The Choise

The Choise
Tidak Akan Sendirian


__ADS_3

Niel menutupi tubuh Eve yang hanya mengenakan tanktop dengan selimut. Mata gadis itu telah terpejam menemui alam mimpi setelah kelelahan mengomelinya.


Niel mengecup kening Eve lembut sebelum bangkit dari duduknya. Beberapa saat lalu ia telah memindahkan Eve ke dalam kamar dengan sentuhan biru dan grey. Ada beberapa lukisan laut yang terpasang di dinding.


Semua hal tentang Eve membuat Niel tertarik, terutama pada potret Eve yang berdiri di tepi laut. Ada juga sebuah album yang berisi foto-foto gadis itu di atas meja yang menunjukkan Eve saat masih kecil hingga dewasa.


Tampaknya Eve tidak terlalu waspada di tempat ini karena kebanyakan benda tidak disimpan dengan baik meski tetap tersusun rapi. Salah satunya sebuah buka diary yang sangat menarik minat Niel. Tertulis nama Evelyn di sampulnya. Mungkin ia harus mencurinya selama beberapa waktu sebelum gadis itu menyadari barangnya hilang.


Niel membuka lembaran pertama sambil menoleh pada Eve untuk memastikan gadis itu tidak bangun.


26 April 2014


Happy birthday to myself. Usiaku sudah 16 tahun, tapi aku merasa ada yang tidak beres denganku. Mom dan dad menanyakan soal pacar, tapi kubilang itu hal bodoh.


03 Mei 2014


Apa aku tidak normal? Teman-temanku memiliki pacar, tapi aku bahkan tidak suka mereka menyentuhku.


Niel hanya tersenyum membaca setiap barisnya. Kebanyakan Eve hanya membahas masalah dirinya yang mengidap kelainan seksual.


22 Mei 2015


Pria yang mengaku ayahku itu datang lagi. Aku sudah mendengar tentangnya sejak kecil. Laki-laki diluar sana mungkin seperti ayahku.


05 Juni 2016


Hari ini aku mengunjungi mansion utama Lavelle. Aku hanya berdiri di luar, tapi aku mampu mendengar ucapan mereka. Kehadiranku adalah kesalahan.


07 Juni 2015

__ADS_1


Aku ingin pergi ....


Aku ingin pergi ke tempat yang jauh dimana tidak ada yang mengenalku.


Aku ingin menatap laut tanpa memikirkan apapun.


Aku ingin hidup dengan diriku sendiri ....


Halaman selanjutnya telah kosong. Niel terdiam dengan tangan mengepal. Tidak heran mengapa Eve menjadi sekeras ini. Gadis itu selalu mensugesti dirinya agar bertahan dan hidup untuk dirinya sendiri tanpa orang lain. Itulah yang membuat hatinya membeku.


"Jika kau menyukai laut, aku akan membawamu kapanpun kau mau. Kupastikan kau tidak akan memikirkan apapun seperti keinginanmu. Namun kau tidak akan pernah sendiri karena kau bersamaku."


-


-


-


"Mandi?" tanya Niel. Eve hanya mengangguk sambil merentangkan tangannya. Dengan tersenyum Niel mengangkat tubuh Eve dan menggendongnya seperti koala menuju kamar mandi.


Niel mendudukkan Eve di bathtup yang sudah dipenuhi busa. Niel memang sudah menyiapkannya sebelum gadisnya bangun.


Eve menenggelamkan tubuhnya hingga menutupi pundak sembari membuka satu-persatu kain yang masih menempel di tubuhnya dan memberikannya pada Niel dengan senyum mengejek.


"Aku akan keluar," datar Niel setelah meletakkan pakaian basah Eve di keranjang kotor.


Gadis itu menahan tangan Niel dengan cepat.


"Tidak mau ikut?" pancing Eve. Menyenangkan sekali melihat wajah tertekan Niel yang menahan diri, apalagi Niel terkadang menatap pada belahan dadanya yang terlihat.

__ADS_1


Sepertinya Eve harus belajar bahwa tidak baik memancing singa yang tertidur. Pria itu bisa menerkamnya kapan saja.


"Aku mau memasak sesuatu."


Eve menahan senyum mendengarnya. Alasan klasik!


"Kupikir kau sangat menyukaiku."


Astaga!


Niel menjaga jarak dengan Eve meski sebelah tangannya masih dipegang oleh gadis itu. Pria itu sekuat tenaga menahan hasrat tertahan untuk tidak menerkam gadis ini sekarang. Ia tahu Eve tidak benar-benar menginginkannya melainkan hanya menggodanya saja.


"Eve, aku takkan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu," peringat Niel.


"Memangnya akan terjadi apa?" katanya pura-pura tidak mengerti, namun dengan sengaja Eve memasukkan ibu jari Niel ke mulutnya hingga pria itu menggeram.


"Dam*n!"


Seperti kehilangan kesadaran Niel membungkuk dan menyambar bibir Eve dengan kasar. Pria itu mendorong tubuh Eve dan membuka kaos yang dipakainya.


Eve memekik tertahan karena terkejut. Belum sempat berbicara, Niel kembali menciumnya disertai re*masan lembut di bagian dadanya. Eve mengerang dengan permainan Niel di tubuh polosnya dibawah tumpukan busa.


Eve ingin mendorong Niel, tapi pria itu sudah waspada lebih dulu dengan menahan kedua tangannya.


"Kau yang menggodaku," bisik Niel menyeringai.


"Aku hanya bercanda!" kata Eve, dengan nafas terengah dan erangan tertahan karena Niel yang sudah bermain di bagian bawah tubuhnya.


"Kalau begitu bercandalah setiap hari." Setelah itu cu*mbuan hebat kembali dirasakan Eve.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2