersamamu saja sudah cukup. Aku berjanji takkan meminta hal lain yang tidak kau inginkan itu. Pulanglah bersamaku ya? Kita mulai dari awal lagi," bujuk Niel.


Eve menatapnya dari cermin sembari menggigit bibirnya bimbang. Namun beberapa saat kemudian kepalanya mengangguk pelan. Meski begitu Eve tak tahan untuk tidak menangis lagi. Ia berbalik dan memeluk Niel dengan isakan pelan.


Mungkin benar jika dirinya belum sepenuhnya bahagia. Jauh dari Niel bukan pilihan yang tepat. Pria itu luka namun juga obat.





Eve mengangguk, "aku akan pulang ke rumah kami." Ya, rumah mereka berdua. Rumah yang sudah di persiapkan oleh Niel.


"Aku senang. Kau tidak perlu menyiksa dirimu sendiri. Jika bersama, kalian bisa saling mendukung. Dengan begitu rasa sakitmu akan semakin berkurang seperti kau bersama anak-anak." Eve hanya tersenyum mendengarnya.


"Dan cobalah memiliki satu," bisik Adaline menggoda Eve.


"Menurutmu aku bisa menjadi ibu yang baik, Ibu?"


"Tentu saja. Kenapa tidak? Aku sangat yakin kau akan jadi ibu yang luar biasa!" Eve sedikit malu mendengarnya. Buktinya pipinya sedikit memerah.


"Semoga saja," gumam Eve tanpa suara.


"Apa aku boleh makan sekarang?" tanya Niel yang tiba-tiba muncul membuat Eve sedikit kesal karena pertanyaan Niel. Tidak lihat mereka sedang menata makanan. Adaline tertawa melihatnya.

__ADS_1


"Tentu saja boleh, Sir. Niel."


"Belum waktunya," peringat Eve.


"Kalau begitu aku panggil anak-anak," ucap Adaline meninggalkan keduanya.


"Apa ini masakanmu?" tanya Niel acuh mengabaikan tatapan kesal Eve.


"Iya," datar Eve.


Pria itu terkekeh sambil mendekati wanita itu. Kemudian mengapit pipinya gemas hingga bibir Eve mengerucut. Cup! Satu kecupan karena gemas.


"Eve-ku sudah banyak berubah ya? Aku harus mengenalinya dari awal lagi." Berpura-pura sedih. Sebenarnya ia bahagia karena sempat mendengar pembicaraan Eve dan Adaline diam-diam tadi.


"Tidak ada yang berubah!"


"Iya, tidak ada yang berubah. Tapi aku ingin makan." Menjatuhkan kepalanya manja di pundak Eve.


"Baiklah," datarnya kemudian bergerak mengisi piring dengan lauk pauk untuk Niel.


"Kau curang! Kami juga mau makan," sebal Ruby berlari naik ke atas kursi.


"Aku datang lebih dulu." Niel tidak mau kalah.


"Kami juga mau!" pekik yang lain. Suasana di meja makan tetap ramai seperti biasanya. Eve, Niel dan Adaline banyak tertawa hari ini.


"Kenapa kau selalu menggunakan sarung tangan?" tanya Daisy polos.


"Niel sedang sakit. Kalian makan saja," jawab Eve tidak berniat menjelaskan, "jangan sisakan sedikitpun. Habiskan semuanya."


"Baik, Eve!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA BAGI YANG MENJALANKAN😄...


...Aku ucapkan sekarang karena besok ga Up hehe... terima kasih yang sudah baca karya-karya aku dan memberi komentar yang baik. luv luv buat kalian semua muahh😘❤...


__ADS_2